My Secret Life

My Secret Life
Bab 108: Nek Nyawa mu Siji, Baliyo


__ADS_3

"See you sweetheart.( Sampai jumpa sayang.) " seru Zain sebelum mencapai ujung Villa untuk menuju mobil yang sudah terparkir di belakang Villa.


Tidak ada jawaban selain suara deru mobil yang mulai meninggalkan Villa, dan mendengar suara mobil menjauh membuat bunda Anya keluar dari dalam Villa dan menghampiri nona muda nya yang masih diam dan berdiri tanpa bergerak meskipun untuk mengubah posisi nya itu.


"Call Justin for join in this game! (Hubungi Justin untuk bergabung dalam game ini!) " perintah Asfa yang membuat bunda Anya menghentikan niat hati nya untuk bertanya dan mengambil ponsel nya untuk melakukan perintah terbaru nona muda nya itu.


Bunda Anya mendial nomer di dalam ponsel pintarnya atas nama duke Justin, tanpa menunggu lama sambungan telepon tersambung dan langsung terdengar suara sapaan dari seberang tanpa menunggu lama.


"Your mission today is to destroy the Snow Mafia within two hours and bring the mafia leader to the address I sent! (Misi mu hari ini adalah menghancurkan mafia snow dalam waktu dua jam dan bawa pemimpin mafia itu ke alamat yang aku kirimkan!) " perintah bunda Anya yang mewakili nona muda nya.


Setelah selesai mengatakan perintah dari nona muda nya, dengan cepat ponsel di serahkan pada tangan kanan Asfa yang sudah terulur, seperti nya nona muda nya ingin menyampaikan sesuatu.


"Enjoy the game, someone will be your rival. Who quickly won. ( Selamat menikmati permainan, seseorang akan menjadi saingan mu. Siapa cepat dia menang.) " ucap Asfa dan mematikan panggilan dan mengembalikan ponsel milik bunda Anya ke wanita nyentrik itu.


"Aku ingin istirahat. Tolong bereskan villa dan kabari pengawal untuk berjaga." ucap Asfa dan melangkahkan kaki nya menuju pintu masuk utama Villa yang memiliki ruang tamu depan dengan deretan pagar yang menambah kesan menyatu dengan alam sekitar nya dan sudah pasti tidak mungkin villa akan bersih dan beres jika mengandalkan Zain yang pemalas nya melebihi cewek pms.


Bunda Anya selalu mengikuti setiap perintah Asfa dalam diam tanpa keluhan, satu sikap yang akan selalu membuat nona muda nya merasa nyaman jika berada di dekat nya. Terlebih diri nya tahu jika nona muda nya hanya akan bersikap manis dengan tuan besar dan pria yang baru-baru ini di ketahui sebagai seorang kakak nona muda nya itu, dua laki-laki yang bisa melihat sikap manja sekaligus kemandirian dari seorang penerus kerajaan bisnis RLC Company sekaligus penerus tahta mafia terbaik dan nomer satu meskipun debut dari kekuasaan tuan besar nya bermain di balik layar.


Tanpa menunggu lama setelah memberikan perintah pada para bodyguard yang menunggu di pinggir hutan sana melalui ponsel pintarnya kini langkah bunda Anya memasuki villa , yang seperti nya memang seperti rumah kosong saja karena tidak ada pintu atau pun jendela yang tertutup. Sedangkan di dalam mobil seorang pria dengan gesit nya memainkan stir kemudi nya menggunakan satu tangan kanan nya dan tangan kiri nya sibuk melihat alamat dan juga misi yang harus di selesaikan nya, sebuah keberuntungan karena mobil yang di kendarai nya memiliki fitur canggih dan tentu saja sudah di modifikasi.


"Jalan Mataram blok 6 Mansion Srigala." ucap pria itu dengan jelas dan tegas.


"Jalan Mataram blok 6 Mansion Srigala waktu perjalanan satu jam dari kecepatan yang anda gunakan, rute terdekat dari jalan pintas perumahan Gerhana dengan jarak tempuh 45 menit, tingkat kemacetan 2 persen. " ucap suara seorang wanita yang merupakan mesin canggih milik Asfa dan layar virtual muncul di tengah dengan menampilkan rute-rute yang di maksud dengan sensor kendaraan jarak jauh yang memungkinkan menghindari kecelakan dadakan.


"You're amazingly my sweetheart, perfect. (Kamu luar biasa sayangku, sempurna.) " gumam pria itu dengan menunjukkan senyuman termanis nya dan mulai focus dengan tujuan nya, setelah melewati persimpangan mobil berbelok ke arah sebuah rute yang terpampang jelas di depan nya.


