My Secret Life

My Secret Life
Bab 153: Terong


__ADS_3

Seakan tak puas, bibir aktifnya menjelajahi setiap inci kulit Iska dengan penuh gairah. Tangannya bergerilya dengan liar tanpa aturan, menyusuri bukit kembar dan berhenti di lembah gua yang terhalang benang. "I love you. I want you Iska. Tubuhmu candu, akan ku berikan kehangatan sama seperti dulu."


Cup…..


Kelihaian pria itu sangatlah patut di acungi jempol. Bagaimana bibirnya dengan brutal mengecap bibir pucat Iska, dan menarik paksa pakaian pasien yang menghalangi hasratnya. Bulatan kancing berlarian tanpa arah, kedua tangan pria itu bekerjasama. Satu menahan tenguk leher agar ciuman tak lepas, satu tangan lainnya menghempaskan seluruh penghalang.


Bibirnya beralih menyusuri leher jenjang Iska, memberikan stempel kepemilikan. Merah seperti cabe tua, bibir semakin turun. Menyambut dua bukit kembar yang menantang, satu tangan memilin sebelah bukit kembar sisi kiri dan bibir menyesap bukit satunya lagi. Suara cecapan terdengar begitu memburu, dan satu tangan kanan sibuk meng absen lekukan demi lekukan medan penjelajahan.


Hoosh.. Hooh…


"Bangunlah Iska, aku ingin kamu merasakan semuanya tanpa terlewatkan. Tapi sudahlah, tidurlah yang tenang. Aku akan buat seluruh tubuhmu ini menjadi milikku." ucap pria itu menngecup bibir, leher, bukit kembar, perut dan pusat kesenangan yang terhalang benang.


Kedua tangannya menyentuh benang itu dan menariknya secara perlahan, warna putih dengan benang tipis merah menyala sungguh menggodanya. Benang tebal identitas rumah sakit tak lagi menghalangi tujuannya, tanpa menunda. Pria itu menghirup aroma lembah yang terlalu lama tak terjamah, dengan gigi putih pria itu menggigit benang merah segitiga milik Iska. Melepaskan dengan penuh hasrat, lembah gua berteriak menanti sentuhan, permainan dimulai.


Dengan kelembutan pria itu membenarkan posisi tubuh iska, kedua tangan Iska terikat di tempat tidur. Sekali tarikan, kini tubuhnya ikut tak tertutupi sehelai benang pun. Bukan sentuhan kelembutan, tapi bibir pria itu menerjang lembah gua. Menghirup aroma candu dan mengobrak-abrik tanpa ampun dengan penjelajahan lidahnya.


Kedua tangan pria itu meremas bukit kembar dengan brutal, sensasi kegilaan semakin menjalar. Memenuhi otak dan gelora di tubuhnya. Bibir berpindah merangkak naik, membiarkan tubuhnya menguasai tubuh Iska. Ketenangan Iska membuat jiwanya tertantang.


Sesapan demi sesapan membuat tubuh iska penuh warna cabe tua. Terong milik pria itu semakin mengeras, tanpa menunda lagi. Pria itu mengangkat kedua kaki iska ke pundaknya, dengan posisi yang menantang. Jemari pria itu memulai percobaan, keluar masuk sesaat dan berganti dengan terongnya. Terlihat kerutan jelas di wajah pria itu, setelah susah payah terongnya memasuki lembah gua.


Satu dorongan menerobos, lembah gua terasa menolak terongnya, membuat sang pria mencengkram kedua bukit kembar Iska, mendorong terongnya dengan lebih keras.

__ADS_1


"Aaaahhh…''


Suara keberhasilan pria itu memenuhi kamar rahasia, hentakan kuatnya berhasil membenamkan terong ke dalam lembah gua. Pergerakan maju mundur sang pria tak mengenal ritme, gerakannya cepat dengan ******* kenikmatan meluncur dari bibirnya. Kedua tangannya masih meremas kuat dua bukit kembar, seluruh tenaga dikeluarkan.


Tubuh iska bergoyang dengan mengikuti arah pacuan yang menguasai tubuhnya, sensasi cengkraman dengan benda mengganjal didalam miliknya, membuat kesadaran Iska perlahan kembali. Mata Iska mengerjap dengan putaran keliling di kepala, kedua tangannya tak bisa digerakkan. Hingga sudut mata iska menangkap bayangan yang tertimpa cahaya, bayangan yang sibuk bergerak liar dengan meremas dua bukit kembarnya.


