My Secret Life

My Secret Life
Bab 87: Rayuan yang gagal


__ADS_3

"Rasa nya sangat berat masalah ku kali ini, Cinta kenapa kamu datang di saat tidak tepat. Harus apa aku sekarang? " gumam Leo dengan menarik rambut nya sebagai pelampian perasaan nya yang sangat kacau.


Nyeees..


Ada rasa dingin yang menempel di pipi nya, membuat Leo membuka mata dan melihat apa yang ada di pipi nya. Sebuah cup ice cream yang masih tersegel menempel di pipi nya dan satu tangan yang mungil menggenggam ice cream itu dengan lembut tanpa penekanan. Seketika fikiran nya traveling dan memiliki harapan tinggi namun fikiran nya menjadi lumer seperti ice cream terkena api, wajah yang ada di hadapan nya sangat lah berbeda dari ekspektasinya sendiri.


"Makanlah agar mood mu baik." ucap gadis dengan dua kuncir kuda di depan nya yang masih setia menempel kan ice cream di pipi Leo.


"Tidak." jawab Leo singkat dan memilih untuk meninggalkan tempat nya duduk dan membiarkan raut kecewa di wajah gadis dengan dua kuncir kuda terbit.


"Menyebalkan! Awas saja kalau next time mohon-mohon minta ice cream ku." gerutu gadis itu dengan menghentak kan kaki nya.


Mood nya yang awal baik menjadi buruk karena Leo yang tidak menghargai kebaikan nya, bahkan pria itu dengan tegas menolak. Meskipun dirinya tidak mengenal pria tampan itu tapi melihat seorang pria duduk dengan menjambak rambut nya sendiri tentu saja rasa nya kasian, tapi rasa kasian itu justru merusak mood nya.


Awal nya hanya sedang berkeliling mansion sembari mencari spot terbaik untuk menikmati ice cream coklat yang baru saja di ambil nya di dapur, tapi langkah nya terhenti begitu melihat seorang pria yang tengah bergumam entah apa dengan menjambak rambut dan itu membuat nya tidak tega. Kini ice cream yang tidak memiliki nilai sudah di lahap habis oleh gadis dengan dua kuncir kuda dan sambil menghentak kan kaki sepanjang per jalanan kembali ke kamar nya, membuat para bodyguard yang melihat tingkah gadis itu hanya bisa menggelengkan kepala nya.


Semakin banyak penghuni mansion justru semakin banyak tingkah aneh yang para bodyguard dan pelayan lihat setiap waktu nya, tapi jaga pandangan dan ucapan tetap menjadi hal utama. Sedang kan di tempat yang dikelilingi dengan berbagai jenis buku dan juga berbagai jenis komputer biasa dan layar virtual berdiri seorang gadis yang tengah melihat hasil dari pekerjaan dua makhluk yang kata nya seperti air dan api.


Meskipun sebentar lagi waktu makan malam tak membuat gadis itu menunda pekerjaan nya lagi, sejauh ini masih tidak ada yang bisa memasuki pertahanan sistem perusahaan yang di buat oleh nya. Hanya beberapa yang berhasil memasuki sistem dan itu hanya masuk pintu pertama dan pintu kedua, sedang kan sistem keamanan yang di buat gadis itu memiliki sepuluh pintu dan setiap pintu memiliki tingkat kesulitan tersendiri.


Semakin berhasil masuk maka kesulitan nya semakin meningkat, konsentrasi gadis itu tidak teralihkan ketika seseorang memasuki ruangan kerja nya. Aroma parfum yang selalu sama mulai mendekati nya, tanpa menoleh ke belakang tentu saja gadis itu tahu siapa yang mengunjungi nya.

__ADS_1


"Malam pa, baru sampai? " tanya gadis itu dan membalikkan badan nya dengan merentangkan kedua tangan nya.


Cara terbaik untuk melunakkan hati papa nya yang pasti kini mood nya tidak begitu baik setelah penyerangan siang hari, benar dugaan nya jika sebuah pelukan bisa sedikit melunakkan hati papa nya. Pelukan yang hanya dua menit itu kini berganti dengan tatapan yang meminta penjelasan, bukan nya menjawab justru sebuah senyuman manis yang di suguhkan gadis itu.


"Senyuman mu tidak mempan, kakak juga ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya." ucap satu orang yang baru masuk.


Kini lengkap sudah personil keluarga nya dan jika sudah lengkap dengan dua lawan satu akhirnya siapa yang harus mengalah? Hanya pihak yang tidak mendapatkan dukungan yang harus memberikan penjelasan tanpa pertanyaan kedua kali nya. Gadis itu berbalik menghadap ke papan ketik yang ada di depan nya, jemari nya mulai berselancar dan layar virtual terbesar sudah menampakkan sebuah bangunan yang hancur berkeping-keping dengan kobaran api yang masih tersisa.


"Perusahaan cabang papa yang sudah papa berikan untuk abdi papa terdahulu, awal nya semua ber jalan lancar dan masih sesuai dengan standard perusahaan kita tapi beberapa bulan lalu abdi papa meninggal dunia dan perusahaan berganti pimpinan. Dia putra abdi itu, Pak Yohan yang mengubah perusahaan cabang menjadi tempat bisnis haram, tentu papa tidak mengenal nya karena selama ini Pak Yohan adalah anak tidak sah yang baru saja di temukan. Surat peringatan sudah ku kirim namun tidak ada jawaban dan hari ini di saat aku membuat sistem keamanan baru di perusahaan papa barulah aku tahu jika pelaku yang membuat kekacauan adalah orang-orang milik pak Yohan." ucap gadis itu dengan menunjuk kan setiap bukti dan juga saksi yang membuat kedua pria di belakang nya saling pandang menepuk kening nya masing-masing.


