
Serumit apa hidupmu? Ketika keluargamu saja seperti ini. Dan sampai kapan aku berpisah darimu. Aku terlalu merindukan mu.~ batin sosok itu.
Meninggalkan kegalauan sosok sendu, di sebuah kamar nan gelap seseorang tengah ketakutan dengan mencengkram selimutnya. Matanya mencari secercah sinar cahaya. "Dimana aku? Kenapa aku disini? Siapa yang membawa ku?"
Ceklek.....
Ctik....
Bunyi saklar ditekan dan lampu menyala terang, membuat mata seorang wanita di ranjang mengerjap berulang kali. Siluet bayangan seorang pria menghampirinya. "Kamu....."
"Iska, aku bawa makanan untukmu. Aku akan suapi kamu." ujar seorang pria paruh baya memasuki kamar rahasianya.
Iska menatap pria yang berjalan semakin mendekat. Wajah samar perlahan terlihat semakin jelas. Suara yang familiar, membangkitkan amarah di dalam hatinya. Mata Iska menatap nyalang dan ingin rasanya mencakar wajah pria di depannya, tapi kedua tangannya terikat. "Lepas! Apa kamu kurang puas? Ratusan kali kubilang jangan muncul lagi! Tapi….empt."
Bibir Iska terbungkam dengan ******* bibir pria yang menjadi kebencian mendarah daging di dalam hidup sederhananya. Pagutan kasar terlepas dan pria paruh baya duduk di samping Iska, sembari mengambil nampan yang tergeletak saat melakukan aksi perampasan. "Makan!"
"Lebih baik aku mati!" tugas Iska dengan membuang muka.
Tangan pria paruh baya mencengkram dagu Iska agar menatap ke arahnya. Tatapan keduanya bersatu. Iska menyimpan api amarah dan pria paruh baya menyimpan obsesi. "Sampai detik ini, aku masih mencintaimu. Hanya kamu! Hidupku tak berguna tanpa dirimu disampingku. Jadi jangan macam-macam! Aku bisa melakukan apapun, demi mendapatkan dirimu. APAPUN!"
"Apa kamu pikir, dengan semua harta dan kepintaranmu ini. Maka lawan mu kalah? Sungguh terlalu dangkal, kamu tak lebih dari ujung kuku pria pujaanku." Iska menatap pria paruh baya dengan sinis.
Hampir belasan tahun, tapi rasa sakit di hati Iska tak kunjung padam. Bara api masih menyala dan kini ditumpuk bara api yang baru. Tidak peduli seberapa besar siksaan yang akan dirinya terima, mengungkap seluruh kebenaran harus dilakukan. Bagaimana bisa pria paruh baya mengatakan cinta, ketika perasaan yang disebut cinta adalah obsesi semata.
"Aliska Aranda! Dengarkan aku baik-baik. Kamu hanya milikku! Kemarin, sekarang dan esok! Siapapun yang berani memisahkan mu dari ku, maka akan ku hancurkan hidup mereka." tukas pria paruh baya dengan memaksakan sesuatu dibawah sana.
Yah, Iska adalah nama kesayangan pria paruh baya untuk Aliska Aranda.
Nampan makanan tak lagi tersedia, dengan cekatan pria paruh baya membungkam mulut Aliska dengan sebuah syal. Terkadang membuat wanita tercintanya bungkam akan lebih baik, cintanya akan mendapatkan tempat dengan caranya sendiri. "Kamu milikku selamanya."
__ADS_1
Bisikan maut, membuat Aliska menggelengkan kepala. Ucapan pria paruh baya itu, mengingatkan satu malam tak terlupakan. Malam dimana seluruh dunia impian Aliska hancur dengan aliran darah yang keluar dari lembah putihnya. Tangan pria paruh baya menyibakkan selimut, mata Aliska membulat.
Tubuhnya polos dengan banyak jejak merah. Bagaimana bisa dirinya tidak sadar, tapi rasanya hanya memimpikan kejadian percintaan. "Indah bukan. Akan ku ajari apa artinya cinta. Kamu berpikir, aku hanya seujung kukunya bukan. Apakah dia mau menyentuh tubuhmu? Bahkan memandangmu saja dia tak sudi."
