My Secret Life

My Secret Life
Bab 75: Delia vs Rania


__ADS_3

Sedangkan di dalam sebuah mobil sports terjadi sebuah pembicaraan dari satu pihak dan pihak lain nya hanya menjadi pendengar yang baik dan tenang, di mobil lain nya justru seorang gadis tengah sibuk menggerutu dengan di dengar kan oleh dua orang pria di kursi depan. Niat nya ingin bisa dekat dengan orang yang membuat nya semangat tapi justru berakhir dengan perpisahan tanpa persetujuannya, tapi siapa dirinya itu? Kesadaran yang masih tersisa membuat gadis itu berhenti menggerutu dan duduk dalam diam menatap keramaian di jalan raya yang kali ini terlihat cukup ramai.


Hingga mobil memasuki sebuah pusat perbelanjaan yang sangat besar dan mobil itu terparkir di tempat khusus , tanpa menunggu pintu di buka kan gadis itu keluar dari mobil dan mulai berjalan menuju lift yang ada di area parkiran. Tentu saja dua pria yang bersama nya mengikuti setiap langkah nya dengan diam dan tidak ada satu pertanyaan pun yang keluar dari ke dua bibir yang seperti terkunci.


"Ayolah kenapa kalian diam saja, bicaralah! " keluh gadis itu dengan gemas.


"Tugas kami melindungi bukan ceramah!" jawab salah satu pria yang langsung membuat gadis itu mendengus kesal dan keluar dengan langkah seribu setelah lift berhenti dan terbuka.


Terlihat begitu banyak deretan toko yang menarik perhatian nya dan sebuah toko pakaian dengan nama Amelia menjadi pilihannya, dengan satu kartu yang di genggam nya membuat gadis itu ber semangat. Kemana pun gadis itu melangkah sudah pasti di ikuti oleh dua bodyguard yang menjadi seperti ekor, kini tangan nya mulai menyentuh deretan dress cantik dan anggun di dalam toko.


"Siang nona, ada yang bisa saya bantu? " tanya seorang pelayan toko.


"Dress cantik dengan lengan seperti ini ber warna pink dan sepanjang ini, apa ada? " ucap gadis itu sembari mempraktikkan dengan isyarat tangan nya yang menggulung kaos panjang nya dan menggaris sebatas paha nya dengan isyarat tangan nya.


"Mari nona, di sebelah sana." ajak pelayan itu dengan berjalan di depan.


"Silahkan di pilih." ucap pelayan itu di depan deretan dress yang keseluruhan nya ber warna pink dengan berbagai model.


Pelayan itu masih setia menunggu customer nya untuk memilih sesuai pilihannya, namun terlihat tangan itu berhenti tepat di sebuah dress yang mungkin menarik perhatian nya. Gaun dengan lengan terbelah pendek panjang selutut dengan brukat emas yang menutupi bagian dada nya, gaun yang simple namun elegan.


"Hey ini milik ku! " seru seseorang dari arah seberang.


"Bukan! Ini milik toko!"jawab gadis itu dengan lantang.

__ADS_1


" Ambil saja yang lain, ini milik ku. " seru orang itu lagi dan berhasil menarik gaun yang tengah menjadi perebutan.


Kesal itu lah yang di rasa kan oleh gadis itu, setelah menemukan dress yang cocok justru harus di ambil orang dan dengan berlari gadis itu menghampiri orang yang merebut incarannya. Seorang wanita dengan tubuh wow yang menunjuk kan ukuran aset nya big dengan pakaian yang menggoda kaum adam, tentu saja gadis itu berpikir jika di depannya adalah wanita dewasa dengan postur tubuh yang jauh dari ukuran tubuh nya yang tidak mencolok.



Tapi sesaat melirik ke arah belakang dimana ada dua bodyguard nya yang ternyata masih berwajah datar seakan tidak tergoda dengan pemandangan di depan nya, sedikit ngeri dan ada fikiran nyleneh yang melintasi fikiran gadis itu. Tapi sejurus pandangan gadis itu beralih ke dress incarannya, niat hati ingin mengambil kembali tapi justru wanita di depannya langsung mendorong tubuh nya.


Untung saja gadis itu langsung di tangkap oleh dua bodyguard di belakang nya, jika tidak pasti harus merasakan sakit di ****@* nya karena mencium lantai keramik toko. Dengan sigap satu bodyguard maju dan siap melindungi gadis yang di titip kan queen nya untuk menemani gadis itu jalan-jalan.


"Tunggu, aku bisa urus dia sendiri." cegah gadis itu dan berjalan maju dan memasang wajah polos ke arah wanita perebut gaun.


"Apa mau mu anak kecil? Pulang sana cuci kaki trus tidur! " ucap sinis wanita itu.


"Bagaimana jika kita bertanding untuk gaun itu?" tawar gadis itu dengan senyuman.


"Terserah, apa tantangan nya. Kamu yang putuskan." jawab gadis itu dengan kesadaran penuh.


Terlihat sebuah senyuman yang licik terbit dari bibir wanita itu, tapi tetap saja gadis itu masih memasang wajah polos nya. Hingga wanita itu menyebutkan tantangan yang membuat gadis itu terlihat lebih tenang dan santai, melihat reaksi wajah polos dari gadis itu membuat wanita itu penasaran dan berfikir mungkin kan dirinya salah memberikan tantangan.


