KETEGUHAN CINTA

KETEGUHAN CINTA
Akhirnya


__ADS_3

"Salsa, tidak akan mudah membuat kak Rafa berpikir jelek tentang kak Hana. Cinta kak Rafa hanya untuk kak Hana, satu untuk selamanya!" goda Kiara, Salsa mengangguk seraya tersenyum. Rafa hanya menatap dingin kearah kedua adiknya. Dia tidak peduli apapun perkataan mereka.


Tanpa mereka sadari, Hana sejak awal mendengar percakapan mereka bertiga. Hana kembali sebab melupakan sesuatu. Hana mendengar betapa Rafa ingin mengerti setiap keinginannya. Namun Hana tak lebih dari wanita dengan masa lalu yang keras. Hidup telah menempanya menjadi pribadi yang kuat. Tidak mudah bagi Hana, untuk bersikap manja pada Rafa. Meski Rafa telah menjadi suaminya. Hana tetap bersikap seakan dirinya mampu menyelesaikan semuanya.


Dengan langkah gontai, Hana keluar dari rumah. Dia pergi ke taman depan, mencerna setiap perkataan Salsa. Hana mengingat setiap rasa bersalahnya. Tak berapa lama, Rafa keluar dengan pakaian santai. Dia memutuskan untuk tidak ke kantor. Rafa berniat untuk menyusul Hana ke pemakaman. Namun saat di depan rumahnya, Rafa melihat Hana duduk di taman. Pandangan Hana kosong, seakan sedang memikirkan sesuatu.


Rafa berjalan perlahan, dia mendekat pada Hana yang duduk melamun. Dada Rafa seakan sesak. Dia merasa bersalah telah membuat Hana menangis. Rafa semakin kalut, saat melihat Hana terdiam dengan pikiran penuh dengan air mata yang menetes. Tak ada mata indah Hana, yang terlihat kedua mata sembab Hana. Sungguh Rafa seolah tak lagi mampu bernapas. Kegelisahan Hana membuat Rafa semakin merasa bersalah.


"Sayang, maafkan aku yang tak bisa memahami masa lalumu. Seharusnya aku menyadari, bahwa dirimu masih terus mengingat kedua orang tuamu dengan sepeda motor peninggalan mereka. Seandainya aku bisa mengerti, masa lalumu takkan pernah bisa terlupakan dengan mudah. Marah dan maki aku, tapi jangan diam menyiksa dirimu. Aku akan membawamu pergi dengan sepeda motor milik almarhum ayah. Kita akan pergi mengunjungi makam mereka. Sekarang tersenyumlah, jangan jadikan air matamu pisau yang menusuk hatiku lebih lama!" ujar Rafa sembari mencium tangan Hana. Rafa berjongkok tepat di depan Hana. Rafa menatap wajah sendu Hana. Air mata jelas terlihat dari kedua matanya. Rafa meletakkan kepalanya dipangkuan Hana. Seakan ingin mengungkapkan rasa bersalah pada Hana. Berkali-kali Rafa mencium tangan Hana yang digenggamnya erat. Sungguh Rafa tersiksa melihat diam Hana.


"Kak Rafa, bukan dirimu yang salah. Namun sikap angkuhku yang merasa mampu tanpa dirimu yang salah. Kepahitan yang pernah kualami seakan tak ingin menjauh dariku. Setiap kenangan dalam masa laluku, seakan ingin terus aku ulang. Padahal kini bukan masa lalu yang harus aku kenang. Namun masa depan bersamamu yang harus aku ukir. Perkataan Salsa benar, aku wanita yang tak memiliki rasa terima kasih. Aku selalu menyalahkan, tanpa berpikir aku yang bersikap egois. Seandainya kak Rafa bertemu dengan wanita lemah dan itu bukan aku. Mungkin kak Rafa tidak perlu terus-menerus mengalah dan merasa bersalah. Hanya demi sebuah kebersamaan diantara kita!" ujar Hana lirih, sontak Rafa mendongak. Dengan tangannya Rafa menutup mulut Hana. Rafa menggelengkan kepala, seolah tidak ingin mendengar perkataan Hana.

