My Secret Life

My Secret Life
Bab 215: Bagiku dia....


__ADS_3

"Okay! Sudah cukup. Pergilah dan rebut kembali perbatasan, tapi tetap bawa pasukan ku sebagai tambahan! No debat." putus Vans tidak ingin memperpanjang perdebatan yang pasti akan semakin sengit.


Justin terdiam dengan pemandangan di depannya yang cukup langka, dan sudah lama dirinya tidak melihat Queen secara langsung.


"Terserah kakak! Justin urus pasukan, dan aku akan bersiap." pamit Asfa tanpa membantah permintaan Vans yang sudah dianggap adil baginya.


Justin membungkuk sesaat hingga Asfa melewati dirinya. Sementara Vans mengambil ponselnya dari saku celana, lalu melakukan panggilan dengan wajah serius.


Ceklek!


Pintu terbuka dan tertutup, sedangkan obrolan serius tengah Vans lakukan tanpa panjang kali lebar. "Okay, tunggu di tempat biasanya dan Queen akan datang bersama pasukan lainnya! Pastikan jangan sampai periku lecet meskipun seujung kuku."


Ya ampun kenapa pria satu ini sangat over protektif? Apa dia lupa jika Queen bisa mengalahkan musuh dengan mudah? ~batin Justin dengan gelengan kepala.


"Aku kirimkan share lock tempat pasukan ku berada. Jika kalian melewati jalur barat daya, maka pertemuan akan terjadi di titik utara gedung olahraga." jelas Vans seraya mengirimkan sebuah share lock melalui pesan singkat pada Justin.

__ADS_1


"Boleh aku tanya?" ujar Justin dengan memeriksa ponselnya.


Vans menyodorkan tangan sebagai tanda persetujuan, membuat Justin menimbang kata yang tepat untuk menyampaikan rasa penasarannya. Seakan mengerti apa yang Justin pikirkan, Vans tersenyum datar.


"Bagiku, Asfa adalah duniaku dan detak jantungku." ucap Vans seraya berjalan ke arah bingkai foto di belakang kursi kerjanya. "Gadis manis pemilik mata biru yang menjadi penyelamat hidupku. Dialah semangat sekaligus alasanku bertahan hidup hingga saat ini."


Bingkai foto berukuran satu kali dua meter yang membingkai foto Asfa dengan Vans saat melakukan piknik bersama di rumah pohon dengan tirai putih yang melambai. Senyuman manis dengan tatapan cinta terlihat jelas sebagai kebahagiaan sederhana.


"Anda mencintai Queen, lalu kenapa tidak menikah saja dengan queen?" tanya Justin spontan, membuat Vans berbalik menatap asisten perinya.


Justin terdiam setelah mendengar penjelasan Vans. Situasi pria di depannya lebih buruk dari kisah cintanya sendiri. "Apakah Anda pernah mencoba mengutarakan cinta pada queen?"


"Hehehe, apa kebiasaan orang-orang disekeliling periku selalu terbalik? Kalian akan sigap dan tidak kenal ampun saat berteman senjata, tapi saat membicarakan hati. Justru kalian seperti anak kemarin sore." tukas Vans dengan menahan tawanya agar tidak berlebihan.


"Apa maksudnya?" tanya Justin tidak paham arah pembicaraan Vans.

__ADS_1


"Cinta tidak selalu tentang kata i love you dari bibir, tapi tindakan seorang pecinta sejati sudah cukup menyatakan seberapa besar cinta di dalam hatinya. Begitu juga dengan Ka Vans, dia mencintai tanpa syarat. Hingga aku merasa telah melakukan kebaikan di kehidupan sebelumnya." jawab Asfa yang sudah kembali keruangan kerja Vans.


Justin dan Vans serempak mengalihkan perhatian ke arah Queen. Kedua pria itu tertegun dengan mata bersinar terang kagum akan sosok wanita di depan mereka.


Rambut yang terikat asal menjadi satu di atas, dan menyisakan surai tipis di kedua sisi. Earphones di telinga, mata biru tajam yang tenggelam di balik topeng hitam bersimbol mawar. Jacket kulit yang menutupi tubuh mungilnya, disertai celana jeans hitam, dan dipadukan dengan sepatu boots hitam juga.


"Cantik, Perfect." gumam Justin dan Vans bersamaan dengan mata tak berkedip.


Melihat wajah ambigu dua pria di depannya. Asfa menjentikkan jarinya tiga kali, "Halooo? Are you okay?"


Vans mengedipkan matanya. "Hmmm. Kenapa tidak pakai sarung tangan?"


"Nanti saja. Aku harus memeriksa beberapa senjata, dan ya aku sudah siapkan susu untuk Rose sebagai persediaan. Jangan lupa segera hubungi aku....,"


"Calm down! Rose tanggung jawabku. Kamu fokus dengan pekerjaan mu, dan pastikan pulang tanpa lecet sedikitpun." sela Vans menenangkan Asfa, membuat Justin menyadari betapa cinta pria itu jauh lebih besar dari mantan suami queen sendiri.

__ADS_1


Semoga saja queen mau membuka hatinya dan melihat usaha Vans demi melindungi kebahagiaannya. Ameen. ~batin Justin mengaminkan doa harapannya.


__ADS_2