
Heli masih menyala dengan baling-baling berputar, pintu terbuka dan sepatu mengkilap keluar dari dalam heli. Tubuh yang tegap terbalut pakaian formal kemeja hitam dengan jas biru navi, dasi putih melekat di leher dan kacamata hitam, penampilannya seperti seorang CEO.
"Selamat datang, selamat bekerja."
"Kenapa tiba-tiba aku kembali? Apa kamu tahu alasannya?" Abhi berjalan memasuki gedung perusahaan ABF Company, beriringan dengan langkah kaki asisten nya.
"Menurut breaking news, Queen mengembalikan tanggung jawab perusahaan pada pemiliknya lagi dan beliau fokus pada pekerjaan emergency. Bukankah ini seperti harapan anda? Kembali bekerja." jawab Leo.
Abhi hanya mendengarkan dan membiarkan banyak pasang mata menatap ke arahnya. Tatapan para karyawan seperti rasa syukur, apa ada sesuatu yang tidak dirinya tahu? Jelas sekali para karyawan terlihat lebih rapi dan juga disiplin. Leo yang mengerti dengan banyaknya perubahan di perusahaan hanya bisa mengisyaratkan tangan, agar Abhi masuk ke dalam lift khusus.
Tiing….. (Pintu lift tertutup)
"Peraturan perusahaan sudah diubah sembilan puluh persen oleh Queen. Kini semua yang bekerja di perusahaan hanyalah para karyawan yang kompeten dan never give up. Seperti gaji mereka yang wow, maka pekerjaan mereka juga sebanding. Program perancangan pemasaran terbaru juga berjalan lancar. Jadi sekarang tugas bos hanyalah memastikan kenaikan data tidak merosot." jelas Leo tanpa basa-basi.
Abhi masih diam dan mendengarkan. Leo selesai dengan penjelasan singkatnya sebelum memberikan laporan lebih jauh. "Jadi bagaimana dengan hubungan bos dan Queen?"
"Entahlah. Apa yang kamu tahu, mungkin lebih banyak dari yang ku tahu. Bukankah aku suami yang tidak berguna." jawab Abhi dengan memasukkan kedua tangan di saku celananya.
Leo melirik ke arah Abhi, bukankah sebuah keajaiban ketika orang mengalami kecelakaan tragis berakhir buta dan lumpuh. Kini bisa melihat dan berdiri dengan kedua kakinya sendiri. "Bos, siapapun istri anda sungguh aku bersyukur, kenapa? Karena saat anda jatuh di keadaan terburuk sekalipun, Queen masih melakukan tanggung jawabnya. Mencoba menyembuhkan anda dan juga mengambil alih perusahaan agar tidak jatuh ke tangan yang salah."
"Sungguh, anda beruntung. Gadis yang kita anggap pelayan ternyata mampu mengubah sistem perusahaan dalam sekali gerakan dan menyembuhkan suaminya dengan setiap usaha yang mungkin, aku sendiri tidak sanggup mengatasinya." ucap Leo lagi.
Tiiing…
__ADS_1
Keduanya berjalan menuju ruangan CEO, untuk kedua kalinya Abhi memasuki ruangan tempatnya mengais rezeki dan kini ruangan sudah berubah lagi. Hanya ada satu kursi dan itu kursinya. Leo bergegas mengambil beberapa file di lemari kaca dan meletakkan di atas meja, Abhi mengamati setiap detail ruangannya. "Kemana meja dan kursi satunya lagi?"
"Oh itu. Queen sudah angkat tangan dengan perusahaan ABF Company. Jadi perusahaan anda yang handle, tanpa campur tangannya. Lagipula, Queen hanya membereskan pertemuan dengan delegasi asing dan menyingkirkan beberapa kecoa perusahaan. Semua laporan ada disini, silahkan pelajari bos." jelas Leo dengan santai.
Helaan nafas terdengar, membuat Leo menuangkan air putih ke dalam gelas. Langkah kaki Leo menghampiri Abhi. "Minumlah. Setelah ini masa depan perusahaan ada di pundak anda. Saya permisi, beberapa karyawan harus diberikan pelajaran."
"Pergilah. Aku akan hubungi jika ada yang penting." tukas Abhi menerima gelas air putih.
