
Meninggalkan pasangan yang berlabuh di pulau cinta. Abhi masih mengemudikan mobil classic untuk mengejar laju kuda poni dengan surai putih nan panjang. Yah Asfa memilih berkuda untuk melepaskan amarahnya. Hampir satu jam lebih Abhi membiarkan Asfa menelusuri hutan yang terawat di wilayah terlarang.
Ada apa denganmu? Kemarahan mu seperti lelehan lava tanpa panas. Tak bisakah kamu berbagi suka dukamu padaku? Aku ingin menjadi tempatmu bersandar. ~ batin Abhi menambah kecepatan laju mobilnya.
Ciiiit.... (mobil classic itu berhenti di depan Asfa dengan jarak 5 meter)
Bukannya berhenti, tapi langkah kaki kuda itu semakin cepat dan pasti. Mendekati jarak 2 meter lebih, satu hentakan tangan Asfa membuat kuda itu terbang melewati mobil Abhi. Rambut tergerai melambai dengan indah, membalut kecantikan Asfa dengan sinar mentari yang terang. Mata biru itu sangat tajam menembus tujuan, sangat memukau mendebarkan hati Abhi. "Perfect girls.(Gadis sempurna.)"
Duug... (Kuda mendarat dengan mulus, Asfa mengibaskan rambutnya dan melompat dari punggung kuda)
Membiarkan kuda menikmati rerumputan hijau, setelah melewati perjalanan panjang. Langkah kaki Asfa mendekati mobil classic, dimana Abhi berada. Abhi keluar dari mobil dengan dua softdrink di tangannya, berdiri dengan senyuman manis dibibir. "Untukmu."
Tidak ada jawaban apalagi menerima minuman dari tangan Abhi. Wajah dingin dengan mata tajam Asfa, membuat Abhi salah tingkah. Dua langkah kaki Asfa berhenti tepat di depan Abhi, dengan jarak satu meter. "Mari bermain."
Suara Asfa sangat lembut namun penuh intimidasi. Bulu kuduk Abhi meremang tanpa peringatan, ntah kenapa kata 'bermain' membuat instingnya waspada menyala. "Apa yang bisa kita mainkan? Ini hutan."
__ADS_1
"Ini atau disana." tukas Asfa mengeluarkan senjata api dari dalam jacket dan menunjuk kearah tebing dengan tangan kiri.
Bola mata Abhi membulat sempurna. Gila dan tidak waras! Satu permainan dengan senjata api dan satunya lagi tebing nan curam. Apakah istrinya ini terbentur sesuatu? Bagaimana bisa mengajak bermain ekstrim, setelah balapan kuda dan mobil selama satu jam lebih. "What you want?(Apa yang kamu inginkan?)"
"Evidence! In love and war, all fair. Prove your words! If you love me.(Bukti! Dalam cinta dan perang, semua adil. Buktikan ucapan mu! Jika kamu mencintai ku.)" jawab Asfa dengan membuka senjata apinya.
Kini senjata api revolver mini, hanya memiliki satu peluru. Asfa mendekati Abhi, meletakkan senjata api miliknya di tangan Abhi. Menyentuh dagu Abhi dengan lembut, perlahan tangan kiri Asfa meraih tenguk leher Abhi. Tatapan mata keduanya seolah tak ingin terpisahkan, Asfa semakin mendekati wajah Abhi tanpa jarak. Hidung mancung keduanya bersentuhan, mengalirkan setruman hangat menuju hati.
Cup...
Asfa hanya tersenyum dan melirik ke arah bawah, sejurus mata Abhi mengikuti pandangan mata Asfa. Tepat di jantung Abhi, kini pistol sudah terarah ke jantungnya dengan genggaman tangan erat yang siap melepaskan peluru. "Jika ini membuatmu bahagia. Lakukanlah!"
"Sure."
Tangan Asfa menarik pelatuk pistol.
__ADS_1
Kliik..
Satu tarikan, tak terdengar suara tembakan. Abhi selamat. Tapi kini permainan baru dimulai, Asfa membalikkan posisi tangan tepat ke jantungnya sendiri. Tangan Abhi gemetar, fikirannya terbang dalam kegelapan. "Are you crazy Asfa!"
Asfa hanya menatap Abhi dengan tatapan dingin, tangan gemetar Abhi tak menyurutkan tujuan seorang Asfa. Dengan tekanan kekuatannya, Asfa mempertahankan senjata itu tepat ke jantungnya sendiri. "Do it!(Lakukan!)"
Abhi bisa merasakan jemarinya perlahan menarik pelatuk karena mengikuti genggaman erat Asfa, sekuat tenaga Abhi mencoba melawan dan tarikan mencapai akhirnya. Mata Abhi terpejam, hingga satu tembakan melesat tanpa halangan.
Doooorrr...
Suara tembakan itu membuat kesadaran Abhi terhentak, matanya terbuka terpaku pada gadis dengan tatapan dan wajah dingin di depannya. Asfa hanya tersenyum dan kembali mendekati Abhi dengan aura yang memikat. "The game is finished.(Permainan selesai.)"
Dengan ketegangan yang hampir melepaskan jantung Abhi, Asfa menggandeng tangan Abhi untuk duduk diatas kab mobil. Dengan tenangnya Asfa membuka softdrink, dan membantu Abhi meminum minumannya. Wajah pucat pasi dengan mata sayu Abhi tampak jelas, tubuh pria kekar itu bergetar hebat.
Greeeb...
__ADS_1
Asfa memeluk Abhi dengan tulus, mengusap punggung kekar Abhi dengan lembut. Satu bisikan keluar dari bibir manisnya. "........"