My Secret Life

My Secret Life
Bab 112: Love Sick


__ADS_3

"Baik lah, sekali lagi maafkan dosa nya. Hanya itu yang bisa ku katakan, me maafkan lebih baik." ucap Azam mencoba memberikan nasehat.


"What if I make your family on the verge of death? What is your wise saying still remains the same?(Bagaimana jika aku membuat keluarga mu di ambang kematian? Apa ucapan bijaksana mu masih tetap sama? )" tantang Asfa yang langsung membuat wajah Azam memerah.


Bagaikan buah simalakama bagi Azam, nasehat bijaksana nya justru menjadi pedang tajam yang menghujam jantung nya. Membayangkan keluarga nya tersiksa sungguh hal paling menakutkan dan jika di fikir lagi, mungkin orang yang menjadi alasan keluarga nya tersiksa pasti sudah di bakar hidup-hidup oleh nya. Tapi lihatlah Asfa yang hanya menggunakan kata-kata sebagai tindakan pertama, jika yang di posisi Asfa adalah diri nya.


Apakah mampu setenang dan sedingin Asfa, jawaban nya pasti tidak karena siapapun yang menyentuh keluarga nya pasti akan binasa. Sedangkan Asfa memberikan senyuman sinis kepada Azam yang mengalami skakmat tepat membunuh raja nya langsung, dengan ketenangan Asfa berdiri sembari menggenggam kaleng di tangan kanan nya.


"Coba ulangi kata bijak mu, disaat kehancuran keluarga mu di depan mata mu." ucap Asfa di depan Azam dengan jarak lima belas cm.


Kreeeuuzeek***....


Dengan kekuatan tertumpu di telapak tangan kanan, Asfa meremas kaleng dingin bekas minimum nya tepat di depan wajah Azam, pemuda itu seketika kembali kedunia nyata dan merasakan tamparan yang menampar ego nya. Sekali lagi ucapan gadis di depan nya memang benar, siapapun pasti bisa berkata bijak tapi akankah kata-kata bijak itu masih terucap jika yang terluka adalah diri mereka sendiri.


Sedangkan Asfa memilih menatap sinis dan dingin sembari membalikkan tubuh nya dan memilih melangkahkan kaki nya menaiki anak tangga, Alvaro membiarkan adik nya untuk pergi setelah melampiaskan amarah dan rasa sakit hati nya. Setidak nya Asfa lebih baik karena hanya menggunakan kata-kata bukan main tangan seperti diri nya, tubuh Zara yang tergeletak seperti nya tak dipedulikan oleh siapapun.


"Ingat janji mu Azam Khan. Jauhkan wanita iblis itu dari keluarga ku atau ku hancurkan tahta kekuasaan." ucap Alvaro dengan tatapan jijik ke arah Zara yang membuat Azam hanya menghela nafas karena terlepas dari cengkraman Asfa dan Alvaro yang memiliki aura jauh di bawah Asfa masih bisa di hadapi oleh nya.


"Aku tidak akan melanggar janji ku, biarkan aku keluar dari mansion anda tanpa halangan." jawab Azam yang mengingat todongan senjata dari bodyguard penjaga mansion dan pasti saat keluar tetap akan mendapatkan sambutan yang sama.


"Bunda antar tamu kita sampai gerbang mansion!" perintah Alvaro dan melangkahkan kaki nya menuju ke arah berlawanan dari tangga untuk menemui papa nya yang pasti sudah melihat semua nya dari ruangan kerja.


"Mari akan ku antar." ucap Bunda Anya dengan langkah santai nya menuruni tangga yang menjadi tempat nya menemani nona muda nya setelah mendengarkan perintah Alvaro.


"Tunggu, aku harus membawa nya." jawab Azam melangkahkan kaki nya menuju Zara yang tergeletak dan terpaksa menggendong wanita berjibab itu meskipun fikiran dan hati nya tengah kacau akibat badai yang menerjang ke bijaksana an nya.


