KETEGUHAN CINTA

KETEGUHAN CINTA
Ardilla Fitri Adiwijaya


__ADS_3

Pesta malam ini menjadi sebuah perhelatan besar penyambutan sang bintang pesta. CEO muda berbakat yang mulai diincar oleh perusahaan-perusahaan besar di kota ini. Awalnya Rafa ragu ingin mengajak sang junior bergabung. Banyak alasan dibalik keraguan Rafa, salah satunya masa lalu yang pernah ada diantara ketiga sahabat. Dia mungkin junior di kampus bagi Rafa dan Adrian. Namun diluar lingkungan kampus, dia menjadi saudara bahkan lebih bagi Rafa.


Ardilla Fitri Adiwijaya salah satu siswi terbaik di kampus Rafa dulu. Dia kuliah dengan beasiswa prestasi dari kampus tersebut. Dia bukan berasal dari keluarga yang tidak mampu. Namun kepintarannya menjadi murid teladan di SMU. Sehingga dia dengan mudah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di kampus yang sama dengan Rafa dan Adrian.


Pertemuan Rafa dan Dilla berawal dari debat terbuka para mahasiswa. Dengan lantang dan tegas Dilla berdebat dengan Rafa yang tercatat sebagai seniornya. Namun dalam setiap perkataan dan pendapatnya. Tak ada sedikitpun rasa takut atau ragu dalam menyanggah perkataan Rafa. Dilla mahasiswa junior pertama yang berani mengeluarkan pendapat pada Rafa. Semenjak itu kedekatan mereka terjalin. Dimana ada Rafa dan Adrian? Pasti selalu ada Dilla. Rafa dan Adrian menjaga Dilla seperti adiknya sendiri. Sampai Rafa dan Adrian kembali ke negara asalnya. Pertemanan yang terjalin terputus tanpa bisa dicegah.


Kembalinya Rafa yang langsung mengurus dan membesarkan nama perusahaan Prawira. Sedikit banyak membuatnya lupa akan keberadaan Dilla. Adrian dan Rafa larut dalam masalah pekerjaan dan dunia malam yang sejak awal menjadi bagian hidup Rafa. Dilla mengenal Rafa dan Adrian sebagai mahasiswa terbaik di kampus. Namun kehidupan malam yang dijalani keduanya tak pernah diketahui Dilla. Rafa dan Adrian tak pernah mengajak Dilla masuk dalam dunia malam mereka. Layaknya seorang kakak yang menjaga adiknya. Keduanya tidak pernah ingin Dilla terjerumus dalam dunia yang penuh maksiat.


Semenjak Rafa mengetahui kedatangan Dilla sebagai seorang CEO muda berbakat. Dengan bantuan Adrian sang sahabat. Rafa mengajak Dilla bekerjasama. Rafa ingin melebarkan sayap perusahaannya merambah internasional. Sebab itu malam ini Rafa sengaja mengajak Hana dengan segala cara. Agar tak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi diantara dirinya dengan Hana. Namun dengan sengaja Adrian menyulut api cemburu sebelum pesta dimulai. Hana tidak pernah mengetahui, siapa binta pesta malam ini? Seseorang yang pernah membuat Rafa terkesima dengan cara pandang dan kepintarannya.

__ADS_1


Pesta penyambutan yang sangat meriah, akan berbanding terbalik dengan kondisi hati Hana yang mulai gelisah. Hana selalu yakin akan cinta Rafa, tapi dia tidak akan bisa memungkiri kenangan yang pernah Rafa buat dengan sang bintang pesta malam ini. Bukan keraguan yang dirasakan Hana, tapi kenangan seperti apa yang pernah Rafa dan dia ciptakan? Sesuatu yang tentu berbeda dengan kenangan antara Rafa dan Hana.


Dengan anggun Hana dan Diana masuk ke dalam gedung menggandeng suami masing-masing. Rafa berdiri tegap merangkul tubuh Hana yang sedikit berisi. Diana berdiri di samping Hana dengan menggandeng Adrian di sisi lainnya. Dua penguasa perusahaan Prawira yang gagah, berjalan penuh kebanggaan bersama dua sahabat yang takkan terpisahkan. Sesampainya di dalam gedung, kedua pasangan memutuskan berpisah. Tanpa aba-aba keduanya memilih jalan masing-masing. Hana dan Diana langsung mencari tempat duduk di pojok yang jauh dari keramaian. Sedangkan Rafa dan Adrian berjalan beriringan menyapa para rekan pengusaha.