Suara ******* bayangan memasuki gendang telinga Iska, kesadaran iska masih terpengaruh obat. Fikir nya semua hanya mimpi, hingga hentakan semakin cepat menjalar. Membuat lenguhan manja keluar dari bibirnya.


"Aaaahhh…..''


"Selamat datang sayang. Nikmatilah hadiah ku. Ayo kita mulai permainan.'' sambut sang pria dan sejenak menghentikan hentakan.


Pria itu menurunkan kedua kaki iska dari pundaknya, dan merangkak naik membenamkan bibirnya menyesap bibir Iska. Dalam setengah kesadarannya Iska membalas sesapan sang pria, permainan semakin memanas. Dengan menaikkan kedua kaki iska agar melingkar di punggungnya, setiap sentuhan sang pria mendapatkan respon yang agresif. Pergulatan kembali terjadi, hingga satu hentakan terakhir dengan suara lenguhan keduanya menggema.


Tubuh sang pria ambruk, tapi terongnya masih bertahan di lembah gua agar seluruh benih cintanya tidak terbuang sia-sia.


Cup… Cup… cup…


"Bagaimana rasanya?" bisik sang pria dengan hembusan nafas memburu.


Iska membuka mata dan menatap bayangan yang menguasai tubuhnya tanpa ampun, kedua bukit kembarnya masih nyut-nyutan akibat cengkraman dan remasan yang terlalu kuat. Rasa perih menjalar di bawah sana, tubuhnya remuk lemah tak bertenaga. Matanya terasa berat, semakin dipaksa terbuka justru kegelapan semakin menyapa.

__ADS_1


"Kenapa tidur lagi? Apa aku harus me makanmu lagi agar kamu bangun?" tukas sang pria karena Iska kembali tak sadarkan diri.


[Pa, apa kamu di dalam?] - suara melalui interkom membuat wajah pria itu mengeras.


"Pengganggu! Aku pergi dulu sayang. Aku akan segera kembali dan melahap mu. Cup." pamit pria itu memungguti pakaiannya dan menutup tubuh Iska dengan selimut saja.


Melalui CCTV di dalam kamar rahasianya, sang pria bisa melihat sang istri tengah mencarinya di dalam ruangan kerja. Setelah memastikan sang istri keluar dari ruangannya, pria itu membuka pintu rahasia dan menaiki anak tangga. Langkah kakinya berhenti dan membenamkan posisi patung liberty di atas meja kerjanya.


Belum sempat berbalik, dua tangan melingkar di perutnya dan dan satu kecupan di punggung begitu terasa. Aroma parfum bunga sakura menyeruak masuk, memenuhi rongga hidungnya. "Bunda! Ini ruangan kerja loh."


Sang pria melepaskan pelukan dan berbalik menghadap sang istri. Menangkup wajah wanita di depannya dengan penuh cinta. "Jangan ngambek, ayo ke kamar."


"Ayolah pa! Dirumah hanya ada kita, sekali ini saja." pinta sang istri dengan puppy eyes.


Tanpa menjawab, sang pria meraup bibir istrinya dengan serakah. Permainan dimulai, ntah siapa yang memulai hingga keduanya polos seperti bayi. Tangan sang istri dengan gesit memberikan service pada terong suaminya, terlihat wajah memelas dan puas dari wajah suaminya. Setelah membuat pegal tangan dan bibirnya melahap terong sang suami, kini giliran sang suami memanjakan tubuhnya.


"Emmmhhtt… papa moreee…." desah sang istri menekan kepala pria itu agar tenggelam di kedua apitan pah@nya.


Pergulatan panas dengan hasrat halal itu masih berlanjut, hingga sang pria menghentikan kegiatannya. Memunggut pakaian sang istri dan memakai pakaiannya sendiri. "Papa lelah, kita istirahat saja. Ayo!"


Langkah pria itu berjalan menuju pintu ruangan kerja, meninggalkan sang istri yang tertegun dan masih tanpa sehelai benang pun bersandar di meja. Kegiatan panas berakhir dengan kekecewaan sang istri, terlihat jelas mata suaminya berbohong. Bukan lelah tapi alasan lain mencegah suaminya memberikan haknya. "Sekarang semua sudah pasti. Jadi jangan salahkan aku mengakhiri tipu muslihat mu!"

__ADS_1


Meninggalkan kegeraman sang istri dengan tangan mengepal, karena tindakan sang suami. Di dalam sebuah heli tengah terjadi perdebatan. Perdebatan yang berawal dari satu pertanyaan.


"Shut up! Never doubt my master!"


__ADS_2