My Secret Life

My Secret Life
Bab 32: Cinta seorang ibu


__ADS_3

Sebuah benda pipih yang terlihat menyorot kan sinar nya di dalam kegelapan menandakan ada seseorang yang menghubungi nya, dengan cepat di sambarnya benda pipih itu yang masih terisi baterai hanya sepuluh persen, dibukanya dengan satu geseran jemari nya.


[Temui aku di Club Diamond jika kau ingin balas dendam dengan musuhmu! ]


[Siapa kau? ]


[Partner mu. ]


[Aku tidak percaya! ]


[Datanglah dan buktikan sendiri! ]


Percakapan pesan singkat itu semakin membuat nya gelisah, hampir lupa kapan terakhir kali dirinya melihat dunia luar. Meskipun seluruh kebutuhan nya di cukupi tapi terkurung di tempat terpencil dengan banyak keterbatasan membuat nya frustasi, rasa nya rindu menikmati kehidupan nya seperti itu namun situasi dirinya yang kini menjadi buronan polisi membuat nya pasrah untuk bersembunyi.


Tring.. Tring... (Suara pintu terbuka membuat nya menghempaskan selimutnya dan menyambut kedatangan orang terkasih nya)


"Mom, kau sendiri? " tanya nya dengan mengambil beberapa paper bag yang di bawa wanita yang telah melahirkan nya.


"Sudahlah Nare, papa mu masih sibuk mengurusi urusan perusahaan yang bangkrut. Bersyukur kita masih memiliki simpanan di tempat lain karena itu kehidupan kita masih tetap bisa berjalan, bagaimana luka mu?" jawab wanita paruh baya itu dengan memeriksa tubuh anak nya.


"I am okay mom, don't worry.(Aku baik-baik saja ibu, jangan khawatir.)Bagaimana kabar Aqsa mom? Apa adikku tidak tahu keberadaan ku?" tanya Nare dengan sendu.


"Mom mengirim adikmu ke luar negri, biarkan adikmu melanjutkan pendidikannya tanpa memikul masalah keluarga. Awalnya sulit membujuk papa mu tapi syukurlah mom bisa membuat papa mu menyetujui semua keputusan mom." jawab mom Lia mengusap punggung putra nya yang terlihat bekas cambukan menghitam.

__ADS_1


"Makasih mom sudah mencintai kami sebesar ini, maafkan aku yang mengecewakan keluarga kita." ucap Nare dengan tulus.


"Seorang ibu akan selalu mencintai dan melindungi anaknya, apa kamu siap untuk menyerahkan diri nak?" tanya mom Lia yang mulai melakukan pekerjaan dapur.


"Mom." gumam Nare.


"Ingatlah janji yang kau ucapkan nak, mungkin ini karma karena kita melakukan dosa terhadap gadis polos. Mom ingin suatu hari nanti keluarga kita berkumpul kembali dengan suka cita nak, mom hanya ingin kita sama-sama mendukung dan memperbaiki kehidupan keluarga kita." ucap mom Lia dengan mata berkaca-kaca mengingat keluarga nya menjadi berantakan setelah mengorbankan satu gadis pelayannya tanpa hati.


Terlihat putra nya hanya berjalan kembali ke kamar nya dengan wajah tidak senang, namun sebagai seorang ibu sudah tugasnya untuk mengingatkan dan menasehati anaknya itu. Mungkin beberapa waktu dirinya menyembunyikan putra nya dari para polisi tapi semua itu di lakukan nya hanya untuk membiarkan luka di tubuh putra nya sembuh terlebih dahulu, mungkin jika di penjara putra nya tidak akan mendapatkan pengobatan terbaik, yah begitulah yang ada di fikiran mom Lia.


*Ku harap kalian mengerti perasaan mom, maafkan aku Asfa, aku tidak bermaksud mengorbankan mu tapi senyuman di wajah putri ku adalah kebahagiaan ku. Aku berharap semoga kehidupan mu lebih baik di sana, maafkan kami.* batin mom Lia menitikkan air mata.


Kenangan demi kenangan membuat hati nya teriris dan tersentil, tanpa berfikir panjang keluarga nya mengorbankan gadis malang yang polos. Tidak sekalipun terlintas di dalam fikirannya bagaimana perasaan gadis itu atau bagaimana perasaan keluarga nya jika mengetahui ketidakadilan menimpa putri mereka. Hingga dosa itu terbalaskan dengan rasa yang lebih menyakitkan disaat dengan mata kepala nya sendiri melihat orang tercinta hampir kehilangan nyawa, rasanya seakan dunia tidak berpihak pada keluarga nya.


