My Secret Life

My Secret Life
Bab 90: Patut di curigai


__ADS_3

"Kalian patut mendapatkan hadiah dari ku." ucap Asfa dengan melihat dua foto teratas yang merupakan foto Rania dan Leo.


Semua berjalan meninggalkan ruangan rahasia dengan wajah lesu dan di kawal oleh bunda Anya, sedangkan Rania tengah merajuk untuk tidak pergi di depan Hans. Asfa tidak ingin mendengarkan apapun lagi dan memilih keluar dari ruangan kerja nya dan kembali ke dapur sebelum semua tamu mansion masuk ke mansion lagi, benar saja setelah langkah nya sepenuh nya masuk ke dapur barulah pintu utama terbuka.


"Istirahat lah, tunggu kejutan esok hari." ucap bunda Anya dan melangkah pergi.


"Tunggu! " cegah salah satu tamu mansion.


"Ya? " ucap bunda Anya berhenti dan berbalik menatap satu persatu tamu mansion queen nya.


"Apa maksud semua ini? Bisa jelas kan pada kami, agar kami memahami apa kesalahan kami." tanya seorang wanita yang menggigit bibir nya setelah pertanyaan nya keluar begitu saja.


"Pertama *Don't many ask! *(Jangan banyak bertanya), kedua *Be patient*(sabar). Pergilah atau kalian akan membersihkan kolam renang malam ini." jawab bunda Anya dan pergi menuju ke arah ruangan Gym.


Semua langkah terlihat semakin lesu mendengar jawaban dari bunda Anya tapi tetap memilih kembali ke kamar masing-masing dari pada harus membersihkan kolam renang malam-malam begini, tapi terlihat satu pasang kaki paling terakhir memilih berbelok ke arah lain. Membiarkan yang lain beristirahat sedangkan langkah nya masih enggan kembali ke kamar nya, hingga membuka pintu kaca yang mengarah ke kolam renang.


Dengan menggulung celana jeans nya dan duduk di tepi kolam, menikmati malam dengan beberapa bintang yang bersembunyi ditambah hembusan angin yang terasa menenangkan badai di dalam hati nya.


Sedangkan di sebuah kamar tengah menikmati makan malam bersama ala keluarga dengan saling bertukar pendapat, terlihat makanan yang mengepul mulai memasuki mulut yang sudah tidak sabar merasakan bagaimana rasa masakan di depan nya itu.


"Huft panas, panas." ucap Alvaro dengan memaksakan mie ayam nya masuk ke mulut nya.


"Astaga kak, kakak ini apa-apaan sih. Minum dulu, tunggu dulu pa. Mau seperti ka Varo tuh merah bibir nya." ucap Asfa dengan memberikan air putih pada Alvaro.


"Pa kapan terakhir kita makan bersama dan chef nya putri raja?" tanya Alvaro dengan kerlingan mata nya.

__ADS_1


"Beberapa tahun lalu, yah sebelum kami kembali dari pengasingan. Sudah lama ya hehehe, ayo makan ini sudah tidak begitu panas." jawab tuan Luxifer dengan semangat menyendok mie ayam nya dengan garpu.


Sebuah kebiasaan dari keluarga Luxifer adalah memakan mie ayam dengan garpu dan sendok bukan dengan sumpit, kebiasaan yang memang wajar tapi seperti sedikit lucu jika keluarga kalangan atas justru tidak terbiasa menggunakan sumpit.


"Jadi malam ini malam special, apa hadiah untuk ku?" ucap Asfa yang mencari kesempatan dalam kehangatan itu.


"Pa lanjutkan makan saja, ada hawa tidak sedap mulai menyebar." ucap Alvaro menyindir Asfa dengan mengibaskan tangan kiri nya di depan wajah.


"Apa papa tahu ka Varo jatuh cinta sama.. emmp." ucap Asfa mengadukan sesuatu yang langsung mendapatkan bungkaman dari tangan kekar kakak nya.


"Lepaskan adik mu, lihat wajah nya memerah." perintah tuan Luxifer yang melihat pertengkaran kecil kedua nya seperti masih anak-anak.


"Tapi apa maksud adik mu Varo? Kapan akan dikenalkan pada papa? " tanya tuan Luxifer dengan antusias yang sukses membuat Alvaro menggaruk kepala nya yang tidak gatal setelah melepaskan tangan nya dari membekap adik nya sendiri.


"Pa, Asfa pamit ya. Malam ini papa harus di sini, lihat singa ku sudah keluar taring." ucap Asfa buru-buru keluar dengan membawa mangkok mie ayam nya pergi dari kamar kakak nya dan membiarkan terkaman tatapan tajam itu menjadi kehilangan mangsa nya.