"Jalan yang anda tempuh salah, pilihan terburuk." ucap mesin canggih dengan nada yang memang datar.


"Zain never choose something bad! Everything will be perfect in my hand. (Zain tidak pernah memilih sesuatu yang buruk! Semua akan sempurna di tangan ku.) " jawab Zain dengan senyuman yang tiba-tiba saja mengerikan.


Yah itu lah Zain yang selalu melewati jalur tersulit untuk setiap tindakan nya, meskipun di depan mata ada jalur termudah tetap saja pria itu tidak akan mengambil jalan yang menurut nya pasti flat alias hambar. Seperti saat ini dirinya memilih sebuah jalan yang melewati pertengahan sebuah kampung yang terkenal dengan sebutan Kampung Brandal, untuk apa melewati kampung yang sudah pasti isi nya adalah para bajing@n dan berand@l.


Deru mesin mobil yang memang masih terdengar cukup keras karena biasa nya mobil itu di gunakan untuk balapan liar membuat orang-orang yang berasal dari kampung Brandal keluar dari rumah masing-masing dan berdiri di pinggir jalan utama kampung yang membuat Zain tersenyum dengan seringaian penuh arti.


Bukan nya gentar tapi justru Zain sengaja menghentikan mobil nya tepat di depan sebuah gapura besar dan di atas gapura itu bukan tulisan selamat datang tapi tulisan nya akan membuat siapapun langsung memilih mundur dari pada maju tapi nyawa melayang.


...*Nek Nyawa mu Siji, Baliyo! *...


...(Jika Nyawa mu satu, Pulanglah)...


Seakan menunggu semua orang keluar dari dalam rumah masing-masing, Zain keluar dari mobil nya tanpa mematikan mesin mobil nya dan memilih berdiri di depan mobil yang lampu nya sengaja di nyalakan. Tatapan tenang bak lautan dalam milik Zain mendapatkan tatapan tak senang dari puluhan pasang mata sebagai perlawanan.


Hingga tatapan perlawanan itu teralihkan dengan suara deruan mobil dari arah berlawanan yang keluar dari ujung kampung Brandal, empat mobil Jeep yang datang bersamaan secara beriringan dengan para pria pakaian tentara hitam dan juga senjata laras panjang sebagai perlengkapan gaya mereka bak tentara negara saja


Ciiit.... Dug.. dug.. dug...

__ADS_1


Semua pria pakaian tentara hitam turun dari Jeep dan berbaris untuk memblokade jalan masuk ke kampung Brandal, dengan menodongkan senjata laras panjang mereka ke arah Zain yang masih terdiam dalam tatapan tak berdosa dan juga sebuah senyuman tipis.


"Pergilah! Aku hanya ingin Dia! " perintah Zain dengan suara berat sembari menunjuk ke arah belakang pria tentara hitam dimana di Jeep ketiga ada seseorang yang masih santai duduk dengan membaca sebuah novel.


Suara Zain bahkan bisa di dengar seluruh penjuru dimana warga kampung Brandal semakin menatap Zain dengan penuh ancaman, karena berani menunjuk ke arah pemimpin mereka. Bahkan satu pria pakaian tentara hitam di posisi pinggir kiri langsung keluar dari barisan blokade dan berlari ke arah Zain untuk menyerang pria dengan tattoo penuh di kedua tangan nya itu.


Dag.. Kraak.. Bruug..


"Don't touch Me! (Jangan sentuh Aku!) " Seru Zain setelah menghindari serangan dan justru menarik lawan nya dengan membenturkan kepala pria pakaian tentara hitam yang menyerang nya ke kap mobil dan mematahkan kedua tangan pria itu sebelum di lemparkan begitu saja di depan gapura.


Gleek...


Sungguh gerakan cepat dan gesit yang membuat para pria pakaian tentara hitam lain nya menelan saliva mereka dengan sudah payah, sedangkan seseorang di atas Jeep merasa terusik konsentrasi nya membaca novel baru nya. Mood nya hilang karena mendengar suara yang mengusik nya, dengan mood buruk nya orang itu melompat dari atas Jeep dan melangkahkan kaki nya dengan gaya anggun.


Semua warga terlihat menunduk dan tak berani menatap, membuat Zain menghilang kan senyuman tipis di wajah nya setelah merasa kan aura yang di nanti kan oleh nya. Bodoh kan karena dirinya memasuki sebuah wilayah yang memang berpenghuni dengan hukum rimba , tentu saja tidak karena Zain tahu siapa pemimpin dari Kampung Brandal yang masih melangkahkan kaki nya dengan tenang namun tidak dengan wajah nya yang pasti sudah memanyunkan bibir nya sepuluh centi.


