My Secret Life

My Secret Life
Bab 79: Nasgitel


__ADS_3

Hanya bahu yang terangkat menandakan putri tuan besar itu tidak tahu berapa IQ nya, tapi tidak mungkin seperti itu. Siapa yang membuat sistem keamanan jauh lebih baik dari tuan besar nya itu, hampir saja dirinya tidak bisa membuka access untuk melakukan pekerjaan nya. Tapi untung lah tuan besar nya ber baik hati untuk mengajari nya dengan sambungan telfon yang cukup membuat Diego seperti anak TK saja, tapi wajah manis itu seperti tidak memiliki beban apa pun setelah membuat Diego kelimpungan.


"Rapikan penampilan anda dan pelajari semua berkas ini. Satu jam." perintah Asfa tanpa memberikan waktu istirahat untuk Diego.


Boleh kan dirinya meminta untuk bermain granat, senjata api dan bertarung saja, kenapa menghadapi putri tuan besar nya seperti lebih buruk di banding kan perang. Tapi akhirnya hanya bisa pasrah dan melakukan perintah gadis manis di depannya, sementara gadis manis itu keluar dari ruangan kerja dengan menggunakan topeng di wajah nya.


Setelah lima belas menit akhirnya pintu kembali terbuka dan gadis itu kembali memasuki ruangan kerja nya, tapi tercium aroma wangi yang sangat menggugah selera. Aroma khas kopi hitam yang diseduh dengan air panas membuat aroma itu semakin berteriak untuk segera di nikmati, aroma itu mampu menarik rasa penat membaca berkas dan mencari sumber penyemangat yang memang sangat di butuhkan nya.


"Minum lah dan makan sarapan anda." ucap Asfa dengan meletakkan nampan yang berisi secangkir kopi hitam dengan kepulan asap di atas nya di tambah dengan sandwich daging bakar.


"Untuk ku? " tanya Diego dengan sedikit heran tapi harapan di hati nya tinggi untuk bisa mencicipi kopi dengan kepulan asap yang seperti nya sudah meronta untuk minta di nikmati.


"Untuk anda, ini hari pertama anda di perusahaan ku jadi anggap sebagai sambutan ku." jawab Asfa dan kembali duduk ke kursi kebesarannya.


"Atau anda mau melanjutkan tantangan semalam?" tanya Asfa dengan sebuah senyuman manis.


Tanpa menjawab pertanyaan yang akan menjebaknya, Diego memilih untuk menyumpal mulut lancang nya dengan sandwich daging bakar yang nyata rasa nya mampu mengalihkan fikiran error nya. Ter lebih begitu menyeruput kopi hitam yang sangat pas di lidah nya, tidak ada yang kurang dengan rasa manis pahit dan panas yang menyatu. Pasti kalau orang jawa yang meminum kopi ini biasa di sebut nasgitel(panas legi kentel), bisa-bisa kalau warung buat kopi nya semantap ini jadi nya laris manis tanjung kimpul.


"Hehehe." kekeh Diego lirih dengan pemikiran nyleneh dan kejawan nya itu.


"Any something wrong? " tanya Asfa yang memang semakin peka ketika tidak ada kesibukan apa pun.


"Nak, siapa yang buat kopi ini? Minta aja buat warung kopi pasti laris manis." ucap Diego tanpa fikir panjang.

__ADS_1


"Why? " tanya Asfa penasaran.


"Ini itu manteep pisan, hehehe jadi bisa nostalgia ke masa lalu." jawab Diego dengan acungan ke dua jempol tangan nya setelah meletakkan cangkir nya di meja sesaat.


"Next time I will make coffee shop." ucap Asfa dengan santai.


Ukhuk... Ukhuk...


Tapi ucapan itu membuat Diego tersedak, seperti nya usia tua memang tidak bisa di bohongi. Bukan lah masa lalu yang membuat nya ingat dengan peribahasa jawa adalah sosok istri tuan besar nya, yah nyonya Naura yang sekaligus menjadi teman segala keluh kesah nya padahal yang menjadi bahan keluhan adalah suami majikan nya sendiri. Tapi bukan nya marah tapi wanita itu justru selalu tertawa setiap kali mendapatkan pengaduan dari assistant suami nya, tapi hal itu yang membuat Diego semakin merasa kehilangan terlebih di saat peristiwa yang menimpa tuan besar nya justru dirinya tidak ada di tempat kejadian dan bisa menolong keluarga tuan besar nya.


"Pakailah, hari ini meeting cukup lama jadi ku harap anda bisa bertahan dan cukup menjadi pengawal saja." ucap Asfa dan membereskan berkas dan memasukkan kembali ke koper kecil yang ada di atas meja.


