My Secret Life

My Secret Life
Bab 201: Abhi dan si Suster


__ADS_3

Ceklek!


Suara pintu yang terbuka dan tertutup kembali menyita perhatian seseorang yang tengah berdiri di sudut sana. Matanya menatap pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan khusus. Namun, bukan hanya itu saja. Karena dari arah luar wajah familiar juga bersiap masuk ke ruangan khusus.


Otaknya berpikir keras untuk mengatasi situasi yang mungkin menjadi gunung berapi. Tak ingin membuat suasana semakin runyam. Dirinya berjalan cepat menghampiri pria di belakang pintu.


Tangannya tanpa permisi membekap mulut pria pemilik mata biru itu, "Diamlah, atau nanti kamu ketahuan!"


Bisikan itu membuat Abhi diam tanpa pemberontakan.


Ceklek!


Pintu kembali terbuka.


"Sepertinya sudah pergi. Sebaiknya aku hubungi ponselnya saja dan bertanya dimana istriku itu berada." ucapnya kembali menutup pintu seraya mengambil ponsel dari saku celana dengan tangan kiri.


Kembali nya pintu tertutup, membuat si pembekap melepaskan tangannya lalu merogoh saku putihnya mengambil ponsel. Beruntung nada panggilan tengah mode silent. Helaan nafas lega cukup terdengar hingga ke telinga Abhi.


Pria itu berbalik melihat sosok penyelamat nya kali ini. "Kamu....,"


"Shutt!" wanita itu menaruh jari telunjuknya ke bibir agar Abhi diam.


Satu tangannya tengah sibuk mengetik sesuatu. Setelah selesai dan terkirim, barulah ponsel kembali dimasukkan ke dalam saku seragam kerjanya.


"Kenapa Anda kemari?" tanya wanita itu dengan serius.


Abhi mundur dua langkah. "Aku mencari kamar pasien koma atas nama Queen."


"Untuk?" tanya wanita itu sekali lagi.


"Bukan urusanmu." jawab Abhi.

__ADS_1


Wanita itu tersenyum tipis bahkan sangat samar. "Kalau begitu, cari saja sendiri!"


Merasa percuma bertanya pada Abhi, membuatnya memilih kembali ke tempatnya semula dimana box yang dihuni bayi Queen masih dalam inkubator.


"Pergilah!"


Sedangkan Abhi menarik nafas karena sadar jawaban egoisnya justru menjauhkan diri dari tujuannya itu. "Maaf, bisa katakan dimana queen berada?''


Langkah wanita itu terhenti di antara deretan box bayi yang hanya tersisa empat bayi lain. Kemudian dengan membalikkan tubuhnya, tangan wanita itu bersembunyi di balik saku seragam kerjanya.


"Akan ku katakan, tapi dengan satu syarat." jawabnya, membuat Abhi menyipitkan kedua mata birunya menatap suster di depannya itu.


"Jika tidak mau, ya sudah. Toh yang membutuhkan kamu, bukan aku." tukas si suster seakan tak peduli.


Beberapa detik hanya ada kesunyian.


Ayolah, cuma kamu yang bisa membantuku. Setujulah.~batin suster itu dengan penuh harapan.


"Apa syaratnya?" tanya Abhi.


"Akan ku katakan nanti. Sekarang, ikutlah denganku!" ajak suster itu dengan langkah kaki berjalan menghampiri Abhi.


"Kita akan kemana?" tanya Abhi setelah si suster hanya melewati dirinya dan membuka pintu ruangan khusus.


Suster hanya melirik sekilas seraya mengamati situasi sekitar lorong. "Jaga jarak mu dariku! Saat lambaian tangan ku terlihat, majulah! Tetapi saat aku memberikan satu jari ke bawah, berhenti dan cari tempat sembunyi. Paham?!"


"Kenapa....,"


"Jangan banyak tanya. Ikuti saja seperti yang ku jelaskan." sela sang suster dengan keseriusan.


Abhi bisa melihat ekspresi wajah sang suster tidak ada raut bercanda. "Okay."

__ADS_1


Suster berjalan di depan sedangkan Abhi berjalan di belakang dengan jarak tiga meter. Jika dilihat sekilas. Tidak ada yang menyangka keduanya tengah bekerja sama. Wajah suster yang terkesan ramah dengan jalan tegas. Sementara Abhi bersikap seperti pasien pada umumnya, tapi wajahnya cemas dan lebih waspada.


Tangan suster di depan mengacungkan satu jari ke bawah. Sontak membuat Abhi bergegas mencari tempat persembunyian. Untung saja ada pot tanaman cukup besar di dekatnya.


"Kamu dari mana saja, Sayang?" tanya seorang pria dengan kecemasan merengkuh tubuh sang suster tanpa permisi.


Suster itu terlihat membalas pelukan dengan usapan punggung di prianya. "Aku menengok princess, tapi kebelet jadi ke toilet sebelum kembali ke ruangan Queen."


"Syukurlah kamu baik-baik saja. Apa kamu sudah dengar, jika pria itu di rawat di rumah sakit ini juga?"


"Come on, Hubby. Fokus kita hanya ke Queen dan Princess. Please jangan bahas lainnya." pinta sang suster dan melepaskan pelukannya.


Tangan suami si suster terangkat mengusap kepala istrinya. "Okay, ayo kita ke ruangan Vans."


"Hubby, boleh aku menyusul? Aku ingin melihat Queen sebentar saja." ucap suster itu dengan puppy eyes-nya.


"Baiklah. Jangan lupa susul aku ke ruangan Vans!"


"Pasti, Hubby ku. Semangat," Sang suster melambaikan tangan mengiringi langkah suaminya berjalan meninggalkan tempatnya berpijak.


Abhi hanya mengamati dari sela dedaunan hijau, dan semua percakapan terdengar cukup jelas dan sosok pria yang bersama si suster sangatlah dirinya kenal.


"Apa hubungannya kalian berdua? Mungkinkah, suster itu?" gumam Abhi.


...****************...


Pagi reader, maaf kemarin tak up.


othoor udah tenggelam di project kolaborasi yang akan segera di up.


Happy Reading reader's, sampai bertemu lagi dengan othoor di karya lainnya.

__ADS_1


Boleh, kok kalian sekalian tengok novel Belenggu Hasrat Tante Cantik. (Othoor usahakan up rutin karena mengejar deadline event)🤭


__ADS_2