My Secret Life

My Secret Life
Bab 177: Makanan Kesukaan


__ADS_3

Kedatangan pihak ke-tiga dengan suara larangan dan perintah, membuat Rania dan Asfa mengalihkan pandangan ke arah asal suara. Rania langsung bangun dari posisinya, dengan jari menunjuk ke arah pihak ketiga. "Kamu itu siapa? Berani sekali memberikan perintah..."


"Aku akan makan, apa yang kamu buat?'' sela Asfa dan meninggalkan ayunan.


"Queen?"


"Terkadang kita harus paham kapan mengalah dan berjuang, saat ini aku ingin mengalah. Ayo kita makan."


Jawaban Asfa membungkam Rania, dan Vans tersenyum. Sedangkan Rania menghentakkan kaki karena kesal.


"Aku buat makanan kesukaanmu, tapi ini sehat untukmu. Ayo." ajak Vans.


Asfa mengikuti Vans, Rania ikut mengekor meskipun wajahnya masih terlihat masam. Vans berhenti di depan meja kaca diantara sofa putih panjang dan dua sofa single berhadapan. Beberapa piring tertutupi tudung saji, dan tangan kanan Vans membuka satu persatu. Makanan yang cukup menggiurkan.


Satu piring capcay sayur lengkap dengan sosis, bakso dan udang. Satu piring ikan bakar bumbu balado. Satu piring jamur goreng crispy, sebakul nasi merah dan juga semangkuk sup iga yang masih mengepulkan asap. Aroma makanan begitu menggoda, membuat Asfa bergegas duduk di atas karpet berbulu. Untuk pertama kalinya Rania heran dengan sikap tak sabaran dari seorang Queen.


"Mau yang mana dulu?" tanya Vans.

__ADS_1


Mata Asfa berbinar memandang setiap makanan di atas meja, semua memang kesukaannya. Tentu saja setelah mie ayam special, Vans melihat Asfa bingung untuk memilih. "Mari coba satu persatu. Mau nasi plus ikan bakar dan juga capcay sayur? Setelah itu sup iga dan jamur crispy. Bagaimana?"


"Great idea, hurry up.(Ide yang bagus, cepatlah.)" jawab Asfa.


Vans mengambil satu piring bulat yang besar, menuangkan nasi secukupnya ditambah capcay sayur dan juga potongan ikan bakar. Setelah dirasa cukup, Vans meletakkan di depan Asfa yang sudah menunggu seperti anak kecil kelaparan.


Baru mau memulai makan, Asfa melihat Rania masih berdiri dengan mulut terbuka. "Apa kenyang dengan menatap? Duduklah, ayo makan bersama."


Asfa menepuk karpet sebelah kanannya, Rania mengerjapkan mata dan salah tingkah. Vans menatap Rania dengan tatapan datar. "Bisa duduk! Aku tidak mau Peri kecilku kelaparan."


"Ka! Don't talk like that, her still my sister my family. Calm down.(Ka! Jangan bicara seperti itu, dia masih saudari saya keluargaku. Tenang.)" tegur Asfa dengan lembut.


Asfa mengangguk dan kembali menatap Rania yang menunduk akibat sikap dingin Vans. Posisi yang dekat, membuat tangan kanan Asfa menarik tangan Rania. "Duduklah, jangan ambil hati. Ka Vans orang baik, hanya terlalu protective."


Rania duduk, perasaannya masih diatur. Entah apa yang terjadi, tapi sejak bertemu Vans justru ada rasa tidak suka dengan pria itu. Meskipun, Vans adalah dokter pribadi Asfa, tetap saja hati tidak bisa di bohongi. Tanpa Rania sadari, Asfa menyodorkan satu piring makanan di depan kakak iparnya itu.


"Makanlah." ucap Asfa.

__ADS_1


Rania mendongakkan wajah dan menatap Asfa yang tersenyum manis, lalu beralih menatap makanan. Satu lirikan mata ke arah Vans yang duduk di seberang, pria itu sudah menikmati makanannya tanpa gangguan. Asfa juga memilih menikmati makanan dengan mata berbinar. Melihat ekspresi itu, ada rasa penasaran dan tangannya bergerak menyendok makanan di depannya.


Satu suapan, Rania mencoba menikmati cita rasa yang sungguh lezat dan ada sesuatu yang membuat selera makannya meningkat. "Siapa yang memasak ini? Ingin sekali aku mencium tangan koki terbaik…."


"Ukhuuk….ukhuuk… ukhuuk…"


Satu tangan dengan air putih segelas disodorkan. "Minumlah!"


"Ada apa?


...~~~~...


*Hay reader's, othoor minta maaf ya, untuk malam ini hanya bisa up secumit.


Sungguh pikiran othoor sudah tidak fokus dan tidak ada aliran imaginasi.


Ingin rasanya tetap menulis dan membagi healing bersama kalian, tapi kehidupan terkadang seperti jatuh ke jurang.

__ADS_1


Sorry ok reader's, othoor harus fokus masalah rumah dulu. Malam ini pun nulisnya disambi dengan cabang pikiran tak karuan jelas.


Stay tuned, InsyaAllah saat semua membaik othoor tambahin doble up. Semoga kalian tetap sabar menanti*.


__ADS_2