Hening…
"Mulai dari sini saja." ucap pria paruh baya dan menyesap pucuk salah satu bukit kembar milik Aliska.
Kedua kaki Aliska terkunci, tangan terikat dan mulut dibungkam. Lengkap sudah penderitaan dan penolakan sekuat apapun, tidak memiliki hasil apapun. Pria paruh baya yang kini menguasai tubuh polosnya, begitu semangat menjamah, menelusuri setiap lekukan dan inci naik turun bagaikan perosotan.
"Semua milikmu masih sama. Nikmat dan tak ada yang menggantikannya. Tunggu sebentar, aku akan melepaskan semua pakaianku."
Kesempatan tak dilewatkan Iska, pria paruh baya turun dari atas tubuhnya. Membuat Iska menarik selimut dengan kedua kakinya. Usahanya hanya ditatap pria paruh baya yang sibuk melepaskan kancing demi kancing kemejanya. "Sabarlah. Aku akan memberikan yang terbaik untukmu sayang."
Benar saja, kedua tangan pria paruh baya menangkap kedua kaki Iska dan mengangkat ke atas punggungnya. "Aku suka puncak sebelum pemanasan. Apa kamu ingat, betapa kita menikmati malam pertama?"
Kamu gila! Bagaimana menyebutkan malam dengan merampas mahkota ku, di anggap malam pertama. Sungguh bukan cinta yang ada di hatimu, tapi obsesi tanpa batasan. ~batin Aliska sembari menahan rasa sakit dibawah sana.
"Aaaarrrrgggghhh……" seru pria paruh baya dengan melepaskan semburan panas dari terongnya ke dalam lembah putih Iska.
"Milikmu sangatlah berbeda, sekian tahun rasanya masih sama. Setiap gesekan seperti engsel baru dan aku sangat menikmati semua yang ada padamu."
Tanpa melepaskan terongnya, pria paruh baya memilih mengunci tubuh Iska dalam pelukannya. Meninggalkan kegilaan sang obsesi cinta. Rania tertegun ketika memasuki kamar Asfa dan melihat seorang dokter tengah duduk di lantai dengan tangan menggenggam tangan Asfa.
"Lepas! Kamu sedang apa?" Rania mendekati ranjang Asfa dan membuat Vans membuka mata.
"Haloo? Apa anda melamun?" cecar Rania yang tidak mendapatkan respon apapun dari Vans.
Vans melepaskan genggaman tangannya dan bangun dari lantai. Entah berapa lama dirinya terlelap karena lelah. "Tolong jaga Queen. Aku akan membersihkan diri dulu."
__ADS_1
Mata Rania memutar tak paham, siapa yang bertanya dan siapa yang memberikan perintah. "Terserah! Sekalian tidak usah kembali."
Vans tidak peduli dengan celotehan Rania dan mengambil tas ransel nya. Tanpa bertanya, Vans masuk ke kamar mandi. Rania ingin protes, tapi tenaganya sudah lelah untuk acara malam ini. "Untuk malam ini kamu bebas, esok jangan harap.''
...____________...
*Night reader 🌙⏰💤💤
maaf yah, othoor telat up pake banget 😓😩☝️
jam berapapun othoor up, othoor cuma pastikan bakalan up tiap hari.
tapi hari ini othoor kejebak di pembuatan outline novel baru 😭🗡✍️
sampai nulis kewajiban 4 novel lain tak kekejar.
Do'ain supaya othoor bisa tamatin 2 novel sekaligus ya, biar othoor bisa punya waktu lebih banyak... 🥺
Mata lelah dengan jari tak kondusif 😫
Semangat 🔛🔥 itu semboyan othoor saat fikiran, jiwa dan raga udah tak mampu diajak kerja sama. Kadang kala, mungkin othoor nulis sudah dari pagi dan waktu up di atur. Tapi hari ini, othoor tak peka.
waktu pun lupa, apalagi mata othoor bukan makin gede tapi malah makin sipit 🤦♀️🥺
Goodnight reader's, happy Reading.
See you later... 🥀
Jangan lupa ya, mampir ke karya othoor yang lain.
__ADS_1
🤭Othoor ge ikut event dengan judul* My Love Is Stuck With Tomboy Girls 👈
Mampir ya, kalau mau sih 🤭