My Secret Life

My Secret Life
Bab 96: Suara itu


__ADS_3

Beberapa mobil van hitam di depan sana tengah menjadi bunga yang ntah tengah mengerubungi lebah jenis apa , membuat Asfa terpaksa menurunkan kecepatan nya dan berhenti dengan jarak dua meter.


Tiiiiiiiiin.... (satu klakson di bunyikan Asfa agar mobil yang ada di depan nya memberikan jalan untuk mobil sport nya lewat)


Bukan nya menyingkir tapi justru terlihat beberapa pria dengan tubuh yang tidak ada beda nya dengan para bodyguard di mansion nya menghampiri mobil sport milik nya, senyuman yang mulai terbit di balik topeng membuat aura dingin dari tubuh nya semakin meningkat. Satu pria berbadan kekar dengan luka di kening nya mendekati kaca mobil dan mengetuk dengan wajar sedangkan empat pria lain nya memilih berdiri di depan mobil dan dengan santai nya Asfa menurunkan kaca mobil nya hingga pria itu bisa melihat seorang gadis dengan topeng di wajah duduk di kursi pengemudi.


"Ada yang bisa di bantu tuan? " tanya Asfa dengan lembut.


"Putar balik dan tinggalkan tempat ini, jika kamu ingin selamat." ucap pria itu dengan suara yang terdengar keras dan menggertak.


"Apa yang sedang anda lakukan? Bermain petak umpet? Atau bermain senjata?" tanya Asfa dan dengan santai nya justru mematikan mesin mobil nya.


"Tarik saja keluar jika tidak mau pergi!" seru salah satu pria yang berdiri di depan mobil membuat pria di samping pintu mengalihkan perhatian nya dengan melihat ke arah kawanan nya.


Braaak... Kraaak... Bruuug...


Dengan tangan yang cekatan Asfa menarik seragam hitam layak nya bodyguard dengan kuat dan membenturkan nya ke pinggiran jendela mobil, setelah di lepaskan di tambah dengan pukulan pintu mobil yang langsung dibuka oleh Asfa dan alhasil pria yang masih pusing dan terkejut langsung terkena hantaman pintu mobil lagi dan jatuh terjerembab mencium aspal.


Gruuduuk... (keempat pria yang awal nya berdiri dengan posisi tegak namun santai langsung berlari menghampiri kawan nya yang sudah meringis menahan kepala yang mengalir kan cairan merah)


"Keluar! " bentak seorang pria dengan tahi lalat di dagu nya dan menodong kan senjata api nya ke Asfa yang masih duduk santai tanpa beban dengan menyandarkan tubuh nya di kursi.


Dengan tenang nya Asfa keluar dari mobil sports nya meskipun dirinya sudah menjadi tawanan dengan senjata api yang mengarah di kepala nya, di tutup nya pintu mobil dengan tendangan kaki pria tahi lalat di dagu. Asfa hanya mengikuti dalam diam kemana pun pria yang masih setia menodongkan senjata ke arah nya itu meminta nya untuk berjalan menuju ke lingkaran mobil van, semakin mendekat dan melewati samping salah satu mobil van kini terlihat rombongan pria itu bukan hanya lima orang tapi tiga puluh orang belum di tambah dengan enam mobil van yang seperti nya masih ada sang sopir yang stand by.


"Boss! Ada penyusup. " lapor pria bertahi lalat di dahi setelah berhenti di depan salah satu mobil.


"Wah wah rupa nya pemuda ini ada teman nya juga ya? Tunjukkan! " perintah seorang wanita yang terdengar sangat sinis.


Awal nya para kawanan pria yang ternyata semua nya memiliki anting di telinga kiri itu hanya seperti membuat lingkaran, lingkaran yang cukup besar. Namun lingkaran itu akhirnya terbuka setelah seorang wanita mengeluarkan suara nya, namun suara itu sangat di kenali oleh Asfa, suara yang selama ini dalam perlindungan nya.


"Kau!" seru seorang wanita yang ternyata ber pakaian cukup aneh namun satu hal yang menarik perhatian Asfa adalah topeng yang ada di wajah wanita itu.

__ADS_1


Topeng yang hampir mirip dengan topeng milik nya, namun tidak akan ada yang bisa memiliki topeng seperti milik nya karena topeng keluarga Luxifer memiliki barcode yang sudah didesain khusus oleh tuan besar. Perasaan yang dulu nya adalah kehangatan kini menjadi sebuah perasaan jijik, tapi Asfa masih diam dan hanya membalas tatapan wanita itu yang berjalan mendekat ke arah nya.


"Hahaha rupa nya Tuhan begitu baik pada ku, mengirim mu pada ku secepat ini." seru wanita itu dengan tawa nya yang terdengar sumbang di telinga Asfa.


Sedangkan para pria yang menjadi anak buah wanita itu hanya bisa menonton dengan apa yang di lakukan pemimpin mereka, Asfa hanya mengamati setiap sisi dan berhitung seberapa cepat dirinya harus menyelesaikan semua nya.


"Dimana pangeran ku!?! Katakan! " seru wanita itu namun masih dengan tatapan yang tajam tapi tak memiliki aura apa pun.


