Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 24 ( Debatnya Kakak beradik )


__ADS_3

"Brengs*k...!!!" umpat Keken sembari meleparkan kunci mobilnya kearah cermin besar.


"Prang...!" cermin itu pecah akibat lemparan dari kemarahan Keken.


Inka terkejut saat mendengar Keken mengumpat dengan wajah kemerahan. Situasi sedikit memanas saat Inha mulai menaikan suaranya. Sedangkan Inka mulai mengunci rapat - rapat mulutnya agar tidak disembur kedua orang yang akan beradu mulut.


"Sudah puas dengan menghinanya! Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu mas! Dia sudah bertunangan dan akan menikah, aku harap mas tidak melewati batas dan jangan pernah menggoda gadis itu ." Inha terlihat begitu kesal saat Keken menghina Farah,orangtua mereka tidak pernah menghina orang lain seperti itu dan menurut Inha sikap Keken sudah kelewatan.


" Siapa yang menggodanya, aku hanya ingin mengantarnya saja! " elak Keken


" Mas pikir aku tidak tahu jalan pikiranmu! Hampir setiap hari aku bersamamu, aku tahu kau suka dengannya, buktinya kau membawanya ke kamar pribadimu bukan ke kamar tamu. Seorang Kendrew Putra Feriansyah tidak akan sembarangan memasukan orang lain ke dalam kamarnya! "


Keken mulai mencerna ucapan Inha, sejak Farah pingsan tadi tanpa sadar ia membawa gadis itu ke kamar pribadinya.


" Aku hanya panik tadi saat dia pingsan, tidak lebih! " elaknya kembali


" Ngeles terus! "ketus Inha," Terus saja mengelak sampai akhir, tanyakan hati mas Keken sendiri, apa benar gadis itu sebatas asisten rumah tangga atau gadis spesial yang bisa meluluhkan hatimu. "Inha menusuk-nusuk dada kakak sepupunya dengan jari.


" Perlu kamu tahu, dia tidak tertarik denganmu. Tidak ada cinta dimatanya untuk pria lain selain tunangannya. Dia gadis yang baik, jangan mempermainkannya. Uang dan wajah tampanmu tidak berkesan baginya, sayang sekali mas."


Keken hanya mengepalkan tangannya.


" Ingat! Mommy Imel tidak akan menerima gadis sembarangan untuk menjadi menantunya, mas anak tunggal satu - satunya cuma mas harapan dia bukan aku. Lambat laun mommy akan tahu tentang gadis itu dan aku tidak yakin mommy akan merestuinya." Kali ini Inha banyak bicara tidak seperti biasanya, ia hanya ingin mengingatkan Keken bahwa sang mommy akan melihat setiap pergerakan anaknya termasuk wanita yang dekat dengan putranya.


"Pikiranmu terlalu jauh, siapa juga yang ingin merebut gadis gendeng itu! Kayak nggak ada cewek lain saja."


"Terserah mas, yang penting sudah aku ingatkan!"


" Ayo ka, kita pulang." Inha menarik tangan kembarannya dengan kasar,


"Pelan-pelan nanti aku jatuh." Inka hanya mengerucutkan bibirnya dan mengikuti Inha dari belakang.

__ADS_1


"Biarin saja jatuh, makanya kalo jalan cepet! Kebanyakan makan sih jadi lelet, ini mulut mbender mulu nggak pernah kenyang ." Inha mencubit bibir Inka sembari mengomel layaknya seorang ibu yang memarahi anaknya.


"Kenapa aku yang dapat abu panasnya." gumam Inka dalam hati.


Keken termenung di balkon apartemennya. Setelah si kembar pulang, dia menyendiri kembali seperti biasanya. Hanya langit malam dan bintang yang kini menemani kesunyiannya. Ia meneguk segelas wine untuk menghangatkan badan sekaligus menenangkan pikiran yang begitu runyam.Perkataan Inha begitu menusuk dan selalu terniang di telinga.


"Tidak ada cinta dimatanya untuk pria lain selain tunangannya."


"Ingat! Mommy Imel tidak akan menerima gadis sembarangan untuk menjadi menantunya, mas anak tunggal satu - satunya cuma mas harapan dia bukan aku. Lambat laun mommy akan tahu tentang gadis itu dan aku tidak yakin mommy akan merestuinya."


" Si judes itu, saat marah sangat mirip dengan mommy Imelda. "Keken tersenyum simpul mengingat Inha yang selalu menceramahi dirinya seperti sang ibu.


