
Keken menepati janjinya untuk mengantar Farah pergi berbelanja. Awalnya Keken mengira istrinya akan belanja di minimarket dekat rumah namun nyatanya Farah lebih memilih mall besar untuk berbelanja sekaligus makan malam.
Keken hanya mengulum senyum saat melihat wajah Farah yang begitu bahagia karena pergi ke mall dan beberapa kali melihat Farah berselfie ria di tempat - tempat spot foto yang menurutnya bagus.Keken yang awalnya kesal karena Farah bertemu mantan pacarnya kini hanya bisa mengulas senyum melihat tingkah laku istrinya yang seperti anak-anak, entah kenapa Keken tidak bisa lama-lama marah padanya.
Ia selalu menggandeng tangan Farah agar tidak berjalan berjauhan walaupun beberapa kali Farah menolak bahkan menepisnya namun Keken tetap menggandengnya.
"Lepasin sih, malu tau dah kayak anak TK aja gandengan tangan."
" Takut kamu nyasar sayang , kamu kan pecicilan nanti hilang aku yang repot." Keken menggulum senyum dan langsung mendapat pukulan dari Farah
Mereka masuk ke dalam supermarket dan membeli kebutuhan pokok, buah dan susu. Tak lupa Keken memasukan sayuran ke dalam keranjang agar Farah makan makanan bergizi.
"Ini sudah banyak lho yang, mau beli apa lagi?" Keken melihat troli nya penuh dengan cemilan dan minuman milik Farah
"Isshh, tunggu sih. Aku masih mau belanja. Kan uang mahar tiga ratus juta darimu masih utuh dan sekarang sudah waktunya aku pakai untuk belanja."
" Jangan pakai uang itu, pakai saja kartu yang aku berikan. Aku masih punya uang untuk menafkahimu. "pinta Keken, ia dengan sabar mendorong troli belanjaan yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. Ia yang biasa menyuruh pelayan kini merasakan hidup sederhana,namun ia mulai menikmati hidupnya.
" Baiklah kamu yang bayar jadi uangku masih aman, kamu memang paling pengertian. " Farah tersenyum lega akhirnya uangnya tidak jadi dipakai untuk membayar belanjaan.
" Aku kan suamimu, kalau kamu butuh sesuatu katakan padaku."
"Setelah ini kita makan ya, aku lapar." pinta Farah
"Kalau kamu mau makan seharusnya tadi makan dulu baru belanja, kalau gini kan berat bawa belanjaannya." protes Keken, ia sedikit kesal jika membawa barang-barang belanjaan yang selama ini tidak pernah ia lakukan, apalagi sekarang dia tidak memiliki mobil karena semua fasilitas diambil oleh mommy Imel.
" Kamu nyesel antar aku belanja!?" Farah menatapnya dengan tajam, "Tadi aku belum lapar makanya belanja dulu dan sekarang aku sudah lapar." ucapnya lagi. Ia sebenarnya ingin mengerjai Keken agar mau membawa belanjaan kemana-mana. Senyuman licik terlihat dari bibir Farah.
"Nggak nyesel, cuma kan aneh saja masa mau masuk ke toko satu ke toko yang lain bawa barang ginian." Keken mendesah kesal.
"Kalau kamu tidak mau bawa biar aku yang bawa belanjaannya!" Farah berkata dengan ketus
"Jangan dong masa kamu yang bawa sih, kamu kan sedang hamil. Aku saja yang bawa." Mau tak mau Keken mengalah. Ia antri di depan kasir untuk pembayaran dan Farah berdiri manis di sampingnya.
Namun saat mereka mengantri, Farah melirik beberapa wanita yang selalu mencuri pandang kearah suaminya sembari tersenyum manis.
" Udah punya suami masih saja genit!" gumam Farah dalam hati, ia hanya menatap malas pada seorang wanita muda. Sedangkan Keken yang dilirik hanya sibuk dengan ponselnya. Memang penampilan Keken terlihat berbeda dari pria lainnya. Walaupun sekarang ia tidak memiliki banyak uang namun aura ketampanannya masih terpancar dan masih terlihat seperti anak orang kaya walaupun tidak ada barang branded di tubuhnya. Kulit dan bajunya yang bersih menandakan bahwa dia orang yang sangat menjaga kebersihan dan penampilan.
" Ayo maju!" Farah menarik baju Keken agar ia mendorong trolinya ke depan satu langkah.
"Iya sayang." Keken tersenyum kepada Farah sembari mengedipkan matanya, namun beberapa dari wanita itu terdengar riuh.
"Ya ampun, maulah aku jadi istrinya. Romantis pisan si Aa nya." ujar seorang ibu - ibu, " Bercanda ya teh jangan dianggap serius." ucapnya lagi
__ADS_1
Farah hanya membalas dengan senyuman.
"Ih, ibu nanti istrinya mas ganteng marah lho." wanita lain menyenggol lengan ibu - ibu itu dengan cepat
" Istri saya tidak akan marah bu, dia wanita yang pengertian dan baik." Keken membalas ucapan ibu itu.
"Wah beruntung sekali Aa nya pasti nanti kalau punya anak tampan seperti bapaknya dan cantik seperti ibunya."
"Aamiin bu, semoga nanti anak kami jadi anak soleh dan soleha. Istri saya sedang hamil bu." Keken mengelus perut Farah dengan lembut
"Alhamdulillah, selamat ya A. Semoga sehat terus ibu dan bayinya."
"Aamiin."