"Queen balik.. " seru Alvaro yang mendapatkan tepukan di bahu nya dari papa nya yang berarti dirinya harus membiarkan adik nya tetap pergi.


"Makan dan jelaskan. " perintah tuan Luxifer dengan melanjutkan makan malam nya yang menjadi hanya berdua dengan putra nya.


Mendengar sebuah perintah dari papa nya membuat Alvaro harus menurut seperti anak kucing , memakan mie ayam special chef Asfa yang sebenarnya nikmat menjadi bercampur rasa lain yang telah mengaduk fikiran nya. Hingga dalam waktu lima menit mie ayam special itu tandas dan hanya menyisakan mangkok besar dengan sisa butiran rempah-rempah halus di pinggiran atas mangkok, sedangkan tuan Luxifer hanya menggeleng kepala melihat putra nya seperti gugup untuk pertama kali nya.


"Now tell what happens? Who is your lover?(Sekarang katakan apa yang terjadi? Siapa kekasihmu?)" tanya tuan Luxifer dengan menumpuk mangkok menjadi satu setelah lima belas menit menyelesaikan makan malam nya.


"Tidak ada apa pa, Asfa hanya salah paham saja." jawab Alvaro dengan menegak air putih lebih banyak.

__ADS_1


"Really, than what is this prince?(Sungguh, lalu apa ini pangeran?). " tanya tuan Luxifer dengan menatap gelas kosong yang masih di genggam putra nya, sungguh kelakuan putra nya kali ini patut dicurigai.


"Begini pa,..... " jawab Alvaro yang memulai men ceritakan dari kejadian awal keributan di dalam mansion hingga akhir yang membutuhkan waktu cukup lama namun tuan Luxifer tetap menjadi pendengar yang setia.


Sedangkan Asfa yang sudah menyelesaikan makan malam nya membawa secangkir coklat panas di tangan kanan nya dan melangkahkan kaki nya memasuki ruangan gym yang mengarah ke kolam renang dimana seseorang telah menunggu nya, pemandangan yang pertama kali menyambutnya adalah seorang wanita yang kini tengah memandang ke arah kolam renang. Melihat itu membuat Asfa mendekati wanita itu dan mengikuti arah pandangan kepala pelayan yang juga sebagai pemimpin bodyguard di mansion nya, terlihat seorang pria keturunan Inggris tengah menengadah kan wajah ke atas dengan mata terpejam dengan kedua kaki yang terendam di dalam kolam renang.


"What you think? (Apa yang kamu fikirkan?)." tanya Asfa dengan santai dan mengalihkan pandangan nya ke arah alat-alat gym nya yang lebih sering bersentuhan dengan tangan para bodyguard di banding kan tangan nya.


"Leo jatuh cinta pada anda Queen, apa tidak sebaiknya meminta dokter itu untuk meninggalkan mansion." ucap wanita itu dan masih menatap ke arah Leo yang memang tengah meredam emosi di hati nya.


"Apa arti sebuah hubungan tanpa kesetiaan? Dia hanya satu kerikil yang menguji kesetiaan ku." jawab Asfa dan memilih duduk di treadmill yang mati.


"Anda tahu pemuda itu jatuh cinta pada anda tapi anda mengabaikan nya, tapi tidak dengan mata pemuda itu. Semakin lama sinar nya semakin terang, bagaimana anda akan memadamkan itu queen." tanya wanita itu dan kini membalikkan tubuhnya dan hanya bisa tersenyum ketika melihat queen nya justru menikmati secangkir coklat yang masih mengepul.


"Sometimes Love is blind, so well see how him love.(Terkadang cinta itu buta, jadi lihat bagaimana dia mencintai)." jawab queen dan menyeruput coklat nya.


"Queen are you serious? (Queen anda serius?)." tanya wanita itu dengan mengerjapkan mata nya.


"Jangan menjadi imut bunda, Aku hanya bercanda." jawab Asfa dan bangkit dari duduk ternyaman nya, ber jalan menuju pintu kaca yang menghubungkan ruangan Gym dengan kolam renang.


"Istirahat lah, besok akan ada kejutan." perintah Asfa dan membuka pintu kaca itu dan meninggalkan ruangan gym dimana bunda Anya hanya bisa menuruti perintah nya.


Langkah Asfa sama sekali tak terdengar hingga duduk di samping Leo dengan jarak 2 meter dengan memasukkan kaki nya ke dalam kolam renang dan menikmati coklat hangat nya, sesaat membiarkan keheningan menjadi teman kedua nya.


"Apa kamu mencintai ku? " tanya Asfa tanpa menoleh ke Leo.

__ADS_1


__ADS_2