
Hari demi hari tidak terasa Keken hampir satu bulan berada di luar kota. Farah mulai uring-uringan karena semenjak di Bali Keken jarang menghubunginya bahkan pria itu terkesan tidak peduli hingga pikiran negatif melintas dipikira nya.
"Apa Keken bertemu wanita lain hingga sekarang dia tidak meneleponku."
"Jangan - jangan dia sedang bersama bule sexy."
" Apa Keken selingkuh disana."
Farah menangis semakin menjadi dan saat ini dia berada di rumah mommy Imelda, tidak ada yang bisa dia ajak bicara dari hati ke hati karena sang mommy sedang pergi ke Bogor bersama papih Feri.
Ia menelepon Khaffi namun pria itu juga tidak berkomunikasi dengan Keken selama satu minggu.
"Keken kemana, sih!" Farah menangis kembali. Ia sangat merindukan wajah suaminya dan juga beberapa hari ini ia kesulitan tidur. Memasuki usia kehamilan hampir tujuh bulan terkadang membuat dirinya sulit tidur apalagi jika belum mendengarkan suara Keken.
"Keken jahat!!! Dia menyiksaku seperti ini, huhuhu..." ia menangis terisak hingga ketiduran karena lelah.
Imelda yang baru saja pulang dari Bogor bergegas masuk ke kamar Farah dan mendapati menantunya sedang tidur, namun ia sempat melihat sisa air di sudut matanya.
" Pasti dia rindu dengan Keken, bocah tengik itu sedang sibuk mengurus villa di Bali. Mommy janji akan membantu Keken agar cepat pulang ke rumah." ucapnya sembari membenarkan selimut Farah.
* **
Farah hanya mengaduk-aduk makanan nya saat ini hingga membuat Feri melirik kearahnya.
" Menantu, kau tidak makan? " tanyanya
" Aku masih kenyang pih. " Namun Farah hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya.
"Makanlah dulu, jangan memikirkan bocah tengik itu. Dia pasti akan pulang ke rumah ini lagi."
"Benarkah? Kapan Keken pulang pih." Farah bersemangat setelah mendengar Keken akan pulang.
"Sebulan lagi, hahahaha...." kelakar Feri, niat hati ingin bercanda dengan menantunya tapi sayangnya respon Farah berbeda, wanita itu malah berkaca-kaca.
"Papi jahat!!" gerutunya
"Apa kau sungguh merindukan Keken?" tanyanya. Dengan cepat Farah menganggukkan kepala.
" Bagaimana kalau kita semua pergi ke Bali?"
"Aku mau." jawab Farah dengan cepat
"Kau tidak usah jadi kompor, lihat menantu kita sedang hamil dan Keken sedang sibuk disana. Imelda sewot dengan suaminya karena akan mengajak Farah ke Bali.
" Aku kuat mih, anak ini tidak rewel kok. "Farah kekeh ingin mengunjungi suaminya di Bali sekalian ingin berlibur disana.
" Tidak Farah, mommy tidak mengizinkan kamu pergi kesana. Ini kehamilan pertamamu, mommy janji sebentar lagi Keken akan pulang. "
" Kapan mih? "Farah benar-benar tidak sabar ingin bertemu suaminya
__ADS_1
" Dua minggu lagi setelah dia kembali lagi ke Malang lagi baru dia pulang kesini. "
" Kan kemarin Keken sudah ke Malang mih, kenapa kesana lagi? "
" Ada beberapa berkas dan projek yang harus dia ambil disana dan mengaudit keuangan restoran. Kamu bersabarlah."
"Iya mih."
"Makanlah, karena sebentar lagi Keken akan meneleponku, memangnya kamu mau suamimu mengomel karena calon anaknya tidak diberi makan karena ibunya malas."
"Beneran mih sebentar lagi Keken akan telepon aku? Aku akan makan banyak." Dengan cepat Farah mengambil makanan dengan porsi besar hingga membuat Feri tergelak tawa saat melihat Farah makan dengan begitu cepat.
Dan benar saja saat ia merias diri di kamar, Keken menghubunginya lagi.
" Sayang. "sapa Keken diujung telepon. Pria itu terlihat segar setelah mandi, terlihat dari rambutnya yang masih basah.
" Kenapa baru meneleponku!! "seru Farah
" Maaf sayang, aku sibuk. "Keken masih bertelanjang dada dan menempelkan wajahnya di bantal." Aku merindukanmu. "ucapnya lagi
" Aku juga rindu. "Farah berkaca-kaca hingga membuat Keken tersenyum.
" Ada yang merindukanmu juga, sayang . "Keken
" Siapa? "
" Kenzi. "
" Jaga anak kita. "ucap Keken," Aku pasti akan pulang. "
" Tentu saja sayang, aku akan menjaga anak kita. Kau itu seolah ingin pergi jauh saja. " gerutu Farah, entah kenapa sejak telepon terakhir Keken selalu bicara aneh dan meminta menjaga anaknya.
