My Secret Life

My Secret Life
Bab 60: Skakmat


__ADS_3

Dengan santai tapi wajah tegang akhirnya koper itu terbuka dan hanya berisi sebuah map, map hitam yang terlihat seperti sebuah proposal. Pastinya tuan Andara Mateo sudah travelling jika perusahaan RA company akan tunduk dengan kekuasaan nya tapi wajah nya berubah mengeras setelah map itu terbuka dan isinya kini terlihat.


Diego masih santai menikmati pemandangan tikus kecepit di depannya, sangat lucu dan perutnya sakit karena menahan tawa. Dengan sekuat tenaga di tahannya agar tawa itu tidak keluar dan membuat nya seperti orang gila di dalam pesta yang memang mewah, dan lihatlah kemarahan tikus itu yang seperti siap mengigit dirinya.


"Seorang pembisnis sejati harus tahu kelemahan dan kelebihan pembisnis ulung lainnya, dan itu hadiah dari pemimpin kami. Thanks for wine." ucap Diego dan meninggalkan kursi beserta pesta nya dengan gaya cool nya.


Meninggalkan tuan Andara Mateo yang mengepalkan tangan dengan urat yang terlihat hampir putus, bahkan wanita di belakang nya bisa merasakan hawa panas dari bossnya.


"Tuan.. " panggil wanita sexy itu.


"Biarkan aku sendiri." ucap tuan Andara Mateo membawa koper dan meninggalkan pesta.


Sedangkan di dalam mobil Diego tergelak kencang sampai membuat sopir nya merasakan bulu kuduk merinding, tawa itu tetap kencang meskipun suara dering ponsel mulai terdengar.


"Tuan, ponsel anda berdering." ucap sopir dengan waspada.


"Hahaha ok. Ayo jalan." jawab Diego dan menggeser icon hijau di layar benda pipihnya.


"Good job, bersiaplah rencana b. Sampai bertemu tiga puluh menit di tempat selanjutnya." ucap dari seberang.


"Cepatlah, aku ingin kembali bertapa." jawab Diego dan membiarkan panggilan di tutup sepihak.

__ADS_1


"Kalian dimana? " tanya Diego yang sudah melakukan panggilan lain.


"Tempat sasaran boss. Apa ada yang harus kami kerjakan?" tanya anak buahnya.


"Bersiaplah, pastikan semua sudah beres." perintah Diego dan menutup panggilan.


Kini tangan Diego mengambil sebuah paper bag yang sudah ada di bagian belakang kursi tempat nya duduk, sebuah pakaian yang lebih nyaman dan bisa bergerak bebas di bandingkan kemeja dan jas yang dikenakannya. Tanpa peduli pada sopir di depan, di lepaskan semua pakaian yang membuat nya seperti badut dan berganti dengan kaos tipis namun bermerk dan celana tentara yang memiliki banyak saku.


Dibuka nya satu jok kursi di samping nya, terlihat beberapa senjata api dan beberapa bom rakitan nya sudah tersedia dan menunggu untuk di manja. Memilih sembari memasukkan ke bagian-bagian yang sudah tentu, kini setengah dari isi jok kursi itu sudah berpindah ke tempat semestinya.


Mobil melaju dengan kecepatan standar untuk memastikan waktu seperti yang sudah di tentukan sedangkan di dalam hotel berbintang terlihat tuan Andara Mateo tengah menjambak rambut nya memandangi bukti kejahatan dan bisnis ilegalnya. Yah koper dengan satu map itu hanya berisi bukti dari sepak terjang nya di dunia bisnis yang membesarkan nama dan kekuasaannya.


Di dalam kemelut itu dirinya mencoba mengingat seperti apa sosok pemimpin RA company yang pernah di lihatlah sepintas meskipun itu sudah lama, tapi kini menjadi sebuah kesalahan terbesar nya , karena dirinya juga mengirimkan undangan yang bersifat ancaman. Undangan dengan paper bag mini warna biru yang dirinya kirim pada seluruh perusahaan besar dan kecil, dimana dirinya akan memastikan kehancuran perusahaan yang tidak menghargai undangan terbuka nya.


