My Secret Life

My Secret Life
Bab 59: Tuan rumah seperti tikus


__ADS_3

Meninggalkan kemelut dari berbagai pihak yang sudah memiliki jalan penasaran masing-masing, tapi berbeda dengan keadaan di sebuah hotel berbintang yang ada di negara lain. Terlihat persiapan sudah sempurna dan tinggal menunggu beberapa jam lagi akan di adalah sebuah pesta akbar, dan tentu tamu nya orang-orang kelas kakap.


Tapi kondisi dua pria yang tinggal bersama selama hampir dua hari terlihat bugar meskipun wajah mereka seperti tidak terawat, tapi tetap saja tidak mengurangi kadar ketampanan keduanya. Lelehan keringat setelah melakukan pertarungan singkat semakin membuat hot daddy itu memancarkan aura sexy, bahkan para seragam hitam yang melihat itu hanya bisa melongo melihat tubuh sixpack para hot daddy itu.


"Apa tuan serius dengan rencana tuan? " tanya seorang pria dengan rambut uban.


"Hmm." jawab pria satu nya yang merentangkan kedua tangannya.


"Hhah kapan bayangan ini harus beraksi? Dunia ku tunggulah aku kembali." ucap lebay pria dengan rambut uban.


"Come on, world waiting your action.(Ayo, dunia menunggu aksi mu.) " ledek pria satu nya dengan mimik wajah konyol.


"Baiklah baginda, your shadow comeback.(Baiklah baginda, bayanganmu kembali.) " ucap pria dengan rambut uban.


Keakraban keduanya terlihat sangat kental dan tidak menunjukkan atasan dan bawahan, yah di luar pekerjaan keduanya adalah satu paket perjuangan yang menjelajahi dunia gelap sejak usia muda.


Satu jam setelah latihan kini kedua sudah berdiri di ruang tamu dengan pakaian yang membuat keduanya tampak rapi, setelan jas yang dipadukan dengan dasi oleh pria beruban membuat wajah tua nya sedikit tersingkirkan dan itu adalah sang bayangan yang kali ini berperan sebagai raja yaitu Diego.


(Diego)



Sedangkan pria satu nya lebih memilih pakaian yang simple dan nyaman untuknya, terkesan seperti pria rumahan bukan seorang pembisnis apalagi seorang mafia, yah dialah sang tuan besar Luxifer yang masih menggunakan wajah aslinya.



Keduanya saling pandang sejenak, tapi lihatlah Diego yang kini tanpa tongkatnya bisa berdiri tanpa cacat sedikit pun dan itu sukses membuat Luxifer sedikit memberikan pukulan ringan pada kaki bayangannya.


Dug.. Auw..


"Tuan, jika begini lebih baik tongkat ku bawa saja." ucap Diego yang berpura-pura merintih sakit.


"Cepat king drama, waktu terus berjalan." jawab Luxifer dan berjalan terlebih dahulu keluar dari villa di ikuti Diego yang hanya meringis seperti pemuda nakal.

__ADS_1


Sedangkan di dalam hotel berbintang sudah mulai di penuhi para tamu undangan dan lihatlah deretan pria berjas dengan wanita-wanita sexy mereka meskipun ada beberapa anak muda yang mungkin baru memulai merintis sebuah perusahaan. Rapat ini memang diadakan oleh seseorang mungkin lebih tepat nya sebuah pemaksaan besar-besaran oleh satu diktator tapi ternyata banyak yang merasa takut menolak jika menyakiti sang diktator, dan inilah hasilnya yaitu rapat mewah tetap terjadi.


"Tuan, ini." ucap Diego memberikan topeng identitas tuan besar nya.


"Thanks.Siap? " tanya Luxifer dengan memakai topeng nya.


"Always.(Selalu.) " jawab Diego dengan wajah serius nya.


"Pastikan tidak ada kesalahan, aku keluar dulu." peringatan Luxifer dan turun dari mobil van yang terparkir di tempat lain.


Keduanya memang akan seperti orang asing dan apapun tugas Diego kali ini adalah bermain drama kucing dan tikus, sikap nya tidak akan mendapatkan kesulitan untuk menjadi orang lain karena itu keahliannya. Mobil melaju selama lima menit dan itu tepat di depan lobi hotel yang kini seperti lampu bohlam seratus watt, sangat terang dan bising membuat jiwa Diego kembali muda.


"Kalian waspada dan jaga pandangan." perintah Diego melalui earphones nya.


Memang anak buah nya sudah menyebar di seluruh penjuru agar memudahkan pengamanan malam ini dan kini sebuah map telah tersimpan rapat di sebuah koper dan Diego membawa koper itu masuk ke dalam hotel setelah menunjukkan sebuah kartu undangan seperti card access semua pintu.


Pengawal yang bertugas menerima tamu undangan tidak curiga karena Diego memiliki kartu undangan asli, dan membiarkan hot daddy itu melenggang masuk dengan bebas, sedangkan di sebuah kamar seorang pria dengan layar laptop di depannya tengah menikmati life show. Dipandangi nya satu persatu wajah tamu nya dan memastikan setiap tamu adalah dari pemerasan tekanan oleh nya, hingga ketukan pintu membuat pria itu menarik kasar jas di samping nya dan meninggalkan kamar inapnya.


"Bagaimana dengan RA Company? " tanya pria itu dengan berjalan di depan.


