
Matanya mulai tak bisa dikendalikan. Semakin dipaksakan, justru semakin berputar. Tubuhnya terasa melayang, dengan kesadaran yang tersisa Asfa merasakan sentuhan lembut di pinggangnya. Wajah yang terasa tak asing memeluk tubuh lemasnya. "Apa mau….."
"Aku hanya ingin memandangmu! Ayo ku bantu ke kamar." jawab seorang pemuda dengan cekatan menggendong Asfa ala bride style.
Gelap sudah pandangan Asfa. Kamar hotel yang hanya menggunakan sistem kunci biasa, tak menyulitkan pria itu untuk membawa Asfa ke kamar pesanan. Dengan lembut, pria itu membaringkan tubuh Asfa diatas kasur. Kini Asfa tertidur karena obat tidur. Usapan lembut tangan pria itu menelusuri wajah mungil Asfa dengan binar kerinduan. "Perfect. Sayang aku datang terlambat. Apa kamu bahagia bersama dia? Bagaimana dengan kebiasaan mu? Aku rindu semua tentangmu, Queen."
Sejenak jemari pria itu berhenti di atas bibir Asfa yang terlihat pucat. Bibir yang menggoda, namun didalam hatinya masih menyadari batasan. "Seandainya kamu milikku, tapi kini aku sudah kembali. Aku berharap masih ada sedikit tempat untuk ku di hatimu."
Jemari itu beralih menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Asfa. Sekilas matanya menangkap tanda merah di leher putih Asfa, tanda kepemilikan seseorang. Hatinya terasa panas, tanda itu menyulut rasa cemburu. Ingin rasanya menghapus paksa stempel merah yang mencibir kegagalannya. Namun, sekali lagi kesadarannya masih tersisa. Tidak mungkin tangannya digunakan untuk melukai gadis pemilik tahta di hatinya.
Maaf caraku salah. Biarkan aku menatapmu untuk melepaskan dahaga ku. Esok akan kupastikan, matamu tak menemukan diriku. Aku mencintaimu Queen, sejak pertama kita bertemu. Kamulah alasan ku tetap hidup hingga detik ini. ~ batin pria itu dengan mengecup kening Asfa.
Hanya itu batasan yang bisa dilanggar olehnya. Cinta miliknya ada untuk ketulusan, bukan paksaan. Meskipun cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, tidak pernah terlintas dalam fikirannya untuk menodai cinta di hatinya. Queen adalah seorang penyelamat didalam hidupnya.
Pertemuan pertamanya dengan Queen masih teringat jelas di dalam memori otaknya. Saat dirinya berusia 17 tahun dan Asfa berusia 15 tahun. Dimana sebuah kecelakaan tunggal, membuat seluruh keluarganya meninggal di tempat kecuali dirinya. Bantuan Asfa yang datang seperti peri kecil, membuat hati layu miliknya tersiram air hujan.
Flasback
Suasana teramat sepi di jalan Mayor selatan. Sebuah mobil sedan dengan 4 penumpang mengalami kecelakaan tunggal didaerah yang cukup terpencil. Keadaan mobil ringsek dan terbalik dengan asap yang mengebul. Asfa yang tengah menjalani latihan menyetir bersama seorang kepercayaan sang papa, tak sengaja melewati jalan itu. Dengan sigapnya Asfa turun dari mobil setelah mobilnya berhenti cukup jauh dari mobil yang terbalik.
__ADS_1
Tangan mungil Asfa berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan korban, dibantu sang bodyguard. Meskipun lengan Asfa tergores, tapi mata Asfa tak pernah menyorotkan putus asa. Satu uluran tangan Asfa terekam jelas di matanya. Tangan dengan warna merah darah masih bersedia membantunya keluar dari dalam mobil.
Hanya dalam waktu lima belas menit, seluruh keluarga telah keluar dari dalam mobil. Meskipun yang selamat hanya seorang remaja dengan luka dikepala dan lengan, luka yang tak begitu parah karena tubuh remaja itu mendapatkan perlindungan dari sang ibu. Asfa masih setia menemani remaja itu hingga bantuan datang.
