My Secret Life

My Secret Life
Bab 54: Kembali beraksi


__ADS_3

"Lakukan yang terbaik, aku harus mengurus pekerjaan ku." ucap Asfa melalui earphones nya dan meninggalkan mansion dengan mobil sport yang sudah di janjikan oleh kakaknya.


Mobil dengan kecepatan di atas rata-rata itu membelah jalanan yang sangat mulus, hanya dirinya sendiri yang melakukan perjalanan kali ini. Tanpa siapapun yang mendampingi nya atau pun di beri tahu olehnya, sebuah pesan yang membuat fikiran nya sudah tidak memiliki toleransi lagi, pesan yang seharusnya tidak di kirimkan oleh seorang musuh nya sekalipun.


Flasback


Disaat dirinya kembali ke kamar pribadi untuk melakukan ritual mandi setelah berlatih pernafasan, di abaikan nya benda pipih nya yang terus saja berdering tanpa henti. Setelah menyelesaikan ritual mandinya, barulah benda pipih itu mendapatkan perhatiannya dan lihatlah layar yang penuh dengan notifikasi pesan dan panggilan tak terjawab hanya dari sebuah nomer yang tidak memiliki nama.


[Cepat kembalikan pangeranku! Kamu tidak pantas bersama nya, hanya aku yang pantas.]


[Hey wanita jal@ng, apa kau buta hah! Balas pesanku, pencund@ng.]


Pesan yang tidak tahu tata krama memenuhi memori ponselnya, bukan hanya satu tapi ratusan pesan yang mampu membangkitkan sisi iblis nya. Senyuman manis namun mematikan terlihat jelas memantul di cermin yang menghadap ke arah gadis dengan kimononya itu, tidak ada sebuah kata tapi satu senyuman iblis nya menjelaskan perasaan hati nya.


Dengan langkah santai di lemparkan nya kimono yang melekat di tubuhnya, sejenak di pandangnya tubuh putih dengan beberapa bekas luka yang sempurna tertutup oleh kain yang selalu melekat di tubuhnya. Luka-luka yang didapat dari hasil latihan dan pekerjaan, tidak ada niat untuk mengoperasi bekas luka di tubuhnya selain obat-obatan yang hanya berupa salep dan beberapa ramuan hasil penelitian nya.


Dengan mengganti pakaian yang nyaman untuk pekerjaannya hari ini, di pandang nya sekali lagi tubuh yang kini sudah tertutup dengan celana jeans hitam sobek di lutut dan tangtop putih yang terbalut dengan jaket kulit hitam kesayangannya. Dibuka nya sebuah lukisan bunga mawar merah di dinding, terlihat sebuah brangkas dengan ukuran tiga puluh centimeter kali dua puluh centimeter.


Ceklek...


Brankas terbuka menampilkan beberapa jenis senjata api yang sudah lama tidak tersentuh meskipun hanya hitungan bulan bukannya tahun, namun senjata itu masih menjadi kesayangannya. Setelah memutuskan pilihannya, ditutup kembali brankas itu dan satu senjata api yang terlihat sangat pas di jemari nya di selipkan di belakang punggungnya.


Bukan hanya pekerjaan nya yang harus di lakukan buru-buru karena tugas sebagai istri masih harus di lakukan nya, tapi terlihat dari atas sosok wanita rambut sebahu tengah melamun membuat nya menghampiri wanita itu. Bahkan suara sepatu sneakers nya tidak membuat kesadaran wanita itu teralihkan, di ambilnya teko kaca berisi air putih namun mendengar ucapan wanita di sebelah nya membuat nya diam sejenak.


"Kapan semua akan berakhir, baru sesaat saja rasa nya sudah sangat sesak. Sanggupkan aku menanggung emosi nya yang tidak stabil." ucap wanita rambut sebahu itu dan menatap gelas kosong di depannya.


"Setiap langkah pasti ada hal baru untuk kita pelajari, hasilnya tergantung dari kita sendiri. Mampukah kita menyerap ilmu baru itu atau kita memilih untuk menyerah." ucap seseorang dengan menuangkan air putih ke dalam gelas kosong di depan wanita rambut sebahu.


"Queen." ucap wanita rambut sebahu yang melihat ke sampung nya.


