
Tiiiiin....
Suara klakson mobil dari arah belakang membuat Asfa tahu siapa yang datang, maka kini semua akan beres tanpa perlu mengotori tangan nya sedikit pun. Hanya perlu berhitung dari satu sampai tiga dan langkah kaki berlari yang mendekat sudah pasti harus di sambut dengan sesuatu yang menegangkan, maka dengan sigap Asfa menggambil senjata api nya yang ada di saku jacket kiri.
"Doorrr... "
"Queen! " seru Dominic yang baru saja datang.
Dengan cepat Dominic berlari menerjang para berandalan kelas teri yang bahkan bisa di kalahkan dengan mudah oleh gangster yang akan di pindahkan oleh nya, tapi siapa sangka di saat semua sibuk menyerang justru seorang wanita bertopeng yang ntah siapa melepaskan tembakan ke queen. Yah suara tembakan itu berasal dari arah lain dan tepat mengenai pundak kiri queen, sedangkan queen masih saja berdiri dengan tegak dan berbalik tanpa sepatah kata pun menatap Delia yang masih menodongkan pistol nya ke arah nya.
"Doorrr... "
Satu tembakan kembali terdengar namun kini justru Delia yang langsung jatuh tersungkur, yah tembakan kedua adalah peluru milik anak buah Delia yang sudah di rendahkan. Seorang pemimpin yang membiarkan anak buah nya dilenyapkan tanpa ada rasa hormat dan menjadikan nyawa nya seperti mainan maka tidak layak untuk hidup. Yah anak buah dengan tahi lalat di dagu yang sebelum nya menawan Asfa dan justru balik di tawan oleh Asfa , pria itu lah yang menembak Delia tepat mengenai dada Delia dan dimana pria itu menembak justru tepat berdiri di depan Asfa seperti seorang pelindung.
"Queen are you okay? (Queen kamu baik-baik saja?). " tanya Dominic dengan suara bergetar, namun tangan Asfa terangkat dan memberikan isyarat bahwa semua baik-baik dengan jempol saja.
"Kalian habisi... " seru Dominic.
"Jangan tuan, ampuni kami. Kami hanya mencari nafkah." ucap pria bertahi lalat langsung memegang kaki Dominic dan memotong ucapan Dominic yang langsung menatap sinis ke bawah kaki nya.
"Kirim mereka kembali ke Mafia Snow duke, lepaskan mereka! " perintah Asfa dengan jelas menahan sesuatu yang panas di pundak nya.
"Baik queen, tapi tidak dengan wanita jal@ng itu! " jawab Dominic menunjuk Delia yang sudah tak sadarkan diri.
"Not now! Take away all! ( Tidak sekarang! Ambil semua!) " perintah Asfa dengan suara yang semakin berat tanpa ingin berdebat lagi.
"Biar kan dia bebas!" perintah Asfa sembari menunjuk pria bertahi lalat yang masih saja nemplok di kaki Dominic, agar Duke nya itu tidak memberikan hukuman pada orang yang telah menolong nya.
"Biar kan aku menjadi pengikut anda nona, aku mohon." pinta pria itu yang masih saja memegang kaki Dominic.
__ADS_1
"Eeuumm.Dimana aku." ucap seseorang dengan lirih dan seperti baru sadarkan diri.
Asfa hanya memberikan isyarat dengan lambaian tangan agar Dominic segera membereskan kekecauan di jalan itu, sedangkan Asfa berbalik ke arah pemuda yang baru sadarkan diri dan mengabaikan pria bertahi lalat yang sudah di tarik paksa Dominic agar pergi dari hadapan queen nya. Terlihat pemuda itu masih menyesuaikan netra mata nya dengan sinar matahari yang memang masih baru, hingga netra mata nya menangkap sodoran tangan mungil tapi tidak ada kata-kata yang keluar.
"Kauuuu!" seru pemuda itu langsung berdiri dan menarik tangan Asfa dengan kasar nya dan kini Asfa menjadi di bawah cengkraman lengan pemuda itu.
Tentu saja pemuda yang baru saja tidak sadarkan diri itu mengira Asfa lah yang telah menculik nya, apalagi Asfa juga menggunakan topeng di wajah nya. Tapi seperti nya hanya wajah tertutup yang di ingat pemuda itu dan bukan postur tubuh penculik nya juga, karena jika pemuda itu mengamati secara keseluruhan sudah pasti Asfa dan Delia seperti bumi dan langit.
