Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 15 ( Merasa diabaikan)


__ADS_3

Sejak tiga hari pertemuan di restoran itu, Keken merasa gelisah. Tidak sekalipun gadis itu menghubunginya, padahal Keken sudah memberinya kartu nama. Nomer ponsel yang dulu pernah gadis itu berikan entah hilang kemana.


"Baru kali ini aku diabaikan, biasanya saat seorang gadis menerima kartu namaku, ia akan langsung menghubungiku dan berharap bisa kencan denganku,tapi gadis itu tidak meneleponku sama sekali. Dan kenapa aku berharap dia cepat menghubungiku." Keken mengetuk - ngetuk pulpen di meja kerjanya.


Keken mulai berpikir,


" Antoni, datanglah ke ruanganku. "ucap Keken melalui sambungan telepon


" Tuan, ada apa anda memanggilku." Antoni menunduk hormat.


" Barikan aku nomor telepon gadis itu. "


Antoni mengerutkan dahinya dan merasa bingung," Gadis yang mana,Tuan. "


" Gadis itu, saat kita bertemu di restoran. Cepat berikan nomor ponselnya padaku. "Keken begitu tidak sabaran.


" Maaf tuan, apa tuan mengenalnya? Tuan kenal dimana? "tanya Antoni dengan hati-hati, ia sedikit terkejut karena Keken mengenal Farah. Ia takut apa yang ia pikirkan akan terjadi. Keken sang casanova ulung, ia takut Farah menjadi target berikutnya, mengingat gadis itu salah satu tipe idaman sang casanova.


" Nggak usah kepo, cepat berikan nomer ponselnya."


"Maaf tuan, saya tidak memiliki nomer ponsel Farah."


"Oh jadi nama gadis gendeng itu Farah." Keken tersenyum lebar, "Tapi kamu punya nomer ponsel pria itu kan, tunangan gadis itu." Keken menyeringai


"Aku tidak mau tahu, kamu harus mendapatkan nomer ponsel gadis itu sekarang juga."


" Tapi tuan, saya tidak bisa." tolak Antoni


"Oh, jadi kamu melawan aku. Berani melawan Keken, atasanmu!" Keken menatap tajam Antoni.


"Akan saya usahakan tuan."


"Harus! Aku tidak menerima penolakan." Keken seperti biasanya bersikap arogan tak ingin dilawan.

__ADS_1


Tidak beberapa lama,Antoni datang kembali ke ruangan Keken dengan secarik kertas berisikan nomer ponsel Farah. Mau tak mau ia terpaksa berbohong pada Hilman dan meminta nomer ponsel Farah dengan alasan endorse untuk pernikahan mereka.


"Bagus, kerja yang baik." Keken tersenyum lebar.


"Maaf tuan, bukan maksud saya lancang dan ikut campur. Saya hanya mengingatkan saja bahwa Farah gadis yang baik dan sopan, mereka juga akan menikah.Saya mohon jangan jadikan dia target tuan,saya rasa tuan mengerti arah pembicaraan saya." ucap Antoni


" Tidak usah ikut campur, aku punya urusan dengannya karena masalah hutang, tidak lebih! "


" Hutang. " Antoni mengerutkan dahinya." Farah berhutang dengan anda. "


" Sudahlah sana pergi, aku ingin bekerja! "Keken mengusir Antoni dengan kesal.


Keken tersenyum lebar saat menerima nomer ponsel gadis itu dan segera menelepon nya namun lima kali panggilannya tidak direspon oleh sang gadis.


" Kurang ajar!! Beraninya dia mengabaikan diriku, memangnya dia siapa! " Keken mengeraskan rahangnya dengan erat. Tidak pernah seorang pun mengabaikannya.


Namun tidak berapa lama, ponsel Keken bergetar. Nomor dari gadis itu.


"Hallo, assalamualaikum ini siapa?" tanya Farah diujung telepon.


"Ini siapa? Kok marah - marah, sih!" Farah sedikit terpancing emosinya. " Kalau mau marah tidak usah telepon, kamu sangat berisik!" Farah menutup teleponnya secara sepihak.


"Oh my God, beraninya dia memutuskan sambungan telepon." Keken menarik nafas panjangnya, mencoba menenangkan emosinya sejenak dan menelepon Farah kembali.