Triiing...


"Cepat ke markas!" perintah tuan Andara Mateo dengan wajah serius.


Di atas sana di balik sebuah jendela terlihat satu sosok bertopeng hanya memandang penuh kebencian mobil yang kini meninggalkan hotel berbintang tempat rapat akbar yang justru menjadi pesta tanpa tuan rumah, jika bukan demi keselamatan keluarga nya mungkin dirinya akan senang berhadapan langsung dengan musuh nya itu. Tapi kedatangannya ke negara ini pun tanpa di ketahui putri nya, karena sebelum undangan itu di buka oleh putri nya justru putra nya yang membuka terlebih dahulu.


Setelah kesepakatan terjadi akhirnya kedua pria keluarga Luxifer berbagi tugas demi melindungi wanita terpenting dalam hidup keduanya, lagi pula jika putra nya yang menghadapi pria licik dan serakah seperti Andara Mateo sudah pasti hanya akan terbawa emosi bukan nya berfikir dengan cerdas. Bagaimana pun Andara Mateo adalah ayah kandung putra nya Alvaro, dan kebencian putra nya itu sangat jelas tercetak di dalam mata tajam nya.

__ADS_1


"Skakmat." ucap Luxifer meninggalkan jendela dan memberikan pesan pada dewan direksi agar mereka kembali ke rumah masing-masing dengan penerbangan pertama yang sudah di jadwalkan.


Sedangkan mobil tuan Andara Mateo terlihat melaju dengan kencang hingga dalam waktu dua puluh menit pria itu bisa melihat bangunan tinggi yang ada di depan sana, tinggal dua ratus meter lagi dirinya akan sampai ke markas. Tapi mobil mengalami guncangan dengan suara yang membuat mata nya hampir keluar dan pemandangan dari tempat nya terlihat sangat jelas.


Duuaaar... duuuuaar.. duuuuaar..


Tiga ledakan yang cukup memekakkan itu membuat cahaya dengan warna jingga mulai melalap bangunan disertai reruntuhan bangunan dan debu yang beterbangan, mobil terpaksa berhenti meskipun guncangan berakhir. Dengan langkah gemetar tuan Andara Mateo membuka pintu mengamati keruntuhan markas tempat nya mengumpulkan pundi-pundi kekayaan, ternyata pesan itu bukanlah pesan biasa dan siapapun pengirim nya memang berharap dirinya datang untuk menyaksikan kehancuran kebanggaan nya dengan mata kepalanya sendiri.


Triiing...


Satu pesan lagi terdengar dan dengan cepat tuan Andara Mateo membuka ponselnya, foto yang lebih dekat dari kehancuran dan satu kata yang tertera membuat seluruh darahnya mendidih.


Pesan itu hanyalah berisi sebuah foto gedung dengan lima lantai runtuh dan dimakan oleh api yang berkobar, dan sebuah tulisan "**Skakmat".


Braak**


"Bajing@n! Akan ku cari meskipun kalian bersembunyi di lubang semut. Itu janji seorang Andara Mateo! " teriak tuan Andara Mateo membanting ponselnya.


Berbeda dengan wajah frustasi tuan Andara Mateo, kini rombongan pembuat onar telah melajukan kendaraan mereka untuk kembali ke villa dengan hati puas dan bahagia. Yah mereka baru saja meledakkan bangunan bisnis ilegal, tapi tenang karena para sandera sudah di amankan dan di bawa ke tempat yang aman dan meninggalkan para penjahat nya saja yang tentunya sudah dalam keadaan tak berdaya.


Meninggalkan hasil dari senjata makan tuan, di dalam mansion queen tengah terjadi perdebatan di antara team yang katanya selalu kompak dan perdebatan itu mengusik ketenangan tuan rumah. Hingga membuat gadis itu harus turun tangan sendiri karena pawang dari team itu tengah keluar melakukan urusan lain, suara tegas dengan dingin kini menggema di ruangan yang terbilang cukup luas meskipun itu bukan ruang tamu.

__ADS_1


"Hentikan!" seru Asfa dan membuat semua orang menatapnya.


__ADS_2