"Queen apa kamu serius dengan siapa yang membuat kekacauan di perusahaan papa adalah pak Yohan? " tanya seorang pria yang tampan dengan rambut acak-acakan.


"Not me, but dad. Answer him question." ucap Asfa membalikkan pertanyaan ke papa nya yang hanya bisa bersyukur sekaligus menghela nafas karena memiliki dua anak kritis dan genius meskipun terkadang membuat nya seperti ayah yang paling bodoh karena kepintaran kedua anak nya lebih baik.


"Andara Mateo." ucap pria dengan rambut acak-acakan tanpa keraguan ataupun penyesalan.


"Yah, papa tidak ingin kamu Varo dan kamu Asfa semakin jauh terjun ke dalam masa lalu. Papa hanya meminta satu hal pada kalian berdua untuk berhenti mendekati nya, papa diam bukan berarti papa akan membiarkan kalian melakukan sesuka hati kalian berdua. Cukup masa lalu terjadi hanya sekali dan papa sendiri yang akan mengurus masalah ini, apa kalian mendengarkan permintaan kecil papa? " jawab tuan besar dengan menatap kedua anak nya dengan penuh Cinta.


"Asfa berjanji akan diam dan menuruti perintah papa, tapi Satu luka saja tergores di tubuh atau pun hati papa maka akan ku pasti kan pria itu terbakar dengan lebih panas dari kematian mama. Itu janji seorang Queen Asfa Luxifer. " ucap Asfa dengan menggambil tangan papa nya dan menaruh nya di atas kepala nya sendiri.


"Maaf pa, Varo tidak bisa berjanji seperti doll. Tapi Varo tidak akan pernah membiarkan papa dan doll terluka lagi, Varo akan membiarkan papa melakukan keinginan papa tapi jangan meminta sebuah janji yang mengikat tangan dan kaki Varo." ucap Alvaro dengan lembut namun mata nya mengatakan ke jujur an.

__ADS_1


"Papa terima keputusan kalian berdua dengan lapang dada, papa akan memberikan kalian kebebasan seperti biasa nya. Papa tidak akan memaksa keinginan papa, kalian berdua sudah dewasa sebelum waktu nya. Maafkan papa yang memberikan kehidupan penuh dengan intaian musuh dan membuat kita harus bersembunyi setiap saat." ucap tuan besar dengan merentangkan kedua tangan nya.


Tanpa menunggu permintaan Alvaro dan Asfa langsung berhamburan memeluk sosok yang selama ini melindungi kedua nya tanpa mengeluh dan selalu memberikan nasehat dan peringatan ketika kedua nya melakukan salah jalan, yah bagi Alvaro dan Asfa memiliki tuan Luxifer sebagai papa mereka adalah sebuah anugrah dengan rasa syukur yang luar biasa.


"We love you dad, love you so much." ucap Asfa dengan semakin mengeratkan pelukan di tubuh tuan Luxifer.


"Stay with we dad, we always needs you in every situation." ucap Varo dengan memeluk tuan Luxifer dan membelai rambut Asfa yang terlihat sangat tenang dan nyaman dalam pelukan orang terkasihnya.


"Always." jawab tuan Luxifer dan memejamkan mata nya menikmati ke bersama an yang tidak bisa selalu di rasa kan nya.


Ketiga nya tetap ber pelukan sangat lama hingga monitor pemberitahuan makan malam siap kompak membuat ketiga nya saling pandang dan melepaskan pelukan teletubbies ala keluarga Luxifer, sejenak Asfa membuat kendali beralih pada tablet yang ada di meja kerja nya. Setelah memastikan semua nya tersambung dengan baik kini langkah nya mengikuti langkah dua pria yang sudah menunggu nya di pintu, ketiga keluar dari ruangan kerja secara berurutan.


Terlihat dari beberapa sudut para tamu mansion mulai berdatangan dan menuju ke ruang makan yang memang mengharuskan makan malam bersama meskipun tidak saling mengenal sekali pun, kursi yang mengelilingi meja makan sudah terisi sebagian dan masih tersisa sebagian meskipun tiga kursi yang berdekatan sebagai kursi tuan rumah tetap lah tak tersentuh.


"Mau special food queen? " tawar dua pria beda usia secara bersama an.


Asfa hanya tersenyum dan memilih duduk di tempat nya yang kali ini adalah sisi kanan kursi utama dan membiarkan dua pria beda usia saling pandang dengan menggelengkan kepala nya, seperti nya tawaran kedua tidak bermakna kali ini. Tapi saat kedua pria beda usia itu menarik kursi masing-masing dan bersiap duduk justru suara yang manja dan manis membuat kedua nya kembali menepuk kening secara bersama an.


"My request is Chicken noodle special with special fruits salad, hurry up. Queen very hungry now." pinta Asfa dengan mengedipkan satu mata kanan nya.


Tanpa di sadari ketiga makhluk yang tengah menikmati aroma keluarga, makhluk lain yang sudah duduk di kursi sedari awal hanya melongo dengan mengerjapkan mata beberapa kali dengan pemandangan yang mengaduk hati semua nya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa mendekati nya tapi kenapa dia bisa? Apa kurang nya aku?" batin salah satu makhluk yang justru menahan amarah di hati nya.


__ADS_2