My Secret Life

My Secret Life
Bab 111: Si Wanita iblis


__ADS_3

Seakan menjadi petunjuk, satu persatu meninggalkan kerumunan dan dalam waktu satu menit lebih kerumunan menjadi tersisa dua orang wanita yang saling berhadapan. Satu wanita pemilik mansion masih tenang tapi satu wanita berjilbab seperti menahan sesuatu dari dalam hati yang terpancar dari kilatan amarah di mata nya, bahkan kilatan amarah Zara tak membuat Asfa terganggu sedikit pun.


"Tell or get out! (Katakan atau keluar.) " perintah Asfa dengan menyedekapkan kedua tangan nya.


"Apa kamu gadis itu? " tanya Zara dengan suara tercekat.


Tidak ada jawaban selain satu alis kiri Asfa terangkat karena tidak paham apa maksud dari Zara, gadis itu? Gadis apa maksud dari Zara, terlebih kemarahan di mata kakak nya sudah pasti wanita berjilbab di depan nya melakukan kesalahan yang sangat besar. Zara merasa jika Asfa bukan lah gadis yang ada di dalam fikiran nya, gadis yang membuat nya cemburu buta beberapa tahun yang lalu sehingga dengan berani meraih tangan Asfa dan memberikan tatapan memelas.


"Tolong bantu aku mendapatkan maaf dari Alvaro, ku mohon." pinta Zara dengan memelas namun tangan nya terlepas ketika sebuah tangan dengan kasar menepis tangan nya yang tengah menggenggam tangan Asfa.


Wusss.... Plaaak... Bruug...


"Jangan sentuh PUTRI RAJA KU!" seru Alvaro yang ternyata sudah kembali dan melihat serta mendengar ucapan Zara yang bagi nya tidak tahu diri karena memohon pada orang yang menjadi bahan cacian dan hinaan beberapa tahun lalu.


Tangan Zara di tepis dengan kasar bahkan terlihat wanita berjibab itu memegangi kedua tangan nya yang terasa sakit akibat perbuatan Alvaro, sedangkan Asfa langsung memejamkan mata nya setelah mendengar suara bariton kakak nya. Suara Alvaro melebihi batas dan itu membuat hati Asfa tak nyaman dan tenang, terlebih kakak nya sudah meng-klaim nya sebagai putri raja maka sudah jelas masalah yang ada di depan mata nya menyangkut diri nya.


"Ca... " ucap Zara dengan tatapan penyesalan.


"Stop! My name is Haram for you mentioned! (Berhenti! Nama saya Haram untuk anda sebutkan!)" ucap Alvaro memotong ucapan Zara dan membuat wajah Zara langsung memerah.


"Cukup!" seru seseorang dari arah pintu mansion yang langsung membuat Alvaro, Zara dan Asfa mengalihkan pandangan dimana seorang pemuda sudah berdiri dengan todongan senjata api dari tiga sisi dan masih bisa ber suara seperti pemilik mansion.


"King." gumam Zara yang tidak percaya jika boss nya ikut kembali ke mansion Caesar.


"Bawa pelayan mu pergi!" perintah Alvaro dengan tatapan tajam menatap Zara yang masih menatap king di depan pintu.


"... "


"Aku tidak tahu apa masalah kalian, tapi aku tidak terima anda menghina ilmuwan ku di depan mata ku sendiri... " ucap king dengan serius yang justru membuat Alvaro tersenyum sinis.


Proook.. proook.. proook..


Tiga tepuk tangan dari Alvaro menghentikan ucapan king yang kemudian menatap Alvaro dengan tajam, sedangkan Zara merasa tercekat karena ada di antara amarah boss nya dan juga Caesar. Rasa takut dan juga rasa khawatir bercampur menjadi satu, amarah Alvaro bisa menghancurkan diri nya dan amarah boss nya bisa menghancurkan Alvaro, yah begitu lah yang ada di dalam kepala Zara tapi tidak dengan Asfa yang justru memilih mencari tempat duduk terbaik untuk melihat sejauh apa drama di depan nya.


"Queen for you. (Queen untuk mu.)" ucap seseorang yang dengan santai nya memberikan minuman kaleng dingin dan langsung di sambut senyuman termanis dari seorang Asfa.


"Sikap pemimpin mu patut di acungi jempol, tapi.." ucap Alvaro terhenti dan menatap Zara yang tubuh nya sudah mulai bergetar membuat Alvaro semakin jijik dengan wanita berjibab yang biasa nya terkenal sholehah di banyak mata orang.


"Bagaimana jika boss mu tahu rasa nya kehilangan keluarga karena cinta buta seorang wanita tak BERHATI? Apa sikap nya masih segarang singa? Atau." ucap Alvaro dan menatap pemuda yang menaikkan kedua alis nya seakan tidak paham apa maksud dari ucapan Alvaro.