"Perusahaan itu mengirimkan wakil nya tuan, dan tanpa pemgawal meskipun satu orang, berbeda dengan para tamu undangan lain." jawab wanita itu dengan jarak tiga puluh cm di belakang tuannya.


"Menarik." ucap pria itu dan terbukalah pintu utama yang menghubungkan lorong nya dengan tempat rapat.


"Para hadirin yang terhormat, sambutlah Tuan Andara Mateo, pemilik perusahaan Elang Sebastian. Tuan rumah rapat akbar tahun ini, silahkan sambutannya tuan." ucap seorang MC yang langsung menyerahkan mic kepada pria yang baru memasuki aula utama.


Rambut sebahu nya terlihat masih berwarna namun penampilan nya jauh dari kata netral, meskipun begitu tetap saja pengaruh nya di akui dan itu terbukti dengan para tamu undangan. Terlihat langkah nya tegas dengan tatapan yang tertutup kacamata namun para tamu undangan hanya diam seakan senang dan tidak senang melihat tuan rumah kali ini.


(Tuan Andara Mateo)



"Terimakasih karena kalian memenuhi undangan dari saya, setidaknya malam ini tidak ada perusahaan yang runtuh di tangan saya." ucap Tuan Andara Mateo dan mengembalikan mic ke MC.

__ADS_1


Lihatlah tangan gemetar sang MC setelah mendengar ucapan tuan Andara Mateo, dan tamu undangan hanya bisa tersenyum kecut mendengar kata sambutan yang indah. Tapi satu tamu hanya terlihat santai dengan ucapan teraneh di telinga nya dan tentu saja di dalam hati nya memberikan sumpah serapah karena bagi nya kekuasaan pria sok di depan sana hanya lah seujung jari tuan besar nya.


Berbeda dengan pria dengan topeng nya yang hanya menjadi penonton di atas tempat teraman nya untuk melihat pertunjukan tak bermutu, tapi mengingat pria di bawah sana telah mengusik putri kecilnya. Tentu sebagai ayah dirinya harus bertindak tanpa perlu membuat mutiara nya memasuki circle cacing kepanasan, yah itulah anggapan pria bertopeng tentang sosok tuan Andara Mateo.


Rapat mungkin hanya untuk menunjukkan kekuasan tapi tidak ada yang menyadari jika sang penguasa sebenarnya masih menjadi seorang penonton dalam diam, dan hanya bayangan nya saja yang bermain kucing tikus. Wajah-wajah tegang para tamu undangan tak mengusik seorang pria yang tengah menikmati wine di tangannya, hingga suara sapaan dari belakang membuat nya terpaksa tersenyum.


"Terimakasih atas kedatangan anda tuan. Saya Andara Mateo." sapa pria itu dengan menyodorkan tangan nya.


"Duke, yah itu panggilan ku. Silahkan duduk." ucap Diego dan mengisyaratkan pada seorang pelayan untuk menambah gelas di meja nya.


"Saya dengar perusahaan RA company berkembang dengan cepat selama dua tahun tanpa tersentuh, lalu apa alasan pemimpin anda mengirimkan wakil nya ke acara murahan saya ini? " tanya tuan Andara Mateo dengan meneguk wine nya dan jangan lupa wanita sexy yang selalu di belakang nya itu.


"Mungkin hanya untuk menghargai sesama pembisnis." jawab Diego dengan santai.


"Wah ternyata rumor yang saya dengar tidak sepenuhnya benar, dan kehadiran anda membuktikan itu. Bagaimana dengan kerja sama yang saya tawarkan? " ucap tuan Andara Mateo yang semakin to the poin.


"Anda memang pembisnis ulung tapi pemimpin kami juga bukan pembisnis amatir, silahkan fikirkan baik-baik." jawab Diego dengan menyerahkan koper yang tergeletak di samping kaki nya dan itu luput dari pandangan tuan Andara Mateo.


"Apa ini? " tanya tuan Andara Mateo bingung.


"Bukalah, pastikan jantung anda aman." jawab Diego meletakkan gelas wine yang kosong di meja.


Dengan santai tapi wajah tegang akhirnya koper itu terbuka dan hanya berisi sebuah map, map hitam yang terlihat seperti sebuah proposal. Pastinya tuan Andara Mateo sudah travelling jika perusahaan RA company akan tunduk dengan kekuasaan nya tapi wajah nya berubah mengeras setelah map itu terbuka dan isinya kini terlihat.


Diego masih santai menikmati pemandangan tikus kecepit di depannya, sangat lucu dan perutnya sakit karena menahan tawa. Dengan sekuat tenaga di tahannya agar tawa itu tidak keluar dan membuat nya seperti orang gila di dalam pesta yang memang mewah, dan lihatlah kemarahan tikus itu yang seperti siap mengigit dirinya.


"Seorang pembisnis sejati harus tahu kelemahan dan kelebihan pembisnis ulung lainnya, dan itu hadiah dari pemimpin kami. Thanks for wine." ucap Diego dan meninggalkan kursi beserta pesta nya dengan gaya cool nya.


Meninggalkan tuan Andara Mateo yang mengepalkan tangan dengan urat yang terlihat hampir putus, bahkan wanita di belakang nya bisa merasakan hawa panas dari bossnya.


"Tuan.. " panggil wanita sexy itu.


"Biarkan aku sendiri." ucap tuan Andara Mateo membawa koper dan meninggalkan pesta.

__ADS_1


__ADS_2