Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Ban 187


__ADS_3

Keken bekerja hingga malam hari untuk mengumpulkan bukti-bukti bahwa sang manajer dan beberapa karyawan ikut terseret dalam kasus korupsi.


Keken lupa menelepon Farah beberapa hari ini karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, ia sengaja menonaktifkan ponselnya agar tidak diganggu. Dengan mata mengantuk ia masih bergelut dengan tumpukan kertas.


"Sial*n!! pria itu mengeruk banyak uang dari restoran papih." umpat Keken


" Ternyata dia menambahkan nilai harga barang untuk kepentingan pribadinya,pantas saja restoran P lebih ramai dan maju dari D & R."


Dan dimenit kemudian Keken menerima beberapa video dari salah satu karyawan restoran dan juga dari Ayu.


" Terima kasih kalian benar-benar membantuku, setelah aku mengumpulkan bukti akan kuhancurkan mereka semua!" geramnya setelah melihat video itu.


Keesokan harinya Keken dan Dewa pergi ke sebuah daerah Tabanan yang menjual sayuran berkualitas. Ia juga menyambangi tempat distributor yang sudah bekerja sama dengan D&R restoran dan Keken meminta transaksi satu tahun terakhir mereka untuk di copy. Keken begitu kesal saat mengetahui nilai beli yang berubah dari distributor ke restoran.


"Mereka benar-benar mafia." geramnya. Sedangkan pemilik kebun tidak tahu menahu tentang transaksi itu, ia hanya mendapatkan pembayaran setelah menyetor bahan baku ke restoran.


"Tidak perlu khawatir pak, kita hanya sedang mengaudit restoran." Keken melihat pemilik kebun itu panik dan takut karena saat ini mereka kedatangan enam orang pria di rumahnya. Dua orang yang berpakaian normal dan empat orang berpakaian serba hitam, Mereka menggunakan kacamata dan jas seperti di film action, pikirnya.


" Aku hanya menandatangani sebuah nota dan harga yang tertera sama dengan nilai yang ditawarkan padaku. Apa ada yang salah?" Setiap bertransaksi dengan restoran dia selalu membaca berapa nominal harga dan total uang yang diterima dan nilai nya sama.


"Mereka membodohi kita, coba bapak lihat disini. Stempel dan tanda tangan bapak dipalsukan bahkan mereka memiliki nota yang hampir mirip dengan milik bapak tapi mereka tidak bisa mengelabui aku, karena aku tahu mana tanda tangan yang asli dan mana yang palsu. " Keken


" Bagaimana kamu tahu ini palsu bli? "Dewa mencoba membandingkan kedua lembaran berisi nota dan tanda tangan itu namun terlihat sama persis dengan aslinya.


" Kau itu harus banyak belajar dariku, lihat kedua tanda tangan ini memang mirip tapi inilah yang asli, kau tahu kenapa? karena tanda tangan ini tembus saat dilihat dari belakang kertas ini." Keken membalik kertas itu dan benar saja ada guratan jejak pulpen yang dirasa sedikit kasar bahkan warna pulpen bisa terlihat dari kertas yang diterawang. Keken jelas tahu trik ini karena dulu dia sering memalsukan tanda tangan ibunya saat sekolah. Keken sering bolos dengan alasan sakit dan surat sengaja dipalsukan dan dikirim lewat sahabat nya. Keken memang ahli dalam berdusta saat sekolah.


"Tidak sia-sia juga aku punya keahlian memanipulasi tanda tangan dengan cara 3D, dilihat, diraba, diterawang." gumam Keken dalam hati.


"Kau benar bli, yang ini tidak tembus bahkan tidak ada guratan jejak pulpen. Kau memang luar biasa." Dewa mengacungkan jempolnya. Keken tersenyum lebar.


" Pengawal, bawa bukti ini. Simpan dengan baik."


"Siap tuan."


Sejak tahu adanya korupsi di cabang Bali, Imelda memerintahkan pengawal nya untuk melindungi anaknya disana, mengingat keluarga dari si pelaku memiliki keluarga yang cukup disegani di kota itu.


"Tuan, saya tidak tahu apapun tentang kejadian ini. Dan saya berharap masih diberi kesempatan untuk bekerja sama dengan restoran anda."