__ADS_1


"Sayang, aku mencintaimu tanpa berpikir ingin kehilanganmu. Setiap rasa bersalahku, tak lain caraku mencintai dan menyayangimu. Sebab benarnya dirimu menjadikanku mengerti isi hatimu. Seandainya meminta maaf itu sebuah kesalahan. Aku rela melakukannya demi dirimu. Sebab meminta maaf padamu, akan membuatmu terus mengingat diriku yang lemah. Sayang, ketampananku tak berarti bila dibandingkan kesederhanaanmu yang membuat hatiku terpaut. Kekayaanku tak ada nilainya, bila disandingkan kemiskinan akhlak yang pernah aku miliki. Hanya dirimu wanita yang menganggap kelebihanku tak bernilai. Sebaliknya kamu wanita yang menerima kelemahanku tanpa banyak kata. Jangan pernah mengatakan hal yang takut aku dengar. Hanya dirimu satu wanita yang ada dalam hatiku. Maafkan aku, kita akan pergi berlibur. Melupakan semua kenangan pahit semalam. Jangan menjauh dariku, meski itu hanya sebatas pemikiran!" tutur Rafa lalu menarik tubuh Hana.


"Kak Rafa, kenapa disaat aku kita bahagia? Selalu ada celah untuk sebuah pertengkaran dan salah paham!" ujar Hana, Rafa menganggguk lalu mengusap kepala Hana yang tertutup hijab. Sedetik kemudian Rafa mengecup lembut puncak kepala Hana.


"Sebab dengan pertengkaran aku mengenal dirimu. Sikap kerasmu membuatku menyadari betapa lembut dan rapuhnya dirimu. Hana wanita berhijabku, tidak akan mengeluh meski dia tersakiti. Namun Hana istri kecilku, akan bergantung padaku. Ketika dia merasa aku mencintainya sepenuh hati. Sayang, aku tidak akan lelah meminta maaf. Aku juga tidak akan berhenti bersabar. Sebab keteguhan cintamu mengingatkan diriku. Betapa aku merasa sempurna dan berharga bila bersamamu!" tutur Rafa mesra, Hana menenggelamkan kepalanya dalam pelukan Rafa.


"Rafa Akbar Prawira, sungguh mengenalmu membuatku melihat dunia yang berbeda. Aku mulai percaya, ada kebahagian yang tersimpan untukku!"


"Terima kasih!"


"Kesalapahaman tidak akan membuat kita terpisah. Akan ada jalan kita tetap bersama. Demi jalan itu, meski mengalah aku akan rela. Takkan kubiarkan tubuhmu menjauh dariku. Akan kudekap erat tubuh ini, dengan penuh keyakinan dan keteguhan!" ujar Rafa, sembari mendekap tubuh Hana.

__ADS_1


Salsa dan Kiara tanpa sengaja keluar dari rumah. Mereka melihat Rafa dan Hana saling memeluk penuh kehangatan. Keduanya tersenyum saat melihat kakak dan kakak iparnya saling melengkapi satu sama lain. Salsa dan Kiara melihat sebuah pernikahan yang penuh dengan pengertian. Tak ada keangkuhan yang menjadikan satu merasa lebih baik dari yang lain. Hanya cinta suci yang penuh dengan ketulusan tanpa berharap imbalan.


"Pantas kak Naufal dulu begitu teguh menyimpan rasanya untuk kak Hana. Sekarang di depan kita jelas terlihat seorang Rafa Akbar Prawira bersimpuh di depan kak Hana. Seorang wanita sederhana penuh kekurangan. Namun memiliki cinta dan keteguhan yang mampu menghancurkan dingin sikap Rafa dan dinding kesombongan seorang Rafa. Aku pernah cemburu dan marah, tapi melihat betapa kuat dan besarnya cinta diantara keduanya. Aku rasa takkan ada cinta yang mampu membuatnya terpisah. Meski cinta itu telah lama terpendam!" tutur Salsa, Kiara menggeleng lemah. Dia merangkul tubuh Salsa, menyandarkan kepalanya pada lengan Salsa.


"Bukan kak Naufal yang teguh, tapi cinta kak Naufal yang sejak lama memaksa bersama. Namun kita selalu lupa, bahwa jodoh, rejeki dan maut bukan kita yang menetukan. Cinta sepihak kak Naufal kini menuntunnya menemukan cinta dan pasangan yang selama ini menantinya. Cinta tulus yang kamu berikan. Sebab takkan pernah ada yang bisa melawan jalan takdir. Termasuk kita yang tak lebih dari manusia lemah!"


"Kamu benar, semoga kak Hana dan Kak Rafa selalu mempu melewati ujian yang selalu datang dalam pernikahan mereka!"


"Amin!" sahut Salsa dan Kiara hampir beraamaan.


...☆☆☆☆☆...

__ADS_1


__ADS_2