
Terlihat seorang lelaki yang mengeratkatkan rahangnya dengan keras, sudah tiga hari ini anaknya mendekam di penjara karena tersandung kasus korupsi restoran D & R, bahkan saat ia mengunjungi sel tahanan ia hanya diberi waktu lima belas menit untuk bertemu anaknya.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau korupsi, Indra? tanya Mahendra, ayah dari Indra.
" Maaf ayah. "ia menyesal sembari menundukkan kepala
" Kamu mengecewakanku dan merusak nama baik ayah. "
" Maaf. " Lagi-lagi hanya itu yang keluar dari mulutnya
" Pria itu memasukkan ku ke penjara ayah, aku tidak terima!"
" Aku benci dia ayah! Lakukan sesuatu untukku." pinta nya
"Aku ingin membalas sakit hatiku, dia mempermalukan aku di depan banyak orang."
"Dia memukulku hingga seperti ini." Indra terlihat babak belur dan sengaja mengatakan bohong bahwa Keken lah yang melakukannya padahal ini ulahnya sendiri, saat dibawa pengawal Keken dia memberontak dan memukul pengawal itu hingga akhirnya saling membalas dan babak belur. Indra berbohong seperti ini agar ayahnya murka dan mau membalas sakit hati nya.
"Ayah, aku ingin pria itu mati!"
"Ayah lakukan sesuatu untukku agar pria itu merasakan apa yang aku rasakan. Aku tidak bisa bebas dengan mudah karena ternyata dia anak dari Feriansyah dan Imelda Ibrahim, ayah!"
"Anak dari siapa?" Made Mahendra merasa tidak asing dengan kedua nama tersebut.
"Feriansyah dan Imelda Ibrahim pemilik dari pabrik mebel Solo dan perusahaan properti Jekardah yang terkenal itu. Dan ternyata Imelda salah satu pemilik saham restoran tempatku bekerja. Ayah tahu dengan terbongkar nya korupsi ini maka polisi akan menyelidiki aliran dana di Club R kita. Dan kau tahu apa artinya itu, sudah pasti club kita akan disita karena pencucian uang karena ayah pun sebagai anggota dewan akan diperiksa. Kita dihabisi secara perlahan - lahan oleh dia ayah! " seru Indra.
Mahendra hanya bisa menghela nafas panjangnya, selama ini dia dikenal dermawan dan anti korupsi namun nyatanya dia menggunakan uang haram untuk membuka bisnis club yang dikelola keluarganya. Walaupun club itu bukan atas nama nya namun sudah pasti pihak pemberantasan korupsi akan menyelidiki sumber keuangannya. Ia dalam bahaya,semua reputasinya dipertaruhkan.
"Ayah kenapa kau diam?"
"Ayah sedang berpikir."
"Ayah, aku ingin bebas dari sini, keluarkan aku ayah." rengeknya
" Kamu yang membuat masalah tapi kita yang kena batunya. Feriansyah bukan orang sembarangan, aku tidak menyangka akan melawan nya."
__ADS_1
"Ayah, kita punya keluarga pengacara dan kita bisa memberikan uang pada hakim sebagai kompensasi, aku ingin segera bebas yah."
"Kau itu cerewet sekali, ayah akan berusaha mengeluarkan kamu dari sini, bersabarlah."
* **
Ia masih berpikir apa yang akan dilakukan untuk membalas dendam pada seorang pria bernama Keken,karena pria itulah dia berurusan dengan media dan anaknya mendekam di penjara. Pikiran nya mulai kalut, reputasi yang selama ini dia bangun dengan susah payah nyatanya hancur begitu saja.
" Apa kau sudah mencari tahu informasi tentang keluarga Feriansyah?"tanyanya pada seorang asisten kepercayaan
" Sudah tuan, silakan ini datanya. "
Ia membaca dengan sesama informasi tentang silsilah keluarga Feriansyah. Ia menghela nafas panjangnya setelah mengetahuinya.
" Terlalu berat, bahkan dia memiliki keluarga yang kuat dan mendukung di belakangnya. Ini tidak mudah bagi Indra. "
Mahendra tidak ingin anak satu-satunya mendekam di penjara dan merasakan dingin nya bui. Ia tidak sanggup melihat anaknya sedih dan menderita.