"Bapak tenanglah, aku pun masih membutuhkan kerjasama dengan anda. Sayuran yang anda kirim sangat bagus dan sesuai dengan kriteria kami maka dari itu kami tidak akan memutuskan kontrak sepihak denganmu."


Bapak itu merasa lega karena restoran masih membutuhkan sayuran dari kebun nya jika tidak dia harus bekerja keras mencari pelanggan baru dan itu tidak mudah mengingat banyaknya persaingan harga di kota itu


.


Keesokan harinya,


Keken berhadapan dengan seorang pria yang telah mencuri uang perusahaan. Dan dengan santai nya pria itu masih bersikap seolah-olah tidak bersalah.


"Apa ada yang kamu sembunyikan dari kami?" Keken masih bersikap santai


"Tidak ada pak, semua restoran berjalan dengan lancar dan ini atas kinerja kami yang baik. Setelah saya memimpin cabang Bali, restoran begitu ramai dan maju." Pria itu masih saja menyombongkan diri.

__ADS_1


"Benarkah?!"


"Brak!" Keken mengebrak mejanya dengan keras saat berhadapan dengan manager restoran bahkan ia membanting map dan hasil audit satu tahun kebelakang.


"Beraninya kau mengambil uang secara sembunyi - sembunyi. Korupsi di bahan baku, mengantongi uang tips karyawan, curi waktu kerja, memanipulasi data, memalsukan tanda tangan. Kau seperti virus yang menggerogoti tubuh restoran, kesalahanmu sangat banyak dan fatal. Dan mulai detik ini kau kupecat dan pertanggung jawabkan kesalahanmu di penjara.


"A... apa salahku? Semua data valid dan sesuai dengan harga pembelian. Anda tidak bisa memenjarakan saya tanpa bukti.


" Tanpa bukti?!! " geram Keken." Lihat semua bukti itu, kau akan tahu apa kesalahanmu. "


Manager itu membaca dan membandingkan data satu dengan lain nya. "I... ini tidak mungkin?" Ia masih tidak percaya bagaimana bisa tim audit mengetahui kebohongan nya.


" Tidak ada yang tidak mungkin."


Namun pria itu masih saja berusaha mendekati Keken dan mencoba bernegoisasi. "Jangan pernah membuka kasus ini, akan ku berikan uang tutup mulut untukmu. Bukankah D&R sangat kaya, jika kita mengambil sedikit uangnya maka tidak masalah bukan?" bujuknya


"Apa maksudmu?"


"Bukankah restoran ini milik seorang pengusaha bernama Davian, kau hanya tim audit dan kita bisa bekerja sama dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Kita bisa mengambil keuntungan dengan memanipulasi data restoran."


Keken tergelak tawa ternyata pria ini belum tahu kalau D& R itu milik Davian, Rayyan dan Imelda. Berhubung Om Rayyan pergi keluar negeri maka sahamnya dibeli mommy dan sekarang pria tengik ini ingin bekerja sama dengannya dan mencuri uang milik mommy nya. Dia benar-benar sinting! " batin Keken


" Ternyata selain ca bul kau pun otak udang! " ejek Keken.


" A... apa maksudmu, kenapa kau mengejekku seperti itu!! "geramnya. Ia tidak terima.


" Kau itu tidak lebih dari seorang pencuri amatiran dan virus menular. "ejek Keken


" Besok aku pastikan kau mendekam dipenjara, pengacara kami akan mengurusnya. "ancam Keken


" Siapa kamu? Berani ya mengancamku."


" Aku, Keken. "Seperti biasa Keken menunjukan gaya nyeleneh dan cengengesan.


" Keken si pelaut eh maksudku Keken si crazy rich."kelakarnya


"Crazy rich? ia melihat penampilan Keken dari atas ke bawah, biasa saja. Memang jam tangannya mahal dan bisa dipastikan berharga ratusan juta.