"Docter Alvaro bukan orang jahat, hanya saja dia seorang perfeksionis dan bagi nya kecerobohan adalah kesalahan terbesar. Sebagai seorang dokter sudah pasti tidak boleh ceroboh karena satu kecerobohan sekecil apapun bisa menghilangkan nyawa pasien. Bukankah begitu dokter Bia?" ucap Asfa dan meminun air putih nya.


"Anda benar, maaf saya sudah mengeluh." jawab Docter Bia menunduk.


"Jangan menunduk, hadapi kesalahan mu dengan mata ke depan. Agar tidak ada lagi kesalahan yang terulang." ucap Asfa dan meninggalkan dokter Bia sendirian.


Yah setelah bertemu dengan dokter yang sengaja di rekrut oleh nya demi kesembuhan suaminya, langkahnya kembali memasuki kamar lain milik suaminya. Hingga waktu mengisyaratkan operasi akan segera di lakukan dan kini dirinya tengah melajukan mobil sport dengan kecepatan di atas rata-rata di jalan yang cukup lenggang.


Sebuah persimpangan di depan sana tak membuat laju mobilnya menurun, dan terlihat arah navigasi di dalam layar virtual mobilnya menunjukkan tujuannya ada beberapa ratus meter di depan sana setelah berbelok kiri di persimpangan. Jalanan yang sekeliling nya nampak seperti bangunan kumuh terbengkalai tak membuat nyali gadis itu menciut, terlihat dari kaca depan mobil nya sebuah bangunan yang cukup tinggi menarik perhatian nya.


Laju mobil semakin bertambah terlihat dengan kepulan debu yang terbang di belakang nya, seakan kehadirannya membuat kehebohan kini terlihat wajah-wajah sangar dengan berbagai jenis tato di wajah dan lengan mereka, terlebih penampilan mereka sudah dapat di pastikan identitas mereka.


Terlihat senjata laras panjang itu sudah siap membidik ke arah mobil yang melaju mendekati bangunan tempat tinggal mereka, namun tidak ada yang bisa melihat ekpresi sosok di dalam mobil yang melajukan mobil nya dengan brutal itu.


Doorr doorr doorr doorr doorr doorr doorr...


Ciiittt braaak... Buaaam...


Suara tembakan dengan rentetan seperti petasan tampak menjadi suara pemecah keheningan, dengan laju mobil yang bertambah dan menghantam sebagian wajah sangar yang tidak sempat menghindar. Dan satu lemparan sebuah granat dari dalam mobil dengan kekuatan yang tidak seberapa membuat wajah-wajah sangar itu kocar kacir tanpa arah.


Ledakan cukup membuat bangunan tinggi itu runtuh sebagian, dan ntah berapa nyawa yang ada di dalam sana tengah terkapar mungkin hanya serpihan daging atau mungkin menjadi debu. Apapun itu tidak menurunkan senyuman iblis gadis di dalam mobil, dan kini sebuah senjata api revolver sudah menemani jemari nya dan siap beraksi.

__ADS_1


Ssssseeeet... Braaak...


Mobilnya berhenti setelah melakukan sebuah putaran yang mungkin akan membuat siapapun mual seperti naik rollercoaster tapi itu tidak berlaku untuk nya, keluar dari mobil dengan jaket tertutup sempurna dan wajahnya sudah tertutup dengan identitasnya.


"KELUAR! " seru gadis itu dengan gaya macho nya.


Tak.. tak.. tak...


Dalam hitungan tiga puluh detik kini sudah tampak wajah-wajah sangar yang mungkin sudah mendapatkan hadiah kecil darinya, lihatlah luka di lengan , kening atau anggota tubuh lainnya yang tidak mungkin di periksa. Wajah-wajah itu terlihat menatap nya dengan sinis dan tatapan lapar, namun itu tidak melunturkan apapun dari seorang queen.


"Bangs@t! Siapa kau bedeb@h." Seru seorang pria dengan tato ular di lengannya.


"Hey apa kau tuli! Boss kami bertanya. " seru pria lain yang terlihat tidak ada tato di tubuhnya tapi kacamata yang melindungi mata pria itu sungguh aneh.


"Stttt." ucap queen meletakkan satu jari nya di bibir yang tertutup topeng.


Tanpa menunggu reaksi siapapun, sebuah map di ambilnya dengan santai melalui kaca mobil nya yang terbuka. Di lemparkan nya map itu tepat di wajah pria yang di anggap boss, dan untung saja tangan pria tato ular itu cekatan menangkap map yang hampir saja menampar wajah nya.