"Please ca.. " gumam Zara yang meminta Alvaro untuk berhenti meneruskan cerita masalalu nya namun ucapan Zara selalu di hentikan oleh Alvaro baik lewat tatapan tajam ataupun jari yang di letakkan di depan bibir.


"Tell! (Katakan!)" seru king yang tidak suka dengan salah paham dan memilih memberikan satu kesempatan sebelum mengambil tindakan dan keputusan final.


Tak.. tak.. tak..

__ADS_1


Bukan jawaban melainkan langkah Alvaro berjalan mendekati King dengan langkah panjang nya, pemuda itu tidak gentar ataupun memundurkan langkah kaki nya sedangkan Asfa melambaikan tangan pada penjaga mansion agar melepaskan king dan kembali ke tempat masing-masing. Apa pun yang akan di lakukan kakak nya biarlah terjadi dan satu lawan satu tentu nya adil, beberapa langkah hingga akhirnya Alvaro berdiri di depan king.


Hanya king yang bisa melihat ekspresi wajah Alvaro sedangkan Zara dan Asfa hanya merasakan tingkat aura yang mencekam memenuhi ruangan yang cukup luas itu, terlihat Alvaro mendekatkan bibir nya ke telinga king. Ntah apa yang kakak nya itu bisikkan selama sepuluh menit, hingga tubuh Alvaro bergeser dan menunjukkan senyuman puas dan seringaian licik yang membuat Asfa menggelengkan kepala nya.


"My devil has returned. (Iblisku telah kembali.)" gumam Asfa yang membuat orang di samping nya tersenyum tipis.


Wajah king terlihat merah padam dan mata tajam nya yang menatap Zara dengan nyalang dan dapat di pastikan jika Alvaro sudah mengatakan sebuah rahasia yang pasti sangat besar. Langkah king seperti orang kesetanan karena terlihat terburu-buru menghampiri Zara yang wajah nya sudah pucat pasi seakan tahu hidup nya akan berakhir, hingga membuat wanita itu memejamkan mata dengan tubuh yang bergetar hebat.


"Maafkan aku atas dosa nya pada mu." ucap king yang ternyata membelokkan arah kaki nya ketika Zara menutup mata nya.


Demi apa? Tiba-tiba king berjalan ke arah Asfa yang masih menikmati minuman kaleng dingin nya dan pemuda itu langsung berlutut di depan Asfa yang tengah duduk di anak tangga nomer tiga. Suara king yang begitu tulus tanpa amarah membuat Zara melotot tak percaya dengan pemandangan di depan nya, sedangkan Alvaro langsung menghampiri adik nya yang memberikan reaksi satu alis terangkat ke king karena tidak paham kenapa pemuda itu berlutut di hadapan nya dan meminta maaf untuk kesalahan orang lain.


"Queen." panggil Alvaro dengan lembut.


"Sorry? For what? (Maaf? Untuk apa?) " tanya Asfa yang membiarkan panggilan kakak nya terabaikan.


"Karena dia membuat hidup mu di ambang kematian beberapa tahun silam. Sebagai... " ucap king dengan menatap Asfa yang masih menaikkan satu alis kanan nya.


"Wait! Tell! (Tunggu! Katakan!)" perintah Asfa memotong ucapan king dan menatap penuh tanya pada kakak nya yang langsung menghela nafas.


"Zara dia wanita iblis itu." jawab Alvaro yang langsung membuat Asfa menaikkan kedua alis nya sesaat dan menatap Zara yang tatapan nya langsung bertautan.


Si wanita iblis, sebuah dogeng yang selalu menjadi cerita favorite kakak nya untuk memberikan pecutan pada diri nya selama menerima pendidikan fisik dan mental. Tidak akan pernah diri nya lupakan siapa wanita iblis yang menjadikan kakak nya seperti manusia besi seperti sekarang, bukan karena cacian dari wanita iblis itu tapi karena penolakan wanita iblis itu membuat seluruh anggota keluarga nya hampir kehilangan nyawa.


Baik itu diri nya, kakak nya bahkan papa nya, tidak ada yang bisa hidup normal selama beberapa waktu dan membuat satu anggota keluarga itu jatuh, bangkit dan tumbuh kuat bersama-sama.


Dan papa nya harus menyelam ke dasar lautan dan hampir kehilangan nyawa karena tekanan air yang begitu kuat menekan jantung nya dan alasan nya sama yaitu demi diri nya agar mendapatkan kesembuhan, semua itu terjadi hanya karena satu wanita iblis. Alvaro menceritakan jika permohonan nya dengan setulus hati bahkan sampai berlutut seperti seorang pengemis di depan wanita itu, tapi wanita itu justru memberikan banyak cacian dan makian bersama sumpah yang menusuk jantung dan hati Alvaro.