Kepergian Leo, membuat Abhi berjalan mendekati kursi tempatnya bekerja. Dulu ruangan mewah dengan desain elegan selalu menjadi pelariannya, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia dan kini fase itu akan dimulai lagi. "Ayo bekerja, setidaknya ini bisa mengurangi rasa rindumu."
Tumpukan beberapa file tersedia diatas meja kaca, dengan serius dan tenang, Abhi memulai pemeriksaan laporan. Laporan file berawal dari hari setelah dirinya mengalami kecelakaan, Leo mengambil alih semua tanggung jawab perusahaan. Kedatangan para delegasi asing yang tiba-tiba dan kemunculan Asfa sebagai wakilnya. Pemecatan beberapa karyawan yang korup dan peraturan sistem baru di perusahaan, semua yang terjadi tercantum tanpa ada yang disembunyikan. Selama satu jam Abhi berkutat dengan file-file.
Rasanya seperti mimpi, sistem perusahaan dan keamanan terjamin dan lebih ketat. Bahkan terkesan seperti melebihi penjagaan seorang menteri dan itu dilakukan oleh istrinya. Seorang Asfa, yang dikenal sebagai pelayan keluarga Narendra. Bukan hanya itu saja, laporan tentang kasus bisnis ilegal tuan muda A Narendra juga terlampir. Terlebih masalah para tamu delegasi asing yang menjadi kerjasama dobel, dimana RA Company ikut terlibat.
Jemarinya sibuk berselancar dan mencari semua sumber tentang keluarga Phoenix, setiap laman yang dibuka seakan memberikan jawaban tanpa arti. "Kenapa seperti ini? Dimana aku harus mencari jawabannya?"
Getaran terasa dari saku jasnya. Dengan fokus ke laptop, Abhi merogoh saku dan mengambil ponselnya. Nama yang tertera di layar ponsel, membuat Abhi menggeser icon hijau dan menerima panggilan. "Pagi bunda. Bagaimana kabar bunda?"
[Bunda baik nak. Kapan kamu pulang?]
"Abhi baru mulai bekerja bunda, bagaimana jika Abhi pulang saat makan malam?" ucap Abhi.
[Baiklah, cepatlah pulang dan bawa Asfa juga.]
__ADS_1
Mendengar nama istrinya, seketika membuat Abhi menghela nafas. "Nanti Abhi hubungi bunda kembali. Abhi ada rapat. Jaga diri bunda."
Panggilan diakhiri, wajah Abhi terlihat lelah dan pasrah. Ingin rasanya berteriak tapi percuma, sekeras apapun teriakannya. Jawaban dari setiap pertanyaan di dalam kepalanya, tidak akan ada yang menjawab. Hanya pejaman mata dengan tangan menyilang, menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.
Tok!
Tok!
Tok!
"Permisi, boleh saya masuk?" tanya seseorang dari balik pintu.
Abhi menekan satu tombol dan pintu terbuka otomatis. Seseorang masuk dengan tumpukan kertas hingga menutupi setengah wajahnya. Berjalan dengan perlahan, suara sepatu heels terdengar jelas memasuki gendang telinga Abhi. Mata Abhi terbuka dan menatap seorang wanita dengan wajah tertutup setengah, akan tetapi mata itu seakan mengingatkan dirinya akan seseorang di masa lalu. "Siapa kamu?"
"Dia pengganti Tuan Luis pengacara perusahaan ABF Company. Namanya Kanza Hermawan. Karena hari ini telat, aku memberikan hukuman dengan berkas-berkas terbengkalai." Leo masuk tanpa permisi dan sudah berdiri di belakang Kanza.
Nama yang sama dan mata yang sama, tetapi itu tidak mungkin. Setahu dirinya, Kanza sahabatnya ada di negara lain dan bekerja di salah satu perusahaan yang menjadi tamu delegasi asing perusahaannya.
Sudahlah tidak mungkin, lebih baik aku fokus kembali ke pekerjaan ku.~batin Abhi.
Merasa tidak mendapatkan respon dari Abhi, tumpukan kertas di banting ke atas meja dengan penuh kekuatan.
Braaak.....
__ADS_1