My Secret Life

My Secret Life
Bab 93: Pelukan seorang sahabat


__ADS_3

"Stop it! (Hentikan!). " ucap Alvaro dengan menghapus air mata yang jatuh di wajah Ella.


"Aal, aku.. " ucap Ella yang tidak sanggup menjelaskan apapun, mungkin saja sabahat sekaligus pemimpin nya itu akan kecewa jika mengetahui perasaan nya pada Leo selama ini.


"Her fall in love with Leo but in Silence. (Dia jatuh Cinta dengan Leo tapi dalam diam.). " ucap Asfa dengan menyeruput kopi nya yang sudah tidak panas lagi.


Dengan cemas Ella menunggu reaksi Alvaro akan pernyataan dari queen tentang isi hati nya, tangan yang semula tenang menjadi bergetar seakan ujian berat akan di jalani nya namun keheningan membuat wajah Ella semakin menunduk dengan lelehan air mata dalam diam.


Greeeb...


Sebuah pelukan yang membuat nya Ella langsung mencium aroma parfum maskulin, lengan kekar yang memeluk nya adalah lengan sahabat nya Alvaro yang mencoba menenangkan nya seperti layak nya seorang kakak. Asfa hanya melihat itu tanpa ingin ikut campur karena pasti kakak nya lebih mengenal setiap anggota team nya, setelah berpelukan tidak lebih dari lima menit kini Alvaro menarik kursi nya untuk lebih dekat dengan Ella.


Dengan lembut di raih nya tangan kanan Ella dan mengusap nya dengan pelan, tanpa menatap wajah Ella yang musih menunduk meskipun lelehan air mata wanita itu sudah berhenti.


"Bisa jelaskan pada ku sejak kapan ini di mulai? " tanya Alvaro dengan tegas namun tetap nada nya normal.


"Emm, setidaknya sejak kami sering bersama. Sikap nya yang berbeda dari pria lain membuat mata ku selalu tertuju pada nya, benih cinta itu tumbuh begitu saja. Aku menjadikan Leo sebagai semangat ku dari awal mata ku terbuka hingga mata ku kembali terpejam, seperti tanaman mengharapkan hujan turun. " ucap Ella dengan mengangkat wajah nya menatap Alvaro yang hanya menatap tangan kanan nya yang ada di genggaman pria itu.


Hening....


"Seruan Leo mengungkap kan cinta nya pada Queen malam ini meruntuhkan istana yang ku bangun selama ini, ribuan panah menghujani ku tepat disini. Rasa nya itu sangat sakit hingga seluruh tulang ku melebur, apa yang harus aku lakukan sekarang? Menatap nya akan membuat jantung ku terasa sakit untuk bernafas Aal, aku sangat mencintai Leo seperti detak jantung ku di dalam sini." ucap Ella lagi dengan meletakkan tangan kiri nya menunjukkan dada yang terasa nyeri, sedangkan Alvaro memejamkan mata nya sesaat.


"Ka?" panggil Asfa yang tahu jika kakak nya tengah berusaha tenang.


"All fine doll. Don't worry. (Semua baik boneka. Jangan khawatir.). " ucap Alvaro dan membuka mata nya menatap Ella yang terlihat lebih baik setelah mengungkap isi hati nya.


"Apakah cinta itu masih ada? " tanya Alvaro dengan serius.


Ella hanya mengangguk tanpa satu kata yang bisa menjelaskan seberapa besar istana cinta di dalam hati nya, ibarat kata istana cinta nya hanya baru terguncang belum hancur sepenuh nya. Sedangkan Alvaro memalingkan wajah nya ke arah Asfa yang hanya diam dengan menikmati kopi yang sudah pasti tidak panas ataupun hangat lagi.


"Istirahat lah di kamar mu, aku hanya meminta satu hal dari mu Ella. Ku harap perasaan mu tidak akan merusak apapun, ingat lah kita team yang akan menjadi hebat saat semua anggota team bersatu." ucap Alvaro yang melepaskan tangan kanan Ella dan membuat wanita itu menghela nafas dan mencerna semua ucapan sahabat nya itu.


"Ayo ku antar." ajak Asfa meletakkan minuman nya di meja dan membantu Ella berdiri.


Kedua nya meninggalkan balkon kamar namun saat mencapai pintu masuk kamar tiba-tiba saja Ella memeluk Asfa dengan begitu erat membuat Asfa hanya membalas pelukan itu dengan usapan di punggung Ella.


"Ayo, aku antar ke kamar mu." ucap Asfa saat membuka pintu kamar nya.


"Tidak queen, aku bisa ke kamar sendiri. Terimakasih untuk malam ini, sampaikan maaf ku pada Aal." tolak Ella yang tidak ingin semakin merepotkan Asfa.


"Istirahat lah." ucap Asfa dan membiarkan Ella keluar dari kamar nya sendiri an.


"Queen?" panggil Ella sebelum pintu di tutup oleh Asfa.

__ADS_1


Asfa hanya menaikkan alis kiri nya yang pasti nya terlihat jelas oleh Ella, membuat Ella menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Tapi pertanyaan di dalam fikiran nya seketika buyar ketika melihat reaksi queen seperti pemimpin nya Aal saat tengah terusik karena rasa penasaran orang lain.