**Flasback..


Ciiiitt.. Braaak.....


Bayangan yang melintas di depan sebuah mobil berhasil membuat sang pengemudinya menginjak rem dadakan, meskipun mengumpat tapi satu wanita di samping nya terlihat keluar dan mencoba memeriksa apa yang mereka tabrak.


"Aarrhhhh.. Naree, papa cepat keluar! Cepat selamat kan putra ku!" teriak wanita itu dengan bersimpuh menopang sebuah kepala.


"Ma.. " ucap pria yang baru keluar terhenti ketika melihat wajah tak asing bersimbah darah dengan mata terpejam.

__ADS_1


Pacuan jantungnya seakan terhenti dengan apa yang di lihatnya, meskipun setelah berita kejahatan putra nya terungkap dan membuat perusahaan nya collab tapi tidak di pungkiri jika nafas dan darah nya juga mengalir di dalam tubuh putra nya itu. Semua kemarahan dan umpatan kasar yang terpendam kini berubah menjadi rasa khawatir untuk pertama kalinya, bukan hanya itu saja karena darah di tubuh terpejam itu terlihat sangat banyak membuat lututnya gemetaran.


"Papa!" bentak wanita itu untuk menyadarkan suaminya yang shock.


"Ayo kita bawa ke rumah sakit." ucap pria itu dan membopong tubuh putra nya yang memang tidak begitu berat dan kekar.


Mobil itu melaju hingga mendekati sebuah rumah sakit yang cukup terkenal tapi terlihat jelas beberapa anggota polisi seperti melakukan pemeriksaan di waktu yang sama membuat pria yang mengendalikan mobil mengalihkan putaran mobil nya meninggalkan rumah sakit.


"Ada pemeriksaan ma, lebih baik kita bawa Nare ke tempat aman dan sebelum itu kita mampir ke apotek untuk membeli perlengkapan pengobatan." ucap pria itu yang mendapatkan tatapan dari istrinya.


"Baik pa, bawa saja ke villa itu." jawab wanita itu dengan lirih.


Kedua tangannya masih mencoba menyadarkan putra nya yang sungguh kondisinya sangat buruk dan bersimbah darah, membuat perasaan takut kehilangan menyelimuti seluruh nadinya. Perjalan yang panjang dengan satu kali pemberhentian itu membuat pasangan itu melakukan pengobatan di tempat menyeramkan, yah dengan terpaksa mereka berhenti di sebuah pemakaman untuk memberikan pertolongan pertama sebelum terlambat.


Tidak ada perdebatan kecuali sebuah kerja sama untuk menyelamatkan nyawa anak mereka, setelah mendapatkan pertolongan pertama akhirnya perjalanan di lanjutkan dimana tujuan mereka adalah sebuah tempat terpencil dengan sedikit nya tetangga yang hampir setiap bangunan berjarak lima kilometer.


Setelah melakukan pemeriksaan dengan menculik seorang dokter, akhirnya keadaan anak mereka semakin membaik meskipun awalnya hampir saja kehilangan nyawa. Mungkin Tuhan memberikan kesempatan untuk putra nya itu memperbaiki kehidupan nya, sejak saat itulah mom Lia memutuskan untuk merubah jalan kehidupan keluarga nya.


Banyak sekali media, dan berbagai forum yang sengaja di ikuti nya untuk membimbing jalan nya melakukan keputusan nya. Awalnya sulit ketika suaminya tidak sepaham dengan nya namun cinta di hati nya dengan sebuah perumaan membuat suami nya luluh dengan keputusan nya, tapi tantangan terbesar adalah menyerahkan putra nya ke pihak yang berwajib.


Ibu dan anak itu telah membuat kesepakatan agar kehidupan keluarga mereka membaik tapi terlihat wajah putra nya masih belum siap untuk melakukan tanggung jawab nya, terlihat jelas sekali rasa tidak senang di wajah putra nya itu.


.....................

__ADS_1


"Ikut**" tarik dua pria bertato dengan wajah sangat menyeret seorang pria dengan masker dan kacamata hitam di wajahnya.


__ADS_2