
"Ekhem." dehem seseorang di bawah tangga.
"Jaga pandangan mu, queen sudah punya suami." sindir orang itu lagi dan berjalan menuju kamar yang di minta untuk di jaga.
Orang yang di sindir hanya menatap nanar dan menepis fikiran dikepalanya dan kembali berjalan ke arah tujuannya.
Tujuannya adalah kamar pemimpin nya untuk mendiskusikan pekerjaan selanjutnya, tapi fikiran nya sudah terkontaminasi sampai-sampai lupa jalan menuju kamar yang di tuju, tanpa sengaja bahu nya menabrak seseorang membuat nya tersadar kembali.
"Maaf." ucap orang itu dan melihat siapa yang di tabrak nya.
"Tidak apa-apa docter Leon, saya juga salah karena buru-buru." jawab wanita rambut sebahu.
"Docter Bia apa lihat Aal? " tanya Leon sebelum membiarkan docter itu meninggalkan diri nya sendiri.
"Tidak, maaf saya harus memeriksa pasien." pamit docter Bia dan meninggalkan Leon.
Melihat wanita itu buru-buru tidak membuat Leon penasaran, seperti nya berada di dalam mansion mewah dan besar justru membuat semua orang sulit bertemu dan disaat dibutuhkan kesulitan mencari keberadaan tujuan semestinya. Sedangkan di atas gedung sebuah perusahaan telah tersedia landasan sebuah helikopter, dimana landasan itu baru di bangun beberapa hari terakhir.
Terlihat beberapa bodyguard dengan setia berdiri di atas atap gedung dengan senjata yang lengkap, terlihat sebuah heli yang akan mendarat dan itu membuat para bodyguard lebih waspada. Begitu heli mendarat seorang bodyguard berlari untuk membukakan pintu dan setelah pintu terbuka muncullah seorang wanita dengan topeng di wajahnya dan pakaian butik yang cukup lumayan harga nya.
"Perketat keamanan perusahaan, pastikan tidak ada penyusup." peringatan wanita itu setelah berdiri di hadapan para bodyguard.
"Queen, mari." ucap bodyguard yang membukakan pintu.
"Bagaimana kabar moli? " tanya wanita itu dengan berjalan di depan untuk menuju lift kaca yang memang baru ada di tempat itu.
"Tuan besar meminta kami untuk membiarkan moli berpuasa, maaf queen." lapor bodyguard itu.
"No problem, papa bisa melakukan itu. Siapkan daging special hari ini." perintah wanita itu memasuki lift kaca beserta dua bodyguard di depan nya.
Setelah menekan ke lantai tujuan terlihat tidak ada percakapan selain hening, terlebih wanita bertopeng itu tengah memeriksa tablet yang ada di tangannya. Jadi jangan mengganggu pekerjaan queen jika masih ingin bernafas, lift hanya berjalan selama beberapa menit hingga berhenti di tempat tujuan.
Setelah lift terbuka bodyguard menunggu queen mereka berjalan keluar terlebih dahulu dan mereka akan mengawal dari belakang, terlihat tablet itu sudah tersingkirkan dari wajah queen nya. Berpapasan dengan beberapa karyawan yang menatap wanita bertopeng dengan mulut terbuka, mungkin mereka belum terbiasa dengan kehadirannya.
"Periksa ruangan meeting." perintah queen dan memasuki ruangan presdir sendirian.
__ADS_1
Sekali lagi di tatap nya ruangan yang sudah memiliki perubahan dari terakhir kali dirinya berkunjung, yah desain kali ini sengaja dirinya lakukan agar tidak perlu menduduki kursi yang bukan miliknya. Dan lihatlah kursi di sisi selatan dengan pemandangan mengarah ke kaca, dengan sebuah meja kaca yang penuh ukiran bunga mawar. Melihat ruangan telah berubah membuatnya merasa lebih baik, langkah nya kini menuju kursi miliknya, yah selama dirinya menggantikan tugas suaminya.
"Kau dimana! " tanya queen melalui telepon kantor.
"Queen? Kami masih dalam perjalanan." jawab dari seberang.
Tut.. tut.. tut..
"Astaga, turun! " bentak pria di kursi penumpang.
"Tuan, anda mau apa? Saya masih sanggup mengemudi." bantah pria berkacamata.
"Diam dan hentikan mobilnya! " perintah pria itu dan langsung berlari keluar bertukar posisi dengan pria di sebelah nya.
Bukan nya nyaman dan tenang, mobil itu melaju dengan kecepatan di atas rata-rata dan seperti diburu perampok saja, mau mengumpat tidak bisa dan akhirnya hanya jeritan hati yang tak tersampaikan.
"Emaak tolong anak mu ini, nama wanita itu saja masih tidak ku tahu tapi tuan Justin seenaknya menantang nyawa, selamatkan aku maak. Hiks.. hiks." batin pria berkacamata dengan tangan menangkup di dada.
