My Secret Life

My Secret Life
Bab 156: Konferensi Pers AGC


__ADS_3

Ditengah lampu yang memiliki cahaya terang benderang, sebuah aula dipenuhi dengan deretan kursi yang tersusun rapi. Di depan di atas panggung, ada sebuah meja ter selimuti kain biru langit dengan panjang 4 meter kali 1 meter. Dan lima kursi dengan desain logo sebuah perusahaan terjejer di belakang meja, menghadap para kursi penonton di bawah panggung.


Di belakang para kursi logo sebuah perusahaan tertulis dengan jelas, elegant dan mewah kata penyambutan dan inti acara yang akan di adakan satu jam lagi.


"Welcome the King and Queen of Aranda Group Company"


Waktu menunjukkan pukul delapan malam lebih dua puluh menit, di lobi hotel Aranda Group orang-orang dengan penampilan rapi, mewah dan juga wangi mulai berdatangan. Setiap tamu yang datang membawa satu kartu undangan khusus, malam ini akan menjadi malam penuh ketegangan.


Setelah bertahun-tahun. Akhirnya Aranda Group Company akan mengumumkan sang pewaris tahta. Jangankan untuk melihat seperti apa para pewaris, bahkan satu pertanyaan dari para kolega tak pernah ditanggapi oleh sang Dirut yaitu Nyonya Aranda. Hanya saja Nyonya Ara mengatakan dengan pasti, pada saatnya nanti akan ada pemimpin yang berhak atas kerajaan bisnis Aranda group company.


Dan malam ini adalah malam pembuktian. Dimana konferensi pers yang bertujuan untuk mengumumkan siapa sang pewaris tahta dan akan memulai debut pertamanya. Para kolega sudah mulai menduduki kursi di depan panggung, kursi yang tersusun rapi dengan meja-meja bundar di setiap empat kursi berdekatan. Jus dengan berbagai rasa telah tersaji bersama beberapa jenis camilan ringan.


Semakin mendekati pukul sembilan malam, kursi para tamu khusus hampir terisi penuh. Bisikan dan perbincangan para kolega memeriahkan malam, dengan berbagai topik yang masih saja seputar saham dan juga investasi terbaru.


Seorang wanita dengan pakaian sexy dan sebuah topeng putih di wajah berjalan menaiki tangga menuju atas panggung, jalannya seperti model profesional dengan balutan gaun merah menyala. Dengan tangan yang gemulai, wanita itu mengambil mikrofon yang ada diatas meja.


"Selamat malam semua. Malam ini saya bertugas menjadi pemandu acara istimewa yaitu Konferensi pers sang pewaris tahta kerajaan bisnis Aranda Group Company. Pertama-tama, selamat datang untuk semua kolega Direktur Utama Queen Aranda. Seperti jantung yang menjadi pusat kehidupan, maka kita semua tahu jika Queen Aranda jantung dari Aranda Group Company. Untuk itu mari kita sambut sang Direktur Utama naik ke atas panggung. Silahkan Queen Aranda, kami mengharapkan kehadiran anda."


Seorang wanita berhijab dengan gaun simple nan elegant muncul dari balik pintu samping aula, wanita itu memiliki ekspresi tegas dan senyuman tipis terbit hanya untuk menyambut kehadiran para kolega. Langkahnya tak gentar dan berjalan mendekati sang wanita sexy. Dengan tenang mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan sang MC. "Terimakasih."


"Rasanya aku tidak percaya, bisa berjabat tangan dengan Queen Aranda. Bolehkan saya melompat seperti anak kecil?" celeduk MC dan membuat para kolega tertawa dengan kelakuan anehnya.


Meskipun beberapa kolega ada yang menepuk jidat, ada yang membatin dengan gerutuan, ada pula yang masa bodo. Nyonya Ara hanya tersenyum tipis. Sang MC segera sadar dengan tindakan konyolnya. "Mari kita sambut Direktur utama yaitu Queen Aranda. Selamat malam Nyonya, bagaimana perasaan anda malam ini? Tolong berikan sepatah dua patah kata tentang konferensi pers malam ini.''