"Okay, biar aku yang bawa." jawab Diego dan mengambil koper yang sudah tertutup dan berjalan di belakang putri tuan besar nya.


Pengamanan yang terlihat cukup ketat karena di setiap satu pintu ruangan kaca terdapat dua bodyguard yang sama dengan sikap yang sama pula. Begitu mendekati ruangan meeting yang bertuliskan meeting room silver, ke dua bodyguard sigap membuka kan pintu presdir berserta assistant untuk memasuki ruangan meeting. Terlihat wajah-wajah asing yang sedikit membuat Diego penasaran siapa para rekan kerja putri tuan besar nya dan seperti nya ada satu sosok yang tidak asing bagi nya, sosok yang sangat menarik perhatian nya tapi setelah melihat sorot mata nya jelas rasa penasaran berubah menjadi geram.


Ingin rasa nya mencekik sosok itu saat itu juga namun hembusan nafas yang memburu masih mencoba di tahan sekuat tenaga, Asfa yang sebenarnya bisa merasa kan perubahan sikap dari Diego hanya menghela nafas pelan dan tetap tenang.


"Duke, periksa semua keamanan selama meeting berlangsung! Pergilah! " perintah Asfa sebelum duduk di kursi presdir.


"Not now, you can go!" ucap Asfa yang tahu jika Diego pasti akan melakukan penolakan karena pengusiran nya.


Brak..

__ADS_1


Dengan kasar Diego menaruh koper kecil ke atas meja kaca panjang yang menjadi meja tempat meeting, bahkan wajah-wajah asing terlihat terkejut dengan tatapan tidak paham. Setelah Diego keluar baru lah Asfa memberikan isyarat agar rapat di mulai, mengabaikan pandangan satu orang yang paling dominan.


Diam tapi penuh arti, yah itu lah sosok yang kini tengah mengamati setiap gerakan dari Asfa, terkadang ada ekspresi sebal dan penasaran membuat wajah itu tidak sedap di pandang. Tapi sikap Asfa yang semakin tenang justru mengusik ketenangan orang yang sengaja mengikuti meeting itu hanya untuk memastikan seperti apa presdir RA company.


"Okay, finish for today's. I will thinking of all your proposed." ucap Asfa mengakhiri meeting nya dan menumpuk berkas proposal yang di ajukan clients nya dan memasukkan nya ke dalam koper kecil di atas meja.


Langkah nya mulai berjalan menjauhi kursi milik nya namun setelah lima langkah akhirnya kaki itu berhenti berjalan, dengan aura yang seketika membuat merinding bulu kuduk clients nya kini Asfa berbalik dan menatap sosok yang membuat nya berhenti.


"Tell again!" perintah Asfa dengan dingin.


"Tidak ku sangka pemimpin perusahaan besar hanya lah gadis ingus@n, apa benar kamu presdir nya atau hanya presdir bohongan? Seperti nya kalian harus berfikir ulang untuk membuat kerjasama dengan perusahaan tak kompeten ini." ucap sosok itu dengan lantang dan percaya diri.


Proook.. proook.. proook...


"Are you serious? Waiting my gift for you, I will give you special gift." ucap Asfa setelah bertepuk tangan.


Nada suara nya memang dingin tapi juga terdengar lebih lembut, tapi siapa yang bisa melihat senyuman iblis di balik topeng itu. Andai saja topeng itu tersingkirkan sudah pasti para clients bisa mati berdiri karena shock, tetap cantik dan manis tapi mematikan.


Tidak ada lagi perdebatan hingga meeting berakhir dengan tegang dan keluar dengan wajah tak menyenangkan, sedangkan Asfa langsung melempar koper nya ke atas meja begitu memasuki ruangan nya, Diego yang sedang duduk menjadi terjungkal karena kelakuan putri tuan besar nya itu. Di amati nya gerakan dari Asfa, tidak setenang di ruangan meeting, dan begitu topeng terbuka mampu membuat Diego menelan saliva nya dengan susah payah.


Hingga langkah kaki putih itu mendekat ke arah nya yang masih dengan posisi terduduk di lantai dengan kursi di belakang nya, dengan santai nya Asfa menekuk satu lutut nya dan satu lutut nya menempel di lantai seperti posisi mengutakan cinta seorang pria pada kekasih nya.


"Hancurkan perusahaan nya, waktu mu hanya... " ucap Asfa dengan lembut penuh senyuman iblis dan tatapan mata biru yang mampu menenggelamkan semua orang.

__ADS_1


__ADS_2