My Secret Life

My Secret Life
Bab 210: Selidiki Semuanya!


__ADS_3

"Shut up!" Seru Abhi menatap tajam wanita di depannya.


"Bhi! Kamu membentak ku? Aku hamil anakmu, dan ini perlakuanmu. Emmppt."


Abhi membekap bibir wanita itu tanpa aba-aba.


"Sekali lagi kamu menghina Asfa. Akan ku pastikan hidupmu masuk ke dalam neraka." ancam Abhi dengan tatapan serius.


Gleek!


"Tidak seharusnya, kamu memperlakukan calon ibu dari anakmu seperti itu. Jangan bertindak gegabah! Sekali kehilangan, belum pasti akan kembali."


Peringatan itu, membuat Abhi mengalihkan perhatiannya, dan mata biru milik Asfa menyambut dirinya. Wajah dingin tanpa senyuman berdiri di sisi kanan dengan jarak empat meter. Abhi menarik tangannya dari bibir Kanza.


"Siapa kamu? Pergilah!" tukas Abhi memutuskan kontak mata keduanya.


Asfa terkekeh mendengar ucapan Abhi yang dingin, tapi terdengar seperti tengah merajuk. Sedangkan Kanza menghentakkan kakinya karena diabaikan sang pujaan hati.


"Hidupmu adalah tanggung jawabmu. Aku tidak peduli, mau kamu kasar atau bersikap lembut. Sayangnya, dia tengah mengandung anakmu. Sudah seharusnya, kamu memberikan yang terbaik untuk....,"


Abhi mengangkat tangan kanan, dan menghentikan Asfa melanjutkan menasehati dirinya.

__ADS_1


Tiiin!


Tiiin!


Tiiin!


Suara klakson mengalihkan semua orang. Dimana jendela mobil yang terbuka setengah menampilkan pria tampan yang duduk di kursi kemudi. Tangannya melambai ke arah Asfa, membuat wanita itu menganggukkan kepalanya.


"Jika memang keraguan menyusup ke dalam hatimu. Maka selidiki semuanya! Jangan sampai penyesalan menghancurkan hidupmu lagi." Asfa berjalan menuruni trotoar dan menghampiri mobil dimana Vas sudah membukakan pintu untuknya.


Ucapan Asfa membungkam Abhi, tapi tidak dengan Kanza yang cemas. Jelas sekali itu menjadi alarm keras agar dirinya lebih waspada.


Semoga saja Abhi tidak menganggap perkataan wanita murahan itu serius. Aku harus lakukan sesuatu, tapi apa?~batin Kanza seraya menggigit kukunya.


"Bhi, iniii anakmu!" bentak Kanza spontan.


Abhi mengamati bagaimana sikap Kanza, tapi hanya ada ketegangan di wajah wanita itu. "Baiklah, Aku percaya ini anakku."


"Sungguh, Bhi?" tanya Kanza dengan binar mata kebahagiaan.


Abhi mengangguk, membuat Kanza langsung menghamburkan diri memeluk pria pujaan hatinya. Sedangkan Abhi mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Hatiku tidak bisa menerima kenyataan akan bayi di dalam rahimmu. Akan ku selidiki siapa ayah calon anakmu, Kanza. ~batin Abhi seraya melepaskan pelukan.


"Ayo, aku antar kamu pulang ke apartemen." ajak Abhi dan berjalan di depan.


Kanza bersorak ria di dalam hatinya dengan senyuman puas, dan mengikuti langkah Abhi. Sedangkan Vans melirik ke arah perinya yang memejamkan mata dengan senyuman tipis.


"Queen?!" panggil Vans, membuat Asfa membuka mata kanannya sejenak, lalu menutupnya kembali.


"Sikap macam apa ini, periku? Senyuman mu itu menyeramkan, lebih baik hilangkan saja!" tukas Vans kembali fokus menyetir.


"Apa hukuman bagi seorang pengkhianat?" tanya Asfa.


Ciiit!


Vans menggerem mobil begitu saja. Kemudian, memalingkan posisi tubuhnya menghadap ke Asfa. "WHAT'S?!"


Asfa membuka mata. Tatapan matanya terarah keluar mobil, dimana hanya ada aspal dengan garis putih. Vans mengulurkan tangan kanannya, lalu mengusap pipi Asfa.


"Apa alasan kegelisahan mu adalah berita itu?" tanya Vans.


"Kakak benar, Aku memikirkan hal itu. Ntah kenapa wanita itu seperti serigala berbulu domba. Apakah hanya perasaan ku?" jelas Asfa dengan jujur.

__ADS_1


Vans terkekeh mendengar pernyataan perinya yang terkesan meragukan kemampuannya sendiri. Kekehan itu disambut lirikan tajam, membuat pria itu membungkam bibirnya sendiri. "Kita pulang ke Villa, pasti Rose sudah menunggu. Soal wanita aneh itu, aku sendiri yang akan menyelidikinya. Agree?"


"Agree." jawab Asfa.


__ADS_2