" Apa benar apa yang dikatakan si judes itu, kalau aku menyukai Farah. "gumam Keken dalam hati.


" Tidak! Ini tidak mungkin, aku hanya ingin mengerjai dia saja karena dia dengan berani melempar kain ke wajahku. Dia juga tidak terlalu cantik dan sexy, mana mungkin aku suka dengan gadis itu. Gadis gendeng yang tomboy dan selalu berpenampilan ala kadarnya. " elak Keken.


" Tapi disisi lain, aku selalu penasaran dengan kehidupannya. Kenapa dia sangat menyedihkan saat aku pura-pura mati tadi. Apa dia mempunyai trauma masa lalu yang begitu menyedihkan. " gumam Keken dalam hati.


" Bagaimana mungkin aku menyukai gadis aneh itu padahal dia selalu bikin aku kesal. "


Keken menelepon Wina di tengah malam dengan harapan bisa menepis segala pikirannya tentang Farah. Tidak butuh lama Keken datang ke apartemen sewanya.


" Kamu kenapa?" tanya Wina, ia melihat Keken sedikit murung tidak seceria biasanya.


" Aku tidak apa-apa, maafkan aku Win karena malam - malam menganggumu."


" Tidak apa-apa sayang, aku sangat senang karena aku dibutuhkan. Apa kau mempunyai masalah?"


"Tidak ada, aku hanya butuh seseorang yang menemani."


"Aku akan menemanimu sayang, kalau kau ingin itu, aku siap." Wina mengerlingkan matanya dengan menggoda, tangannya merayap di tubuh Keken dengan lembut.

__ADS_1


"Aku tidak mau itu, aku sedang kesal!" ucapnya dengan wajah ditekuk.


" Kenapa? Apa ini tentang Michelle atau tentang gadis lain?"Wina tahu jika Keken memiliki pacar lain bernama Michelle, tapi itu tidak masalah karena dia hanya kekasih bayangan Keken, lebih tepatnya selir malam yang membalas hutang budi karena Keken sudah membantu biaya pengobatan ibunya yang sakit jantung.


" Bukan Michelle tapi gadis lain." Keken menghela nafas panjangnya


"Apa dia bisa menggetarkan hatimu?" Wina menggulum senyum


"Entahlah! Yang aku tahu dia selalu menolakku dan dia sudah bertunangan."


"Seorang Keken ditolak, hahaha.." Wina tergelak tawa, ia begitu penasaran dengan gadis yang berani menolak ketampanan dari seorang Keken. "Kamu yang cari mati karena menyukai tunangan orang." ujarnya


" Apa aku salah?" Ot*k dan pikiran Keken seolah tidak mampu berpikir dengan jernih kenapa dia bisa suka dengan tunangan orang.


"Sebelum janur kuning melengkung masih milik umum, tapi jika gadis itu tidak tertarik denganmu lebih baik mundur, biarkan dia bahagia dengan pria tunangan nya."


Hati Keken seolah menolak saran dari Wina.


" Bagaimana dengan Michelle?" tanyanya lagi


"Entahlah, mommy tidak memberikanku lampu hijau. Aku diminta putus dengan nya."


"Mommy mu memang mengerikan! Dia pernah bertemu denganku dan menyuruhku agar tidak berkencan denganmu lagi."


"Kapan mommy datang menemuimu?" Keken terkesiap saat tahu ibunya mendatangi Wina tanpa diketahui oleh nya.


"Seminggu yang lalu, Dia memintaku agar tidak berdekatan denganmu. Dan aku bilang padanya bahwa hubungan kita hanya sementara dan dijamin tidak akan membuahkan hasil."


" Mata mommy mu begitu tajam, aku takut saat melihatnya." Wina bergidik nyeri saat pertemuan kemarin bersama Imelda.


" Bagus, kamu memang bisa diandalkan. "Keken mencium pipinya. Namun dari cium*n itu lambat laun Wina tergoda.

__ADS_1


Keken yang lemah iman pun tak sanggup menolak kepiawaian Wina yang membuat bulu kuduknya merinding. Hawa panas menjalar di tubuh Keken saat Wina menyentuh Kenzi yang tertidur pulas dan kini dia terbangun dengan sangat gagah. Ingatan saat Farah menolak dirinya membuat Keken emosi dan butuh pelampiasan. Mereka melakukan kembali kegiatan haram yang sangat Keken nikmati.


__ADS_2