"Who's? (Siapa?). " tanya Asfa dengan santai nya.


"Don't touch me! (Jangan sentuh aku!). " ucap Asfa dengan penuh penekanan karena melihat tangan wanita di depan nya sudah bergerak dan akan menyentuh tubuh nya.


"Aaarrrggghhh. I don't care! (Aaarrrggghhh. Aku tidak peduli!). " jawab wanita itu dengan tangan nya yang langsung ingin menarik topeng di wajah Asfa.


Melihat pergerakan wanita itu membuat Asfa langsung menarik tangan pria yang masih setia menodongkan senjata api di kepala nya dan memutar tubuh nya dengan cepat hingga pria yang di belakang nya terkejut karena tidak siap, pria itu kini menjadi sandera yang membuat wanita di depan Asfa langsung melotot.


"Bunuh saja ka, bukan kah itu yang biasa kamu lakukan? Seorang pembunuh tidak pantas mendapatkan pangeran seperti Abhishek.. " ucap wanita itu seakan menantang Asfa.


Tapi fikiran busuk dan licik yang masih tak berilmu itu tidak akan berpengaruh sedikit pun pada seorang queen, Asfa justru membisikkan sesuatu pada pria yang kini ada di cengkaran tangan nya, sesuatu yang membuat pria itu berfikir keras dan mengedipkan mata nya sebagai tanda setuju.


Wanita yang memakai topeng hitam tanpa ada bunga mawar itu adalah Delia Arora mantan adik angkat Asfa yang telah menjadi pengkhianat, Asfa sudah tahu jika penyebab kecelakaan suami nya adalah wanita yang masih berusia lebih muda dari nya itu. Dan Delia juga yang akan menjadi topic pembicaraan serius di saat dirinya tak lagi menghindari pertanyaan suami nya, tapi kini bukan saat nya untuk menyingkirkan hama kecil seperti Delia.


"Habisi wanita iblis itu! " seru Delia dengan murka nya dan membuat kawanan pria yang masih menutupi ntah siapa menjadi mengepung Asfa dan Delia serta satu sandra yang ada di tangan Asfa.


Mendengar seruan Delia yang membuat ketiga nya di kepung, Asfa mendorong pria yang ada di cengkraman lengan nya ke arah Delia yang langsung membuat kedua nya nyungsep bersamaan dengan posisi yang sungguh miris dimana seorang boss harus di sosor anak buah nya tanpa permisi.


Bruuug....


"Auuw." seru Delia yang tertimpa anak buah nya terlebih pria di atas nya justru tepat mengenai aset berharga nya yang ntah sudah terjamah berapa banyak pria, sedangkan pria yang masih enggan berdiri hanya bisa traveling tanpa mengingat situasi.


Melihat anak buah Delia yang sangat lola membuat Asfa hanya bisa menggelengkan kepala nya, bagaimana bisa ada anak buah yang seperti anak TK. Gaya nya saja yang sangar tapi sikap minus dan sangat tidak bisa di andalkan, sungguh miris karena anak buah Delia menjadi sosok dengan IQ satu dua seperti boss nya.

__ADS_1


Proook.. proook.. proook...


Tiga tepukan tangan Asfa seakan membuyarkan lamunan para gerombolan tikus desa, bukan nya membantu boss mereka atau menyerang lawan nya tapi justru ikut menikmati adegan romantis seperti menonton bioskop saja.


"Bod0h, bantu aku. Kau bangun! " teriak Delia yang merasa remuk tubuh nya.


"Sama-sama bod0h." gumam Asfa yang memilih menyelinap dan membiarkan drama bobrok berlanjut, langkah nya memutar dengan menghampiri apa yang menjadi tujuan Delia di tempat itu.


Seorang pemuda dengan pakaian styles yang cukup tampan tapi keadaan nya tidak sadarkan diri seperti nya karena obat bius karena jika sadar sudah pasti pria di depan nya itu bisa menggunakan bela diri, bukan dari wajah nya saja yang tampan tapi tubuh nya yang terbalut dengan pakaian rapi itu juga membentuk seperti pria doyan gym pada umum nya.


Tiiiiin....


Suara klakson mobil dari arah belakang membuat Asfa tahu siapa yang datang, maka kini semua akan beres tanpa perlu mengotori tangan nya sedikit pun. Hanya perlu berhitung dari satu sampai tiga dan langkah kaki berlari yang mendekat sudah pasti harus di sambut dengan sesuatu yang menegangkan, maka dengan sigap Asfa menggambil senjata api nya yang ada di saku jacket kiri.


"Doorrr... "


...~~~~~~...


. Hay reader's 😁


.


. Karena mood othoor ge gak baik but masih stay nulis jadi othoor up lagi, tentu nya karena bersyukur mendapatkan reader's yang masih setia nunggu next episode nya karya recehan othoor.


.


.


. Jujur aja nih othoor ge kurang enak badan tapi sambil nunggu buka puasa, jadi othoor up lagi aja 😁


.

__ADS_1


.


. Selamat berbuka puasa bagi yang menunaikan ibadah puasa 🥰


__ADS_2