KETEGUHAN CINTA

KETEGUHAN CINTA
Maaf


__ADS_3

"Ternyata dia benar-benar ingin pergi. Di sudah merencanakan kepergian dengan sangat matang. Bahkan hatinya seolah membeku, dia tidak merasa iba melihatku seperti ini!" tutur Faiq lirih, lalu menunduk. Fathan mendekat pada Faiq lalu memeluknya erat. Fathan hadir sebagai seorang kakak yang ingin memahami luka sang adik. Setelah sekian lama, akhirnya kedua saudara saling menguatkan. Mungkin tidak pernah ada perselisihan diantara mereka. Namun tidak juga ada rasa saling membutuhkan. Keduanya dekat tapi seakan sangat jauh.


"Faiq, bukan Davina matang memikirkan rencana kepergiannya. Tapi kamu yang membuat semua harapannya semakin kuat. Sikapmu yang memaksanya pergi sejauh mungkin dari dirimu. Hatinya tidak pernah membeku, tapi hatinya lelah menunggu perhatian dan kepedulianmu!" bisik Fathan, lalu melepaskan pelukannya. Fathan kembali bersandar di mobil Faiq. Keduanya merasakan setiap tetes air hujan yang menyentuh tubuh mereka. Derasnya seakan tak terasa, Annisa dan Zahra berdiri tak jauh dari keduanya. Menatap dua saudara yang menyatu dalam duka dan hujan.


"Jika hatinya tidak beku, kenapa dia tidak bisa mengerti alasan dibalik sikap acuhku? Aku bukan sengaja mengacuhkannya. Aku sibuk dengan pekerjaan di rumah sakit. Biasanya Davina yang menghubungiku. Aku mulai terbiasa dengan perhatiannya. Saat aku menyadari dia tidak menghubungiku. Aku berpikir dia sedang sibuk. Aku berpikir dia juga memahami pekerjaanku. Namun semua terasa berbeda, saat pagi ini. Setelah seminggu aku tidak melihatnya. Aku malah menandatangani surat pengunduran dirinya. Baru saja kakak mengatakan, kalau tante Diana mengembalikan cincin pertunangan kami. Sekarang semua berakhir, tanpa aku bisa merubahnya. Aku berdiri di sini, bukan tanpa alasan. Aku ingin melihatnya turun. Masih adakah cintanya untukku? Lagi dan lagi aku menelan kepahitan. Bukan Davina yang datang menghampiriku, tapi Zahra yang tak memiliki hubungan denganku!" tutur Faiq lirih, lalu mengusap wajahnya yang basah oleh air hujan. Fathan menepuk pundak Faiq pelan. Dia tersenyum mendengar perkataan Faiq. Fathan merasa Faiq tidak akan mudah memahami cintanya pada Davina.

__ADS_1


"Faiq, sekeras apapun Davina menunjukkan cintanya padamu. Kamu akan merasa dia belum mengerti dirimu. Sikap dinginmu padanya seakan benar. Dia harus mengerti dirimu, tapi kamu lupa untuk memahinya. Sekarang tidak ada yang bisa berubah. Jika kamu yakin akan cintamu, tunggulah jalan jodoh kalian. Percayalah keteguhanmu yang mempertahankan Davina selama ini. Tidak akan kalah dan hancur. Meski Davina pergi menjauh. Angkat kepalamu, lihatlah siapa yang berjalan kemari? Bicaralah baik-baik. Letakkan pikiran benarmu, pahamilah perkataan Davina dengan hati. Sementara waktu, biarkan dia pergi. Setelah semua kembali tenang, lakukan yang kamu inginkan. Berjuang mendapatkan cintanya atau berhenti mencintainya dan menerima cinta yang lain!" tutur Fathan, Faiq mengakat kepalanya perlahan. Faiq melihat Davina berjalan perlahan ke arahnya. Tanpa sebuah payung Davina berjalan di bawah guyuran hujan. Davina bayah kuyub diguyur hujan. Seolah dia ingin merasakan dingin air hujan. Layaknya Faiq yang kedinginan dibawah hujan.


