
Sedangkan di depan sebuah pintu berdiri seorang pria dengan pakaian yang rapi namun terlihat ketegangan di wajah pria itu, Alvaro yang melihat pria itu setia berdiri di depan pintu kamar pribadi Asfa segera dihampiri oleh nya.
"Masih belum keluar? " tanya Alvaro dan membuat pria itu menoleh ke arah nya.
Hanya gelengan kepala yang menjadi jawaban tapi wajah pria itu seperti belum di setrika selama sebulan saja karena saking kusut nya, tapi bukan itu yang menyambangi fikiran Alvaro. Melainkan kemana adiknya jika tidak ada di kamar pribadi nya, tanpa permisi Alvaro membuka kunci kamar pribadi Asfa dengan retina mata nya dan itu membuat pria dengan wajah kusut terkejut.
"Diam disini dan tunggu." perintah Alvaro dan memasuki kamar yang langsung di tutup kembali pintu nya.
"Doll where you?" panggil Alvaro menyusuri kamar dan membuka kamar mandi, balkon tak lupa di check juga tapi nihil hasil nya.
Dengan merogoh saku celana nya, benda pipih itu di otak-atik dan mendial nomer adiknya. Panggilan tersambung dan terdengar langsung tersambung, tapi tidak ada suara yang masuk.
"Queen where are you? " tanya Alvaro dengan cemas.
Hening...
"Queen? Are you fine? " panggil Alvaro dengan lebih keras.
"What happened? " jawab Asfa setelah beberapa saat.
"Where you now!" tanya Alvaro sekali lagi.
"Out home, I will back later." jawab Asfa dan mematikan sambungan telepon.
"Kalian cepat cari dimana queen! " perintah Alvaro menggunakan earphones nya yang tersambung dengan anak buah pribadinya.
Pintu kamar kembali terbuka dan Alvaro bersikap tenang melihat pria yang bersandar di dinding masih tetap setia di tempat nya, di pandangi nya pria itu sesaat dan terlihat pria itu juga menunggu Alvaro angkat bicara.
"Istirahatlah, queen sudah istirahat. Temui dia besok pagi." ucap Alvaro dan berjalan menuju kamar pribadinya.
"Maaf tapi siapa anda? Sejak awal saya tidak pernah melihat anda. " tanya pria bersandar dengan penuh selidik.
"Duke Alvaro. " jawab Alvaro dan masuk ke dalam kamar nya.
"Tidak mungkin seorang duke, kamar nya saja satu lantai dengan queen dan tuan besar. Queen kamu dimana? Sebaiknya aku kembali ke apartment untuk menyelesaikan berkas." gumam pria itu dan berjalan menjauh dari lantai kamar queen nya.
Suasana mansion malam ini sangat berbeda, terlihat dari penjagaan yang ketat dan keamanan yang seperti nya sudah di perbaharui lagi. Meskipun dirinya tetap bisa mudah masuk karena semua mengenalnya tapi penjagaan seperti malam ini bukanlah hal biasa, pasti terjadi sesuatu yang membuat queen nya melakukan semua itu.
Sedangkan di lain tempat, terlihat seorang wanita dengan pakaian tomboy ditambah jacket kulit hitam dan topeng mawar hitam di wajah nya tengah duduk menatap seorang pria di hadapannya. Pria yang tidak di sangka menghubungi nya melalui salah satu assistant nya dan kini pertemuan mendadak akhirnya di lakukan.
"If you not want to talking, I will go." ucap Queen dengan bergerak untuk meninggalkan bangkunya.
__ADS_1
"Mari bekerja sama, bukankah kamu mencari pria itu? " ucap pria di hadapannya dengan penuh percaya diri.
"Who's? " tanya queen dengan santai.
"Tuan muda A Narendra." jawab pria itu.
"Apa pertukarannya?" tanya queen.
"Beberapa anak buah mu." jawab pria itu dengan senyuman.
"Ambillah jika ada yang berminat dengan mu. Harta bisa di sumbangkan tapi bukan kepercayaan." ucap queen dan memberikan isyarat agar semua bodyguard nya pergi dari ruangan itu.
Kini tinggal queen bersama dengan seorang pria yang cukup tampan tapi terlihat mata nya penuh kelicikan, mudah bagi queen untuk menilai kepribadian orang lain. Tapi untuk mendekati seorang queen bukanlah hal yang mudah, dan queen tahu siapa pria di depannya itu.
"Bagaimana jika dengan gadis itu? Apa penawaranku lebih menarik lagi? " ucap pria itu dengan seringaian.
"Putra seorang anak terbuang dan kembali mengambil hak nya secara diam-diam, bagaimana kabar bunda? Bukankah sebaiknya obati ke rumah sakit saja? " ucap queen dengan menyilangkan kedua tangan nya dan wajah bertopeng nya menyembunyikan seluruh ekpresi nya.
"Tidak! Ini mustahil. Siapa kamu sebenarnya? " tanya Putra dengan mata melotot.
"Who I am is not important, but who you I know everything." jawab queen.
"Hahahaha seperti nya aku salah bertindak. Tapi bagaimana dengan penawaranku? " tanya Putra tanpa menyerah.
"Apa ini?" tanya Putra dan mengambil Flasdisk di atas meja
"You can see." jawab queen dan bangun dari duduk nya.
"Hey pertemuan masih ber langsung." seru Putra yang di tinggal kan lawan bicara nya.
Hanya lambaian tangan sebagai jawaban, karena waktu beranjak menuju peraduan tengah malam. Bahkan perutnya masih kosong dan terakhir makan adalah makan siang di mansion, terlebih setelah melakukan operasi besar yang sungguh menguras tenaga dan fikiran nya.