**Semoga kalian ke nerak@! Harapan kalian kandas seperti air mata keringku.* ucap Zara yang menjadi sumpah wanita berjibab itu sebelum meninggalkan Alvaro yang masih bersimpuh menahan luka di hati nya*.


Sumpah wanita iblis itu hampir saja terkabulkan, tapi Tuhan masih baik hingga membuat keluarga nya kembali meskipun dalam keadaan tak seperti semula. Asfa yang harus bergantung pada obat merah delima selama bertahun-tahun, Alvaro yang menjadi memiliki julukan manusia besi dan papa nya yang harus melakukan operasi besar dan hampir merenggut nyawa pondasi keluarga Luxifer.


"Apa itu benar?" tanya Asfa dengan suara yang sangat dingin, berat dan tajam membuat king berdiri dari posisi berlutut nya karena bulu halus di sekujur tubuh nya meremang.


Bahkan mata biru Asfa sudah membulat tajam sempurna namun wajah itu masih tenang dengan aura yang menyesatkan lawan, Alvaro masih diam membiarkan kemarahan dan rasa sakit hati adik nya di keluarkan. Sedangkan Zara sudah tidak mampu lagi menahan tekanan intimidasi yang menjadikan nya sasaran empuk meskipun sang pelaku intimidasi berubah-ubah hingga akhirnya tubuh Zara limbung dan kesadaran wanita berjibab itu mulai menghilang.


Bruuug...


"Bawa dia pergi! Atau ku jadikan dia makanan hewan kesayangan ku!" perintah Asfa yang suara nya masih menenggelamkan lawan dan menatap tajam king.


Bukan nya mundur tapi pemuda itu justru kembali berlutut di hadapan Asfa dan menatap gadis di depan nya dengan lembut dan penuh kasih sayang, tidak ada tatapan hangat dari Asfa meskipun melihat sikap king yang mencoba menenangkan nya.


"Lepaskan amarah dan dendam mu, jika mata di balas mata maka dunia akan buta. Aku percaya kamu gadis baik, aku sendiri yang akan menjauhkan Zara dari keluarga mu. Ini janji seorang Azam Khan." ucap king dengan serius.


"I don't care! Bring her now or I will make it so my shark food. (Saya tidak peduli! Bawa dia sekarang atau aku akan membuatnya jadi makanan hiu saya.)" ucap Asfa yang langsung membuat Azam bergidik ngeri dan menghela nafas dalam.

__ADS_1


"Baik lah, sekali lagi maafkan dosa nya. Hanya itu yang bisa ku katakan, me maafkan lebih baik." ucap Azam mencoba memberikan nasehat.


"What if I make your family on the verge of death? What is your wise saying still remains the same?(Bagaimana jika aku membuat keluarga mu di ambang kematian? Apa ucapan bijaksana mu masih tetap sama? )" tantang Asfa yang langsung membuat wajah Azam memerah.


Bagaikan buah simalakama bagi Azam, nasehat bijaksana nya justru menjadi pedang tajam yang menghujam jantung nya. Membayangkan keluarga nya tersiksa sungguh hal paling menakutkan dan jika di fikir lagi, mungkin orang yang menjadi alasan keluarga nya tersiksa pasti sudah di bakar hidup-hidup oleh nya. Tapi lihatlah Asfa yang hanya menggunakan kata-kata sebagai tindakan pertama, jika yang di posisi Asfa adalah diri nya.


Apakah mampu setenang dan sedingin Asfa, jawaban nya pasti tidak karena siapapun yang menyentuh keluarga nya pasti akan binasa. Sedangkan Asfa memberikan senyuman sinis kepada Azam yang mengalami skakmat tepat membunuh raja nya langsung, dengan ketenangan Asfa berdiri sembari menggenggam kaleng di tangan kanan nya.


"Coba ulangi kata bijak mu, disaat kehancuran keluarga mu di depan mata mu." ucap Asfa di depan Azam dengan jarak lima belas cm.


Kreeeuuzeek***....



Azam Khan alias king ☝


...~~~~...


.


.


.


. Othoor udah up dua x sehari nih ya,, 😊


.


.


. Jangan lupa like, comment, vote, favorite plus enjoy reading ya readers.. 🥰


.


.


. Othoor pengen banget dapet kritik ma saran kalian loh.. 😬


.


.


. Btw, proses revisi masih blum othoor lanjut in so tunggu ya, makhlum othoor nulis tiga novel plus terkadang up novel My Secret Life 2x sehari.


.

__ADS_1


.


. Mampir juga ke novel lain othoor mungkin sensasi nya beda.. 🤤😅


__ADS_2