Mobil yang seharusnya membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk sampai ke perusahaan ABF company kini hanya memerlukan sepuluh menit, begitu sampai lobi tanpa mempedulikan pria di samping nya. Justin langsung meninggalkan mobil beserta assisten nya yang menikmati mabuk kendaraan dengan tanpa rasa kasihan sedikit pun, bahkan menoleh pun tidak di lakukan oleh Justin.
"Pergilah!" ucap queen dengan aura dingin.
" Queen? " cicit Justin dan berbalik tapi lihatlah wanita itu sudah melangkah menjauh menuju ruang meeting.
Demi apapun tidak ada niat nya untuk kembali mengecewakan gadis yang selama ini mendukung nya, tapi ntah hantu mana yang membuat nya menjadi serba terlambat dan ceroboh. Bahkan selama ini ketelitian dan tegas menjadi prisip hidup seorang Justin, tapi kemana prinsipnya itu menghilang.
Tidak ada yang bisa di lakukan selain menunggu dan membujuk agar nona muda nya mau berbaikan dengan nya dan jika harus menjadi anak manis pun pasti akan di lakukan oleh Justin. Berbeda dengan queen yang kini sudah duduk di tempat nya memandang para tamu delegasi asing yang ntah kenapa tiba-tiba mengadakan pertemuan dan itu pun dengan pemberitaan yang tidak di rencanakan, beruntung di dekat mansion nya ada tempat untuk landasan heli nya.
"Apa kalian semua bisu? Apa tujuan kalian! " ucap queen dengan tangan menyilang di dada dan tubuh tegak nya bersandar di sandaran kursi.
"Kami." ucap tamu serempak.
"Biar aku yang jelaskan." ucap seseorang yang baru masuk tanpa permisi.
Wajah itu sungguh membuat queen muak tapi diam lebih baik dan melihat apa yang akan di lakukan oleh dalang meeting dadakan kali ini, tanpa menjawab atau menegur, dibiarkan pria itu duduk di tempatnya. Terlihat jelas pria itu berlari untuk cepat memasuki ruangan meeting, sesaat mata nya menatap queen yang terlihat tenang tanpa beban.
__ADS_1
"Kami ingin mengajukan beberapa syarat atas kerjasama yang telah terjadi, kami menyetujui semua syarat anda dan kami merasakan keuntungan atas loyalitas yang anda berikan. Tapi kami ingin bekerjasama secara adil dan dengan kontrak kerjasama baru tentunya." ucap pria itu dengan satu tarikan nafas.
"Bawakan kontrak kerjasama para delegasi!" perintah queen melalui earphones nya dan mengabaikan ucapan pria yang berlagak menjadi pemimpin dari tamu delegasi asing lainnya.
Tok.. tok.. tok..
Wajah dengan masker dan topi memasuki ruangan meeting dengan membawa satu map yang sama dan map itu berisi kontrak kerjasama dengan darah sebagai buktinya, di letakkan map itu di depan queen nya tanpa satu kata pun. Terlihat jelas aura yang mencekam, dengan lirikan mata di pandangi nya seluruh tamu delegasi asing yang ada di ruangan itu.
Sorot matanya berhenti tepat di wajah seorang pemuda yang terlihat tenang tapi raut wajah lainnya terlihat cemas membuat pria tertutup masker dan topi tahu siapa penyebab ruangan menjadi panas.
"Katakan siapa saja yang ingin mengganti kontrak? " tanya queen dan masih membiarkan map itu tertutup.
"Kami semua." jawab pria itu dengan percaya diri.
"Apa kalian bisu? " tanya queen lagi dengan dingin.
"Kaaamii sependapat dengan Pak Raymond, kami ingin kerjasama baru." ucap serempak tamu delegasi asing lainnya, tapi jelas nada mereka seperti tertekan.
Melihat situasi yang tidak berguna, bahkan perdebatan hanya menguras emosi dan tenaga, satu menit ruangan hening hingga wanita bertopeng bangkit dari tempat duduk nya dan itu sukses membuat bulu kuduk tamu delegasi asing merinding. Semakin lama membuat mereka ingin segera berlari dari situasi skot jantung saat itu, dan lihat lah pria yang membawa bencana masih terlihat diam tanpa kata meskipun wajahnya mulai memucat.
"Kembalilah ke negara kalian! Kerjasama sama batal! " ucap Queen dan membuka map di atas meja.
Terlihat lembaran kertas emas itu menjadi satu tumpukan tipis namun berkilau, sesaat queen menunjukkan kontrak kerjasama yang bisa di pastikan akan membuat siapapun memiliki keuntungan berlimpah tapi sebentar lagi semua itu tidak akan berguna meskipun air mata darah di keluarkan.
.................
.
.
. Alhamdulillah author udah di izinin ama modelnya buat gunain pic nya ☺
.
.
__ADS_1
. Lumayan kan gak sia-sia author buka inbox chat duluan ke modelnya, padahal author udah mikir di tolak pasti jadi nya author ambil pic diam-diam 😅