"Siapa boss mu hah!" tanya pemuda itu dengan mencengkram leher Asfa yang tinggi nya hanya sedada nya.
Lengan yang kuat dapat di rasakan oleh Asfa semakin mengeratkan cengkraman nya, dengan cepat Asfa menyikut perut pemuda itu dengan siku tangan kiri nya. Cengkraman yang sedikit merenggang membuat Asfa segera menendang kaki pemuda itu setelah menarik lengan di leher nya dengan kuat hingga terlepas, kewaspadaan pemuda itu masih di ambang pengaruh obat dan itu membuat tenaga nya tidak stabil.
"Aauuw.Sial@n! " umpat pemuda itu yang ingin menyerang Asfa lagi dengan mengibaskan kaki kanan nya yang pasti merasakan sakit.
"Angkat tangan mu! " perintah Dominic yang sudah menodongkan senjata di belakang kepala pemuda itu.
"Duke, lepaskan dia! Ayo kita kembali." perintah Asfa dan berjalan dengan langkah yang tegap seakan tidak terjadi apa pun meskipun di leher nya terlihat memerah.
Hanya beberapa langkah Asfa berjalan dan berhenti di depan pemuda yang masih terdiam setelah Dominic menodongkan senjata di belakang kepala nya, tangan Asfa terangkat dan memberikan isyarat agar Dominic menarik senjata nya dari kepala pemuda itu hingga Dominic memilih berbalik menuju mobil nya yang terparkir di belakang mobil queen nya.
"Be careful , you have enemy's. (Berhati-hatilah, kamu memiliki musuh.) " ucap Asfa dengan tegas namun kali init suara nya semakin terdengar serak.
Belum sempat kaki nya melangkah, tubuh nya sudah sangat panas dengan sesuatu yang membasahi tubuh belakang nya. Tentu saja itu darah yang mengalir dari peluru yang menembus jacket nya, pandangan nya semakin kabur seakan semua menjadi gambar blur seketika.
"Racuun.. " gumam Asfa sebelum tubuh nya tak dapat di rasakan lagi.
Wuuss.. greeb...
"Hey bangun!" seru pemuda itu yang langsung menangkap tubuh Asfa di saat limbung.
__ADS_1
Seruan pemuda itu membuat Dominic yang sudah melangkah menuju mobil nya harus terhenti dan berbalik, kaki nya berlari ke tempat queen nya berada. Dengan cepat Dominic ingin mengambil alih tubuh queen nya yang sudah ada di pangkuan pemuda yang baru saja melukai queen nya namun tangan Dominic justru di tepis dengan cepat agar tidak menyentuh Asfa.
"Aku saja, dimana mobil nya? " tanya pemuda itu dengan menggendong Asfa ala bride style dan mata nya melihat sekeliling yang sudah kosong dari mobil van yang ntah kapan jalanan menjadi lenggang.
"Cepatlah!" seru Dominic yang sudah berlari menuju mobil sports hitam dan membuka pintu penumpang.
Dengan langkah kaki yang panjang pemuda itu menggendong Asfa dan memasukkan nya dengan hati-hati ke mobil sports hitam yang limited edition. Dominic segera menutup pintu nya setelah melihat queen nya duduk dengan benar, sedangkan pemuda itu sudah ikut masuk ke mobil sports hitam dan menjadi supir dadakan.
"Bawa kerumah sakit utama!" perintah Dominic yang langsung di angguki oleh pemuda itu.
Kedua mobil beriringan hingga perbatasan jalan utama yang mulai padat dengan kendaraan lain membuat Dominic harus melakukan sesuatu agar queen nya segera sampai kerumah sakit utama, satu tangan kanan nya menyetir dan tangan kiri nya meraih ponsel yang ada di saku celana nya. Sebuah nomer dengan emoticon mahkota raja menjadi tujuan nya, di dial nya nomer itu yang tanpa menunggu sambungan kedua langsung di angkat.
"Queen terluka, kami akan kerumah sakit utama dari jalan flamboyan utara." lapor Dominic yang langsung pada point nya.
...~~...
.
.
. **Hay reader's, ma'af ya othoor telat up 😁, cape bnget hbis nya n othoor harus nulis langsung fresh karena gk punya draft data up seperti biasa nya.. 😴
.
.
. Selamat sahur reader's yang menunaikan ibadah puasa🥰**
.
__ADS_1
.
. Jangan lupa ya~ like, comment, favorite, plus vote nya... 😍