"Apalagi?" tanya Farah di ujung telepon. "Aku sedang sibuk kerja."


"Hei, cewek gendeng! Ini aku Keken." ucapnya


"Mang Keken Kasepi yang jualan kredit panci? Aku kan tidak ambil barang, kenapa mamang menghubungiku." Farah pura-pura tidak mengenal suara pria yang meneleponnya. Sebenarnya Farah tahu Keken sang bos tengil yang menelepon dirinya karena tidak ada pria lain yang memanggilnya cewek gendeng. Ia sengaja membuat Keken kesal dengan ucapannya.


" Sialan lu, gue disamakan dengan tukang kredit panci." bentak Keken diujung telepon, suaranya begitu keras hingga Farah menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Gue Keken, Crazy Rich Jekardah. Lu masih inget kan cincin pertunangan lu.Masih mau atau tidak, kalau kau tidak mau, akan aku buang."

__ADS_1


Farah begitu gemas dengan sikap sombong Keken, namun ia harus menahan diri karena cincin nya masih disita pria itu.


"Jangan....!! Aku sudah ingat kok. Kamu bos nya Antoni. Maaf tadi tidak aku angkat karena aku sedang sibuk bekerja, sedang banyak pelanggan. Ada apa kamu meneleponku?"


"Kenapa kamu tidak meneleponku? Aku kan sudah memberimu kartu namaku."


" Saat itu kamu bilang, kamu akan menghubungiku dan aku harus datang tepat waktu, tapi nyatanya kamu tidak pernah menghubungiku." sangkal Farah, ia pura-pura bodoh tidak tahu.


"Hei cewek gendeng! Bagaimana aku bisa menghubungimu kalau aku saja tidak tahu nomer ponselmu." Keken begitu gemas dengan sikap Farah.


"Oh iya ya, kenapa aku tidak berpikir sampai kesana." ujar Farah tanpa dosa. " Tiga hari yang lalu aku sibuk banyak kerjaan, tidak sempat menyimpan nomer ponselmu maupun menghubungimu, maaf."


" Sok sibuk!" seru Keken, " Besok kamu harus kesini, akan aku kirimkan alamatnya. "


" Besok! " seru Farah," Aku tidak bisa karena aku harus bekerja. Bagaimana kalau minggu depan. "tawarnya


" Kerja apa sampai kau begitu sibuk? "


" Aku kerja di restoran sebagai asisten chef dan malam aku ada job membantu catering di Vania. Kau ingatkan gadis yang dulu bersamaku di perumahan itu. "


" Bukannya aku tidak mau cincinku kembali tapi aku benar-benar belum ada hari libur. "ucap Farah kembali," Kamu kirim nomer rekeningmu, aku akan membayar ganti rugi sesuai keinginanmu ,setelah itu bisakah kau mengirimkan cincinku lewat ekspedisi. Kita tidak perlu bertemu, karena tidak ada alasan untuk bertemu denganmu lagi. Gimana, mau kan? " Farah memang tidak ada niatan untuk bertemu lagi dengan pria songong yang menyita cincinnya, baginya saat ini harus lebih fokus dengan pekerjaan dan menghasilkan uang yang banyak untuk pernikahannya.


" Aku tidak mau! "Keken begitu kesal karena ada seorang wanita yang menolak untuk bertemu dengannya," Sudah kubilang aku butuh tenagamu bukan uangmu! "


" Tapi aku benar-benar tidak bisa. " tegas Farah


" Aku tidak menerima penolakan! "


" Farah, cepatlah sedikit,kita masih banyak pekerjaan!" teriak salah satu teman Farah, Keken masih bisa mendengar dengan jelas suaranya.


" Iya teh. " sahut Farah


" Kamu tidak usah khawatir, aku pasti akan membayar ganti rugi itu. "ucap Farah lagi.

__ADS_1


" Aku tidak peduli kalau ka___" belum sempat Keken melanjutkan ucapannya, terdengar sambungan telepon yang terputus.


"Dasar cewek gendeng !! Beraninya dia memutuskan sambungan teleponku. Aku tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh gadis lain. Mereka akan dengan senang hati dan bertekuk lutut dihadapanku, sedangkan dia..." Keken menggelengkan kepalanya tidak percaya. Ia begitu geram dan berjanji akan mengerjai Farah habis - habisan kali ini.


__ADS_2