
Setelah kepergian Farah beberapa hari yang lalu Keken sengaja makan di lounge hotel agar bisa bertemu Hilman namun ia tidak melihat pria itu bahkan Keken pun tidak menemukan gadis bernama ayu lagi.
Mungkin benar kata Ayu, Hilman masih sakit hati dengan nya hingga dia berani memberikan obat perangsang sebagai balas dendam. Namun sekarang Keken bukanlah cassanova seperti yang dulu hingga saat ia mulai merasakan panas Keken lebih memilih pulang ke hotel daripada jajan dan benar saja Tuhan maha penolong, istrinya datang diwaktu yang tepat.
"Apa pria itu sudah pulang ke Jekardah." tanyanya dalam hati. Keken menyuap kembali makanan nya dan kembali pergi ke proyek.
Seminggu ini ia benar-benar sibuk karena mommy memintanya untuk memeriksa laporan keuangan restoran D & R di cabang Bali. Dan Keken pun tidak bisa menolak permintaan ibunya.
Bali benar-benar tempat surgawi untuk berbisnis. Pilihan tepat untuk usaha kuliner. Yang biasanya D& R hanya menyediakan makanan nusantara kini berlomba menyediakan makanan western mengingat begitu banyak nya wisatawan asing disini.
Keken cukup terkejut dengan laporan keuangan Di Bali. Omsetnya bisa lima kali dari cabang pusat. Otak Keken mulai bekerja saat melihat peluang bisnis.
"Jika dalam sebulan penjualan D & R seperti ini terus maka bisa dipastikan mommy dan Om Davian akan kaya bahkan hidup nyaman selama tujuh turunan." gumam Keken.
"Aku akan meminta Farah memproduksi makanan instan dalam produk kaleng disini. Dia kan pintar memasak, jadi mereka yang tidak memiliki waktu untuk keluar rumah bisa merasakan makanan tradisional Bali." Keken mengatakan nya dengan penuh keyakinan. Ia yakin produk nya akan laku dipasaran apalagi Farah memiliki bakat masak yang cukup mumpuni.
" Aku akan membuat pabrik makanan.Eh, tapi membuat pabrik itu sangat memerlukan modal besar. Bagaimana aku mendapatkan uangnya sedangkan diriku masih dimiskinkan." keluh Keken. Lalu ia turun ke lantai dasar dan mencoba melihat isi dapur. Para chef yang belum tahu tentang status Keken hanya bisa menggulum senyum,mereka hanya tahu Keken orang kepercayaan pemilik restoran yang diminta untuk mengaudit keuangan. Dan tanpa embel - embel Feriansyah ia menikmati hidupnya yang sederhana. Tidak seperti dulu, dengan gayanya yang sombong ia selalu menakuti lawan nya dengan nama besar sang ayah.
"Aku lebih nyaman seperti ini, kenapa dulu tidak aku lakukan ya." Keken baru menyadari satu hal bahwa hidup sederhana tidak seburuk yang dibayangkan. Keken lebih bebas dan bertemu banyak orang baik. Tidak seperti dulu, banyak orang yang mendekati dirinya hanya untuk kepentingan semata dan memuluskan jalan bisnisnya, banyak kepalsuan dan topeng belaka dan Keken baru menyadari itu.
"Ternyata dulu aku sangat arogan dan menyebalkan pantas saja Farah tidak pernah melihat diriku." Keken menggulum senyum setiap mengingat kejadian dulu bahkan dulu Farah tidak meliriknya sama sekali ternyata attitude dirinya nol besar.
" Aku bahagia bisa menikah dengan Farah, terimakasih ya allah. "Berkali-kali Keken selalu mengucapkan syukur karena diberikan istri yang cerewet dan mengajari dirinya banyak hal. Jika saja mommy tidak mengusirnya dari mansion pasti dia masih bersifat arogan dan sombong.
Dan tatapan nya kini melihat ke seluruh sudut restoran yang begitu ramai. Ia tidak segan-segan membantu melayani tamu hingga beberapa karyawan berbisik dan mengira Keken anak baru yang masih magang.
" Kamu baru kerja disini?" tanya seorang karyawan pria
"Hanya membantu sementara."
"Oh, good luck man! Jangan mengeluh ya disini memang ramai dan pasti capek."
Keken hanya menggulum senyum dan kembali menjadi waitrres dadakan. Namun setelah satu jam dia membantu melayani tamu matanya menangkap seorang gadis dengan pria muda. Keken mendekatinya lalu duduk tepat di depan wanita itu.