" Siapa kau?? "tanyanya lagi


" Sudah kubilang aku Keken masih tidak percaya. "


Pria itu begitu gemas karena Keken bersikap slengean dan tidak membuka jati dirinya. Yang ia tahu tim audit dari D & R biasa nya tidak semendetail ini. Dan mereka hanya bekerja satu hari di kantor cabang, sementara pria ini berhari - hari keluar masuk restoran dengan santainya.


"Masih penasaran?" tanya Keken. Pria itu mengangguk cepat.


"Kasih tahu tidak ya?" Lagi-lagi Keken cengengesan dan kian membuat hati Indra semakin kesal.


"Aku tidak peduli siapa kau! Tapi yang jelas jangan berurusan denganku karena aku memiliki keluarga dan relasi yang hebat!" sombongnya, " Kau tidak bisa menyentuhku apalagi memasukkanku ke penjara itu tidak mungkin, karena ayahku seorang anggota dewan di pulau ini. "


"Ah, benarkah! Gue suka nih orang yang sombong modelnya beginian, bikin greget dan semakin membuat anu ku memberontak eh maksudku membuat semangatku kian berkobar untuk menyeretmu ke penjara."

__ADS_1


"Aku Keken alias Kendrew Putra Feriansyah, kau kenal dia tidak?" sambung Keken lagi.


Indra menggelengkan kepala.


"Jika kau tidak kenal maka akan aku jelaskan." Keken melihat pria itu diam bahkan cenderung berpikir, pernah mendengar nama Feriansyah tapi lupa.


" Kalau Imelda, kenal?"


"I... Imelda, maksudmu nyonya Imelda Ibrahim pemilik perusahaan properti dan perusahaan mebel Solo?"


"Nah itu tahu, ah sayang sekali papih tidak se terkenal mommy. Papihku kalah pamor." Keken terkekeh


"Ma...maksudmu kau anak dari nyonya Imelda dan tuan Feriansyah?"


" Tentu aku anak mereka,Keken si crazy rich Jekardah..." ucapnya dengan sombong, slogan yang selalu digaungkan.


"Ti... tidak mungkin!!" dia tidak percaya akhirnya bisa bertemu dengan salah satu orang terkaya di negeri ini. Pria itu terduduk lemas. Sejak D & R membuka cabang di Bali hanya wajah tuan Davian yang pernah dia lihat tapi itupun hanya sekali karena mereka tidak pernah berkunjung lagi, hanya orang-orang kepercayaan mereka yang selalu datang mengaudit. Sedangkan nyonya Imelda tidak pernah datang bahkan foto pemilik restoran tidak pernah terpajang sekalipun.


"Kenapa wajahmu pucat seperti itu, kau ingin kentut atau anemia?" Lagi-lagi Keken berkelakar disaat serius.


" Ah, aku rasa kau pucat karena berpikir berapa lama kau akan mendekam di penjara, jangan harap bisa keluar karena kami memiliki pengacara terbaik di negeri ini. "


" Tuan, a... aku... "


" Tok.. tok... "


" Permisi tuan, kami membawa semua orang yang terlibat dalam kasus korupsi ini. " ucap salah satu pengawal.


" Bawa mereka semua kemari!"


Mereka membawa delapan orang yang terlibat, mulai dari karyawan hingga security restoran.


"Kalian sudah diberi makan masih saja mencuri uang kami, apa kalian tidak malu?!" teriak Keken


"Kalian memang sampah, terutama kau Indra!!" teriak Keken. " Kau terlihat sopan nyatanya busuk!"


Mata Indra menyalang dengan penuh amarah, baru kali ini dia dimaki oleh orang lain bahkan ayahnya saja tidak pernah sedikitpun kasar padanya. Ia tidak terima dan berjanji dalam hati akan membalas perbuatan Keken padanya. Sedangkan karyawan yang lain dengan kompak meminta maaf atas kesalahan nya.


"Maaf tuan, maaf..."


"Maaf... maaf..."


"Maaf..."


Mereka meminta Keken memaafkan mereka dan tidak melanjutkan ke jalur hukum.


"Enak saja kau! setelah menikmati uang kini hanya minta maaf memangnya aku Farah yang lugu itu hingga bisa dibodohi oleh kalian!"


"Pengawal, bawa mereka semua ke kantor polisi!"


"Siap tuan!!"

__ADS_1


__ADS_2