
Tanpa di sadari kedua lawan jenis itu ada seseorang yang mendengar semua pembicaraan tanpa terkecuali, tiba-tiba hati nya merasakan sakit melihat pria yang menjadi cinta dalam diam nya justru mencintai gadis lain. Seakan bumi bergetar membuat tubuh nya tak mampu menahan beban berat tubuh nya sendiri hingga tubuh nya jatuh terduduk dengan perasaan berkecamuk, mencoba memukul dada nya yang terasa sesak untuk mengeluarkan rasa yang menyumbat pernafasan nya.
" Ayo aku bantu." ucap seorang gadis dengan tangan terulur dan mensejajarkan tubuh untuk bisa mengangkat tubuh wanita yang lebih besar dari tubuh nya itu.
"Anda?" ucap wanita yang langsung menunduk kan tatapan nya karena seakan di telanjangi oleh gadis yang justru dengan santai nya membantu nya untuk berdiri lagi.
Kedua nya berjalan beriringan, tidak ada seorang pun yang berani menegur meskipun melihat itu. Semua bodyguard yang telah berganti hanya menunduk ketika queen mereka lewat dengan memapah seorang wanita menuju kamar pribadi nya, setelah berdiri di depan pintu kamar kemudian gadis itu menggunakan retina mata nya untuk membuka pintu.
"Queen ini, saya.. " tolak wanita itu yang tidak ingin jauh melangkah.
Yah bukan nya Asfa tak menyadari keberadaan wanita itu yang datang disaat Leo berseru mengungkapkan perasaan di hati pemuda itu, dari cara wanita itu melotot dengan wajah yang langsung memucat sudah dipastikan jika ada sesuatu tapi Asfa memilih menyelesaikan masalah satu persatu. Setelah merasa cukup bicara dari hati ke hati dengan Leo maka kini giliran dirinya ber bicara dengan wanita yang tengah patah hati, bahkan karena masalah kecil yang tidak ada habis nya membuat fikiran Asfa harus terbagi dengan masalah yang lebih serius.
"It's ok. (Tidak apa-apa). " ucap Asfa dengan menganggukkan kepala nya agar wanita itu ikut masuk ke kamar pribadi nya.
Dengan hati-hati Asfa membantu wanita itu untuk duduk di sofa dalam kamar nya dan berjalan ke tempat penyimpanan minuman dingin di dalam kulkas mini yang tersembunyi di dalam sebuah almari sedang, di ambilnya dua kaleng minuman bersoda yang terdingin. Sembari duduk di depan wanita yang masih merasakan kesedihan dengan wajah tertunduk, di letakkan nya satu kaleng minuman bersoda yang sudah di buka oleh nya di atas meja kaca yang menjadi penghalang kedua nya.
"Minumlah." perintah Asfa dengan meneguk minuman milik nya sendiri.
Gluuk.. gluuk.. gluuk..
"Ukhuk.. ukhuk.."
"Tidak ada yang merebut milik mu, santai lah." ucap Asfa menyodorkan lembaran tisu pada wanita di depan nya yang tersedak karena minum nya seperti orang yang baru selesai lari mengelilingi mansion besar saja.
"Thanks." ucap wanita itu dan mengelap bibir basah nya dengan tisu.
"Since when? (Sejak kapan?). " tanya Asfa dengan memainkan kaleng di tangan kiri nya dengan menatap wanita di depan nya.
"Apa maksud anda.. " ucap wanita itu dengan mengangkat wajah nya menatap Asfa balik.
Wajah yang imut dengan kecantikan di atas rata-rata tapi kini mata nya memendam kesedihan, tidak ada minus dalam penampilan wanita di depan Asfa kecuali disaat wanita itu meremehkan orang lain dari penampilan luar nya.
"Cinta di mata tidak bisa di tutupi, apa Duke Varo tahu? " tanya Asfa dengan lebih jelas dengan memotong ucap an wanita itu yang kini langsung memberikan gelengan kepala.
__ADS_1
"And now? (Dan sekarang?). " tanya Asfa dan meletakkan kaleng minuman nya di meja dan menatap wanita di depan nya dengan lembut.
"Aku tidak ada artinya, Leo mencintai anda. Apa yang bisa aku lakukan." jawab wanita itu dan mata nya mulai berkaca-kaca.
"Apa Cinta nya pada ku lebih besar , dari Cinta mu untuk nya?" tanya Asfa dan bangkit dari duduk nya dan memilih duduk di samping wanita yang tengah berusaha menahan air mata nya agar tidak terjun bebas.
"Menangislah, aku ada untuk mu." ucap Asfa yang memeluk wanita itu dengan kasih sayang dan mengusap pundak wanita itu dengan lembut.
Hiks... hiks... hiks...
Suara tangisan itu di biarkan selama mungkin membiarkan semua rasa sakit keluar dan menyisakan kelegaan setelah beban di hati sedikit berkurang, disinilah sisi Asfa yang akan menjadi seperti seorang peri. Kelembutan dan kasih sayang nya ada untuk semua orang meskipun itu orang asing sekalipun, namun jiwa iblis nya akan datang di saat menghadapi musuh dan pengkhianatan.
