My Secret Life

My Secret Life
Bab 107: Wajah lecek di dalam Villa


__ADS_3

"Queen are you serious want come there in your situation like now? (Queen apakah Anda serius ingin datang ke sana dalam situasi Anda seperti sekarang?) " tanya Bunda anya yang sungguh tidak habis fikir dengan perintah dadakan queennya itu.


"Any doubt? (Ada keraguan?) " tanya balik Asfa dengan suara berat nya dan topeng di wajah nya sudah terpasang dengan sempurna.


Siapa yang bisa meragukan keputusan dari nona muda nya yang selalu memberikan kejutan meskipun badai datang menerpa, queen tetap lah queen jadi apa lagi yang bisa di ragukan dari seorang Queen Asfa Luxifer. Perdebatan tak akan berlaku di hadapan nona muda nya karena yang berlaku hanyalah perintah dari nona muda nya saja, perintah tanpa bisa di ganggu gugat lagi. Perjalanan selama satu jam di jalan utama berpindah ke sebuah jalan yang cukup terjal dengan laju kendaraan yang lebih berhati-hati, karena keselematan queen nya yang utama terlebih keadaan queen nya tengah terluka meskipun tidak ada satu kata keluhan pun dari bibir mungil yang tertutup topeng hitam bersimbol mawar itu.


Ciiiit...


Klik....


"Silahkan queen." ucap seorang bodyguard yang langsung turun dari mobil dan membukakan pintu mobil dimana nona muda nya berada.


"Kalian tetap lah disini! Ayo Bunda anya." perintah Asfa setelah turun dari mobil van di ikuti oleh Bunda Anya.


Kedua wanita itu ber jalan meninggalkan mobil van yang terparkir di pinggir sebuah hutan, hutan yang cukup lebat dengan rimbun nya pepohonan. Tapi kedua wanita itu justru ber jalan menghilang di antara ratusan pohon yang berjejer tanpa aturan, tidak ada jejak selain angin yang menerpa dan menggoyangkan dedaunan.


Setelah kedua nya berjalan selama sepuluh menit terlihat pepohonan mulai jarang dan dari tempat datang nya Asfa dan bunda Anya dapat melihat sebuah mobil yang terparkir di bawah pohon dengan beberapa daun kering yang menutupi mobil itu. Tanpa menunggu lama kedua nya mendekati mobil yang terparkir dengan cantik nya, Asfa memilih tetap memasuki kursi pengemudi dan membiarkan bunda Anya di kursi sebelah nya karena wanita nyentrik yang mendampingi nya itu hanya bisa mengendai mobil jenis lain.



Tanpa menunggu lama mesin mobil di nyalakan karena kunci mobil yang terparkir di bawah pohon itu selalu ada di dalam mobil di tempat yang tersembunyi, setelah mobil panas dengan kecepatan normal mobil menjelajahi wilayah hutan untuk mencapai ujung hutan yang langsung memiliki perbatasan sebuah tebing nan terjal.


Sedangkan di dalam sebuah villa mini masih dalam keadaan tenang tanpa gangguan bahkan sensor pendeteksi yang merespon kedatangan seseorang pun dalam mode silent, seorang pria justru tengah menikmati tidur panjang nya dengan wajah yang tertutup bantal. Bahkan suara deru mobil yang tak asing memasuki halaman belakang villa nya tetap saja tak mengganggu tidur nyenyak nya sang penghuni Villa, dua wanita turun dari mobil setelah berhenti tepat di belakang sebuah Villa setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit dengan kecepatan yang selalu di tambah oleh Asfa.


"Periksa keamanan di dalam ruangan itu." perintah Asfa menunjuk sebuah pos yang kosong tanpa seorang bodyguard pun.


Sedangkan langkah kaki Asfa menuju Villa dengan gaya unik, perpaduan antara kaca tembus pandang dengan desain rumah pada umum nya di padukan dengan beberapa jendela dan pintu layak nya kastil. Tidak ada pintu atau pun jendela yang tertutup membuat Asfa dengan mudah memasuki Villa yang lampu nya bahkan masih menyala meskipun bukan malam hari, di susuri nya setiap langkah menaiki sebuah tangga kayu yang menuju lantai atas.


