
Keken membawa sepeda motor Farah untuk pergi membeli makanan. Cuaca malam yang dingin membuat Keken enggan untuk keluar rumah namun Farah tetap memaksa ingin memakan sesuatu yang hangat.
Akhirnya Ia memiliki ide dan menyuruh dua pengawalnya yang selalu stay di depan gang rumah Farah untuk membelikan makanan seperti yang Farah mau.
"Mana ada jam segini restoran yang buka, tuan." ucap pengawal satu.
" Aku tidak mau tahu, pokoknya harus ada." perintah Keken sembari berkacak pinggang.
" Baik tuan." jawab kedua pengawal itu dengan serentak.
Udara semakin dingin dan beberapa kali tubuh Keken mengigil. Hingga ia menepi di pos ronda dengan beberapa orang yang sedang berjaga. Untuk mengurangi rasa jenuh ia mengobrol dengan warga sekitar sembari menunggu pesanan datang. Tak ada perasaan canggung ataupun merasa tinggi hati, ia begitu membaur dengan warga sekitar. Keken akhirnya mengirimkan pesan pada pengawalnya untuk membeli beberapa makanan untuk warga yang meronda.
" Terkadang udah dijagain masih saja kecolongan, maling sekarang pinter-pinter." ucap pak Rino, salah satu sesepuh warga.
" Kalau aku lebih baik jadi koruptor pak, sama-sama maling tapi hukuman koruptor lebih ringan,dapat banyak remisi lagi. Bisa jalan - jalan asal bayar." ucap yang lain
" Itu hanya oknum pak. "
" Iya hanya oknum tapi menciderai nama institusi. Coba kalau maling ayam, yang ada sesuai hukuman yang berlaku ."
" Tumpul ke atas, tajam ke bawah."
" Mereka di dunia masih bisa mengelak tapi hukuman Tuhan lah yang paling adil. Lihat saja nanti. " balas salah seorang warga lain.
" Memangnya disini rawan pencurian ya pak?"tanya Keken, ia hampir sebulan tinggal di kontrakan Farah namun tidak mendengar kabar apapun.
" Rawan pak Keken, kemarin saja motor hilang satu. "
" Terus satu minggu kebelakang sepeda balap milik pak Isra ilang juga."
" Jaman sekarang tidak boleh teledor, lengah dikit langsung disikat sama maling."
"Kalau pulang malam hati-hati banyak begal pak." ucap yang lain nya.
__ADS_1
"Banyak orang nekat, sekarang."
Keken mengangguk - angguk setuju.
"Pak Keken kerja dimana? Aku dengar bapak nganggur makanya neng Farah jualan makanan." tanya pak Rino
Keken menggulum senyum, gosip di kalangan masyarakat bawah benar-benar hebat, tanpa menyelidiki terlebih dahulu mereka langsung menyebarkan berita bohong.
"Saya sales mobil pak dan Farah berjualan karena jenuh biarkan dia berkarya dengan passion nya." jawab Keken
"Oh sales mobil toh, nanti kalau bapak beli mobil boleh kan dapat keringanan, harga bisa dikurangi kan pak Keken ." pak Isra berharap Keken mau menerima permintaannya, lumayan memiliki tetangga yang bisa mengurangi cicilannya.
" Bisa diatur, tapi harus beli cash no kredit - kredit. "balas Keken
" Kok gitu pak Ken, kalau cash saya tidak memiliki uang sebanyak itu. Tapi kalau kredit, bisalah untuk cicilan tiap bulan. "
" Justru kalau kredit itu lebih mahal, coba saja cicilan dikalikan berapa bulan ditambah uang DP nya pasti bisa buat beli dua mobil. Kalau belum ada dana mending pakai mobil online pak, simpel nggak mikirin biaya service mobil yang semakin mahal lalu uangnya bisa di investasi ke logam mulia atau beli tanah, kalau butuh uang bisa dijual. lagi."ujar Keken
" Wah saya suka pemikiran pak Keken ini, cerdas dan mewakili generasi sekarang yang no ribet - ribet. " ucap bapak yang lainnya
Keken hanya mengulum senyum. Ia memang tidak menerima penjualan mobil secara kredit dan pasti menolak walaupun dipaksa.