Tanpa menjawab lagi, langkah Bunda Anya menyusuri marmer dengan santai dan pelan membiarkan pemuda di belakang nya mengikuti langkah nya. Azam melangkahkan kaki untuk meninggalkan mansion, Alvaro tengah menghadapi ujian nya sendiri di dalam ruangan kerja keluarga nya dan Asfa sudah memasuki kamar pribadi nya dengan wajah dingin yang masih menyisakan aura intimidasi.


Suasana hening kamar berubah menjadi senyap dengan ketegangan ketika langkah Asfa memasuki kamar, satu senyuman termanis sebagai sambutan dari Zain tak melunturkan emosi di dalam hati Asfa. Sedangkan Abhi yang sudah terbaring di atas tempat tidur king size hanya bisa diam dan tetap memejamkan mata nya meskipun tidak ada rasa kantuk yang menyergap diri nya, ketajaman mata biru Asfa mampu menangkap gerakan bulu mata Abhi yang masih bergerak mencari kenyamanan.


"Zain come here, I need your help. (Zain datang ke sini, aku butuh bantuanmu.)" ucap Asfa dengan suara lembut namun tidak senyuman tipis di wajah nya yang sudah jelas sebuah seringain tapi Zain tetap mendekati Asfa dengan setulus hati nya di tambah senyuman pria macho itu tidak pudar meskipun sedetik sekalipun.


"Tell me, what do you need my Sweetheart?(Katakan pada ku, apa yang kamu butuhkan sayang ku?)" tanya Zain setelah berhenti di depan Asfa dan kini posisi Zain menutupi keberadaan Asfa yang berdiri di depan pintu, sedangkan Abhi mulai merasakan hati nya berkecamuk mendengarkan obrolan istri dan pria asing yang membawa nya masuk ke kamar.


"Here I need you, can?(Di sini aku membutuhkan anda, bisa?)" tanya balik Asfa sembari merangkulkan satu tangan kanan nya di pundak Zain dan tangan kiri Asfa ada di bibir Zain sedangkan tatapan Asfa memberikan kode ke belakang.


Dag.. dig.. dug.. (di dalam hati nya Zain, sungguh Asfa membuat nya terbang namun rasa terbang itu masih berpijak di tanah)


"Everything for you my sweetheart.(Semua untuk mu sayang ku.)" jawab Zain tak kalah lembut dengan suara yang serak-serak basah hampir saja membuat Asfa terjatuh.


Peran Zain seperti seorang pangeran impian namun kenyataan nya hanya lah sebagai seorang peri pengabul harapan, bukan salah Asfa yang membuat perasaan nya terbang ke angkasa namun masih berpijak di tanah. Yah apapun yang di lakukan Asfa sudah mendapatkan izin sepenuh hati nya, Cinta di hati nya adalah penyakit yang tak ingin di sembuhkan yang bisa di sebut sebagai Love Sick.


Tidak ada tatapan Cinta dari Asfa, tapi suara lembut Asfa cukup melelehkan hati nya bertambah dengan sentuhan ringan dari kedua tangan lembut Asfa. Bunga di taman nasional pun kalah mekar jika di bandingkan dengan hati nya yang tengah berbunga-bunga, Zain hanya menikmati setiap moment berdekatan dengan Asfa dan itu cukup bagi nya.


Abhi yang merasakan panas di dalam hati nya mulai gusar terlebih obrolan istri nya sangat lah terdengar lembut di telinga nya, bahkan lebih lembut saat berbicara pada pria asing itu di bandingkan bicara dengan nya. Hati nya panas bergemuruh dan perasaan nya seakan tercabik, tidak ada rasa ikhlas di dalam hati nya dari setiap kata yang terucap di bibir istri nya.

