Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 223


__ADS_3

Keken dan Farah pulang ke rumah saat malam hari. Namun wajah keken terlihat kesal bahkan dia berjalan lebih dahulu tanpa menggandeng istrinya. Sedangkan Farah, wanita itu tergelak tawa dan berjalan mengikuti suaminya.


"Ada apa lagi? Kenapa wajahmu seperti itu. " Imelda melihat raut wajah keken yang kesal. "


"Farah ngeselin mih, masa Keken pulang naik angkot kan tidak lucu. Mana angkot nya nunggu lama, berdesakan, bau keringat dan ketek! " Gerutunya, ia memang tidak suka satu kendaraan dengan orang lain apalagi berdesakan yang membuat perutnya mual.


"Benar itu Farah? " tanya Imelda


"Iya , aku ingin naik angkot bersama keken. " Farah masih dalam mode tersenyum


"Farah, mommy mohon jangan lakukan itu lagi. Ini demi kebaikan keken, mommy tidak ingin dia terluka. Keken harus mendapatkan pengawalan khusus dan jika dia naik angkot otomatis dia akan bertemu dengan banyak orang. Mommy tidak ingin terjadi apa-apa dengan keken! " Ucap Imelda dengan tegas


"Ma.. Maaf mih. " Farah menundukkan kepala, entah kenapa Imelda terlihat kesal padanya, memang benar Farah salah tapi melihat mommy nya marah dengan suara meninggi membuat dirinya takut.


" Jangan sekali-sekali membawa keken ke tempat yang membahayakan. Sudah cukup kemarin dia hilang, kamu tahu kan maksud mommy?!" Imelda sempat terpancing emosi saat tahu anak nya tanpa pengawasan ketat namun saat melihat Farah berkaca-kaca ia langsung istighfar.


"Astaghfirullah, maafkan mommy sayang. Apa suara mommy begitu keras hingga membuat kamu takut? " Tanyanya sembari merengkuh tubuh Farah. Imelda benar-benar tidak sadar saat mengomel padahal dia tahu Farah tidak bisa dikasari.


"Ayo masuk kamar. " Keken pun merasa bersalah lalu ia menggandeng istrinya untuk pergi ke kamarnya.


Sesampainya di kamar benar saja Farah bergelung di selimut dan menangis sesenggukan karena dimarahi Imelda. Entah kenapa dia begitu sensitif.


" Sudah jangan menangis lagi, mommy hanya menasehati agar kamu tidak sembarangan membawaku . Jangan marah sama mommy." Keken mendekat pada istri nya, berusaha menenangkan Farah


"Aku tidak marah sama mommy, dia memang benar aku yang bodoh dan ceroboh. " Farah


"Aku takut dengan suara mommy yang tegas dan matanya bagai lasernya saat menatapku. "


"Kau itu seperti baru kenal mommy saja! " dengus keken


" Mommy memang galak tapi dia baik dan sudah lah jangan menangis lagi, lebih baik kamu mandi. Aroma mu bau asap kendaraan . "


" Aku malas mandi. "Farah


" Mandilah, aku tidak mau satu ranjang dengan aroma debu . " Keken


"Oh, jadi aku bau debu dan asap kendaraan. Jika kau tidak mau tidur denganku lebih baik aku tidur di kamar tamu! " Farah turun dari ranjang nya lalu pergi dari kamar Keken dengan membanting pintu dengan keras.


" Kenapa dia marah, dasar wanita memang aneh! " Keken

__ADS_1


Farah benar-benar tidak kembali lagi ke kamar keken, ia tidur di kamar tamu agar leluasa menangis. Sedangkan Keken, menunggu Farah datang. Namun wanita itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


"Ini benaran dia tidak balik lagi. " gumam Keken


"Kenapa dia semenyebalkan itu, padahal aku hanya meminta nya mandi. "


Keken mau tak mau turun dari lantai atas dan menghampiri istri nya.


"Farah, kau sudah tidur? " Keken menusuk -nusuk pipi istri nya dengan jari dan tidak ada respon darinya. Keken melihat bekas air di sudut matanya.


" Kenapa dia begitu cengeng dan sensitif, apa semua ibu hamil seperti itu. "Gumam Keken, namun ia memeluk Farah dari belakang. Sebenarnya Farah tidak bau asap, Keken sengaja memintanya mandi agar wanita itu terlihat lebih segar dan bersih.


" Dasar gendut, kenapa saat aku memelukmu terasa hangat. "Lirih keken sembari memeluk istrinya. Mereka tidur bersama.


***


Farah menyiapkan sarapan untuk Keken dan tentu saja kedua orang tuanya ikut datang dan duduk dengan nya. Imelda menatap wajah Farah, mata wanita itu sedikit bengkak karena menangis.


"Maafkan mommy sayang. " Imelda menyentuh tangan menantu nya.