" Pengantin baru malah nongkrong disini, malam jum'at pak Keken saatnya burung masuk sarang. "kelakar pak RT, ia datang membawa beberapa gorengan dan roti untuk para peronda.
" Kalau pengantin baru semua malam sama aja pak. "sahut Keken, namun hatinya ingin menangis. Dua bulan lebih menikah dengan Farah tidak satu kalipun ia menyentuhnya layaknya suami istri. Untung saja Kenzi masih bisa diajak kerjasama dan diam dalam sangkarnya.
" Asyik tuh, hajar terus. "celetuk yang lainnya
" Eh, pak Keken, saya punya temen yang jual obat kuat dari cina namanya A-song, kuat beronde-ronde pak sampai lemes. "ucap pak Rino
"Saya pengen pak, tapi tidak ada temen untuk tempurnya. Mau deketin neng Cucu tidak berani, dia seleranya tinggi tidak seperti saya yang hanya kuli pabrik." kali ini bukan Keken yang menjawab tetapi pak burhan, duda beranak satu. Ia yang menaruh hati pada teh Cucu namun tidak berdaya karena wanita itu sangat selektif dalam memilih pasangan.
" Jangan rendah diri pak, semua pekerjaan sama yang penting halal, kalau aku lihat teh Cucu tidak menilai pria dari materi hanya saja dia harus diyakinkan bahwa pria yang akan serius dengannya harus menerima keadaannya serta anak-anaknya, tidak selingkuh, sepertinya dia trauma dengan masa lalu makanya pilih - pilih pasangan. "
__ADS_1
" Oh, jadi seperti itu pak Keken, aku jadi semakin semangat untuk mendekati teh Cucu "pak burhan terlihat senang saat mendengar cerita dari Keken. Ia berusaha menjadi yang terbaik seperti apa yang diinginkan oleh wanita itu.
" Jadi tidak pak Keken obatnya? tanya bapak itu lagi,
"Ada susu kuda liar biar tambah jos." ia menggulum senyum. Ia mempromosikan produk kejan tanan lelaki dengan penuh semangat.
"Dia belum tahu Kenzi si per kasa. Sekali keluar sarang, wanita pasti menjerit." gumam Keken dalam hati
"Kalau saya tidak minum susu kuda liar pak tapi susu kuda nil." kelakar Keken, dan mereka terbahak dengan keras. Pembawaan Keken yang ramah dan mudah bergaul sangat disukai para bapak - bapak.
"Ada-ada saja pak Keken."
"Kalau aku kuda lumping pak, makan beling." ucap yang lain
"Aku kuda delman, alon-alon asal klakon." timpal lainnya
"Aku kuda laut ajalah."
"Kuda nungging."
"Kuda kepang."
Dan mereka tertawa dengan lebar hanya karena obrolan tentang kuda.
Disisi lain,
Dua orang pengawal tengah kebingungan mencari makanan yang diminta sang tuan muda. Jalanan terasa sepi dan hanya beberapa penjual yang masih terlihat membereskan dagangannya yang akan tutup.
" Coba saja nona muda nyidam nasi goreng atau baso pasti kita tidak perlu berkeliling kota seperti ini." pengawalan itu hanya menghela nafas panjangnya, beberapa kali ia memutar arah dan mencari makanan yang terlihat hanya tukang baso dan nasi goreng yang tersisa.
" Jangan mengeluh, kita harus dapatkan makanan itu malam ini juga. Jangan lupa martabak untuk para warga yang ronda." ucap pengawal lainnya. Mereka masih mencari makanan yang perintahkan sang tuan muda.
"Ini sudah dini hari, mana ada resto yang buka." gerutu pengawal lagi.
__ADS_1
"Cari lagi jangan sampai menyerah." Mereka berkeliling kota hingga satu jam lamanya mereka tidak juga menemukan apa yang diminta oleh tuan muda. Mereka pulang dengan tangan kosong dan sudah pasti akan mendapat omelan dari tuan muda.