My Secret Life

My Secret Life
Bab 35: Virus aroma coklat


__ADS_3

"Nak kau dimana? Cepatlah datang! " ucap seseorang dari dalam benda pipih yang menempel di telinganya.


Tangan yang memegang benda pipih itu hanya memencet tombol merah untuk mengakhiri panggilan yang sedang berlangsung dan mendial sebuah nomer yang tertulis Duke Justin. Satu dial tertekan tanpa menunggu dering lama panggilan itu tersambung dan terdengar suara pria dari seberang seperti terburu-buru.


"Tinggalkan semua pekerjaan mu dan datanglah ke rumah sakit utama sekarang juga." perintah nya dengan suara berat.


Tanpa menunggu jawaban dari seberang sekali lagi tombol merah di tekan, dipandang nya lagi wajah putri nya yang masih terlelap karena pengaruh obat delimaa. Cantik karena memiliki perpaduan dirinya dan istrinya dengan kulit putih mulus bulu mata lentik bibir mungil semerah cerry dan hidung mancung, ketika mata nya terbuka memperlihatkan iris mata biru laut yang menenangkan siapapun.


"Maafkan papa yang masih membebanimu dengan semua tanggung jawab di pundakmu nak, tapi semua ini adalah milikmu dan hanya kamu yang berhak menjadi penerus kerajaan bisnis kita. Semoga pasangan mu mengerti akan dunia mu yang berbeda, apapun yang terjadi papa akan selalu di sisimu." gumam tuan besar.


Terlihat sorot cahaya menerobos tanpa permisi melewati celah tirai jendela, kelopak mata dengan bulu mata lentik itu terbangun. Ada sesuatu yang terasa berat di pinggangnya, tangan kekar dengan garis keriput yang bisa di rasakan, sebuah jam tangan yang bisa dikenali nya meski pandangan nya masih menyesuaikan.


Cup... (satu ciuman di kening mendarat penuh kasih sayang)


Merasakan ada yang menyentuh kening nya satu pasang mata lain kini membuka kelopak mata nya, terlihat gadis mungil dengan binar laut tersenyum manis memberkati dunia nya dengan segala reruntuhan kebahagiaan. Di elus nya kepala yang masih menatapnya dengan penuh kasih, terlihat jelas mata itu mengingatkan nya kejadian beberapa tahun lalu dimana dirinya hampir kehilangan mutiara hidupnya.


"Morning dad, want breakfast together?(Pagi ayah, ingin sarapan pagi bersama?)." tanya putri nya dengan lembut.


"Sure, mandilah dan turun ke bawah nak. Hari ini papa yang akan memasak special, bagaimana?" jawab tuan besar dengan semangat.


"Wow special day(Wow hari spesial), cepatlah pa." ucap putri nya dengan segera meloncat dari tempat tidurnya keluar dari kamar bukan masuk ke kamar mandi.


Melihat putri nya dengan tingkah anak-anak membuat hati nya berbunga, moment seperti ini sangatlah langka maka tidak pernah sedetik pun di sia-siakan olehnya. Mengikuti langkah kecil putri nya terlihat tengah duduk di depan pantri dengan semangat, dirinya dengan senang hati memulai hari nya memanjakan kupu-kupu istana nya, bahkan para bodyguard dan pelayan yang terlihat ada di sekitar ikut tersenyum melihat keharmonisan anak dan ayah itu.

__ADS_1


"Mau request sesuatu sayang? " tanya tuan besar sebelum memilih menu sarapan.


"Ah ya, bagaimana dengan omelette special dan salad buah special? Pasti sangat yummy pa." jawab putri nya dengan mata berbinar.


"Baiklah tuan putri, pesanan anda akan segera tersaji. Mohon kesabaran nya." ucap tuan besar membungkuk bagaikan koki di sebuah restoran atau hotel.


"Of course My King.(Tentu raja ku.)" jawab putri nya tersenyum dengan memangku dagu nya dengan satu tangan.


Kebersamaan itu terlihat sudah lama tak tersaji bagaikan musim kemarau panjang, hingga hujan menyirami seluruh alam memberikan kehidupan baru. Dari semua pasang mata, ada satu pasang mata yang menatap itu tidak berkedip, lagi dan lagi pertanyaan berseliweran tanpa permisi. Sedangkan bodyguard dan pelayan lain yang melihat seakan terhipnotis ikut bahagia, dengan rasa penasaran pria berkacamata menghampiri seorang pelayan wanita yang berdiri tidak jauh darinya.


"Kenapa semua orang seperti mendapatkan lotre? Apakah yang sebenarnya terjadi?" tanya pria berkacamata itu setelah menepuk bahu pelayan wanita yang ada di samping nya.


