Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 146


__ADS_3

Keken pulang tengah malam dengan wajah kelelahan. Hari ini banyak sekali masalah yang ia hadapi. Ia melihat Farah yang tertidur pulas namun saat melihat sudut matanya, masih terlihat jejak airmata. Sepertinya Farah habis menangis.


Keken yang biasanya tidur di depan televisi kini pindah ke tempat istrinya. Memeluknya dengan lembut sembari mencium aroma rambut yang masih tercium wangi. Keken bahkan mencuri kesempatan untuk menciumi pipi istrinya disaat tidur tak lama kemudian ia tertidur karena benar-benar mengantuk.


Pagihari,


Farah merasa ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya. Ia perlahan-lahan membuka matanya dan terlihat tangan Keken yang melingkar di perutnya.


"Ken..." Farah melihat suaminya yang masih menutup mata bahkan suara dengkuran halus masih terdengar, Keken benar-benar tidur pulas.


"Ken...." ia menepuk wajah suaminya lagi agar terbangun.


"Mmm.."


"Kenapa tidur disini?"


"Memangnya kenapa, aku tidur bersama istriku sendiri." Ia menjawab dengan mata yang masih tertutup.


"Ish, bukan itu. Maksudku, kamu sedang marah padaku kan?"


"Siapa yang marah, aku hanya marah dengan pria itu tapi tidak denganmu. Keken semakin memeluk tubuh istrinya, mencari kehangatan.


" Pengap ah, jangan terlalu kencang. " ia mengurai pelukan Keken dan masih melirik wajah suaminya.


" Besok - besok jangan temui pria itu, aku tidak suka!" Keken akhirnya membuka mata dan melihat wajah istrinya


" Kemarin kenapa bisa sakit perut?" tanya Keken


" Aku berlari menghindari pengawalmu, untung saja Hilman membawaku ke rumah sakit dan alhamdulillah anak kita baik-baik saja. "


" Ini semua gara-gara kamu." Farah mengerucutkan bibirnya, " Kamu bilang percaya padaku nyatanya untuk keluar saja sangat susah. "


" Terus saja aku yang disalahkan."Keken menghela nafas panjangnya, bukan nya minta maaf istrinya malah menyudutkan nya.


" Mana ada suami yang rela melihat istrinya ketemu dengan pria lain apalagi mantan nya!" sambungnya lagi


" Aku kesana ingin mengembalikan cincin bang Hilman. "ia bangkit dari tempat tidurnya. Keken langsung ikut bangun dan ingin mendengar cerita istrinya.


" Beneran sudah dibalikin? "


" Tidak jadi karena bang Hilman memintaku untuk menyimpan nya lagi. " Farah menundukkan Kepala

__ADS_1


" Lalu kamu mau? " Keken menatapnya dengan tajam. Farah mengangguk.


Sedetik yang lalu Keken merasa senang karena cincin itu dikembalikan ke pemiliknya namun nyatanya istrinya malah mengikuti permintaan pria itu. Sial!


" Aku tahu kamu masih cinta dengan nya, bukan denganku. Terserah kamu saja mau apa, yang terpenting anak kita baik-baik saja. Jika dia lahir dan kamu masih ingin bersama pria itu silahkan, yang terpenting bayi itu bersamaku." ucap Keken


"Jangan harap kamu akan pergi dariku Farah, aku tidak akan melepaskanmu." gumam Keken dalam hati, ia akan melakukan seribu cara agar tidak ada perceraian. Keken akan membuat Farah selalu bersama nya.


"Bagaimana kamu tahu kalau aku tidak cinta kamu, Ken?" tanyanya


"Tanyakan saja pada pria itu!" Keken berkata ketus. Waktu sudah menunjukkan pukul lima, sebentar lagi waktu subuh akan berakhir.


Keken bergegas mandi dan salat subuh seperti biasanya. Setelah ia melipat sajadah dan baju koko tanpa sengaja ia melihat sebuah foto USG dan sebuah kertas diatas meja televisi.


"Apa ini." Ia membaca sebuah kertas. Ia terbelalak tak percaya.


"Sayang, ini beneran anak kita laki-laki !"teriak Keken


Farah menghampiri sembari menganggukkan kepala.


" Alhamdulillah... "Keken memeluk istrinya kembali sembari mencium pipi Farah dan perut buncit istrinya berulang kali.