__ADS_1


Sampai di lantai atas, sebuah kamar dengan bau menyengat setengah terbuka membuat langkah Asfa berjalan dengan pelan, mata nya yang menatap sekeliling kamar langsung menangkap satu sosok yang tidur nya dengan posisi melumah namun bantal menutupi wajah sosok itu. Tanpa menunggu lama Asfa memasuki kamar mandi yang memang tersedia di dalam kamar itu, dengan mengambil satu vas bunga dan mengisi vas itu dengan air dingin dari shower.


Byuuuur..... (Setelah menarik bantal yang menutupi wajah sosok di depan nya baru lah air di dalam vas di siramkan begitu saja oleh Asfa)


"Haaap...Banjiiiir.. " seru seorang pria dengan meloncat dari tempat ternyaman nya.


Prook.. prook.. prook..


"Hehehe hay manis. Kok disini? " tanya pria itu dengan wajah lecek dan juga senyuman nakal menatap Asfa yang sudah menyedekapkan kedua tangan nya setelah menyiram pria yang ada di depan nya.


Bagaimana tidak kesal jika hobi pria di depan nya itu selalu tidur dan tidur, seakan tidak ada hari tanpa tidur. Villa yang baru di tinggal selama setahun kurang oleh Asfa sudah menjadi kapal pecah dengan berbagai barang berserakan di segala sudut ruangan, sedangkan penghuni nya hanya sibuk merajut mimpi tanpa peduli siang atau pun malam.


"Your time one hours! (Waktu mu hanya satu jam!) " perintah Asfa dan meninggalkan kamar atas dan juga wajah lecek dari pria doyan tidur yang membuat darah nya mendidih tanpa alasan jelas.


Kepergian Asfa membuat pria wajah lecek kalang kabut, hello satu jam guys dan waktu seujung kuku itu harus di gunakan untuk merapikan satu Villa. Bahkan mengeluh pun tidak bisa di lakukan dan hanya tarik sana dan tarik sini dengan semua barang yang berserakan, karena yang terpenting adalah rapi di pandangan queen nya yang sangat manis itu.



Suara langkah seseorang dengan aroma wine yang sangat di kenal nya mulai mendekati tempat nya memejamkan mata hingga langkah itu terhenti di belakang nya dengan kepulan asap putih keluar dari mulut orang itu dan beterbangan di udara.


"Ready for coming to my life? (Siap untuk datang dalam hidup ku?) " tanya Asfa tanpa membalikkan tubuh nya yang menatap jauh di depan sana di antara kabut yang menutupi jurang di depan nya.


"Wow finally, very ready my angel.(Wow akhirnya, sangat siap malaikat ku.) " seru pria itu bahkan langsung menghentikan menghisap rokok electric yang membuat nya tenang.


Hampir setahun setengah dari awal pertemuan nya dengan gadis termanis di mata nya itu, namun sejak pertemuan awal pula gadis termanis alias Asfa tetap menyembunyikan diri nya di dalam Villa yang cukup terpencil. Sebuah Villa yang indah namun selalu dalam kesendirian meskipun beberapa waktu akan ada yang datang untuk memberikan pelatihan khusus pada nya yang tentu saja atas izin Asfa, namun hari penantian nya akhirnya tiba dengan sepenuh hati pastilah akan di terima oleh nya.


"Hmm.Dont happy first! You need take one job just 2 hour's and I want that's problem finish. ( Hmm. Jangan senang dulu! Anda perlu mengambil satu pekerjaan hanya 2 jam dan saya ingin masalah itu selesai.) " ucap Asfa dan membalikkan tubuh nya menatap pria yang langsung tersenyum karena bisa melihat wajah Asfa tanpa topeng karena topeng Asfa ada di tangan kanan gadis itu.


"Everything for you sweetheart , tell my jobs? ( Segalanya untukmu sayang, ceritakan pekerjaanku?) " tanya pria itu dengan serius namun bibir nya tak berhenti tersenyum sembari menatap Asfa tanpa berkedip.