"Maaf baju anda jadi basah karena aku." ucap wanita itu setelah menangis selama lima belas menit lebih yah untung saja hanya air mata bukan dengan ingus, yah pasti langsung kabur karena malu kalau pake ingus juga kan.
"It's ok. Habis kan minuman mu agar lebih baik, aku ganti pakaian ku dulu." jawab Asfa dengan tersenyum.
Senyuman yang bahkan membuat wanita itu ber semu merah, bagaimana tidak ber semu merah ketika dirinya sadar pernah membuat si pemilik senyuman manis menjadi bahan ejekkan nya bersama sahabat satu team nya. Kini rasa nya seperti menelanjangi dirinya sendiri yang memiliki fikiran sempit tentang Asfa, dalam hati nya membenarkan perasaan Leo yang mencintai Asfa memang lebih pantas untuk mendapatkan pemuda seperti Leo.
"Doll are you still awake? (Boneka kamu masih bangun?). " tanya seseorang yang baru saja masuk namun tak mendapatkan jawaban dari wanita duduk menghadap ke tirai jendela, karena mengira itu adik nya maka dengan erat nya sebuah pelukan di berikan oleh nya hingga suara dari dua orang berbeda membuat nya reflek melepaskan pelukan.
"Ka." satu suara lagi dari Asfa yang baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai nya.
"Doll, Ella." ucap Alvaro yang kini menggaruk kepala nya karena salah memeluk orang meskipun itu sahabat nya sendiri.
"Where's dad? (Dimana ayah?). " tanya Asfa mengalihkan wajah aneh kakak nya.
"My bedrooms, Ella why you in here?(Kamar ku, Ella kenapa kamu di dalam sini?)." tanya balik Alvaro menatap sahabat nya yang langsung menunduk kan kepala.
"Ka, aku ingin coffe. Can(bisa) ?" pinta Asfa dengan isyarat mata nya.
"Okay wait. (Baik tunggu). " jawab Alvaro dan melangkah ke salah satu almari samping penyimpanan kulkas karena kamar itu memiliki kelengkapan tersendiri.
Sedangkan Asfa memberikan isyarat agar Gabriella mengikuti nya dan kedua nya berjalan menuju ke balkon setelah jendela kamar kaca terbuka dan menampilakan balkon yang memiliki pemandangan tersendiri. Asfa mempersilahkan Gabriella untuk duduk di kursi yang memang tersedia di balkon kamar nya, terlihat wanita itu memiliki pertanyaan tapi seperti nya enggan atau tidak berani ber tanya.
__ADS_1
Hingga kedatangan Alvaro dengan tiga cangkir di atas sebuah nampan hitam yang menawarkan harum kopi nan menggoda iman, di letakkan nya satu-satu ke setiap orang yang ternyata hanya tiga saja makhluk nya. Membiarkan nampan hitam itu berada di tengah sebagai pajangan, tidak ada niat untuk ber tanya sebelum melihat adik nya memberikan isyarat pada dirinya.
"What you thinking Ella?(Apa yang kamu fikirkan Ella?)." tanya Asfa dan membiarkan kopi hitam nya terabaikan karena asap yang masih mengepul.
"Dia hanya Cinta ku dalam diam queen, aku sadar selama ini hanya menjadi sahabat tidak lebih untuk nya." jawab Ella dengan menatap langit yang terbuka luas.
"Cinta tanpa perjuangan juga tidak berarti, apa kamu menyerah sebelum berjuang?" tanya Asfa dan mengamati perubahan wajah Ella yang murung dan terkesan lebih terjatuh karena patah hati.
"Aku menyerah." jawab Ella dengan memejamkan mata nya yang langsung di sambut aliran bening dari sudut mata nya.
"Stop it! (Hentikan!). " ucap Alvaro dengan menghapus air mata yang jatuh di wajah Ella.
"Aal, aku.. " ucap Ella yang tidak sanggup menjelaskan apapun, mungkin saja sabahat sekaligus pemimpin nya itu akan kecewa jika mengetahui perasaan nya pada Leo selama ini.
"Her fall in love with Leo but in Silence. (Dia jatuh Cinta dengan Leo tapi dalam diam.). " ucap Asfa dengan menyeruput kopi nya yang sudah tidak panas lagi.
Dengan cemas Ella menunggu reaksi Alvaro akan pernyataan dari queen tentang isi hati nya, tangan yang semula tenang menjadi bergetar seakan ujian berat akan di jalani nya namun keheningan membuat wajah Ella semakin menunduk dengan lelehan air mata dalam diam.
Greeeb...
...~~...
.
. *Hay reader's.. 😊
. Othoor cuma mau kasih tahu kalau othoor mulai revisi bab dari awal biar lebih baik penulisan nya dan sekalian memberikan terjemahan bahasa asing yang ada di ke banyak an episode sejak* ****Queen Asfa Luxifer**** ****kembali.. 😁****
.
.
. Stay support, like, comment n enjoy Reading reader's 😘
__ADS_1
.revisi bab 1~12 finish.