KETEGUHAN CINTA

KETEGUHAN CINTA
Sikap Manja yang Kurindukan


__ADS_3

Setelah pernikahan yang sangat sederhana. Faiq dan Davina memutuskan tinggal berdua. Mereka memilih tinggal di rumah sederhana. Bukan tinggal di rumah mewah milik keluarga Prawira atau rumah keluarga Davina. Tanpa banyak membantah, Davina ikut kemanapun Faiq pergi. Davina menjadi seorang istri yang patuh. Selama di pesantren Davina belajar arti seorang suami. Entah kenapa semua orang tidak mencegah atau membantah keputusan Faiq? Rafa dan Hana membiarkan Faiq tinggal di rumah pilihannya. Naufal dan Salsa menyadari, jika Davina bukan lagi tanggungjawab mereka. Jadi mereka mengerti dan menghargai keputusan Faiq yang ingin tinggal berdua.


Rumah sederhana dengan halaman depan yang kecil, terlihat begitu nyaman bila ditempati. Rumah berlantai dua sengaja dipilih Faiq. Bukan rumah besar dan mewah. Faiq dan Davina sepakat akan menjalani hidup sederhana. Sebagai cara mereka mengenal satu dengan yang lain. Davina belajar cara hidup sederhana mengikuti kebiasaan Faiq. Sebenarnya rumah ini sudah lama dibeli Faiq. Dia sengaja menyiapkan rumah yang tidak terlalu besar untuk dirinya. Rumah yang disiapkan Faiq untuk Davina dan calon anak-anaknya. Rumah tempat keduanya menciptakan kenangan-kenangan indah. Rumah yang akan terasa nyaman mereka tempati dengan penuh cinta. Tidak perlu rumah yang besar, cukup sederhana asalkan nyaman.


Setelah menikah dengan Faiq, Davina memutuskan tidak bekerja. Dia mempercayakan hidupnya pada Faiq. Davina ingin fokus menjadi seorang istri. Meski Faiq tidak pernah melarang Davina bekerja. Namun Davina menolak, dia tidak ingin terjadi kesalahpahaman selama bekerja. Terkadang masalah datang ketika hati mulai merasa tidak nyaman pada pasangan. Davina mencoba belajar percaya dan mengerti Faiq. Dia belajar menjadi istri yang memahami karakter sang suami yang dingin tapi penuh cinta.


"Sayang, lebih baik kita mencari ART. Aku tidak tega melihatmu terus bekerja. Sejak tadi kamu tidak berhenti bekerja. Aku merasa tidak penting, kamu mengacuhkanku. Kita menikah untuk bersama, bukan saling mengacuhkan!" ujar Faiq kesal, sesaat setelah makan malam. Davina menoleh sembari tersenyum. Kedua tangannya sedang membawa piring kotor ke dapur. Setelah menyiapkan makan malam, Davina membersihkan meja makan. Davina mengerjakan semuanya sendiri.


Memang Davina tidak ingin ada ART di rumahnya. Dia ingin belajar menjadi seorang istri yang baik. Hana sebagai mertua pernah menawarkan salah satu ART di rumahnya. Agar tidak perlu penyesuaian lagi. Namun Davina menolak dengan halus. Davina berpikir akan meminta bantuan bila dia sudah tidak mampu lagi. Sebaliknya Faiq setuju dengan keputusan Davina. Agar Davina tidak merasa bosan bila ditinggal sendirian di rumah. Namun sekarang Faiq kesal, sebab dia melihat Davina terus mengerjakan pekerjaan rumah. Davina seakan tidak peduli padanya.

__ADS_1


"Sayang!" teriak Faiq dari ruang tengah. Davina menghampiri Faiq dengan tangan penuh busa. Sejak tadi Faiq mengomel, Davina mengacuhkannya. Saat dia mendengar Faiq berteriak, Davina takut bila terjadi sesuatu pada Faiq. Sedangkan Faiq sengaja berteriak, agar Davina menghampirinya dan Faiq berhasil. Dia melihat raut wajah cemas Davina yang seketik berubah menjadi amarah.


"Kak Faiq tidak lucu. Aku sedang mencuci piring. Teriakan kak Faiq membuatku terkejut dan cemas. Jika piring atau gelas yang aku pegang jatuh. Lalu pecahan kacanya menusukk. Apa kak Faiq akan tetap tersenyum? Aku sejak tadi diam, supaya pekerjaanku cepat selesai. Setelah aku selesai mencuci piring. Aku akan menenami!" ujar Davina marah, dia berjalan menuju dapur tanpa menoleh atau menunggu sahutan dari Faiq. Davina merasa kesal dan marah. Apalagi saat dia melihat Faiq tersenyum tanpa merasa bersalah. Davina merasa Faiq sedang mempermainkan dirinya.


"Sayang, aku bercanda. Jangan marah seperti itu. Aku minta maaf, aku kesal mellihatmu mengacuhkanku!" ujar Faiq sembari berjalan menghampiri Davina. Namun sedikitpun Davina tidak peduli. Dia tetap diam membisu. Davina meneruskan mencuci piring. Faiq berdiri tepat di belakangnya. Faiq menatap lekat tubuh Davina. Wanita yang membuatnya bahagia dan ingin terus bahagia bersama Davina. Faiq merasakan cintanya pada Davina semakin besar. Semenjak Faiq mengetahui besarnya cinta Davina pada dirinya.