Hana dan Diana duduk sembari mencyrahkan seluruh kerinduan mereka. Hana seolah lupa jika dirinya ada di pesta ini untuk menemani Rafa. Sifat Hana yang sederhana seakan tidak terusik atau tergiur bergabung dalam kemeriahan pesta. Hana hanya ingin berdua dengan Diana sahabat sejatinya. Rafa dan Adrian tidak mempermasalahkan keputusan Hana dan Diana. Sebab setelah menyapa para rekan bisnisnya Rafa akan menemui Hana.


Hampir setengah jam lebih Hana dan Diana duduk menyendiri. Mereka tidak terpengaruh akan ramainya pesta malam ini. Satu hal yang membuat mereka penasaran. Sang bintang pesta belum menampakkan dirinya. Sebaliknya Rafa dan Adrian larut dalam percakapan bisnis yang mengasyikkan. Mereka melupakan sejenak keberadaan Hana dan Diana. Lalu tiba-tiba lampu gedung mati. Hana dan Diana diam mematung. Sebenarnya Hana sangat takut padq gelap. Dengan sigap Diana memeluk Hana, menenggelamkannya dalam dadanya.


Hana dan Diana keduanya menatap penuh keheranan. Kedua bola mata mereka membulat sempurna. Mereka tidak menyangka akan melihat sang bintang pesta setelah sekian lama. Baik Hana dan Diana menelan ludahnya kasar. Bukan karena dia sang bintang pesta atau pemain piano yang sangat lihai, tapi kenangan masa lalu diantara mereka membuat Hana dan Diana enggan untuk bertemu setelah sekian tahun tak pernah bertemu.

__ADS_1


Rafa yang sempat terkejut, karena lampu tibaa-tiba mati. Dengan sigap Rafa menghampiri Hana tepat setelah lampu kembali menyala. Dia sangat khawatir pada Hana. Sebab dia mengetahui dengan jelas. Bahwa Hana sangat takut akan kegelapan. Rafa menghanpiri Hana yang menatap lekat penuh dengan keheranan ke arah Dilla. Rafa memegang tangan Hana yang mulai terasa dingin. Keterkejutan Hana akan pertemuan malam ini. Membuatnya tidak menyadari keberadaan Rafa dan Adrian.


Suara indah simfoni nada dari sebuah piano yang anggun. Seakan menenggelamkan para tamu dalam lamunan yang sangat dalam. Semua berakhir tepat setelah nada terakhir dimainkan. Begitu juga Hana dan Diana yang langsung terduduk. Dengan sisa kesadaran, Hana dan Diana saling menoleh. Dengan suara yang sangat lirih, keduanya menyebut satu nama secara bersamaan.


"Dilla!" ujar Hana dan Diana serempak. Rafa dan Adrian terperanjat mendengar perkataan istri mereka. Mereka terkejut ketika mengetahui Hana dan Diana mengenal Dilla sang junior mereka di kampus. Dengan mata melotot Rafa dan Adrian seakan tak percaya melihat istri mereka mengenal Dilla.


"Hana, kenapa gadis menyebalkan ini bisa ada disini? Apa bintang acara malam ini dia? Jika memang dia bintanya. Sejak awal aku akan menolak datang. Sungguh sampai kapanpun aku tidak ingin bertemu gadis yang egois dan angkuh seperti dia!" bisik Diana ketus, Hana tersenyum tipis. Dia mengetahui benar, seberapa besar kesalapahaman yang terjadi diantara ketiganya. Hana tidak pernah menjelaskan dan tidak ingin memperbaiki semuanya. Hana merasa akan ada waktunya kebenaran terungkap. Mungkin malam ini akan menjadi malam terbukanya semua akar kesalahpahaman.


"Sayang, kamu mengenal Dilla? Dimana dan sejak kapan? Bukankah Dilla berada di luar negeri. Lalu bagaimana kalian bisa saling mengenal?" cecar Rafa, Adrian mengangguk setuju dengan semua pertanyaan Rafa. Diana dan Hana diam seribu bahasa. Mereka bingung ingin mengatakannya. Pertemuan setelah sekian tahun tidak bertemu. Perkenalan yang dibaliknya tersimpan persangingan yang sangat sengit. Lama Hana terdiam tak menyahuti perkataan Rafa.

__ADS_1


"Sayang, kenapa diam saja? Katakan padaku, bagaimana kamu mengenal Dilla!" ujar Rafa lirih, Hana tetap terdiam. Lalu terdengar suara yang sangat merdu. Suara sang bintang pesta malam ini. Dengan anggun Dilla berjalan menghampiri Hana dan Rafa.


__ADS_2