"Malam queen." ucap Ella dan melangkah kan kaki nya dengan seribu langkah tanpa melihat senyuman nakal di bibir Asfa yang menutup pintu kamar.


"Apa yang harus aku lakukan?" ucap Alvaro dengan menatap langit malam.


"Jadilah seorang sahabat, tapi jangan masuk di antara mereka." jawab Asfa yang melangkah mendekati kakak nya.


"Bagaimana dengan Leo? Apa.. " tanya Alvaro menatap adik nya dengan lembut, anggukan kepala adik nya membuat pertanyaan Alvaro yang masih belum usai langsung terhenti dan justru langkah pria itu meninggalkan tempat nya berdiri.


"Kak!" panggil Asfa yang membuat Alvaro berhenti melangkah kan kaki nya yang sudah meninggalkan adik nya tiga langkah harus berbalik menghadap adik nya.


Asfa tahu kemana langkah kaki kakak nya akan berlabuh, tapi terburu-buru pun tidak akan menghasilkan apapun terlebih dengan emosi yang masih naik turun seperti jungkat-jungkit dan yang terbaik adalah memberikan waktu dengan menenangkan emosi diri sendiri terlebih dahulu.


"Sometimes pain can make someone strong, give Leo time. I know him love not selfish. Believe me. (Terkadang rasa sakit bisa membuat seseorang kuat, berikan Leo waktu. Aku tahu cinta nya tidak egois. Percayalah pada ku.) " ucap Asfa dengan tegas yang membuat Alvaro kembali menghampiri adik nya.


"I hope.(Mudah-mudahan). " jawab Alvaro dengan mengusap rambut Asfa dengan lembut membuat Asfa memberikan senyuman termanis nya.


"Ekhem! Apa kalian selalu mencuri kebersamaan dan melupakan pria tertampan yang membesarkan kalian? " dehem tuan Luxifer yang sebenarnya sangat bahagia melihat kedua anak nya saling melindungi dan mencintai satu sama lain.


"Papa mau tidur dengan ku?" tawar Asfa yang langsung berlari menghampiri tuan Luxifer yang merentangkan kedua tangan nya saat melihat putri nya berlari ke arah nya.


"Tentu saja, kita biarkan kakak mu memimpikan pujaan hati nya. Ayo." jawab tuan Luxifer yang memeluk putri nya dan memasuki kamar bersama, sedangkan Alvaro hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat drama di depan nya.


Tiba-tiba saja wajah frustasi dan imut dengan mata yang selalu ekspresif melintas di depan nya, gadis yang masih remaja dengan tingkah unik nya telah menyita perhatian nya dan membuat adik nya sendiri harus kesusahan.


"Ka masuk!" seru Asfa yang tak kunjung melihat kakak nya memasuki kamar nya.


"Biarkan saja nak, pasti kakak mu itu tengah dilema." ucap tuan Luxifer dengan lembut dan menata bantal di atas tempat tidur king size putri nya agar sesuai dengan kebiasaan putri nya.


"Dilema?" tanya Asfa dan meletakkan body lotion nya dan langsung meloncat ke tempat tidur dengan menatap lekat mata papa nya.


"Hehehe tidak harus seperti ini juga kan?" kekeh tuan Luxifer yang melihat antusias putri nya dengan menampilkan puppy eyes yang sangat menggemaskan.


"Papa baik deh, cerita donk pa." bujuk Asfa dengan mengedipkan satu mata kanan nya yang membuat tuan Luxifer mencubit pelan pipi putri nya.


"Auw.sakit." rengek Asfa dengan mengubah tatapan mata nya menjadi sendu.


"Maaf, ayo berbaring. Papa akan cerita kan." pinta tuan Luxifer dengan menepuk bantal bulu yang ada di tengah.


Asfa hanya menurut dan menatap papa nya tanpa teralihakan sedikitpun membuat tuan Luxifer hanya menggelengkan kepala melihat putri nya yang sangat keras kepala jika rasa penasaran nya masih tidak mendapatkan jawaban. Dengan menarik selimut agar putri nya lebih nyaman dan tuan Luxifer memilih duduk bersandar dan tangan nya mengusap rambut Asfa dengan penuh kasih sayang.


"Pa." panggil Asfa yang langsung membuat tuan Luxifer tersenyum karena tidak ada nama nya mangkir dari interogasi seorang Queen Asfa Luxifer.

__ADS_1


"Papa menawarkan kakak mu untuk... "


...*********...


...~~`~...


.


.


. *Hay reader's tercayang 😊


. Othoor up lagi nih, 😁


.


. Berhubung othoor lagi happy karena breaking news sore ini, sebagai ungkapan terimakasih untuk kalian yang mendukung karya yang masih recehan dan banyak kesalahan dalam penulisan nya.


. Othoor tetep semangat menampung saran dan kritikan kalian, selalu demi kebaikan othoor juga kan ya 😁


.


.


. Sekarang insyaAllah lebih banyak yang bisa baca dan lihat karya othoor ini setelah mendapatkan rekomendasi masuk Beranda Karya Potensi dan semua itu karena kalian para reader's.


.


.


. Thanks so much pokok nya, love all 😘🥰😘*


.


.


. Selamat Berbuka puasa buat reader's yang menjalankan ibadah puasa, stay tuned ya.


.


. Othoor tunggu like, comment, vote, comment and support kalian 🥰


__ADS_1




__ADS_2