" Sudah lama tidak bertemu?" sapa Keken dan gadis itu terkejut melihat Keken di restoran ini.
"K... kau..? Ayu tidak menyangka akan bertemu lagi, ia mengira Keken sudah pulang ke Jakardah.
" Dia siapa? "tanya pria teman Ayu
" Teman, kita teman. "Keken menjawab dengan cepat.
" Apa kau pacar Ayu? "
" Bukan, aku adiknya. " pria itu terkekeh, sudah berapa banyak orang mengira dia pacar kakaknya karena umur mereka tak jauh berbeda.
Keken melihat dari ujung rambut hingga kaki. Pria itu postur nya lebih tinggi dari Ayu, ada kemiripan memang apalagi di bagian mata dan senyumnya, ternyata mereka kakak beradik.
" Ngapain disini? " Ayu terlihat kesal karena bertemu Keken lagi.
__ADS_1
"Terserah akulah mau ngapain, kau tidak lihat. Aku memakai apron pelayan."
" Kak, apa dia pacarmu?" tanya adik Ayu
"Bukan, dia hanya teman!" Namun raut wajahnya terlihat kesal
"Mau makan apa?" Keken hanya mengulum senyum
"Aku pesan ikan gurame bakar dengan sambal bawang lalu sate kambing dan sop."
"Jangan makan ikan dulu, kamu masih sakit."
"Lukaku sudah kering ka tinggal pemulihan dan aku baik-baik saja saat makan ikan."
"Tidak! Kamu baru keluar dari rumah sakit, kakak tidak ingin kamu kena alergi atau gatal-gatal jadi makan ayam saja."
Dan adik Ayu masih terlihat kesal karena kakaknya selalu over protektif.
"Kau sakit apa?" Keken kini terlihat santai bahkan menggulung lengan kemejanya
"Aku kecelakaan dan baru saja keluar rumah sakit."
"Oh, pantas saja kakakmu tidak kelihatan satu minggu ini."
"Kau mencariku, ada apa?"
"Pesan lah terlebih dahulu baru kita bicara?"
"Beri mereka makanan yang terbaik." Keken, namun karyawan pria itu heran karena Keken yang mengira anak magang dengan berani duduk bersama pengunjung.
" Kesini." Karyawan itu menarik tangan Keken.
"Kau sehat kan? Kenapa kau malah mengobrol dengan pengunjung restoran bukan nya kerja. Kau ingin dipecat manager kita. Jika dia tahu kau bertingkah seperti ini, sudah pasti dia akan mengomel."
Keken tergelak tawa, "Memangnya manager restoran ini sangat galak hingga banyak orang yang takut dengan nya."
Karyawan itu menganggukan kepala dan ini membuat Keken semakin penasaran. Ia menarik tangan pria itu agar mengikuti dirinya ke kamar mandi dan menyerahkan pesanan Ayu pada pelayan lain nya.
" Siapa namamu? "
" Aku, Keken. "
" Aku Candra. "
" Katakan padaku, apa ada yang aneh dengan manager kita? "tanya Keken setelah berada di toilet. Karyawan itu menoleh ke kanan dan ke kiri lalu ia memeriksa setiap kamar mandi yang terisi itu apakah ada seseorang yang akan mencuri dengar obrolan mereka. Ia mengunci kamar mandi dengan cepat setelah semuanya kosong.
"Tentu saja, manager kita ambisius dan gila. Saat karyawan telat sepuluh menit maka akan dipotong lima persen dari gajinya padahal dia saja sering telat dan datang dari pintu belakang. Dia juga suka mengambil makanan gratis di dapur sedangkan kita tidak boleh mengambilnya. Stok makanan sisa dia bawa ke rumah sedangkan kita hanya bisa duduk manis dan pura-pura tidak melihat. Andai saja pemilik restoran D & R tahu, dia pasti akan diberi sanksi tapi tidak ada yang berani melawan nya karena orangtuanya seorang anggota dewan.
Keken mulai mengerti kenapa restoran ini terkesan kaku bahkan hanya tersenyum palsu saat ada pelanggan.
__ADS_1
" Dia biasa berangkat jam berapa?"
"Kalau tidak salah pukul sepuluh lebih lima menit. Dia akan datang telat dengan alasan pergi ke bank padahal dia sengaja datang terlambat. Saat aku shift dua, aku pernah melihatnya nongkrong di restoran lain bersama wanita sebelum bekerja. Dia suka nongkrong di restoran P.
Keken mulai mencerna keganjilan restoran nya bahkan dia lupa dengan Ayu karena asyik mendengarkan cerita pria itu.