Tapi sebuah notifikasi yang masuk beberapa jam dan baru terbuka setelah selesai operasi membuat gadis itu meninggalkan mansion dengan segera, bukan karena siapa yang akan dia temui tapi karena dirinya ingin menyelesaikan masalah nya tanpa orang lain. Pertemuan dengan menyewa satu cafe hanya untuk beberapa menit pertemuan nya dengan Putra , dan ternyata benar dugaannya jika pria itu ingin bekerja sama tanpa tahu siapa dirinya sebenarnya.
"Kalian kembali lah! Aku bisa sendiri." perintah queen dan masuk ke dalam motor sports nya.
Laju yang di atas batas membuat jalanan terlewati dengan cepat, sebuah kawasan yang biasanya sepi terlihat menampakkan keramaian. Tanpa fikir panjang motor di lajukan mengarah ke dalam keramaian, suasana yang meriah dengan banyak nya pemuda dan pemudi dengan pakaian anak-anak liar jalanan.
"Wah wah ada peserta tambahan, mau gabung? " ucap seorang pria dengan jaket kulit yang penuh dengan sobekan dan anting di telinga kiri nya.
"Hmm." jawab queen dengan nada yang di buat seperti pria.
__ADS_1
"Okay, peraturan seperti biasanya. Taruhan nya motor masing-masing, Ready! " seru pria itu dengan memberikan slayer ke seorang gadis dengan pakaian sexy nya.
Sepuluh motor dengan warna berbeda telah berbaris rapi dan bersiap dengan deru mesin motor yang bervariasi, ada yang di buat dengan suara menggelegar dan ada yang dengan suara standard tapi suara lembut hanya ada di satu motor sports yang baru bergabung.
Three....
Two...
One...
"Let's Go! " seru gadis sexy itu dan menerbangkan slayer hitam di tangannya.
Terlihat motor-motor bermerk dengan harga menggiurkan mulai melintasi rute balapan dan saling berlomba tapi satu motor sports masih terdiam di tempat dan hanya melihat jam di pergelangan tangannya. Bahkan terdengar bisik-bisik penuh tanda tanya namun lima menit kemudian motor itu mulai terpacu dengan kecepatan tertinggi, terlihat motor itu melesat dan menghilang dalam sekali kedipan mata.
"Wow gila tuh." seru seorang pemuda dengan takjub.
"Jantung ku lari kemana? Aduh malam apa ini? " seru pemuda lain nya.
"Aku harus minta nomer HP, siapa tahu jadi pacarku nanti." ucap ganjen seorang gadis dengan make up tebal nya.
Yah begitulah reaksi para penonton yang excited dengan pementasan seorang queen, meskipun banyak yang mengira di balik helm itu seorang pria bukan wanita. Penampilan yang memang membuat queen terlihat seperti seorang pria jika helm itu tidak di lepas, di dalam rute perjalanan terlihat banyak motor pembalap lain nya yang sudah tertinggal.
Satu motor yang paling terdepan menjadi sasaran adrenalin seorang queen, dengan tenang mengurangi laju motor nya dan memyeimbangkan dengan laju motor di sisi kanan nya. Terlihat pembalap itu menoleh ke arah queen, dan kembali fokus ke jalanan dengan menambah kan kecepatan.
Queen hanya mengikuti seberapa cepat pembalap itu hingga tantangan di mulai setelah putaran itu berpindah ke sisi jalan untuk menuju garis finish. Sekali lagi queen hanya mengamati dan memyeimbangkan permainan lawan, terlihat jelas pembalap di sisi kanan nya itu seperti pembalap professional dan itu hal yang bagus untuk melatih tak tik.
Hingga terlihat garis finish dengan sorot cahaya di langit, tanpa bermain lagi kini motor itu kembali menambahkan kecepatan seperti di awal pemberangkatan. Terlihat pembalap di sisi kanan nya sedikit terkejut dengan aksi queen namun dengan cepat pembalap itu berusaha mengejar meskipun akhirnya gagal dengan perbedaan waktu tiga menit.
Terlihat banyak yang mengerubuni pemenang baru yang ntah siapa sebenarnya membuat pembalap di urutan kedua penasaran, setelah melepaskan helm di kepala nya dan rambut yang teracak kembali membuat pemuda dengan rambut panjang sebahu ditambah poni nya yang menutupi kedua alis nya. Wajah bule dengan mata coklat bulu mata panjang , hidung mancung dan bibir sexy turun dari motor sports nya dan menggeser semua orang dan menghampiri pemenang yang masih diam mematung di atas motor nya tanpa membuka helm.
"Milikmu." ucap pemuda itu dengan menyodorkan kunci motor sports hitam miliknya.
"Next time." ucap queen dan menyalakan kembali motor sports nya.
"Hey mau kemana bro? Ayolah party." ucap pemuda yang memakai anting dengan berdiri di depan motor queen.
"Don't disturbed." ucap queen dengan tegas dan melambaikan tangannya sebagai pengusiran.
Terlihat kerumunan itu kecewa dan mundur teratur dengan wajah memelas, tapi itu tidak berpengaruh bagi queen dan memilih bersiap meninggalkan tempat balapan.
"Boleh berteman? " ucap pemuda yang masih menyodorkan kunci motor nya.
__ADS_1
"Hmm." ucap queen dan melajukan motor nya dengan kecepatan tertinggi, membiarkan tangan pemuda itu terabaikan dengan rasa penasaran nya.