Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 201


__ADS_3

Beberapa polisi dan petugas pemberantasan korupsi datang ke rumah Made Mahendra untuk menangkap pria paruh baya itu. Namun mereka dihalangi beberapa pengawal berpakaian hitam.


" Maaf, tuan sedang tidak di rumah." ucap salah satu pengawal keamanan


"Kami membawa surat perintah penggeledahan dan penangkapan tuan Mahendra atas penggelapan dana dan percobaan pembunuhan atas tuan Kendrew."


"Tuan tidak ada!!" jawab seorang pengawal.


"Tolong dimengerti, kami membawa surat tugas untuk penggeledahan maka dari itu jangan halangi kami." ucap salah satu polisi.


"Kalian tidak bisa masuk!"


Namun istri dari Made Mahendra yang terlihat sembab kini keluar dari rumahnya.


" Bapak sedang di bandara, dia akan kabur ke Singapura. Cepatlah kalian tangkap dia." Wajah Dewinta terlihat membiru di bagian bibir, sepertinya bekas hantaman benda tumpul.


"Nyonya...!!" seru beberapa pengawal. Mereka tidak menyangka istri dari tuan nya membocorkan dimana tempat tuan nya akan bersembunyi.


"Jika bapak - bapak ingin menggeledah rumah kami, silakan." Dewinta berkata dengan tegas. Ia sudah muak dengan tingkah laku suaminya. Selama ini dia berharap Mahendra bisa berubah dan bisa mendengar sedikit saran nya namun hingga kini pria itu tidak berubah bahkan lebih menggila. Mahendra ingin membunuh pria yang telah memasukan anaknya ke penjara. Saat istrinya mengingatkan, Mahendra tidak mau mendengar bahkan selalu mengancam dirinya dengan perceraian. Ia ingin mengakhiri kepalsuan ini dan hidup dengan tenang walaupun tidak banyak materi yang ia miliki. Dan sebelum suaminya pergi, mereka bertengkar hebat hingga Dewinta mendapatkan bogel mentah. Inilah yang membuat kesabarannya habiskan ingin mengakhiri semuanya.


Disisi lain,


Kantor kerja Mahendra digeledah beberapa penyidik untuk menemukan barang bukti kasus korupsi. Mereka mengambil laptop, file dan beberapa map yang tersimpan di laci kantornya.


Beberapa dari anggota lain nya ikut berbisik dan bergosip tentang apa yang terjadi dengan seorang Mahendra yang dikenal dengan sifat baiknya. Sebagian dari mereka tidak percaya karena pria paruh baya itu selalu menggaungkan hal anti korupsi. Dan kini berita penangkapan itu menjadi trending di beberapa media sosial.


"Made Mahendra seorang politikus dan pemilik yang sebenarnya R Club."


"Aliran dana haram mengalir di sebuah club malam."


"Politikus berinisial MM diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap anak dari konglomerat F."


"Ancaman hukuman mati menanti seorang politikus berinisial M."


Seperti itulah berita yang menghiasi media masa untuk hari ini. Mereka benar-benar tidak menyangka dibalik sikap ramah dan dermawan ternyata Mahendra seorang tikus berdasi.

__ADS_1


Dengan cepat pengawal Feri menangkap Mahendra di bandara sebelum pria itu check in. Mereka sudah memantau pergerakan pria itu setelah tahu dialah dalang dibalik insiden hilangnya Keken.


Pengawal Feri dengan berani melawan beberapa anak buah Mahendra yang ikut mengawal pria itu. Tidak bisa diragukan lagi pria itu memang licin dan penuh perhitungan, ia bahkan membawa delapan orang anak buah sekaligus untuk menjaganya.


Tak patah arang, pengawal Feri berhasil melumpuhkan mereka dan membawa pria itu ke kantor polisi.


"Aku bisa memenjarakan kalian atas perbuatan tidak menyenangkan." teriak Mahendra saat di kantor polisi. Pria itu frustasi karena gagal terbang.


"Sebelum kau memenjarakan pengawalku, hadapi dulu semua kasusmu itu. Dasar koruptor, pelaku KDRT dan pembunuh!" Feri datang ke kantor polisi setelah mendapat informasi dari pengawalnya bahwa Mahendra berhasil ditangkap.


"Kau....!!" Mahendra mengeram keras. "Berani sekali kau melawanku."


"Memangnya kau siapa? Kau tidak ubahnya seperti tikus berdasi yang menggerogoti uang rakyat!!"