"Apa ini? Apa kau fikir aku ingin berbisnis? Das@r... " umpat boss itu dengan menunjuk map di tangannya.


"Lima menit! Setelah itu, jangan salahkan aku menghapus identitas yang membuat mu besar kepala." peringatan queen sembari memainkan senjata api di tangannya.


Bukan wajah yang tak terlihat itu yang membuat bulu kuduk merinding, tapi suara berat lembut namun jiwa kepemimpinan dengan tekanan intimidasi yang tinggi. Bahkan setiap kata nya seperti bom waktu yang siap meledak kapanpun, terlihat tidak ada pilihan lain karena perasaan nya pun seakan terkekang dan sudah pasti anak buahnya juga tertekan melebihi dirinya.


Dengan tangan yang di kondisikan, terbukalah map dengan warna merah darah itu dan damn it. Setelah merasakan amarah kini tubuhnya merasa terangkat seakan melayang, tapi melihat satu persyaratan yang cukup mengejutkan membuat wajahnya berubah ekspresi meskipun sesaat. Tanpa di sadari dirinya jika setiap perubahan ekspresi wajahnya terekam jelas di mata queen, dan dirinya bukan orang bodoh yang bisa di permainkan.


"Bagaimana aku menandatangani ini? Tidak kah anda punya pulpen? " ucap pria tato ular itu menyisiri map tapi tidak ada satu pulpen pun.


"Apa guna nya belati di perut mu itu? " jawab queen tanpa menghentikan gerakan jemarinya.


Terlihat pria itu menggores sedikit pergelangan tangannya dan dengan bantuan daun kering kini sebuah tanda tangan sudah membalut kertas berisi kontrak kerja sama, melihat hal itu dengan langkah tegas dan angkuh nya queen berjalan mendekati boss gangster yang kini menatap nya tanpa berkedip.


"Jaga mata mu jika tidak ingin kehilangan." ucap queen memperingatkan pria tato ular itu dan mengambil map.


Setelah memastikan apa yang di inginkan terjadi, kini pandangan mata nya tertuju pada setiap wajah yang terlihat hanya mematung tanpa perintah boss mereka. Cukup di akui kesetiaan anak buah boss tato ular, dan itu terlihat dari sikap waspada mereka untuk menjaga boss mereka.


"Ingat satu hal dalam dunia ku, Karma bagi pengkhianatan adalah nyawa bukan maaf." seru queen dan mengakhiri tatapan nya dan beralih ke satu wajah di depannya.


Terlihat pria tato ular sedikit terkesiap dengan ucapannya atau dengan seru annya tapi itu bukan hal aneh lagi karena para gangster ini masih hidup di jalanan bukan di naungan dunia bintangnya. Tapi setelah kontrak sudah di pastikan dirinya akan mengubah beberapa tabiat yang bisa di sebut dengan sosialisasi, tatapan itu kini sedikit menunduk mungkin mengingat ucapan yang berupa peringatan dari boss baru nya.


"Hubungi dia, Sekarang." perintah queen dengan memasukkan senjata api di punggungnya.


Di ambilnya sebuah benda pipih yang masih dalam keadaan baik meski tadi dirinya sempat nyungsep di antara tumpukan daun kering, scroll ke dalam kontak untuk menemukan sebuah kontak yang selama beberapa waktu menjadi boss nya.


Ditekan nya icon putih dengan bentuk telepon rumahan dengan nama kontak boss centil, yah seperti kenyataan nya tentu nya karena memang boss nya itu adalah seorang wanita yang sudah menawarkan body nya sebagai bayaran pertama pekerjaan gangster nya.Meskipun yang dapat merasakan hanyalah boss nya saja tapi itu tetap bayaran yang susah di tolak sebagai seorang bajing@n seperti dirinya.


"Kontrak kerjasama kita berakhir! Jangan hubungi markas ku lagi." ucap pria tato ular dan menutup telepon tanpa menunggu balasan.


Mendengar ucapan pria tato ular membuat ketenangan hilang setengah dan kini gilirannya memenuhi kontrak kerjasama, sebuah benda pipih yang ada di saku jaket nya di ambil dan sebuah nomer di hubungi nya.