__ADS_1


"You want blind?(Kamu ingin buta?) " tanya balik Asfa yang jengah mendapatkan tatapan tak berkedip dari pria yang memang sangat cool namun kadar ketidakwarasan nya sangguh membuat kepala nya pusing.


"Everything for you sweetheart. Blind or not I never mind if that's make you happy. ( Segalanya untukmu sayang. Buta atau tidak, saya tidak pernah keberatan jika itu membuat Anda bahagia.) " jawab pria itu dengan senyuman termanis nya dan mengedipkan satu mata nya yang membuat Asfa hanya bisa menghela nafas dengan satu sosok yang memiliki jiwa psicopat melebihi diri nya.


"Bunda berikan foto itu pada Zain, jelaskan apa pekerjaan nya." perintah Asfa yang memilih membalikkan tubuh nya kembali menikmati pemandangan alam dibandingkan melihat ketidakwarasan Zain.


Sedangkan bibir Zain sudah mengerucut saja karena sikap Asfa yang seakan bosan karena di tatap oleh nya, bunda Anya yang sudah beberapa kali bertemu dengan Zain hanya bisa ikut menghela nafas. Bagaimana Zain sangat terobsesi dengan nona muda nya namun obsesi nya masih dalam kendali meskipun terkadang pria di depan nya itu hanya sekedar memeluk guling dengan wajah nona muda untuk mengobati rasa rindu yang tak ber ujung.


"Zain." panggil bunda Anya dan memegang bahu pria yang masih menatap punggung Asfa.


"Katakan!" perintah Zain setelah ber balik menatap bunda Anya yang seperti nya sudah terbiasa dengan perubahan drastis seorang Zain.


"Ikut aku masuk!" perintah balik bunda Anya tanpa peduli dengan tatapan dingin Zain.


Sesama jiwa psicopat tentu tatapan dingin atau pun sebuah ancaman bukan lah hal yang perlu di fikirkan, Zain mengikuti bunda Anya yang memasuki villa menuju ruangan tamu dimana tempat itu masih bisa melihat tempat Asfa berdiri menatap dunia.


Sebuah amplop hitam dengan ukuran 15x 10 cm di keluarkan dari balik jacket bunda Anya dan menjatuhkan nya tepat di atas meja kaca.


Pluuuk...


"Your jobs, make it finish just 2 hours. Details problem in here. ( Pekerjaan Anda, membuatnya selesai hanya 2 jam. Detail masalah di sini.) " ucap bunda Anya sembari menunjuk amplop hitam di atas meja kaca yang langsung di sambar Zain.


Dengan buru-buru Zain merobek ujung amplop yang membuat bunda Anya hanya menggelengkan kepala nya karena tingkah Zain tidak sabaran, tapi dengan nona muda nya memberikan sebuah kepercayaan pada pria di depan nya itu maka bisa di pastikan jika Zain akan segera bergabung dengan naungan keluarga tuan besar setelah lulus ujian.


Tanpa mempedulikan reaksi bunda Anya, Zain langsung berlari menuju ke lantai atas dengan langkah seribu hanya untuk menyambar jacket yang selalu ada di gantungan belakang pintu kamar tidur nya dan bergegas keluar dari Villa melewati bunda Anya yang masih berdiri di depan sebuah sofa single.


"See you sweetheart.( Sampai jumpa sayang.) " seru Zain sebelum mencapai ujung Villa untuk menuju mobil yang sudah terparkir di belakang Villa.


Tidak ada jawaban selain suara deru mobil yang mulai meninggalkan Villa, dan mendengar suara mobil menjauh membuat bunda Anya keluar dari dalam Villa dan menghampiri nona muda nya yang masih diam dan berdiri tanpa bergerak meskipun untuk mengubah posisi nya itu.

__ADS_1


"Call Justin for join in this game! (Hubungi Justin untuk bergabung dalam game ini!) " perintah Asfa yang membuat bunda Anya menghentikan niat hati nya untuk bertanya dan mengambil ponsel nya untuk melakukan perintah terbaru nona muda nya itu.


__ADS_2