Ibu itu membayar sejumlah uang belanjaannya dan pamit pada Keken dan Farah. " Kita duluan ya A, teteh." ucapnya
"Iya bu." Keken masih tersenyum ramah.
" Senyum saja terus sampai gigi kering, tebar pesona sama ibu-ibu!" ketus Farah, ia berjalan mendahului Keken
"Kamu cemburu yang?"
"Siapa juga yang cemburu, mana ada seperti itu!" ketus Farah, ia hanya tidak suka Keken terlalu ramah pada wanita apalagi dengan senyumannya yang bisa membuat para gadis maupun ibu-ibu kian berdebar saat melihatnya. Keken memang menjadi pusat perhatian wanita dimanapun berada.
" Tunggu disini saja. "
" Memangnya menunggu siapa? Kan kita mau makan. " Farah
" Tunggu seseorang, sebentar. "Keken sembari menurunkan beberapa plastik dari tangannya, ia tidak mau repot-repot membawa banyak belanjaan.
" Itu dia. "Keken tersenyum saat melihat dua pengawal ibunya datang dengan terburu-buru.
" Bawa ini ke bagasi, aku mau jalan-jalan dengan istriku. "Keken menyerahkan semua plastik belanjaan pada dua pengawalnya
" Siap tuan! "ucapnya secara bersamaan
Mereka dengan cepat membawanya ke dalam bagasi mobil sesuai perintah Keken.
Farah hanya melolong melihat dua pengawal Keken yang datang dengan tiba-tiba." Bagaimana kamu tahu mereka disini?"
" Itu sangat mudah, walaupun mommy terlihat kejam dia tidak akan melepaskan anak dan menantunya pergi sendiri. Dulu aku juga seperti itu, selalu diawasi kemanapun.Makanya saat aku pergi ke Bogor untuk bertemu denganmu, aku memperdayai mereka hingga akhirnya bisa kabur. "
" Farah, aku anak tunggal dan itu sangat menyusahkan bagiku karena hanya akulah penerus dari keluarga kami. Maka dari itu, aku mau memiliki banyak anak darimu. Sendiri itu tidak menyenangkan. "
__ADS_1
Farah kembali melolong mendengar permintaan Keken tentang anak,ia mencubit perut Keken dengan gemas. Bagaimana mungkin Keken meminta banyak anak darinya sedangkan anak yang kini ia kandung hasil dari kejadian yang tidak seharusnya dan tidak ada cinta diantara mereka. Ini adalah sebuah kesalahan.
Dan ternyata menjadi bagian dari keluarga Keken tidak mudah. Semuanya akan dipantau oleh mommy Imelda.
Ken, aku ingin tanya. Apa saat bang Hilman datang ke rumah, mommy Imelda tahu tentang ini?"
"Tentu saja tahu, aku pun menginterogasi mereka apa saja yang kamu lakukan dengan pria itu. Pengawal itu akan selalu berada di sekitar kita jadi aku minta kamu tidak macam-macam dengan pria itu!"
Farah hanya diam membisu dan Keken menarik tangan istrinya agar mengikuti langkahnya masuk ke dalam toko baju.
Farah mengenyitkan dahi, ia tidak tahu kenapa Keken mengajaknya ke tempat pakaian khusus wanita. Terlihat banyak baju sexy disana mulai dari lingery hingga underwear.
" Kamu jangan macam-macam ya, ngapain ngajak aku kesini." Farah melotot tidak suka saat melihat baju-baju tidak berakhlaq itu.
" Kalau kamu mau, aku bisa membelikannya untukmu." goda Keken sembari mengedipkan matanya
"Apaan sih! Kamu tidak je__" suara Farah menggantung di udara saat Keken memberikan beberapa baju hamil.
" Aku mau ini, ini, ini." Keken menunjuk beberapa baju hamil dengan model terbaru dan warna yang berbeda.
"Baik pak, akan saya bungkus. Ada lagi?" tanya seorang karyawan wanita
"Sayang kamu mau yang mana lagi?"Keken memandang kearah Farah yang masih diam membisu.
" Eh, mmm... yang mana ya. "Farah menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Yang warna pink di manekin itu bagus loh yang. "goda Keken sembari menggulum senyum. Dan Farah melirik kearah mata Keken memandang, terlihat sebuah manekin dengan baju lingery yang sangat tipis dan menerawang
" Tidak akan! "ketus Farah.
Ia membuang wajahnya kearah lain
" Tadi saja kamu berpikir aku akan membelikan itu kan, kalau kamu mau aku pasti belikan kok. "goda Keken kembali hingga membuat Farah kesal dengan tingkahnya yang selalu menggoda dan merayu nya.
" Ken, kamu menyebalkan! "ucap Farah
" Iya, aku memang menyebalkan tapi perlu kamu tahu sejak kita menikah aku tidak pernah menyentuhmu bukan, kamu tenang saja Kenzi masih aman tertidur dengan pulas asal kamu tidak menggodanya. "bisik Keken di telinga Farah dan itu membuat Farah bergidik ngeri. Membayangkan kembali Kenzi si perkasa bangun dari persembunyiannya. Seperti Rajawali yang siap menerkam mangsanya,pikir Farah.
" Jangan dibayangkan nanti kamu pengen. "goda Keken kembali
" Ih, Keken kamu__" suara Farah terhenti saat mendengar suara wanita memanggil suaminya
"Ken?" suara wanita itu begitu merdu, namun saat Keken melihat wanita itu ia terlihat tidak bersemangat.
__ADS_1