Tanpa menjawab, pelayan wanita itu justru menyeret tangan pria berkacamata ke ruangan lain dimana tidak ada yang berada di sekeliling mereka. Rasanya ingin protes namun mata bak rubah itu mampu menerkam bibirnya tanpa sepatah kata pun, hingga tangannya menyentak tangan pria berkacamata dengan sekuat tenaga, terlihat pria berkacamata itu hampir saja jatuh ke kolam renang jika tidak bisa menjaga keseimbangan.


"Jika kau masih ingin hidup! Jagalah lidahmu dan mata mu, dinding ini pun punya telinga! Dan jangan seenaknya lidahmu berselancar tanpa rem, apa kau ini bodoh hingga tidak tahu siapa pemilik mansion yang menampung mu?! Jika bukan karena tuan Justin yang memperingatkan kami untuk tidak melukai mu maka sudah pasti otak mu itu keluar sejak pertama kali lidahmu berselancar seenaknya." ucap pelayan wanita itu dengan menunjukkan jari nya ke pria berkacamata di depannya.


Ada terompet berbunyi yang menghampiri telinga pria berkacamata itu, suara wanita di depannya bukan seperti hinaan tapi justru seperti sebuah nyanyian. Terlihat bibir merekah tanpa polesan itu komat kamit dengan mata yang seakan menari seirama, semua pertanyaan di otak nya kini lumer meninggalkan perasaan cenat cenut dengan tatapan mendamba pada wanita di depannya.


Cup...


Plak...


Satu ciuman mendarat mulus di pipi kuning langsat itu, kemarahan yang memuncak terlihat jelas dengan warna merah di pipi wanita itu. Satu tamparan keras menjadi ganti nya mendarat di pipi pria berkacamata, rasanya sungguh menyebalkan dengan tingkah kurang ajar pria itu.

__ADS_1


"Apa kau gila hah! Akan ku balas perbuatan mu ini." seru wanita itu dan pergi meninggalkan pria berkacamata yang baru saja mencuri ciuam@n di pipinya.


"Astaga kenapa jantungku cenat cenut, apa wanita itu bermain pelet? Hehehe dasar konyol kau Leo, aish aku lupa dengan pertanyaan ku yang menghilang entah kemana." gerutu Leo yang memukul keningnya sendiri.


Sedangkan di pantri masih menjadi tempat terindah untuk semua penghuni mansion, lihatlah keakraban dengan penuh cinta yang tersaji menyambut pagi. Seorang ayah yang dengan cekatan membuat sarapan special untuk putri tercinta nya, dan terlihat putri nya sudah menyiapkan minuman favorit ayahnya setelah melihat masakan ayahnya hampir selesai. Sarapan dengan canda dan tawa menghampiri kedua nya yang menyebar ke seluruh mansion dengan aroma semanis coklat, seakan tidak terganggu dengan pandangan banyak orang, ayah dan anak itu sangat menikmati moment kebersamaan.


Tak... Tak... Tak...


Suara langkah kaki terdengar dari arah ruang tamu hingga batas tembok berakhir terlihat seorang pria yang menenteng beberapa berkas di satu tangannya, langkah nya terhenti dan berbalik ke ruang tamu ketika melihat isyarat tangan tuan besarnya.


"Apa papa akan tinggal disini? " tanya Asfa dengan sumigrah.


"Ya, bolehkan papa tinggal di mansion mu nak?" tanya balik tuan besar setelah mengelap bibir nya dengan sapu tangan di meja makan.


"Ini mansion kita pa, papa tidak perlu izin untuk tinggal disini. Aku bahagia papa selalu bersama ku." jawab Asfa menggenggam tangan tuan besar.


"Istirahat lah, papa tahu keadaanmu tidak baik. Jangan lakukan apapun sebelum Dia datang." perintah tuan besar yang membuat Asfa memandang papa nya serius dengan wajah dinginnya.


"Papa! " ucap Asfa untuk mendengarkan penjelasan papanya.


"Papa tidak bisa melihat mu terpuruk nak, Dia harus datang. Papa tidak peduli jika tempatnya di lubang semut sekalipun, Dia harus menjaga mu lagi." jelas tuan besar yang sudah pasti adalah keputusan final dan mutlak.


"Baiklah pa, tenangkan diri papa. Apapun keputusan papa, akan aku turuti." jawab Asfa setelah melihat rasa sakit dan takut di mata pria yang telah memberikan nya cinta melebihi orang tua lainnya.

__ADS_1


Setelah percakapan singkat itu terlihat papanya menuju ruang kerja nya di ikuti seseorang yang bagi nya tak asing tapi dirinya masih enggan untuk menyapa dan memilih untuk kembali ke kamar. Dengan perasaan yang berkecamuk di rebahkan nya tubuhnya yang masih tak tersiram air sejak kemarin, kenangan perjuangan hidupnya kini terlintas.


Perjuangan hidupnya yang di pertaruhkan oleh tiga nyawa sekaligus membuat hati nya lemah, tidak mungkin dirinya membantah orang yang mengembalikan kehidupan nya menjadi seperti sedia kala.


__ADS_2