My Secret Life

My Secret Life
Bab 88: Serpihan ingatan


__ADS_3

"Mau special food queen? " tawar dua pria beda usia secara bersama an.


Asfa hanya tersenyum dan memilih duduk di tempat nya yang kali ini adalah sisi kanan kursi utama dan membiarkan dua pria beda usia saling pandang dengan menggelengkan kepala nya, seperti nya tawaran kedua tidak bermakna kali ini. Tapi saat kedua pria beda usia itu menarik kursi masing-masing dan bersiap duduk justru suara yang manja dan manis membuat kedua nya kembali menepuk kening secara bersama an.


"My request is Chicken noodle special with special fruits salad, hurry up. Queen very hungry now." pinta Asfa dengan mengedipkan satu mata kanan nya.


Tanpa di sadari ketiga makhluk yang tengah menikmati aroma keluarga, makhluk lain yang sudah duduk di kursi sedari awal hanya melongo dengan mengerjapkan mata beberapa kali dengan pemandangan yang mengaduk hati semua nya.


"Aku tidak bisa mendekati nya tapi kenapa dia bisa? Apa kurang nya aku?" batin salah satu makhluk yang justru menahan amarah di hati nya.


"Jangan memendam rasa iri Le,lihat kedekatan mereka bukan kah seperti satu keluarga. Jangan memandang dari sudut hati mu yang tengah memberontak karena nasehat sahabat mu sendiri." bisik Askaa dengan menepuk pundak Leo pelan agar pria itu tegar dan positive thinking.


"Silahkan mulai makan malam nya. Bunda Anya bisa ikut aku!" ucap Asfa bangun dari duduk dan ber jalan ke ruangan gym .


Makan malam pun di mulai dengan diam tanpa perbincangan apapun seakan lidah semua orang terikat oleh sesuatu , setelah kepergian Asfa yang di ikuti wanita nyentrik di belakang nya. Kedua nya nampak masuk ruangan kaca yang tidak tembus pandang dan menghilang di balik kaca itu, sedang kan dua pria kekar tengah bekerjasama dengan kompak.


"Dad, apa kita juga makan ini?" tanya Alvaro yang melihat papa nya mengeluarkan bahan makanan bukan untuk satu porsi saja.


"Apa kamu mau makanan yang lain? Biar papa buatkan sekalian." tanya balik tuan Luxifer tanpa menghentikan memotong bawang putih.


"Papa ingat puding susu yang sangat manis waktu Varo kecil? Puding yang membuat Varo langsung meminum air putih dua gelas sekaligus." ucap Alvaro seperti membuka serpihan ingatan masa kecil nya.


"Hehehe jujur saja, papa baru belajar membuat puding. Biasa nya Naura yang membuat puding terlezat tapi papa ingin belajar memenuhi semua keinginan mu dan papa menyadari betapa mama mu sangat luar biasa. Yah istri terbaik dan ibu terhebat yang pernah papa miliki. " jawab tuan Luxifer dengan mata berkaca-kaca membuat Alvaro tersenyum melihat Cinta yang masih tidak pudar untuk mama nya dari papa tiri nya meskipun sudah bertahun-tahun sendiri an.


"Mama selalu di hati kita pa dan kita memiliki titisan mama yang lebih kuat seperti macan, putri raja kita Queen. Bukan kah begitu pa?" ucap Alvaro dengan menatap papa Luxifer.


"Kamu benar, tapi bagi papa bukan hanya Asfa yang kuat tapi kamu juga kuat. Kalian saling melengkapi dan itu membuat papa tenang jika sesuatu terjadi pada papa nanti." ucap papa Luxifer dengan memikirkan rencana nya yang sudah ber jalan lima puluh persen.


"Tidak pa, kami butuh papa. Kami tahu papa adalah orang yang paling kuat di antara kami tapi papa lah sumber kekuatan kami, suatu saat nanti jika papa terjatuh maka ingat lah ada kami yang selalu menunggu dengan setia di sini dan masih membutuhkan perlindungan seorang ayah." jawab Alvaro dengan tegas dan langsung memeluk papa nya dari samping.


"Ekhem! Apa kalian melupakan aku? " dehem seorang gadis yang sudah menyedekapkan kedua tangan di dada nya.


Tuan Luxifer dan Alvaro langsung bergeser dan menatap orang yang menegur kedua nya, bagaikan murid yang ketahuan mencontek membuat kedua pria itu kembali ke posisi masing-masing dan berpura-pura melanjutkan untuk membuat makanan.

__ADS_1


"Keluar!" ucap gadis itu dengan lebih tegas membuat pergerakan tangan kedua pria terhenti dan saling pandang.


"Silahkan tuan besar dan tuan Alvaro, queen ingin memasak sendiri." ucap seorang wanita paruh baya dengan pakaian nyentrik yang baru saja muncul.


"Anya kamu sudah berani memerintah tuan mu sendiri? " ucap tuan besar dengan menaikkan alis nya menatap tajam bunda Anya yang hanya menyengir tanpa rasa takut.


