
"Hmm.Tekanan darah mu normal tapi syaraf mu mengalami shock terapi terlalu cepat. Tapi ini mempercepat proses penyembuhan mu, bisa aku minta sesuatu pada mu? " tanya Alvaro setelah melakukan pemeriksaan yang sempat tertunda.
"Katakan saja, sebagai ucapan terimakasih ku. Aku akan penuhi satu permintaan mu, meskipun banyak pertanyaan yang kini memenuhi otak ku." jawab Abhi dengan serius menatap Alvaro.
"Aku ingin kamu tetap Lumpuh untuk sementara waktu." ucap Alvaro dengan jelas dan langsung membuat mata biru Abhi menjadi tajam dan berfikir jauh.
"Don't thinking bad!(Jangan berfikir buruk hmm!) " ucap Alvaro setelah melihat reaksi pasien nya yang memberikan tatapan tajam pada nya.
"So what you means with your wish? (Jadi apa maksud mu dengan keinginan mu ?) " tanya Abhi dengan suara berat nya yang menandakan emosi nya tengah bergejolak.
Bagaimana emosi nya tidak bergejolak jika tiba-tiba dokter nya meminta nya untuk tetap lumpuh padahal baru saja dokter nya itu mengatakan proses penyembuhan nya terjadi lebih cepat, otomatis diri nya akan bisa berjalan lebih cepat donk. Tapi seperti sebuah kesempatan yang tak di lewatkan saja hingga dokter itu meminta diri nya untuk tetap lumpuh meskipun diri nya sudah menyanggupi untuk memenuhi satu permintaan dokter Aal, tetap saja jika permintaan nya aneh seperti itu bagaimana tidak fikiran nya menuju ke hal buruk.
"Kita pindah ke kamar mu dulu, biar kan Asfa istirahat." ucap Alvaro yang memang tidak ingin adik nya mendengar rencana nya.
"No! I want stay here. (Tidak! Aku ingin tetap disini.) " ucap Abhi dengan tegas.
"Okay like you wish. (Baik seperti keinginan mu.) " ucap Alvaro dan memilih menggunakan cara lain.
Dengan cekatan Alvaro mengambil sebuah note dan pulpen yang ada di laci nakas, membiarkan Abhi mati penasaran dengan apa yang di lakukan nya. Hingga Dua puluh menit berlalu note di tutup dan Alvaro kembali mendekati Abhi, di serahkan nya note itu ke pasien yang paling special seumur hidup nya setelah adik nya tentu.
Dengan usaha yang sudah lebih baik, tangan Abhi mulai bekerja dengan normal dan note itu perlahan di buka namun kosong. Lembar berikutnya tertulis tiga kata yang membuat kedua alis bertautan , setiap lembar di buka dari lembar kosong berganti ke lembar dengan kata yang membuat kepala Abhi pusing tujuh keliling.
"I really not understand what you want, tell to me simple!(Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kamu inginkan, katakan padaku sederhana.) " perintah Abhi dengan menyerahkan note milik Alvaro.
"I want you stay in your condition now, help me for take care my doll. Many enemy's coming in this time. (Aku ingin kamu tetap dalam kondisi mu sekarang, bantu aku merawat boneka ku. Banyak musuh datang saat ini.) " bisik Abhi tepat di telinga kiri Abhi dengan suara pelan namun jelas.
Bukan jawaban tapi tatapan Abhi mengarah pada istri nya yang masih tenang dalam posisi tidur miring nya namun perban besar yang menutupi pundak kiri istri nya seakan memberikan alarm pada nya jika apapun ucapan dokter Aal pasti sangatlah serius, meminta dirinya tetap lumpuh di saat keadaan nya sudah lebih baik tentu nya bukan hal main-main. Namun ekor mata nya baru menyadari jika ada sosok lain di sebelah istri nya, seorang pria yang umurnya pasti seperti umur papa nya tengah terbaring dengan mata terpejam dan wajah pucat nya, Alvaro yang mengamati setiap perubahan ekspresi wajah Abhi dan mengikuti setiap pandangan mata Abhi hanya bisa bersikap dingin dan tenang.
"Siapa dia? " tanya Abhi menatap tuan Luxifer.
"Perhatikan saja wajah nya seperti wajah siapa." jawab Alvaro dengan seenaknya.
__ADS_1
"Eeuum.Aiir." ucap Asfa yang langsung membuat Alvaro bergegas mengambilkan air dan dengan susah payah memberikan air itu pada adiknya, meskipun terhalang oleh kaki Abhi. Sedangkan Abhi yang menerima tatapan tajam Alvaro harus memejamkan mata nya untuk memulai drama nya.
"Aku bisa sendiri ka." cegah Asfa yang melihat tangan kakak nya ingin membantu nya bangun.
"Baiklah, kakak percaya pada mu." ucap Alvaro yang menyerah dengan sikap mandiri adiknya di saat keadaan nya tidak baik-baik saja seperti itu.
"Why him here? What happened? (Kenapa dia disini? Apa yang terjadi?) " tanya Asfa yang suara nya sedikit terkejut ketika mendapati Abhi duduk bersandar di belakang nya.