Nyonya Ara mengangguk, dan sedikit memutar arah pandangan ke depan. " Selamat malam semua. Selamat datang dan terimakasih atas kehadiran kalian. Seperti yang saya janjikan beberapa tahun lalu, kepada para segenap kolega dan jajaran direksi Aranda Group Company. Malam ini kita semua akan menyambut pewaris tahta AGC. Untuk itu mari kita undang sang pewaris naik ke atas panggung, sebelum waktu semakin larut. Masuk!"


Tak.. tak... tak...

__ADS_1


Semua mata terpatri menelisik satu sosok yang berjalan dengan suara sepatu penuh ketegasan, perlahan sosok itu menunjukkan batang hidungnya. Seorang pria dengan rambut terikat di belakang, kemeja hitam dibalut jas biru navy, jam tangan branded di tangan kiri, dengan sepatu hitam yang mengkilap. Wajah tegas, hidung mancung, alis tebal dan bibir sexy.


Banyak pasang mata berakhir berdecak gemas dan kagum dengan penampilan Alvaro malam ini. Nenek Ara mengulurkan tangan dan Alvaro berjalan menaiki tangga. Dengan tenang Alvaro menerima uluran tangan sang nenek setelah berdiri di sampingnya. "Perkenalkan sang pewaris AGC, King Alvaro Caesar Aranda."


"Selamat malam semua. Kenali aku dengan prestasi ku bukan nama ku. Selamat menikmati acara." Alvaro memberikan sambutan secara singkat.


"Rupanya pemimpin baru sangatlah irit dengan kata. Selamat bergabung di Ardana Group Company. Tuan muda Al." tutur sang MC dengan tenang.


Alvaro mengangguk dan menggandeng tangan nenek Ara, untuk duduk di kursi yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara acara malam ini. Melihat kedua tamu penting sudah menempati kursi khusus pemilik acara, kini sang MC kembali mendekatkan mikrofon ke mulut. "Mari kita sambut wakil ketua direktur utama, yaitu Queen! Selamat datang Queen."


Alvaro melirik sang nenek dengan tatapan tanya, tapi nenek Ara terlihat tenang dan mengedipkan mata. Bukankah Asfa masih terbaring dan baru saja ditinggal selama dua jam. Lalu, bagaimana sekarang bisa menghadiri konferensi pers? Kenapa tidak istirahat saja?


Mata Alvaro memandang ke arah suara langkah kaki yang terdengar semakin mendekat, seorang wanita dengan balutan gaun panjang dan lengan brukat berwarna emas. Topeng hitam di wajahnya, menutupi seluruh permukaan wajah dan hanya menyisakan sepasang mata yang memiliki retina mata biru. Tapi Alvaro tahu jika itu bukan Asfa, karena Asfa tidak akan bersikap terlalu buru-buru.


Lihatlah di belakang wanita itu, ada Rhey yang siaga dan selalu bergumam sesuatu. Sudah pasti tengah memberikan peringatan agar jalan wanita di depannya tidak oleh. Dengan sigap Rhey mengulurkan tangan, dan wanita bertopeng menerima. Keduanya menaiki tangga bersama-sama, dari sudut pandang Alvaro. Rhey hanya menjaga agar wanita yang mengaku menjadi queen tidak terjatuh.


Rhey menerima mikrofon. "Maaf, kali ini hanya ada sambutan dari King sang direktur utama. Lain waktu, akan menjadi konferensi pers khusus wakil direktur utama. Terimakasih atas pengertiannya."


"Sangat disayangkan. Tapi kami hanya bisa menerima, malam ini menjadi malam istimewa. Mari kita mulai konferensi pers. Silahkan." tukas MC dan berjalan turun dari atas panggung.


Kini Alvaro, nenek Ara, Rhey dan seorang wanita dengan topeng hitam, duduk berjejer dan menghadap ke depan. Dimana para kolega masih sibuk berbisik dan juga menunjukkan wajah tanda tanya. Tentu tidak ada yang menduga, jika di dalam konferensi pers akan memiliki kejutan tambahan.


