My Secret Life

My Secret Life
Bab 245: KISAH CINTA SINGKAT


__ADS_3

"Maaf, Aku tidak bisa menyelamatkan Hanna. Jika kamu masih ingin menghukum ku, silahkan saja."


Suara lembut dengan ketegasan dari belakang, membuat Justin mendongak. Kemudian menoleh dimana seorang wanita berdiri tegak dibawah guyuran hujan. Gaun yang tertutup jaket hitam terlihat samar. Hingga kilatan petir yang menyambar menampilkan rupa asli wanita itu, sontak membuatnya terbangun seraya menghapus air mata.


"Queen? Kamu disini?" tanya Justin.


Hujan semakin deras. Pria yang selama ini bersikap santai, tegas dan berjiwa pemimpin terlihat rapuh dengan sorot mata kesedihan. Sungguh itu seperti dunia terbalik. Namun, coba lihat dia. Bagaimana sikapnya masih begitu tegar, seakan tidak merasakan luka apapun. Sementara di satu sisi lagi, wanita yang selalu lembut dengan aura intimidasi. Justru menyorot kan tatapan bersalah teramat dalam, sendu yang terpancar tak bisa di pungkiri.


Semua luka, rasa penyesalan dan duka di hati keduanya berawal dari perpisahan sepasang kekasih di medan pertempuran. Yah ini tentang kisah cinta Hana dan Justin. Dokter jail, supel, baik, dan cekatan yang menjadi pacar kontrak pengawal pribadi queen mafia. Kisah cinta singkat, tetapi menyisakan jurang kenangan yang dalam di hati sang kekasih dan sang bos.


Beberapa bulan lalu.


"Tidak! Aku mau kamu tetap di rumah." Seorang pria dengan pakaian rapi mencegah kepergian kekasihnya, tapi tangannya ditepis lembut. "Han, please tetaplah di rumah."


Hanna menatap Justin begitu dalam dengan senyuman terbaik. Tangannya menangkup wajah pria yang selama ini menjadi pusat kebahagiaannya. "Justin, Aku memang kekasihmu. Kamu berhak mencegahku, tapi bukankah tanggung jawab kita melindungi Queen? Kesetiaan, pengabdian, rasa sayangmu pada Asfa. Sama seperti seorang kakak terhadap adiknya. Tidak ada sekat keraguan di antara kalian."


"Han....,"

__ADS_1


"Izinkan aku menunaikan kewajiban ku sebagai kakak queen. Asfa bukan hanya adikmu saja. Aku juga menyayangi dia sama seperti kamu menyayanginya. Anggap ini permintaan terakhir ku." pinta Hanna.


Tak ingin kekasihnya membantah. Hanna mendaratkan kecupan manis. Membiarkan keduanya tenggelam dalam diam menikmati sisa rasa yang mungkin tidak akan terulang. Percakapan singkat yang tidak bisa dibantah, membuat tragedi baru di dalam keluarga Phoenix.


Hari dimana Asfa bersiap akan meninggalkan negara kelahirannya. Sebuah insiden terjadi. Dimana mobil iringan yang mengantarkan nona muda beserta tuan muda mengalami penyerangan. Semua berpikir yang ada di dalam rombongan adalah pewaris tahta keluarga Phoenix. Namun, musuh tidak tahu. Jika yang ada di dalam mobil ambulans bukan queen. Melainkan Hanna yang merelakan diri bertukar tempat.


Kejadian singkat dengan banyaknya korban dari pihak mafia Phoenix, membuat hari itu menjadi hari duka besar-besaran. Justin yang mengira Hanna hanya mengantarkan iringan rombongan ke bandara harus menelan kenyataan pahit. Dimana dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat tubuh sang kekasih terkapar menahan rasa sakit akibat peluru yang menembus tubuh.


Hujan deras seperti malam ini, luka yang sama. Namun, tempat berbeda. Kenangan terakhir dengan kejujuran Hanna di sisa nafasnya menjadi sayatan hati begitu menyiksa batinnya.


******


Why? Kenapa kamu bertindak tanpa....,~ Ucap Justin memangku tubuh Hanna yang bersimbah darah, tanpa peduli dengan guyuran hujan deras.


Aku hanya mempersingkat kehidupan ku, Sayang. Sejujurnya, aku merasa sangat sakit. Disini, maafkan aku. Jangan pernah salahkan siapapun. Kepergian ku adalah pilihan ku, dan kanker otakku sudah mencapai stadium akhir. Aku ingin disisa umurku, menyelamatkan hidup orang ter kasihmu. Asfa pantas mendapatkan kebahagiaan. Aku ingin mengabulkan do'amu, Sayang. ~Ucap Hanna mengusap pipi Justin.


******

__ADS_1


Tanpa kata, ia merentangkan kedua tangannya agar wanita yang selalu memiliki tempat di hatinya itu mau memberikan pelukan hangat.


"Maaf, Ka. Andai....,"


Pelukan yang erat keduanya mengalihkan kekuatan, harapan, dukungan dan semangat baru.


"Aku tidak pernah menyalahkan mu karena kamu adikku. Hanna juga mencintai kita sebagai keluarga. Pengorbanan yang dia lakukan akan selalu menjadi rasa syukur seumur hidupku. Jangan meminta maaf, mungkin ini yang Tuhan gariskan untuk kehidupan ku." bisik Justin seraya mengusap kepala Asfa penuh kasih sayang.


Jiwa yang terlahir, akan berpulang kembali kepada pangkuan Tuhan.


Janji kehidupan setiap umat akan terpenuhi di batas akhir.


Rasa sakit, rindu, kehilangan dan duka karena perpisahan.


Tak seorangpun mampu menjabarkan.


Kehidupan di dunia ini sangat singkat.

__ADS_1


Ingatlah dunia yang kita banggakan hanyalah DUNIA FANA.


__ADS_2