"Minggir! " perintah orang itu dengan berhenti di belakang pria pakaian tentara hitam yang langsung membubarkan diri dan memberikan jalan untuk pemimpin mereka.


"Hay Love." sapa Zain sebelum orang di depan nya menyapa dirinya.


"Pergilah kalian! Masuk ke rumah kalian!" perintah pemimpin kampung Brandal dengan melambaikan tangan nya setelah melihat siapa yang membuat mood membaca nya kacau.


(Lovely,untuk wajah nya othoor masih cari yang pas buat jadi adik kecil Zain ya)



"Masih ingat pulang ka? " tanya seorang gadis yang engan mendekati Zain dan memilih berdiri di bawah gapura yang menjadi wilayah kekuasaan nya.


"Come on, I want to be near her. I fell in love. (Ayo lah, Aku ingin didekat nya. Aku jatuh cinta.) " jawab Zain dengan wajah tak berdosa.


"Alay! Apa mau mu hingga berkunjung? " tanya gadis itu dengan memeluk buku novel nya sembari memicingkan mata nya menatap penampilan kakak nya yang masih saja wow plus urakan tapi sangat macho.


Zain 👇



"Lovely my small sister, I want to pass the secret path. (Lovely adik perempuanku, aku mau melewati jalan rahasia itu.) " ucap Zain to the point mengingat durasi waktu yang semakin menipis.


"Will you be back? If I give permission? (Apa kamu akan kembali? Jika aku memberikan izin? ) " tanya Lovely dengan serius.


Hening dan hanya tatapan Zain yang terlihat gusar karena waktu nya semakin menipis, sedangkan Lovely yang mendapatkan jawaban tidak dari diam nya Zain hanya bisa menghela nafas berat. Siapa yang bisa menggoyahkan hati beku pria macho di depan nya itu? Punya rumah, punya keluarga bahkan bisnis pun berjalan baik tapi tetap saja kakak nya memilih menjadi berandalan di luar sana hingga setahun setengah hilang di telan bumi bahkan semua orang-orang Lovely yang memiliki tempat rahasia pun gagal mencari keberadaan kakak tunggal nya itu.


"Love, help me.( Love, tolong aku.) " ucap Zain dengan wajah memelas yang paling di benci adik nya.


"Hmmm. I come in if you still want to pass the secret path. How? (Hmmm. Aku ikut jika kamu tetap ingin melewati jalan rahasia. Bagaimana? ) " tanya Lovely dengan satu alis terangkat yang membuat wajah gadis itu terlihat serius.

__ADS_1


Bukan nya sebuah jawaban tapi dengan gerak cepat Zain melangkahkan kaki nya menuju pintu penumpang dan membuka pintu nya sebagai jawaban atas permintaan Lovely, sedangkan Lovely masih berdiri di bawah gapura dan menikmati sikap manis kakak nya.


" Love! " seru Zain yang membuat Lovely nyengir kuda menampilkan deretan gigi putih nya dan melangkahkan kaki nya mendekati kakak nya yang masih setia di pintu penumpang.


Brak...


"Earphones!" perintah Love setelah Zain sudah duduk di kursi pengemudi.


Dengan tangan kiri Zain menerima satu earphones dari adik kecil nya, dan dengan jelas suara dari seberang mulai terdengar memberikan arahan menuju jalan rahasia yang di ingin kan oleh dirinya. Sedangkan di sebuah mansion tengah terjadi kericuhan dengan kondisi ruang pertemuan seperti kapal pecah dengan banyak nya kertas berserakan di lantai, membuat seorang pria tanpa pakaian atas mengepalkan tangan nya dengan kuku yang memutih.


Wuuss.. Praaang..


...~#~~~~~#~...


*Lovely atau Love di part ini nama orang ya guys bukan Love yang harus di arti kan cinta 😁


.


.


. Hari ini othoor up dobel plus baca nya lumayan lama bcz nulis nya pun banyak dari biasa nya loh ya.. 🥰


.


.


. Sebagai bentuk apresiasi othoor untuk para reader's yang setia dengan karya recehan othoor.. 🥀


.


. Ucapan terimakasih dari othoor nih cerita nya.. 😅


.


.


. Stay tuned, jangan lupa Like, Comment, favorite, vote plus happy reading reader's 🥰


.


.


. Selamat menunggu untuk berbuka puasa 😍,


. Othoor ampe belum masak guy's 😅

__ADS_1


__ADS_2