Tanpa banyak kata, Faiq langsung memeluk Davina. Dia mendekap erat tubuh Davina, tangan Faiq memegang perut ramping Davina. Tangannya bermain di balik hijab panjang Davina. Faiq mencoba merayu Davina agar tidak marah lagi. Faiq meletakkan kepalanya dibahu Davina. Faiq mencium telinga Davina yang tertutup hijab. Tubuh Davina bergetar, desiran hangat mengalir dalam darah. Hembusan napas Davina dan Faiq saling memburu.


Faiq menggenggam tangan Davina. Membersihkan tangannya dari busa sabun. Air kran mengalir membasahi tangan keduanya. Selaras dengan desiran hangat yang mengalir dalam darah mereka. Menciptakan rasa ingin saling memiliki. Bersama dalam kebahagian yang hakiki. Penyatuan dua hati yang selama ini mereka tunggu. Pertautan yang menyatukan bukan hanya tubuh, tapi hati dalam hubungan suci dan halal. Faiq merasakan tubuh Davina bergetar bersamaan dengan hembusan napas yang memburu. Tidak ada lagi yang menghalangi keduanya. Hanya pakaian yang mereka kenakan sebagai penghalang diantara keduanya.

__ADS_1


Faiq memegang bahu Davina, memutar 180° menghadap ke arahnya. Faiq melihat wajah Davina yang memancarkan keteduhan. Sebaliknya Davina terus menunduk, dia malu menatap Faiq. Wajah tampan yang selalu menemani tidurnya. Imam yang selalu dia impikan, menuntun langkah dan membimbingnya menuju kebahagian yang sejati. Dengan lembut Faiq mengangkat dagu Davina. Faiq menatap lekat kedua mata indah Davina. Keduanya saling menatap penuh cinta. Hasrat ingin memiliki dan dimiliki bermain indah dalam benak keduanya.


Faiq mendekatkan wajahnya ke arah Davina. Hidung keduanya saling menempel, lalu dengan lembut Faiq mencium kening Davina. Mencurahkan segala cintanya pada Davina. Sebaliknya Davina mematung menerima perlakuan Faiq. Dia tidak pernah membayangkan Faiq mampu melakukan semua itu. Lama Faiq mencium kening Davina. Lalu dia menarik tubuh Davina ke dalam pelukannya. Dia mendekap erat tubuh mungil Davina. Menyadarkan kepala Davina tepat di dada bidangnya. Davina merasakan kehangatan dekapan Faiq. Davina merasa nyaman dan terlindungi. Debaran jantung Faiq terdengar nyata oleh Davina. Debaran yang sama sedang dirasakan oleh Davina. Cinta suci yang penuh dengan ketulusan dan keikhlasan. Seakan ingin menunjukkan kekuatannya. faiq menutup matanya sembari mendekap erat Davina. Seolah ingin merasakan cinta yang mencuat tanpa mampu ditahan lagi.


"Davina, aku bukan laki-laki sempurna. Aku penuh dengan kekurangan. Namun cintaku sempurna dan seutuhnya untukmu. Jika kelak aku melakukan kesalahan. Jangan meninggalkan diriku. Bantulah diriku memperbaiki diri. Sebab dirimu semangatku menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan pernah berpikir ingin menjadi dewasa. Sikap manjamu yang membuatku mencintaimu. Sikap manjamu yang selalu aku rindukan. Sebab sikap manjamu yang membuatku bersikap dewasa dan ingin melindungimu. Jangan pernah berpikir mandiri tanpa diriku. Aku ada untuk melengkapi kekuranganmu. Aku ada untuk menerima kelemahanmu. Aku ada untuk menjadi sandaranmu. Bersikap mandiri di depan orang lain, tapi bukan di depanku. Sebab hanya aku yang berhak melindungi dan mencintaimu. Aku akan menjadi imam sholatmu. Agar kita bisa bersama menuju jannah-NYA. Aku akan menjadi temanmu dalam melangkah mengarungi hidup ini. Berjalan disampingmu sembari menggenggam tanganmu. Kita melangkah bersama untuk saling melengkapi tanpa berpikir salah satu lebih baik. Jangan menangis di pundak orang lain terutama orang tuamu. Percayakan semua duka dan tawamu padaku. Kamu milikku sepenuhnya!" tutur Faiq lirih, Davina mengangguk pelan. Dia memeluk erat tubuh Faiq.


"Muhammad Faiq Alhakim, bersamamu ingin kugapai bahagia yang sejati. Kamu cahaya iman dan cahaya cintaku. Jangan pernah meninggalkan diriku. Seandainya khilaf ada diantara kita. Kejujuran jauh lebih baik. Aku mencintaimu melebihi diriku. Bahagiamu segalanya meski harus aku tukar dengan air mata. Jangan pernah menangis atau bersedih. Satu keluhanmu ibarat sayatan pisau dihatiku. Sangat sakit!" sahut Davina, Faiq mengangkat wajah Davina.


"Sayang, izinkan aku memiliki dirimu sepenuhnya!" ujar Faiq penuh kemesraa, Davina mengangguk lalu menunduk malu. Seketika Faiq menggendong Davina masuk ke dalam kamar. Faiq meletakkan Davina pelan penuh kelembutan. Lalu mencium lembut kening Davina. Melepas hijab Davina, menghirup harum rambut Davina.

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Faiq, buka pintunya!" teriak Fathan sesaat setelah mengetuk pintu.


__ADS_2