__ADS_1


"My sweetheart , you are very sweet.(Kekasihku, kamu sangat manis.)" ucap Zain semakin membakar suasana panas di hati seseorang dengan setulus hati nya.


"Why not Zain. (Kenapa tidak Zain.)" ucap Asfa yang mendengar suara langkah kaki namun masih bersikap sok romantis bersama Zain.


Hingga suara yang teramat di kenali nya menyuarakan isi hati nya, suara yang terdengar tercekat dengan campuran amarah, kecewa dan juga cemburu.


"Menjauh dari istri ku!" ucap Abhi dengan emosi yang sudah menggelapkan kesadaran nya akan sesuatu dan membuat Zain menggeser tubuh nya ke samping Asfa seperti kode mata dari Asfa untuk menyingkir dari hadapan gadis termanis di pandangan mata seorang Zain.


"Waah, tuan sudah bisa berjalan? Rupa nya percuma aku membeli kursi roda khusus itu, Zain bisakah katakan pada ku apa hukuman untuk orang yang ber main-main dengan ku." ucap Asfa dengan senyuman tipis yang membuat Abhi menelan saliva nya sendiri karena sandiwara pura-pura tetap lumpuh terbongkar dalam hitungan jam.


"Hukum.." ucap Zain yang langsung terhenti karena Abhi menerjang ucapan nya yang baru di mulai.


"Beri aku kesempatan untuk menjelaskan." pinta Abhi dengan tatapan serius yang membuat Asfa membuyarkan senyuman tipis di wajah nya.


"Zain! Pergilah!" perintah Asfa sembari tangan kanan nya menunjuk ke arah balkon dan Zain melangkahkan kaki tanpa bantahan apa lagi keluhan yang membuat Abhi merasa was-was ketika melihat seorang pria dengan penampilan tak jauh berbeda dari nya menjadi seperti anak penurut di depan istri nya.


Setelah kepergian Zain yang harus berpindah di balkon, kini langkah Asfa mendekati Abhi yang masih berdiri dua langkah dari tempat tidur nya. Wajah Abhi terlihat tegang namun masih di usahakan untuk tetap tenang, sedangkan Asfa hanya melangkahkan kaki untuk memangkas jarak di antara kedua nya.


"Sit down! And say!(Duduklah! Dan katakan!)" perintah Asfa yang seperti seorang polisi pada tersangka hingga membuat Abhi refleks untuk duduk namun kesadaran api seperti nya masih dalam perjalanan.


Greeeb...


Dengan cepat Asfa menarik tangan Abhi sebelum tubuh suami nya itu terjatuh akibat kekurangan kesadaran, seharus nya mundur dan baru duduk di atas kasur yang lembut bukan nya langsung bergegas duduk di antara angin. Tubuh Abhi tersentak ketika tangan Asfa menarik kemeja baju nya dan berakhir di dalam pelukan istri nya yang memberikan aroma segar bunga memasuki rongga hidung nya, kehangatan yang belum pernah Abhi rasakan terasa seperti sebuah mimpi.


"Maaf, aku.." ucap Abhi yang merasa canggung karena ketahuan menghirup aroma tubuh istri nya terus menerus.


"Ayo duduk, jangan berlagak seperti superhero. Kaki mu masih butuh terapi meskipun sudah bisa berjalan." ucap Asfa memotong ucapan Abhi sembari memapah Abhi untuk kembali duduk di atas kasur yang lembut.


"Sudah nyaman?" tanya Asfa setelah membiarkan tubuh Abhi bersandar di sandaran empuk dan kaki Abhi sudah di biarkan berselonjor tanpa memberikan tekanan.


"Yah ini nyaman, duduklah." jawab Abhi menepuk kasur di samping nya yang pasti cukup untuk Asfa duduki.


Tidak ada penolakan dari Asfa yang masih mengikuti apa mau nya Abhi dengan duduk bersebelahan dan menatap pintu masuk kamar nya, sedangkan Abhi menatap wajah Asfa yang terlihat jauh lebih putih bersih dan kecantikan apa ada nya.