"Ayo, kita cari tempat yang nyaman." ajak gadis itu berjalan dengan riang nya di iringi langkah kaki ke dua bodyguard dan seorang wanita yang masih percaya diri meskipun hati nya sedikit ragu tapi tidak dengan wajah nya yang tetap menampakkan keangkuhan nya.


Satu jam berlalu dan kini di sebuah mall di depan toko Amelia mendadak menjadi pusat perhatian , seorang model dadakan dengan wajah menor bergaun glamour yang menjadi pusat perhatian sukses membuat para pengunjung mall berdesakan mengambil foto sang model dadakan. Tapi berbeda dengan tawa yang nyaring memenuhi ruangan sempit dan membuat dua pria di kursi depan hanya bergidik ngeri dengan gelengan kepala.

__ADS_1


"Apa kalian ini manekuin? Aku sudah berusaha untuk membuat semua orang tertawa bahagia hari ini, tapi ternyata aku gagal membuat kalian berdua bahagia." ucap gadis itu dan menghentikan tawa nya.


"Aku tidak habis fikir dari mana ide seperti itu? Menjadi kan wanita sexy sebagai model ondel-ondel dadakan. " gumam pria yang tidak menyetir.


Bagaimana tidak ngeri jika wanita yang mengajak berduel dengan tantangan dance di sebuah pusat permainan harus kalah telak dengan gadis bermuka polos, bahkan pertandingan harus di ulangi sampai tiga kali tapi hasil nya tetap sama dan lebih ngeri nya hukuman itu bukan menyerahkan dress yang menjadi awal perebutan tapi justru yang kalah harus mau di dandani oleh pihak pemenang tanpa di perboleh kan mengaca bagaimana hasil nya dan memakai dress glamour dengan harga sepuluh juta. Masalah nya di sebelah wanita itu sudah tertulis sebuah kalimat berupa peringatan, Silah kan mengambil foto tapi di larang foto bersama. Yah begitulah peringatan nya yang menjadi antisipasi agar wanita itu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan wajah badutnya, karena ulah gadis itulah membuat banyak orang menahan tawa dan mendapatkan tontonan gratis tanpa di pungut sepeser pun.


"Hahaha ini bisa buat hadiah queen, cepat lah. " ucap gadis itu dan tetap tidak merasa bersalah dengan tindakannya dan justru memeluk erat benda pipih di dada nya dan mengabaikan gumam an satu bodyguard yang sebenarnya cukup jelas masuk ke telinga nya.


Tanpa di sadari oleh gadis itu jika dua bodyguard yang bersama nya harus bersikap biasa meskipun tahu siapa yang di kerjai oleh gadis tak berakhlak itu. Wanita yang sebenarnya usia nya tersamarkan dengan tubuh bongsor nya itu, meskipun begitu tidak ada niat di hati ke dua bodyguard itu untuk menolong wanita itu . Karena di dalam hati ke dua nya bersyukur wanita itu mendapatkan sedikit balasan atas pengkhianatan pada queen mereka, yah wanita itu adalah Delia adik angkat queen mereka tapi seperti nya wanita itu tidak menyadari jika dua bodyguard yang mengawal gadis tak berakhlak adalah bodyguard yang selama ini menjaga rumah mewah yang pernah di tempati oleh dirinya.


Mobil itu melaju melewati daerah gedung pencakar langit hingga menuju ke sebuah kawasan perumahan, dan perumahan yang cukup elite menjadi tujuan sang pengendara mobil.Sebuah rumah tingkat tiga dengan gerbang tertutup rapat membuat mobil itu berhenti sejenak, hingga sang pengemudi melakukan panggil an melalui ponsel nya dan pintu gerbang terbuka dengan seseorang membuka nya.


"Masuk saja, queen ada di dalam." ucap seorang pria bertatto dan kembali menutup gerbang setelah mobil masuk ke halaman rumah.


"Kenapa kita kesini? Bukan kah seharusnya ke mansion? " tanya gadis itu tapi tetap ikutan turun dari mobil.


Bukan nya menjawab justru ke dua bodyguard itu berjalan mendekati pintu dengan membuka kan pintu masuk dan memberikan isyarat agar gadis itu masuk terlebih dahulu dan disusul oleh ke dua bodyguard yang diam dengan wajah datar. Rasa penasaran tapi tidak ada tempat untuk ber tanya hingga langkah nya terhenti setelah mencapai ruang tamu dimana ada seseorang yang membuat nya terdiam di tempat dan hanya menelan saliva nya dengan susah payah.


"Bagaimana dengan jalan-jalan mu? " tanya seorang pria dengan suara khas nya.


"Emm." gumam gadis itu dengan menunduk.


"Ekhem! Biarkan Rania duduk dulu, kemari duduk lah!" perintah satu sosok lain yang masih menunjuk kan sebuah persahabat.

__ADS_1


Perintah itu memang lembut tapi sungguh nyali nya menjadi nol besar karena di hadapan nya kini ada seseorang yang membuat nya tetap hidup hingga detik ini, ada rasa takut dan bersalah karena dirinya tidak mematuhi perintah orang itu dan justru bertindak sesuka hati.


"Rania!" panggil pria itu dengan lebih tegas.


__ADS_2