
"Ka! Biarkan aku tidur." Ucap Asfa memalingkan wajahnya ke arah jendela.
Helaan nafas sang kakak terdengar jelas, membuatnya merasa bersalah. Selama ini semua keputusan tidak pernah dibantah, atau dipertanyakan, tapi setiap kali dalam situasi mendesak. Justru kakaknya harus mengalah.
Maafkan, adikmu ini Ka. Aku hanya ingin melepaskan semua masa lalu tanpa membuat luka yang baru. Aku tahu, kakak tidak tahan dengan keberadaan Abhi. Suatu saat nanti kakak akan paham dengan semua keputusanku.~batin Asfa menahan duka hatinya.
Perjalanan menjadi keheningan ditemani rintik hujan deras yang membuat suasana semakin dingin. Bahkan AC mobil yang menyala hanya volume terkecil. Tetap saja tak mengubah apapun. Selama tiga puluh menit, mobil mulai memasuki kawasan rumah sakit utama. Pintu gerbang yang menjulang tinggi terbuka begitu saja.
Ciiiit!
"My doll, wake up!" Varo mengusap kepala adiknya setelah melepaskan sabuk pengaman.
Asfa benar-benar terlelap, membuat sang kakak berinisial keluar dari mobil terlebih dahulu. Barulah membuka pintu sebelah, dan menggendong adiknya keluar dari mobil. Sebelum menutup pintu, tatapan mata teralihkan ke kursi belakang dimana Abhi berada.
Mau ku apakan pria itu? Ku siksa? Gak mungkin, yang ada justru Asfa marah besar. ~batin Varo yang langsung memilih meninggalkan mobil tanpa membangunkan Abhi.
Langkah kaki Tuan Muda membuat beberapa penjaga keamanan membungkukkan setengah badan. Tidak ada tangan terangkat sebagai hormat, tapi sikap tegas semua penjaga tak bisa diabaikan. Begitu langkah kaki mencapai tangga menuju pintu utama rumah sakit. Pria itu berhenti di depan dua penjaga pintu.
"Bangunkan pria di mobil ku! Suruh dia istirahat di kamar belakang, dan pastikan kalian tutup mulut." ucap Varo.
__ADS_1
"Baik, Tuan Muda. Silahkan masuk!" balas kedua penjaga pintu serempak, lalu membukakan pintu membiarkan Varo masuk bersama Queen mereka yang terlelap di dalam gendongan sang kakak.
Pintu kembali tertutup. Barulah salah satu penjaga melakukan perintah tuan mudanya setelah saling memberikan kode mata. Sementara ditempat lain, kerjapan mata perlahan membuat secercah sinar matahari menyusup menyilaukan matanya. Kondisi tubuh yang melemah tanpa ikatan tali. Tetap saja tidak mampu melarikan diri.
"Aiir....,"
"Aiiir....,"
"Aiiir....,"
Suara lirih hampir mirip teriakan semut di dinding. Tentu saja tidak ada yang mendengar, sekuat apapun jika suara saja sekecil itu. Siapa yang menyadari dirinya sadar dan membutuhkan seteguk air? Ruangan bahkan kedap suara, kecuali si pengawas mengaktifkan mode on dari ruang operator. Barulah suara sekecil semut bisa terdengar.
"Sedikit lagi, aku harus bisa....,"
Ceklek!
"Tuan, Anda sudah kembali?" tanya seorang pria yang baru saja mengalihkan perhatian dari tumpukan file di atas meja.
"Hatiku mengatakan, aku harus tetap disini. Kenapa bekerja disini? Pergilah ke kantor!" Jawab Tuan Luxifer sekaligus memberikan perintah.
__ADS_1
Justin tersenyum tipis, "Aku masih menjaga tawanan. Tenang saja, dua jam cukup untuk menyelesaikan pekerjaan ku."
"Ok, lanjutkan pekerjaanmu dan aku akan mengawasi tawanan." Tuan Luxifer memilih berjalan menghampiri kursi dimana tergeletak di depan sebuah laptop di atas meja.
Jarak lima meter hanya membutuhkan tiga saja, tangannya langsung menarik kursi dan duduk. Tatapan mata mulai fokus ke layar laptop yang menyala, tapi kenapa buram? Apa ada gangguan CCTV? Seharusnya dari pantauan kamera terlihat tawanan di ruangan penyekapan. Lalu, kenapa seperti TV rusak?
Jemari yang telah lama pensiun, kini sekali lagi memainkan deretan huruf dan angka. Namun, setelah mencoba beberapa saat. Tetap saja tidak ada perubahan. Itu artinya memang kamera mengalami kerusakan fisik. Sontak ia bangun dan berlari meninggalkan ruangan. Suara gaduh yang menyita konsentrasi Justin, mengalihkan perhatian pria itu.
"Tuan?" panggil Justin tak digubris, justru pintu terbuka lebar. "Apa ada masalah?"
Tak ingin mengambil resiko, Justin meninggalkan pekerjaannya. Lalu memeriksa laptop. "Damn it! Tawanan ku."
Earphones diaktifkan dengan sebuah panggilan ke setiap pemimpin lorong yang otomatis akan langsung tersambung. "Perketat keamanan!"
...----------------...
Hay readers, maaf dua hari gk up ðŸ˜
Othoor gak bisa fokus, udah coba nulis tetep gagal buat imaginasi. 🤧
__ADS_1