" Aku merindukanmu. "Kali ini Farah berkaca-kaca, ia memang sudah tidak sabar untuk bertemu suaminya.
" Iya, sebentar lagi aku pulang. Lusa aku akan ke Malang, do'akan saja semoga lancar. "Keken
" Aku pasti akan mendo'akanmu sayang. "
Namun saat mereka bercerita terdengar suara ketukan pintu dari luar.
" Tunggu sebentar, ada seseorang. " Keken beranjak dari kamarnya dan membuka pintunya. Ia melihat seorang wanita cantik dengan dress mini yang sangat menggoda.
" Maaf cari siapa? "tanya Keken
" Kamu. " goda gadis itu sembari mengerlingkan mata. Namun tercium bau alkohol dari mulutnya.
" Sepertinya dia mabuk." gumam Keken dalam hati
Farah yang melihat dari layar ponsel kini terlihat geram karena wanita itu sengaja merayu suaminya.
__ADS_1
" Maaf anda salah orang. "Keken berusaha mengusir wanita itu dan menutup pintu namun tangan wanita itu lebih dahulu menahan nya.
" Sayang, aku mencintaimu, sangat mencintaimu. " ucap gadis itu sembari meracau.
" Dasar stress,jangan menggoda suamiku!! "teriak Farah dengan keras dari ujung telepon.
" Sayang, cepat tutup pintunya! Aku tidak mau melihat wanita itu!! "Farah begitu geram dengan wanita yang ingin merayu suaminya apalagi saat ini Keken sedang bertelanjang dada.
" Maaf, sebaiknya anda pergi nona. Saya sudah beristri. "Keken mendorong wanita itu kearah luar pintu dan segera menutupnya.
" Siapa dia?! "tanya Farah dengan wajah masam
" Mana kutahu, aku baru saja melihatnya. "
" Kau tidak selingkuh kan? "
" Oh, ya ampun bagaimana aku bisa berpaling kalau istriku saja sangat manis dan imut seperti ini. "rayu Keken agar Farah tidak marah.
" Dasar pembual!! "
Keken tergelak tawa saat mendengar umpatan istrinya.
" Awas saja jika kau berani berselingkuh. Aku akan membawa anak ini pergi darimu. " ancamnya.
" Bagaimana aku bisa selingkuh, dapat kamu saja susahnya minta ampun sampai aku harus menikung menjelang pernikahanmu hihihi..." Keken
"Kau itu memang menjengkelkan tapi heran nya aku selalu terbuai dengan ucapan manismu itu." Farah
Disisi lain,
Dua hari yang lalu Hilman pergi ke Bali, Ia mewakili perusahaan nya untuk pelatihan dan seminar disana. Dan ini kesempatan baginya untuk bertemu pria itu. Pria yang merebut wanitanya. Ia hampir putus asa setelah pertemuan terakhir bersama Farah. Gadis itu lebih memilih suaminya dan Hilman tidak terima.
Ia pun tahu kalau Keken menginap di sebuah hotel dan dengan sengaja ia mengirimkan seorang teman wanitanya untuk menggoda suami Farah.
"Dia tidak tertarik padaku bahkan dengan cepat menutup pintunya. " Wanita itu merokok dan menghembuskan nafas ke udara hingga kepulan asap terlihat jelas.
Hilman tersenyum kecut. " Tenang saja masih ada waktu." ia pun merokok dan meminum sedikit minuman alkohol.
" Kau itu berubah, sejak kapan kau minum?" Wanita bernama Ayu itu mengenal Hilman sejak di bangku kuliah dan ia tahu Hilman tidak suka merokok apalagi minum alkohol. Ayu tinggal di Bali karena dia asli orang Bali dan bekerja sebagai manager club malam.
" Tunanganku direbut dan aku putus asa karena wanita ku mulai mencintai pria itu." Hilman menyulut rokoknya dan mengisapnya.
" Lepaskan dia dan tata hidupmu kembali, aku tidak mau kamu seperti ini." Ayu menepuk bahu Hilman seolah memberinya kekuatan.
"Aku belum ikhlas melepaskannya, aku tidak bisa yu."
"Mau sampai kapan kamu merusak hidupmu seperti ini. Ini bukan Hilman yang aku kenal. Hiduplah dengan baik, ingat hanya kamu anak satu-satunya dari keluargamu.Apa kau tidak kasihan dengan orangtuamu."
Hilman menatap datar, memang benar setelah gagalnya pernikahan, orangtuanya tidak banyak bicara bahkan menutup diri dari lingkungan. Namun perhatiannya tidak pernah berkurang untuknya. Sedangkan dia masih terpuruk dan terjebak di masa lalu.
__ADS_1
" Lakukan satu kali lagi untukku. " pinta Hilman. Ini yang terakhir kalinya.
"Oke, ini yang terakhir kalinya. Aku akan melakukan demi persahabatan kita."