"Kau punya bukti, jika tidak ada bukti berarti kamu fitnah." Keken, ia memang sengaja datang mendadak di restoran itu dan tidak ada satupun yang tahu tentang jati dirinya. Keken benar-benar ingin memastikan restoran milik keluarganya berjalan dengan lancar dan tidak ada tikus-tikus yang mencoba mencari kesempatan.
"Lihatlah cctv, aku yakin sepuluh menit lagi dia akan datang karena tadi saat di pantry aku mendengar chef Zack menelepon dia, mereka sama saja akan baik saat di audit pusat nyatanya kerja mereka tidak terlalu baik. Tanyakan ke restoran P, mereka pasti tahu karena hampir setiap minggu manager kita berada disana. Dan yang aku tahu, stok makanan disini dikirim langsung oleh salah satu kerabat sang manajer, aku pernah mendengar dia mendapatkan selisih harga yang lumayan. Dan jika bapak masih tidak percaya tanyakan pada bagian security yang masih jujur, mereka tidak bisa melawan karena keadaan.
Keken mengepalkan tangan dengan erat, ternyata restoran yang maju saja masih ada orang yang mencari kesempatan untuk mencuri uangnya.
" Ayo kita kerja, jangan sampai manager itu memecatmu. Sekarang cari kerjaan susah, kita jangan mengobrol karena banyak mata-mata disini." bisiknya.
"Kau sudah bekerja disini berapa tahun?" Keken menatap karyawan pria itu dari atas kebawah. Penampilan nya biasa saja dan cenderung kuno, apa adanya tidak berlebihan.
"Lima tahun. Alhamdulillah tenagaku masih dipakai disini." ia tersenyum lebar.
" Kira-kira ada berapa orang yang menjadi virus di restoran ini?" Keken
Dan karyawan pria itu menatap Keken dari ujung rambut ke ujung kaki. Dia terlihat takut karena penampilan Keken yang rapi dan tidak seperti karyawan biasa.
" A... aku tidak tahu." Ia menundukkan kepala.
" Katakan padaku, aku tidak akan membawa kamu dalam masalah ini." Keken
"Kamu siapa?" tanyanya pada Keken
"Aku tim audit pusat."
"HAH...!" karyawan pria ber nama tag Candra itu terperangah.
"A... aku... tidak bisa mengatakan nya. Mereka cukup banyak dan aku masih membutuhkan pekerjaan ini."
"Kau tenang saja, aku akan memastikan kau masih tetap bisa bekerja disini jika kinerja dan loyalitasmu baik."
"Mereka bekerja sama dengan manager untuk bagian stok makanan, penyediaan air minum, bagian security dan penyediaan seragam pekerja. Dulu, tiga tahun yang lalu setiap karyawan baru akan mendapatkan seragam gratis dan uang makan mingguan tapi sekarang tidak. Mereka mendapatkan seragam dengan cara pemotongan gaji sepuluh persen. Uang tip dari pengunjung pun akan di setorkan, semua karyawan akan mendapatkan lima puluh persen dibagi rata dan akan dibagi setiap minggu sebagai uang jajan. Lima puluh persen akan masuk ke kantong manager dan tentunya di bagian chef akan kecipratan dana padahal dulu setiap uang tip akan masuk ke dalam kantong masing-masing, sekarang ah sudahlah." keluhnya
Keken begitu geram mendengar penuturan pria itu, ternyata manajer mereka masih celamitan dengan uang.
" Apa kau kuliah? "tanyanya
" Iya pak, aku kuliah semester akhir. Setelah aku lulus aku ingin bekerja di lain tempat yang bisa menghargai karyawan tidak disini. " Ia menundukkan kepala
" Ada berapa orang anak buah mereka?"
" Pak manager, chef dapur ada dua orang, di bagian waitress ada tiga orang. Jangan lupa pak, security ada juga yang berpihak dengan mereka inisialnya T. Dia orang pertama yang memuluskan segala rencana mereka karena dia orang kepercayaan pak manager. "
"Maaf pak hanya itu yang bisa aku katakan, aku takut bicara lebih jauh." Pria menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Pak, biarkan saya keluar terlebih dahulu baru bapak karena hanya disinilah yang tidak memiliki cctv, jika kita keluar bersama maka aku dipastikan ditendang dari restoran ini." pintanya
" Baiklah dan terima kasih untuk informasi nya, aku pastikan kau akan tetap bekerja disini." Keken menyentuh bahu pria itu lalu menghubungi seseorang.