"Dokter Muhammad Faiq Alhakim. Nama indah yang selalu ada dalam sujudku. Sosok yang kuharapkan menjadi imam dunia akhiratku. Maafkan aku jika harus membuatmu kecewa. Aku mohon padamu, berhenti melakukan sesuatu yang membuatmu terhina. Jangan buat aku menyesal mencintaimu. Kehormatanmu segalanya untukku. Kamu bukan hanya seorang dokter dan kepala rumah sakit yang berpendidikan. Kamu seorang putra dari keluarga terpandang, idola bagi para kaum hawa. Jangan pernah lemah hanya karena cinta. Jangan hancur demi wanita biasa sepertiku. Tunjukkan bahwa dirimu kuat dan takkan kalah oleh rasa semu. Jangan berikan contoh yang tidak baik untuk orang lain. Kamu kuat dan tidak selemah ini. Aku percaya kamu bisa melewati semua ini. Jangan jadikan kepergianku sebagai alasan kehancuran dokter hebat sepertimu. Namun jadikan kepergianku sebagai alasanmu mengerti cinta yang lain. Lihatlah disekitarmu, banyak cinta yang lain untukmu. Orang tua yang berharap menjadi sandaran dikala sedihmu. Kakak yang ingin menjadi teman dikala sepimu. Orang-orang yang mengenalmu dengan penuh ketulusan. Aku pergi karena ketidakmampuanku menunggumu. Namun sadarlah masih banyak cinta yang ada disekelilingmu. Semoga perpisahan kita, menjadi jalan dirimu menyatu dengan keluargamu!" tutur Davina, Faiq menatap lekat wajah Davina. Meski air mata mengalir dari kedua mata Davina. Faiq tidak akan pernah bisa melihatnya. Hujan seakan ingin menutupinya.


"Jika memang sebesar itu rasa pedulimu padaku. Kenapa kamu tidak ingin menungguku berubah? Tanpamu aku tidak akan bisa mengerti semua cinta yang ada. Sekali lagi aku mohon, tetaplah tinggal. Bantu aku memahami kasih sayang mereka. Jangan tinggalkan aku dalam kebingungan. Aku lemah dan hancur, tinggallah disisiku!" ujar Faiq seraya menangkupkan tangan. Davina menggeleng lemah, dia tidak ingin melihat Faiq menghiba. Tapi tetap disisi Faiq bukan jalan yang terbaik.

__ADS_1


"Bolehkah aku mengantarmu ke bandara. Setidaknya izinkan aku melakukan sesuatu sebagai tanda perpisahan!" ujar Faiq lemah, Davina menggeleng lemah. Dia tidak ingin pergi dengan melihat wajah sedih Faiq. Cukup dia terluka dengan keputusannya. Dia tidak ingin semakin tersiksa dengan melihat air mata Faiq.


"Keputusanku seakan tak mampu aku tanggung. Jika harus melihat kesedihanmu, mungkin aku tidak akan sanggup berdiri. Terima kasih atas rasa yang pernah ada. Bukalah hatimu untuk cinta yang lain. Zahra wanita yang baik. Aku pergi dan selamat tinggal!"


"Kak Fathan, semoga kita segera bertemu. Jadilah saudara sekaligus teman yang baik untuk kak Faiq. Tunjukkan padanya ada cinta yang lain. Ketulusan cinta milik wanita berhati tulus!"

__ADS_1


"Davina!" panggil Faiq, sembari menangkupkan tangan. Berharap Davina bersedia tetap tinggal. Paling tidak Davina mengijinkan dia menemani ke bandara. Namun sekali lagi hanya gelengan kepala yang terlihat.


"Maaf!" ujar Davina, kata terakhir dari bibir Davina. Mengakhiri semua rasa yang pernah ada.


__ADS_2