"Ekhem!"


"Okay kita keluar tapi.. " ucap Alvaro akhirnya mencairkan suasana yang tegang.


"Now." ucap gadis itu dan membuat posisi tubuh nya miring agar kedua pria itu meninggalkan dapur secepat nya.


"Ayo dad, biarkan queen melakukan apapun keinginan nya." ajak Alvaro memberikan isyarat agar papa nya ikut keluar dari dapur.


"Lakukan sekarang bunda Anya, waktu mu hanya satu jam." perintah queen dan memasuki dapur, memakai celemek warna hitam yang baru saja di ambil nya dari lemari kaca paling ujung.


Memperhatikan bahan apa saja yang sudah di siap kan oleh papa dan kakak nya , terlihat semua bahan sudah siap dan baru memulai membuat bumbu. Dengan cekatan kedua tangan itu mulai mengolah bahan makanan yang ada di atas meja setelah menekan earphones di telinga nya yang langsung tersambung ke dalam sistem keamanan di mansion nya, bukan hal sulit bagi nya untuk mengolah bahan makanan apapun karena pernah hidup di pengasingan membuat nya belajar semua bidang tanpa terkecuali bidang mengolah bahan makanan alias memasak.


Melirik jam yang ada di dinding untuk menetap kan waktu nya memasak, hingga bumbu mulai memasuki wajan dengan minyak panas membuat telinga nya mendengar kehebohan yang terjadi di dalam mansion. Tapi hal itu tidak membuat nya panik tapi justru tersenyum penuh arti, membiarkan kepanikan menemani nya memasak di dalam dapur sendiri an.


"Aal apa ponsel mu tidak error? Kami kesulitan mengoperasikan ponsel, laptop serta tablet yang kami miliki." tanya Andira dengan serius membuat Alvaro mengambil ponsel di saku nya.


"Hmm.Seperti nya kalian harus bekerja lembur malam ini, nikmati lah." ucap Alvaro dan menggeser tubuh Leo dan Askaa dan memilih menuju dapur untuk melihat apa yang di lakukan oleh adik nya.


"Aal apa maksud mu? " teriak Askaa namun tak mendapatkan jawaban dari pemimpin nya itu.


"Kalian, silahkan ikuti saya." ucap bunda Anya yang tiba-tiba muncul dan kali ini dengan senyuman penuh arti.


"Kemana bi?" tanya Gabriella yang penasaran.


Bukan nya menjawab justru bunda Anya ber jalan meninggalkan para tamu mansion ke sebuah jalur yang berbeda dari biasa nya karena wanita nyentrik itu justru mengarah pintu keluar mansion, sehingga para tamu mansion hanya saling pandang dan mengangguk bersama an sebagai vote untuk mengikuti saja wanita yang hampir sampai pintu keluar mansion.


Setelah keluar dari mansion, bunda Anya memberikan kode pada seorang bodyguard yang berjaga di depan sebuah patung istana mini. Sebenarnya aneh jika ada patung seperti itu dan di jaga pula tapi semua mata akhirnya terlihat kaku dengan mulut yang penuh dengan berbagai reaksi dengan apa yang mereka lihat.

__ADS_1


Setelah patung istana mini itu di putar membuat rumput jepang yang ada di samping kiri patung terbuka seperti menuju sebuah lorong dengan tangga yang ntah menuju ke mana, bunda Anya ber jalan dan mulai melangkah kan kaki nya menapaki setiap anak tangga hingga menghilang dengan suara langkah kaki yang masih terdengar.


"Waktu kalian hanya satu jam kurang, cepat lah masuk!" ucap bodyguard yang menjaga pintu rahasia mansion.


"Ayo." ajak Leo dengan ber jalan terlebih dahulu, rasa Cinta nya membuat nya tetap percaya pada queen karena apapun yang akan terjadi tidak mungkin pemilik mansion mewah itu akan berbuat jahat pada orang yang tidak bersalah.


Semua hanya bisa menghela nafas dan mengikuti langkah Leo hingga semua tamu sudah masuk ke dalam ruangan rahasia membuat bodyguard yang berjaga kembali memutar patung istana mini ke arah yang benar dan rumput jepang itu kembali seperti wujud semula.


"Queen. Dia? " ucap Alvaro yang baru saja masuk dapur dan melihat adik nya tidak sendirian sembari menelisik orang yang berdiri tidak jauh dari adik nya yang tengah fokus me masukkan sayuran ke dalam panci panas dengan air mendidih.


...********...


.


.


. Hay readers, thank you for all likes in novel My Secret Life.


. Sebagai ucapan terimakasih author, maka hari ini author kasih bonus up sekali lagi.


.


.


. Author seneng dan bersyukur masih ada yang mau kasih like dan itu menjadi point tambahan agar author semangat menulis... 😊🥰😊


.


.


. Author tunggu like, comment, favorite and vote nya dari para readers 😍💕


.

__ADS_1


.


. Semoga para readers berkenan mendukung karya author yang memang recehan 😁


__ADS_2