"Jelaskan apa yang terjadi!" perintah Asfa tanpa memandang Abhi.


"Pandang aku ketika berbicara pada ku! Aku.." ucap Abhi dengan menggerakkan tangan kanan nya menyentuh dagu Asfa untuk di bawa menghadap ke diri nya.


"Jangan memaksa ku memberikan mata jahat! Cukup jelaskan kenapa kamu memilih ber sandiwara." ucap Asfa dan menahan tangan Abhi agar menghentikan niat nya itu.


"Hhaaaahh. Lalu bagaimana dengan mu sendiri? Apa tidak ada sandiwara selama ini? Berapa kali ku tanya, siapa kamu sebenarnya tapi jawaban mu selalu sama. Apa yang harus aku lakukan?" tanya Abhi sembari menghembuskan nafas nya dengan kasar.


Suara hati yang tertahan, seakan meluap begitu saja, perasaan penasaran, pertanyaan yang menumpuk menjadikan emosi nya seperti sebuah gunung berapi yang erupsi. Menunggu puncak dimana lelehan lahar panas akan membanjiri seluruh tubuh nya dan membekukan fikiran di dalam otak nya, sedangkan Asfa memilih diam dan membiarkan Abhi melanjutkan ucapan nya.


Hening...

__ADS_1


"Siapa kamu sebenarnya, penampilan berubah total, sikap mu bertolak belakang dan setiap tindakan mu seperti seorang pemimpin, bagaimana dengan rahasia di balik kecelakaan ku? Apa maksud pesan yang membuat ku terjatuh dalam kegelapan." ucap Abhi dengan menggebu menatap pintu masuk setelah mendapatkan keheningan dari Asfa.


Hening lagi...


"Apa kamu mendengar ku?! Aku membutuhkan jawaban." ucap Abhi sedikit keras membuat orang di balkon berlari masuk dan langsung menyerbu Asfa dengan tatapan khawatir.


"My..." ucap Zain setelah muncul di depan Asfa dan wajah Asfa sudah datar tanpa ekspresi.


"Hmm. Pergilah!" perintah Asfa memotong ucapan Zain agar suasana tidak semakin jauh.


"I stay here! I won't let you get hurt.(Aku tetap di sini! Aku tidak akan membiarkan mu terluka.)" jawab Zain dan memundurkan langkah kaki nya agar berdiri di ujung jendela kaca menuju balkon.


"Do you want to know who I am?(Apa kamu ingin tahu siapa Aku?)" tanya Asfa dan menggeser posisi duduk nya dan menatap Abhi yang ikut menatap mata nya.


"Your Foreign Language is too perfect for a girl graduating from elementary school, who are you?(Bahasa asing mu terlalu sempurna untuk seorang gadis lulusan sekolah dasar, ya siapa kamu?)" tanya Abhi dengan tatapan mata semakin mendamba untuk mendapatkan sebuah jawaban.


"I'll say but with one condition!(Akan ku katakan tapi dengan satu syarat!)" ucap Asfa dengan senyuman yang manis.


...~~~~~~...


.


.


. hay reader's, jangan tanya kan kapan othoor bakalan up dobel yah bcz Othoor pasti up dobel kalau mood nya fine plus dapet like banyak, apa lagi kalau komentar nya juga buat othoor semangat 🥰


.


.


.


. hari ini othoor mau tanya kalian lebih suka tokoh cowok idaman itu yang kaya apa sih? Apa lagi kalau dapet wanita seperti tokoh Queen Asfa Luxifer, *haduew othoor aja bingung jadi nya... 😬😅


.


.


. Inti nya othoor mau ingetin , jangan lupa like comments vote favorite plus happy reading ya reader's.. 🥰


...🥀*.Salam dari babang Zain plus babang Abhi.🥀...



__ADS_1


__ADS_2