"Datanglah ke jalan xxx dan pastikan hanya kau yang datang." perintah queen dan menutup telepon.

__ADS_1


"Bolehkah aku bertanya? Jika anda tidak keberatan." ucap pria tato ular sedikit ragu meskipun cara bicara nya sudah berubah.


"Hmm." jawab queen sembari memperhatikan wilayah yang ada di sekelilingnya.


"Siapa anda sebenarnya dan kenapa anda meminta saya untuk mengakhiri kontrak dengan nona itu." tanya pria tato ular.


"Queen." jawab queen tanpa menjawab pertanyaan lainnya.


"Aku tidak peduli jika kau ingin bermalam lagi dengan wanita itu tapi jangan mencoba berkhianat pada ku." peringatan queen melangkahkan kaki nya ke arah mobil sport nya.


Ucapan menusuk dan nyata seketika membuat wajah pria tato ular memerah, tentu saja hal dari kesepakatan bukanlah hal umum dan wanita yang sudah duduk di atas kab mobil itu terlihat santai nya mengatakan hal yang tidak mungkin anak buah nya tahu. Bukan hanya rasa waspada dan kagum saja yang kini menjalar di otak pria tato ular itu tapi juga rasa penasaran yang amat tinggi membuat nya tak berhenti menatap wanita yang sibuk sendiri menikmati alam.


Hingga sebuah mobil van hitam memasuki wilayah yang penampakan nya sudah berantakan dan bisa di katakan hancur tapi melihat mobil sport mewah dan canggih membuat mobil van hitam itu berhenti dibelakang mobil sport dan turun dengan gaya cool nya. Melirik sekilas pada sekumpulan sampah yang terlihat di mata nya dan lihat saja kumpulan itu juga menatap dirinya seperti tatapan permusuhan, sedangkan seorang gadis tengah asik memejamkan mata nya menikmati hembusan angin yang melewati tubuhnya.


"Mereka tanggungjawab mu duke, aku kecewa dengan hasil kerja mu." ucap queen tanpa menoleh ke arah harum parfum yang amat dikenalnya.


"Maaf queen, saya salah." ucap pria itu tanpa menunduk.


"Perbaiki kesalahan mu, waktu mu terbuang sia-sia." ucap queen dan terdiam sejenak.


"Kalian patuhi duke Dominic, dan kau duke. Pastikan pekerjaan mu tidak terlambat lagi." seru queen dan meloncat menuruni kab mobil.


Tanpa menunggu lama, gadis itu memasuki mobil sport nya sembari menyerahkan map merah darah pada duke Dominic dan melajukan mobil nya dengan kecepatan standar sebelum menambah kecepatan setelah memutari mobil van hitam di belakang nya, terlihat daun-daun kering ikut beterbangan menghantarkan penguasa baru meninggalkan tempat terbengkalai itu.


Dan di sebuah kamar terjadi drama yang hanya membuat mata lelah memandang.


"Apa? Bagaimana bisa. Aaaarggh si@l, si@l." teriak seorang gadis dengan melemparkan benda pipih di tangannya.


Braaak...


Benda pipih itu hancur tanpa bentuk setelah menghantam dinding dengan keras, seorang pria yang baru saja keluar dari kamar mandi bingung mendengar teriakan gadis nya. Jujur saja dirinya lelah melihat sikap gadis dengan temperamen yang tinggi tapi gadis itu masih berguna untuknya, dengan santai nya pria itu memeluk tubuh gadis yang terlihat seperti wanita dewasa dan itu terbukti dengan bentuk tubuhnya yang sangat menggoda.


"Apa yang terjadi? " tanya pria itu setelah merasakan gadis nya tidak lagi menggebu-gebu amarahnya.


"Gangster sial@n itu memutuskan hubungan kerjasama ku secara sepihak.Bagaimana ini? " ucap gadis itu dengan memainkan jemari nya di dada pria nya.


"Sudahlah, masih banyak anak buah kita. Sekarang layani aku." pinta pria itu dengan menyesap daun telinga yang ada di hadapannya.


...*******...


.


.


.


hay reader, author udah melakukan yang terbaik untuk up dan sehari up dua atau tiga episode, tetep kasih like, support, Comment n stay ya.


.


.

__ADS_1


.


Dukungan kalian yang membuat author semangat nulis ☺


__ADS_2