" Hai pangeran, anak papah yang paling tampan. "Keken seolah bicara dengan anaknya yang masih dikandungan.


Keken langsung luluh, perasaan yang sempat kesal kini menghilang seketika saat tahu bahwa istrinya sedang mengandung bayi laki-laki. Baginya tidak masalah perempuan atau laki-laki asal anaknya sehat dan sempurna. Namun, jika bayi yang dikandung Farah laki-laki setidaknya suatu saat ia bisa menggantikan dirinya untuk mengurus perusahaan.


"Terima kasih sayang, cup." Keken menyesap bibir Farah dengan cepat.


"Apaan sih, Ken!" Farah mengerucutkan bibirnya karena tidak terima dicium oleh Keken bahkan Farah mengusap bibirnya dengan tangan.


" Nyosor kayak bebek tanpa permisi, mana belum sikat gigi lagi, bau!" gerutunya


Keken tergelak tawa, memang ia tidak sempat gosok gigi karena takut waktu subuh keburu habis.


" Nanti kamu telepon mommy, bilang padanya kalau cucunya laki-laki,dia pasti senang apalagi papih. "


" Iya, iya nanti aku telepon. "


" Ken, kemarin teh Cucu tanya apa ada lowongan kerja untuknya,sepertinya ia butuh pekerjaan tetap karena jika mengandalkanku itu tidak mungkin karena kamu tidak mengijinkan aku berjualan lagi. Dia sepertinya butuh uang banyak karena anak pertamanya akan menghadapi ujian sekolah. "


" Nanti aku tanyakan pada Michelle, siapa tahu dia butuh karyawan lagi. " ucap Keken sembari membereskan tas kerjanya

__ADS_1


" Michelle lagi, Michelle lagi. "gumam Farah dalam hati. Entah kenapa suaminya sangat dekat dengan Michelle padahal mereka sudah putus.


" Kapan-kapan aku ajak kamu ke Cafe Michelle, tempatnya cukup bagus dan estetik. "


" Tidak usah! Aku tidak mau! "ketus Farah. Keken melirik istrinya yang berwajah masam dan terkesan ketus.


" Tidak mungkin dia cemburu. "gumam Keken dalam hati.


" Sayang, hari ini aku akan sibuk. Apa kau ingin menginap di rumah mommy agar tidak kesepian? "


" Tidak mau! Lebih baik aku disini, kalau di rumah mommy itu sepi hanya ada pelayan. Aku tidak betah disana karena pasti tidak akan diijinkan untuk membantu beberes rumah. "


" Mana ada tuan putri beresin rumah, kamu itu ada-ada saja. Memangnya kamu mau seperti dulu, pakai daster dan dikira asisten rumah tangga. "Keken tergelak tawa.


" Keken..!! "teriak Farah, ia bertambah kesal karena Keken mengingatkan nya pada kejadian terdahulu.


" Apa kamu ingin kerumah tante Navysah? Disana tidak pernah sepi apalagi rumah mas Raffa dekat situ. "


" Kira - kira nona Hanin dan bayi nya ada tidak disitu? Sudah lama aku belum mengunjunginya lagi."


" Jangan panggil dia nona, posisimu sekarang sama dengan nya. Panggil saja Hanin. "


" Nanti aku telepon keluarga Tarzan dulu, sekarang kamu buatkan aku kopi, ini sudah siang."


" Kalau ada Hanin, aku mau kesana tapi nanti mampir ke toko perlengkapan bayi dulu, aku ingin memberi kado untuknya."


" Oke nyonya Kendrew yang paling cantik, sekarang buatkan aku kopi terlebih dahulu. "pintanya lagi.


Farah dengan cepat membuat kopi seperti pesanan sang suami.


" Sudah siap belum? "Keken berteriak dari ruang tamu karena Farah begitu lelet.


" Tunggu sebentar. "Farah datang memakai dress hamil dengan panjang selutut terlihat cantik.


" Nah gitu dong, kalau pergi denganku harus secantik ini, jangan cuma pakai daster buluk. "


Lagi-lagi Keken selalu mewajibkan dirinya berpakaian rapi dan harus cantik.


" Iya, aku sudah tahu dan kau tidak boleh protes lagi."


"Jalan nya jangan terlalu cepat karena aku kesulitan saat berjalan, lihat perutku kian membesar." sambungnya lagi.

__ADS_1


Keken hanya mengiyakan dan menuruti perintah istrinya.


__ADS_2