" Brak!! " suara pintu terbuka dengan kasar dan terlihat seorang wanita paruh baya bernama Dewinta, istri dari Mahendra.
"Kau tidak usah ikut campur, aku yang akan mengambil keputusan." Ia berkata tanpa melirik istrinya.
" Sekali saja kau dengarkan perkataanku."pintanya." Selama ini aku diam dan selalu pura-pura bahagia tapi tidak kali ini. Anak kita memang salah, setidaknya dia harus meminta maaf, bertanggungjawab dan mengganti segala kerugian yang telah diperbuat tapi kenapa kamu masih saja membela anakmu itu! " serunya
" Dia anak kita dan harus dibela! "teriaknya,seolah menambah pikiran nya yang kian rumit karena istrinya tidak pernah sependapat dengan nya.
" Kau tahu ini semua kesalahanmu, kau selalu memanjakan indra dan memberinya kebebasan tanpa bertanggung jawab dan inilah akibatnya. "
" Jaga ucapanmu!" bentaknya
"Kau pura-pura bersikap baik dan santun dengan orang lain, pencitraan dan korupsi tanpa diketahui orang lain. Kau munafik!!" seru Dewinta
Mahendra sudah mengangkat tangannya untuk menampar istrinya namun ia masih ingat bahwa wanita ini sudah menemaninya sejak dulu.
" Tampar aku! , tampar aku jika itu bisa membuat kamu sadar. "Dewinta menangis terisak.
__ADS_1
" Kau pergilah, aku tidak ingin melihatmu. "
Selama ini pernikahan mereka kurang harmonis karena diam-diam Mahendra memiliki wanita lain dan memiliki bisnis club malam.Dewinta tahu namun selalu memaafkan suaminya dan memintanya untuk berubah dan tidak menjalani bisnis itu, namun Mahendra menolak. Uang yang dihasilkan dari club malam dan perjudian sangat besar dan ini yang membuat kekayaan nya kian melejit jadi bagaimana dia bisa melepaskan tambang emas.
Perlakuan yang selalu ditampilkan pasangan ini selalu terlihat mesra dan baik-baik saja namun sebenarnya Dewinta tidak bahagia, semua kepalsuan ini ia lakukan karena adanya perjanjian pranikah. Jika mereka bercerai maka Dewinta tidak akan mendapatkan harta gono gini dan uang sepeserpun. Ia pun tidak berhak atas anak mereka. Dewinta hanya bisa pasrah, memang ini semua kebodohan nya.
"Jika kau masih menginginkan hidup enak dan nyaman maka jangan ikut campur dengan bisnisku." Mahendra memperingati istrinya.
"Kau memang tidak pernah berubah, jika sesuatu terjadi denganmu aku tidak mau ikut campur." Dewinta keluar dari ruang kerja suaminya sembari membanting pintu dengan keras.
" Jika anakku menderita maka anaknya pun harus menderita. " Wajahnya memerah menahan marah.
"Pengawal!!" teriaknya
"Ya tuan." Mereka masuk kedalam ruang kerja Mahendra
" Awasi pria itu dan laporan padaku!"
"Siap tuan."
* **
Mereka memantau kemanapun Keken pergi dan ternyata pria itu pergi ke daerah Malang. Ia melihat Keken tidak memiliki pengawalan khusus hingga akhirnya dengan mudah mereka bisa memantaunya secara langsung.
"Siapkan orang-orang kita untuk mengeksekusinya." perintahnya
"Siap tuan!"
"Lakukan secara aman, buang barang bukti, eksekusi dia seolah - olah kecelakaan."
"Siap tuan!"
"Aku tidak mau tahu, dia harus mati."
" Pria itu sudah merusak citra baikku dan sekarang anakku mendekam di penjara. Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan, biarkan orangtuanya menangis darah saat melihat anaknya tiada!"
__ADS_1
Dan dengan satu perintah dia mengerahkan pengawal dan asisten nya untuk melakukan pembunuhan pada Keken,tidak peduli akhirnya akan berurusan dengan pihak berwajib asal rasa sakit hatinya terbalaskan.