Hingga para polisi dan petugas rumah sakit datang, melakukan pemeriksaan dan mengatakan apa sebab musabab dari kecelakaan itu.
"Jangan bersedih. Bangkitlah! Hidupmu masih panjang, balas mereka yang merebut kebahagiaanmu. Bukankah kamu dengar apa kata polisi! Kecelakaan ini tidak murni. Jangan menjadi lemah! Buktikan kamu kuat meskipun seribu belati menikam!" Asfa membisikkan kata-kata yang menjadi cambuk semangat hidup baru.
Yah satu bisikan peri kecil, membuat hatinya tersengat aliran listrik. Rasa hancur atas kehilangan seluruh anggota keluarga, membuatnya bangkit dan belajar bertahan hidup didalam kerasnya perebutan harta didalam keluarga besarnya.
Pria itu berhenti menatap wajah Asfa. Disaat matanya bertemu sebuah cermin, cermin yang selalu dihindari olehnya. "Apa kamu puas? Lihatlah jarak ini tak ada sekat. Lalu? Yah cinta ku masih memiliki kesadaran. Tuan muda keluarga Burhan tidak akan melanggar batasan."
Cup…
"Selamat menempuh hidup baru queen. Aku akan selalu mengawasimu, akan ku pastikan hidupmu bahagia. Maaf atas kelancanganku. Love you Queen." Pria itu bangun dari tempatnya dan berjalan meninggalkan Asfa yang masih terlelap dalam buaian obat tidur.
Waktu berlalu, malam berganti pagi…
Sinar mentari perlahan menerobos masuk melalui celah tirai, menyambut putri tidur dengan kehangatan alam. Kelopak mata dengan bulu mata lentik perlahan mulai terbuka, sinar menghalangi pandangan matanya. Dengan satu telapak tangan kanan, Asfa menutup cahaya. Membiarkan matanya menyesuaikan cahaya disekitarnya. Tubuh Asfa tersentak ketika sekelebat ingatan semalam datang menyapa.
__ADS_1
"Vans!" seru Asfa dengan menatap seluruh sudut kamar inap nya.
Tapi tak ada sosok yang sama seperti ingatan terakhirnya sebelum tak sadarkan diri. Tapi wajah imut dengan pakaian formal semalam, pasti nyata. Aroma parfum dengan merk brand yang teramat dikenal Asfa masih bisa tercium dan menempel di lengannya.
Kenapa kamu datang tanpa menungguku sadar? Apa persahabatan kita tak berarti lagi? Awas saja, aku akan memberimu pelajaran.~ batin Asfa dan memegang kepalanya yang terasa pusing.
Asfa kembali membaringkan tubuh lemasnya. Tidak ada yang ingin dilakukan olehnya, disaat kepalanya terasa sangat berat. Dibawah hotel, tepatnya di cafe para client Asfa sudah menunggu dengan wajah bosan dan kesal. Pemandangan sekelompok orang berdasi itu, membuat wajah seseorang tersenyum puas. Dibalik koran yang terbuka.
Ternyata mudah sekali membuat jalan kehancuran kalian. Sekarang waktunya beraksi.~ batin orang itu dan melipat koran, membenarkan penampilan dan bersiap menghampiri client Asfa.
Tapi langkah kakinya, kalah cepat dengan langkah seorang pria dewasa yang sudah berdiri di hadapan para client Asfa. "Selamat pagi menjelang siang. Maaf atas keterlambatan saya, queen mengalami drop sehingga berhalangan hadir. Sekiranya, izinkan saya untuk mewakili Queen dalam rapat kali ini."
......~~......
.
.
. Andai othoor tak up, apa kalian masih setia menanti next story MSL?
__ADS_1
. Boleh ya, othoor izin tak up dua hari saja 🥺