"Karena mommy terlalu khawatir dengan keken maka mommy menaikan nada bicara, maafkan mommy ya? "


"Lusa kami akan berangkat ke Singapura, kamu baik-baik di rumah ayahmu. " Imelda sudah tahu keinginan Farah untuk tinggal di rumah orang tuanya. Keken yang meminta pada ibu nya untuk mengabulkan permintaan Farah ini namun dengan pengawasan dari pengawal.


"Iya mom. "


"Jaga kesehatan , mommy akan datang sebulan lagi saat kamu melahirkan. "


"Iya mom. "


"Saat di rumah ayah mu akan ada pengawal jadi saat kau butuh sesuatu katakan pada mereka. " Kali ini suara dari feri


"Tapi pih, rumah kami kecil tidak ada kamar tamu untuk mereka menginap. " Farah


" Kami akan menyewa rumah di dekat rumah orang tuamu jadi kau tidak perlu khawatir. " Feri


Farah hanya menggulum senyum,orang tua Keken memang selalu melakukan yang terbaik untuk anaknya.


" Terserah papih dan mommy saja, aku nurut. "

__ADS_1


***


Keken menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk tinggal di Singapura, ia tidak mau menyuruh istrinya karena Farah sedang hamil besar.


"Biarkan aku yang menata kopermu. " Farah duduk di tepi ranjang lalu menata baju keken dan memasukkan ke dalam koper.


"Kamu istirahatlah, aku bisa melakukan ini kok."


"Ken, beri aku kesempatan untuk menjadi istri yang baik sebelum kamu pergi. " Farah meminta agar Keken mau mengabulkan permintaan nya


"Kau itu selalu memaksa. " gerutunya


" Iya, aku memang suka memaksa seperti kamu, dan karena aku tidak tahu nantinya bisa bertemu kamu lagi atau tidak. " Farah berkaca-kaca


"Maksudnya apa? Kamu tidak mau menunggu ku pulang. " Keken


"Bukan begitu, aku tentu saja ingin menunggumu pulang. Tapi saat kau jauh disana dan aku melahirkan disini, belum tentu aku hidup juga karena selama persalinan apapun bisa terjadi. Aku pernah mendengar saat melahirkan adalah pertarungan antara hidup dan mati, dan jika itu terjadi dan aku tidak selamat setidaknya aku sudah pernah berbakti padamu, mengurusmu dengan baik. "


" Jika aku tiada tolong jaga anak kita, Ghani. " Ucapnya lagi


"Kamu apa-spaan sih! Aku tidak suka kamu bicara seperti itu. " Entah kenapa Keken kesal, tidak ada sedikit pun pikiran jika Farah akan meninggalkan nya


" Tapi Ken, aku bicara kenyataan. Jika memang Tuhan memanggilku terlebih dahulu maka aku harus siap dengan semuanya. Dan jika nantinya ada wanita yang menggantikan ku, aku ikhlas yang terpenting Ghani mendapatkan kasih sayangnya juga. Pilih lah wanita yang baik dan menyayangi anak kita. "


"Farah cukup!! Bicara mu sudah terlalu jauh! " seru Keken. Ia melempar beberapa kaos ke lantai karena kesal, entah mengapa hati nya sangat sakit saat Farah berkata seperti itu.


"Kamu akan baik-baik saja dan tidak perlu kau berkata seperti itu, jika aku mau, sekarang aku akan menikahi gadis lain yang lebih sexy darimu. Jadi jika kau tidak ingin melihatku menikah lagi maka kau harus selamat, lahir kan anak itu dengan baik. " Keken


Farah terdiam, benar juga apa yang dikatakan Keken. Dia pria kaya apalagi sedang hilang ingatan bisa jadi cinta nya berubah namun Keken masih saja tidak mendua, wanita manapun pasti akan dengan senang hati menyerah kan diri, sedangkan Farah wanita gendut yang hamil anaknya, setelah melahirkan pun mana ada pria yang mau melirik nya.


"Aku akan berusaha melahirkan Ghani dengan baik dan kau tidak boleh selingkuh apalagi menikahi wanita lain! " Farah


Keken terkekeh, ini yang dia suka dengan wanita ini. Hati dan pikiran nya cepat berubah apalagi mengangkut tentang dirinya. Farah benar-benar cinta mati dengan nya.


"Kenapa kau tertawa seperti itu? "


"Emang kenapa, memang nya aku tidak boleh tertawa. " Keken


"Boleh, tapi sebelumnya aku nikmati dulu dirimu, Ghani ingin ditengok lagi. " Farah dengan cepat menyambar bibir suaminya dengan cepat dan berani. Mereka melakukannya lagi dan lagi, menghabiskan sisa waktu yang semakin sedikit.

__ADS_1


__ADS_2