Kertas undangan dengan satu kartu pengenal, hanya memiliki undangan singkat dan jelas. Dimana di dalam undangan tertulis *Kembalinya sang Pewaris AGC*. Lalu, saat konferensi pers dimulai justru menyambut dua kandidat dengan kursi tahta berdampingan. Nenek Ara menyalakan mikrofon di atas meja. "Baiklah, mulai malam ini dengan resmi saya umumkan. Kepemimpinan Ardana Group Company akan menjadi tanggungjawab King Al bersama Queen. Siapapun yang merasa tidak puas selama masa kepemimpinan saya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan mulai esok, semua keputusan AGC berada di bawah pengawasan dua pimpinan baru. Saya berharap. Para kolega dan dewan direksi bersedia bekerjasama seperti biasanya. Terimakasih dan selamat malam."


"Terimakasih Nyonya Aranda, berkat anda perusahaan AGC masih berjaya. Malam ini, kita semua akan mengenal sosok baru demi kelangsungan perusahaan. Pastinya kita harus saling mendukung, memberikan kepercayaan satu sama lain. Bukankah begitu King Al?" tutur Rhey dengan sopan.


Alvaro hanya mengangguk dan enggan menjawab. Karena saat ini fokusnya pada wanita yang duduk disebelah sang nenek, wanita itu terlihat tenang. Tapi Alvaro melihat tangan wanita itu bergetar dan berusaha menetralkan dengan meremas gaunnya.

__ADS_1


Jika Asfa yang ada diacara ini. Sudah pasti para kolega yang merinding, tapi wanita itu bukan Asfa. Siapa yang berani mengambil posisi adikku? Kapan acara membosankan ini berakhir? ~ batin Alvaro dengan helaan nafas.


Konferensi pers berjalan dengan waktu yang sangat monoton, pertanyaan para kolega sungguh tak semua bisa di dengarkan. Hingga telinga Alvaro harus tahan dengan setiap pertanyaan demi pertanyaan, untungnya Rhey membatasi komunikasi dan mewakili menjawab berbagai pertanyaan yang membosankan. Hingga waktu jamuan makan malam tiba, barulah Alvaro terbebas dari para kolega.


Semua tamu undangan berpindah tempat, menuju ruang makan yang memang menjadi tempat jamuan makan malam. Tapi keluarga Aranda masih duduk di kursi konferensi pers, nenek Ara mematikan mikrofon. Tentu saja, aura Alvaro sudah siap meledak. "Jangan disini! Kita bicarakan di mansion. Rhey atasi acara sampai selesai! Kami akan kembali ke mansion."


"Siap nyonya. Sedikit saran, biasakan dirimu untuk menggunakan heels. Next, aku tidak mau menjadi pengawal." tukas Rhey sebelum berlalu dan ucapan Rhey ditujukan untuk wanita yang menjadi queen malam ini.


Tangan nenek Ara menggandeng wanita bertopeng, senyuman tulus terbit dari bibirnya. "Relax. Ada saatnya semua di mulai dan kita masih nol. Jangan menyerah, karena seorang Queen tahu cara berjuang."


"Ayo kita kembali ke mansion!" tukas Alvaro dengan hati memanas.


Tentu saja hatinya panas, terlebih melihat dan mendengar betapa neneknya mendukung wanita bertopeng itu. Padahal sudah pasti jika wanita itu bukanlah Asfa adiknya. Nenek Ara hanya mengusap dada, kemarahan Alvaro masih sama. Apalagi jika menyangkut sang adik, jelas sekali mata tidak rela terpancar dari mata cucunya itu. "Ayo, kota bungkam bibir sexy cucu sulungku itu."


..._____________________...


Hay readers, othoor sedikit berceloteh ya di bab ini.


Hari ini othoor buat cerpen dengan tema *Respect Penulis*. Dengan cerpen ini Othoor berharap bisa meng up suara hati para penulis.


Jika kalian memiliki sedikit waktu senggang, setidaknya 2 menit. Bolehlah, bantu dukung cerpen othoor yang khusus menyuarakan isi hati para penulis. Karena dukungan kalian, sangat membantu cerpen othoor bisa di baca orang banyak.


Tenang, ini bukan untuk sebuah popularitas. Karena othoor ingin mewakili para penulis lain pure. Sungguh othoor pun merasakan kesedihan yang sama.


Dan ini yang othoor harapkan, kalian mau membaca cerpen di bawah ini 👇


__ADS_1


Terimakasih atas pengertian kalian, salam dari othoor kacang mentah 🙏💕


__ADS_2