My Secret Life

My Secret Life
Bab 131: Heli pengantar


__ADS_3

Di dalam heli Asfa dan Tuan besar tengah mendiskusikan sesuatu. Wajah keduanya sangat tegang namun masih dalam keadaan stabil. "Kenapa papa harus ikut? Aku bisa sendiri!"


Asfa memijat pangkal hidungnya. Tuan besar menghela nafas kasar. Baik ayah ataupun anak tidak ada yang mau mengalah! Inilah yang menjadikan ke-dua generasi berbeda itu, bersatu dan kuat tapi rasa takut kehilangan semakin terikat.


"King, Queen. Enemy coming!(King, Queen. Musuh datang!)" seru sang pilot.


Asfa dan Tuan besar melihat kearah luar. Awan putih yang menyambut mata keduanya tak mengurangi ketajaman mata, terlihat jarak cukup jauh lima heli datang dari arah belakang.


Heli semakin mendekat. Asfa mengamati desain heli di belakang nan jauh sana.


"Percepat! Dan tetap tenang." titah Asfa memasukkan senjata api ke saku jacket.


"Bukankah papa sudah bilang. Ini berbahaya!" tukas Tuan besar dan menggenggam senjata ditangan kanan.


Asfa mengenggam tangan kiri tuan Luxifer. "When the world is only betrayal, I have to learn independently! Dad who taught me right?(Ketika dunia hanya pengkhianatan, aku harus belajar mandiri! Ayah yang mengajariku bukan?)"


Hhhaaaahh.. (Helaan nafas pasrah tuan besar ketika putri rajanya sudah memberikan Skakmat)


Heli semakin mendekat, namun tidak ada tanda niat menyerang. Justru heli hanya menambah kecepatan terbang dan melewati heli yang ditumpangi Asfa begitu saja. Kini heli mafia Phoenix terkepung dari tiga arah, depan, samping kanan dan kiri, sedangkan dua heli lain tertinggal di belakang.


"Jangan pa! Ikuti permainan mereka." cegah Asfa menarik tangan tuan Luxifer yang siap membidik lawan.


"Tapi mereka musuh! Papa tidak akan mengambil resiko." protes tuan Luxifer menatap Asfa.


"Mereka hanya pengantar bukan lawan pa. Mereka ingin kita memasuki daerah perbatasan! Tenanglah." jelas Asfa memberikan kedipan mata.


Bagaimana bisa tenang? Jika putri yang baru saja bebas dari jurang kematian, justru kembali menantang maut! Lalu apa arti seorang ayah? Jika menjaga putrinya saja tidak becus. Tapi Asfa seorang pengamat yang lebih baik darinya, maka percaya naluri Asfa adalah yang terbaik.


"Dad. Believe me!(Ayah. Percayalah padaku!)" ucap Asfa lembut.

__ADS_1


Tuan Luxifer memejamkan mata. Kekhawatiran dihatinya seperti sebuah harapan palsu, sudah jelas Asfa bisa menjaga dirinya sendiri. "Okay. Let's do it together.(Baiklah. Ayo kita lakukan bersama.)"


Asfa mengangguk dan menepuk bahu pilot dengan memberikan kode tangan agar mengikuti permainan musuh. Heli mafia Phoenix digiring menuju ke puncak perbukitan barat.


"Pakai nak!" titah tuan Luxifer memberikan topeng identitas keluarga Phoenix.


"Thanks always with me dad.(Terimakasih selalu bersama ku ayah.)" ucap Asfa dan memakai topeng miliknya.


Tuan Luxifer mengangguk. "My life is you. Of course I'm with you.(Nyawaku adalah kamu. Tentu aku bersamamu.)"


Penerbangan selama 20 menit menuju puncak perbukitan barat yang dikenal dengan kawasan terlarang, Asfa dan Tuan Luxifer masih dalam keadaan tenang dan waspada. Pendaratan berlangsung mulus, para penghuni heli yang menggiring Asfa dan Tuan Luxifer keluar dan mengepung heli mafia Phoenix.


Sreeeet... (Pintu heli dibuka paksa)


"Turun!" perintah seorang pria dengan pakaian belang putih dan hitam.


Angin menerpa wajah semua orang. Asfa mencium aroma buah yang sangat tajam dan harum menggoda. Pandangannya menelisik kesegala penjuru.


"Jaga pandangan mu!" bentak pria yang memaksa membuka pintu heli.


Asfa masa bodo. Tapi tidak dengan tuan Luxifer, yang langsung mencengkram leher pria kurang ajar itu. Berani sekali membentak putri rajanya didepan wajahnya langsung! "Rupanya kau bosan hidup!"


"Tembak saja jika kamu mau!" suara bariton terdengar memecahkan suasana tegang yang sedang berlangsung.


Suara yang hampir terlupakan. Asfa mengalihkan tatapan matanya ke arah sosok yang memberikan papanya kebebasan bertindak. "Ternyata!"


"Apa kabar mu Nana kecil?" tanya sosok yang berhenti tepat di depan Asfa dan membuat Tuan Luxifer memundurkan langkah.


Asfa hanya diam tanpa jawaban. Sosok yang jarang dilihat, tapi selalu mengawasi pergerakannya. "Apa ada yang penting?"

__ADS_1


"Ck.ck.ck. Apa pria berkuasa ini, tidak mengajarimu cinta?" sindir sosok itu menatap sinis Tuan Luxifer.


...~~~...


.


.


.


. Hay reader's.. 👋


.


.


. Jujur mood othoor lagi 'E' kaya signal terburuk. Tapi menulis bisa melepaskan beban di hati, semoga kalian tetap setia membaca karya othoor yang masih recehan. ✍️🤐


.


.


.


. Sebenarnya, othoor udah kirim chat ajuin Crazy up, tapi mungkin bukan rezeki othoor kali ya buat ikut...🥺


. Sudahlah, othoor crazy up sendiri aja 😴(⊙_◎)


...(Mumpung hari jumat, semoga berkah)...

__ADS_1


__ADS_2