"Calm down queen. I give him sleep medicine because him see me take you come here. (Tenang queen Saya memberinya obat tidur karena dia melihat saya membawa Anda datang ke sini.) " jawab Alvaro dengan relax agar adiknya percaya.
"Hmm. Don't try for playing with me. I will go now, take care him for me.(Hmm. Jangan mencoba bermain dengan ku. Aku akan pergi sekarang, rawat dia untuk ku.) " ucap Asfa yang memilih turun dari tempat tidur king size nya dari tengah sembari menahan rasa pegal di pundak kiri nya.
"Queen you still sick! where you go? (Queen kamu masih sakit! Kemana kamu pergi?) " seru Alvaro yang membuat langkah adiknya berhenti padahal langkah Asfa baru dua langkah turun dari ranjang nya.
"I have many works. You know better about me. (Aku punya banyak kerjaan. Kamu tahu lebih baik tentang ku.) " ucap Asfa dan melanjutkan langkah kaki nya tanpa berbalik menatap kakak nya ataupun melihat keadaan suami nya yang ternyata terpantul dari sebuah kaca dimana Abhi mengubah ekspresi wajah tenang nya menjadi ekspresi wajah terkejut.
"I want alone, give me time! (Aku ingin sendiri, beri aku waktu!) " ucap Asfa yang tahu jika kakak nya pasti akan membantah ucapan nya.
Dengan tertutup nya ruangan rahasia kini wajah Abhi merasa panas dingin, ketika mata nya terbuka terlihat jelas wajah Alvaro yang tajam dan dingin menatap nya. Wajah yang mengintimidasi dan wajah itu berbeda jauh dari wajah dokter Aal yang di temui nya, sedangkan di dalam hati Alvaro tengah terjadi pergulatan setelah mendengar ucapan adiknya dan suara adiknya terdengar jelas dengan seperti sebuah peringatan bagi nya.
"Apa yang ku dengar... " tanya Abhi yang seakan tidak mempedulikan perintah Alvaro.
"Stttt. Shut up.(Sttt. Diamlah.) " ucap Alvaro menaruh jari telunjuk kanan nya di bibir dengan tatapan yang semakin tajam.
Meninggalkan ruangan rahasia dimana Abhi dan Alvaro bersitegang, Asfa justru meninggalkan mansion nya menggunakan mobil van ayah nya bersama beberapa bodyguard yang menjadi pengawal nya dan Bunda anya yang setia duduk di samping nya, tentu saja setelah mengganti pakaian nya dengan pakaian bersih. Mobil van itu melaju dengan kecepatan normal sesuai perintah dari queen nya melintasi jalan raya yang terlihat lenggang di waktu siang, banyak karyawan yang pasti sudah kembali ke tempat kerja mereka mengingat waktu menunjukkan pukul dua siang.
"Queen are you serious want come there in your situation like now? (Queen apakah Anda serius ingin datang ke sana dalam situasi Anda seperti sekarang?) " tanya Bunda anya yang sungguh tidak habis fikir dengan perintah dadakan queennya itu.
"Any doubt? (Ada keraguan?) " tanya balik Asfa dengan suara berat nya dan topeng di wajah nya sudah terpasang dengan sempurna.
Siapa yang bisa meragukan keputusan dari nona muda nya yang selalu memberikan kejutan meskipun badai datang menerpa, queen tetap lah queen jadi apa lagi yang bisa di ragukan dari seorang Queen Asfa Luxifer. Perdebatan tak akan berlaku di hadapan nona muda nya karena yang berlaku hanyalah perintah dari nona muda nya saja, perintah tanpa bisa di ganggu gugat lagi. Perjalanan selama satu jam di jalan utama berpindah ke sebuah jalan yang cukup terjal dengan laju kendaraan yang lebih berhati-hati, karena keselematan queen nya yang utama terlebih keadaan queen nya tengah terluka meskipun tidak ada satu kata keluhan pun dari bibir mungil yang tertutup topeng hitam bersimbol mawar itu.
__ADS_1
Ciiiit...
Klik....
"Silahkan queen." ucap seorang bodyguard yang langsung turun dari mobil dan membukakan pintu mobil dimana nona muda nya berada.
"Kalian tetap lah disini! Ayo Bunda anya." perintah Asfa setelah turun dari mobil van di ikuti oleh Bunda Anya.
Kedua wanita itu ber jalan meninggalkan mobil van yang terparkir di pinggir sebuah hutan, hutan yang cukup lebat dengan rimbun nya pepohonan. Tapi kedua wanita itu justru ber jalan menghilang di antara ratusan pohon yang berjejer tanpa aturan, tidak ada jejak selain angin yang menerpa dan menggoyangkan dedaunan.
...~~~~~...
.
.
. Readers, othoor cuma mau kasih tahu kalau karya My Secret Life udah di revisi sampai bab 60,jadi bisa di baca lagi kalau memang ada kurang paham ama bahasa asing.
.
.
. but...
.
.
. Kata-kata sederhana seperti thank you, love you, good night atau bahasa asing yang biasa kita dengar di banyak kesempatan memang othoor gak semua terjemahin ya.
.
__ADS_1
.
. Jadi, kalau ada saran, kritik atau pertanyaan tinggal comment aja yah karena tanpa comment tentu othoor nya enjoy nulis sesuka hati nya.