"Aku tidak akan melepaskanmu kali ini." Feri


Andai saja di negara ini menggunakan hukum alam maka dengan mudah Feri ingin membunuh pria ini. Namun, ia juga sadar bahwa membalasnya dengan kematian itu tidak sepadan dengan rasa sakit yang Keken rasakan.


" Aku akan membuat dirimu mendekam di penjara seumur hidup, kelar karir lu!!" ancam Feri.


Setelah bersama pengacara dan membahasnya, ia pergi meninggalkan kantor polisi. Feri sedikit lega karena bisa menangkap pria itu.


Imelda masih saja menunggu anaknya dan merawatnya. Ia tidak ingin sesuatu terjadi dengan Keken maka dari itu Imelda langsung meminta surat rekomendasi dokter untuk memindahkan Keken ke Jekardah.


Ia pun hanya memberi kabar pada Navysah bahwa Keken sudah ditemukan dan meminta adik iparnya untuk diam, tidak memberitahukan pada Farah karena pasti wanita itu ingin pergi ke Malang. Imelda tidak ingin menantunya pergi ke luar kota mengingat kondisinya yang sedang hamil besar.


"Tolong jaga Farah, jangan beritahu dia kalau Keken sudah ketemu karena mba tidak ingin dia kesini."


"Keken koma, mungkin lusa akan dipindahkan ke Jekardah dengan privat jet."


" Luka di kepalanya cukup serius, entah sampai kapan Keken sadar. Do'akan Keken ya, Nav."


Lagi-lagi Imelda hanya bisa mengirim pesan, ia tidak mau menelepon karena tidak kuat harus mengatakan nya dan ia pasti menangis.


" Jika nyonya lelah, sebaiknya istirahat biar aku yang menjaga mas Slamet eh maksud saya mas Keken. "ucap Eki, ia sudah terbiasa menjaga Keken selama seminggu ini. Eki tidak tega melihat wajah lelah Imelda yang kurang istirahat.

__ADS_1


" Siapa namamu? "


" Sa... saya Eki nyonya anak dari ayah Sam. " ia tergagap saat mendengar suara Imelda yang tegas


" Kau masih sekolah?"


" Saya baru tamat Sma dan sedang mendaftar kuliah, maka dari itu waktu saya banyak dan diberi tugas ayah untuk menjaga slamet disini." Lagi-lagi Keken dipanggil dengan nama Slamet.


Imelda melihat tubuh Eki dari atas ke bawah, perawakan nya kurus dan tinggi. Namun ia anak yang sopan bahkan saat Imelda datang ia memberikan sebotol air mineral agar Imelda merasa tenang.


" Setelah kau lulus kuliah datanglah ke D & R restoran Jekardah, jika kau berminat akan ku tempatkan di restoran atau di perusahaan properti sesuai dengan keahlian mu."


"HAH...!!" Ia tidak percaya mendapatkan peluang besar sebelum dirinya kuliah.


" A... aku bisa kerja disana?" tanya Eki


Imelda mengangguk.


"Benarkah, aku bisa kerja di perusahaan properti." Eki masih saja tidak percaya.


"Yesssss... , aku akan datang nyonya. Aku akan menagih janji itu." Eki bahkan berjingkrak kegirangan.


"Ada syaratnya, jangan senang dulu."


" A.. apa syaratnya?" ia terdiam lagi


"Kau harus jujur, pintar dan cerdas, bertanggung jawab dan disiplin. D & R maupun perusahaan properti tidak membutuhkan orang pemalas."


"Tentu saja nyonya, aku akan berusaha sekuat tenaga agar bisa bekerja di perusahaan besar, aku akan rajin dan jujur." Eki begitu senang mendapatkan kesempatan emas, ia tidak menyangka ternyata si slamet yang ia jaga setiap hari anak dari pengusaha properti yang kaya raya.


" Kenapa kau begitu gembira? " tanya Imelda karena lagi-lagi Eki tersenyum bahagia.


" Aku bahagia nyonya karena mendapatkan kesempatan ini, aku bisa belajar dari perusahaan properti besar milik nyonya. Ayah memang memiliki bisnis angkot namun sekarang kurang berkembang karena banyaknya transportasi online. Aku ingin membuat orangtuaku hidup nyaman di usia senja ya. Nyonya, aku berjanji denganmu akan belajar yang terbaik dan lulus. Aku akan bekerja keras untuk itu. "


" Aku pegang janjimu anak muda, aku suka dengan semangatmu. "Imelda

__ADS_1


" Terimakasih nyonya. "


__ADS_2