Pangeran Modosa

Pangeran Modosa
Bab 95.2 ( Dia istriku)


__ADS_3

Farah mengepalkan tangannya, ia tidak berani berteriak ataupun memaki karena saat ini ada sang mertua yang sedang bersamanya namun hatinya begitu sangat kesal karena Keken dengan sengaja menghapus setiap foto Hilman di ponselnya.


Farah merajuk dia masuk ke dalam rumah, namun ia bingung karena sudah pasti Keken akan mengejarnya ke dalam kamar. Ia berkeliling - keliling namun tetap saja seperti tersesat di dalam sebuah gedung.


"Ini rumah apa istana sih! Kok arah pintu tidak ada!" teriak Farah, ia begitu kesal karena rumah Keken begitu besar hingga ia kebingungan mencari pintu Utama.


" Apa Antoni sudah melacak siapa dalang dari semua ini?"tanya Imelda pada putranya.


" Ternyata ada dewan direksi yang tidak menyukaiku dan Fafa. Mereka tidak ingin kami menjadi direktur utama mom dan pastinya mommy tahu siapa mereka. "


" Apa dia orangtua Cecilia, wanita yang pernah kau pacari dan kau tinggalkan begitu saja."


"Maaf mom." Keken menundukkan kepala. Ia memang lelaki br*ngsek yang suka bermain dengan wanita dan dulu pernah memacari salah satu anak dewan direksi namun akhirnya Keken selingkuh dan saat itu lebih memilih Michelle. "


" Semua media online sudah dibereskan Antoni, mereka mentakedown semua pemberitaan tentang aku. Stasiun televisi dari kakak Michelle pun mampu meredam semua ini dan aku harus berterima kasih padanya. "


" Berulang kali mommy katakan jaga sikap dan tingkah lakumu di luar sana, setiap apa yang kamu lakukan akan disorot tajam dan mommy mohon ini terakhir kalinya kamu berbuat ulah. Untuk masalah kali ini mommy yang akan turun tangan tapi mau tidak mau kamu harus mundur sementara dari jabatan ini dan akan digantikan oleh Raffa dan Antoni.


"Tapi mom, mas Raffa sudah memiliki perusahaan sendiri. Memang dia mau turun tangan untuk ke perusahaan DAFE?"


"Raffa itu cerdas, hanya dia yang mampu memimpin perusahaan itu dan membuatnya stabil kembali, gara - gara kamu saham anjog ke titik terendah,investor mulai panik dan tidak percaya. Skandal ini berimbas besar terhadap perusahaan kita, Ken."


" Raffa akan dibantu si cerewet untuk mengurus perusahaan. "sambung Imelda


" Ma.. maksud mommy si Inka? Mana bisa dia, kan masih kuliah dan membantu tante Navysah di butiknya. Dia selalu pecicilan dan gegabah dalam melakukan sesuatu, aku tidak percaya dia bisa! "


" Kamu pikir si cerewet itu bodoh! Ia memang terlihat pecicilan dan manja tapi otaknya encer,kerja dia cepat dan rapi. Seharusnya Inha yang masuk membantu perusahaan namun dia tidak bisa karena D n R Restaurant akan launching cabang ke tiga puluh dan Dia harus bolak- balik ke daerah Karawang."

__ADS_1


" Mommy beri kamu satu bulan untuk tinggal disini, setelah berita itu hilang pergilah bersama Farah. Mulailah dari nol, ini hukuman untukmu karena melanggar ketentuan keluarga ini. "


Ia bangkit dari tempat duduknya dan bersimpuh di kaki sang mommy." Keken bersalah, maafkan Keken selama ini selalu membuat mommy kesulitan. Mommy yang terbaik, I love you. " ia mengucapkan sembari mencium tangan sang ibu berkali-kali. Dan Imelda merasa tersentuh dengan sikap Keken yang manis ini.


"Keken akan menerima hukuman tetapi jangan lama-lama ya mom, panggil Keken lagi kalau mommy butuh sesuatu. Keken harap dalam satu bulan mommy akan membutuhkan Keken lagi, kalau Farah minta sesuatu lalu Keken nggak ada uang, Keken harap mommy mau berbagi demi cucu mommy. "ucapnya dengan memelas. Imelda yang tadinya tersentuh kini menatap tajam pada putranya, ternyata ada udang dibalik batu.


" Dasar anak kurang ajar! "Imelda menjewer telinga anaknya hingga Keken meringis kesakitan." Bicaramu tidak jauh-jauh dari uang. "


" Mom, aku sedang berusaha membahagiakan Farah. Hidup harus realistis mom, kalau tidak ada uang bagaimana nasib anakku nanti. "


Imelda membuang wajahnya kearah lain, tidak ingin luluh dengan perkataan anaknya.


Disisi lain,


Farah yang sedang kesal dan jenuh kini berada di taman depan dan mengobrol dengan security rumah. Ia dengan senang hati menyirami tanaman. Rumah Imelda terlihat indah karena taman di bagian depan berisi bunga berwarna - warni. Segala macam bunga menghiasi taman dan terlihat menyegarkan mata bagi yang memandangnya.


" Tidak apa-apa bi, ini tidak berat kok. Aku suka main air."


"Tapi non, kami takut sama nyonya. Nona tidak boleh terlalu capek dan kami tidak mau dipecat non." Pak security ikut menimpali. Ia pun diberi tugas untuk menjaga Farah saat berada di mansion utama agar tidak kabur.


"Aku jenuh pak, bi kalau hanya duduk saja. Aku terbiasa bergerak dan bekerja." Farah mengerucutkan bibirnya, ia tidak tahu akan melakukan apa saat berada di mansion karena mommy Imelda tidak memberinya tugas apa-apa.


"Permisi...!" teriak seseorang dari luar. Farah dan security keamanan menghampirinya.


"Biar saya saja non." Ucap Pak Sastra, security rumah. Ia akan membuka gerbang namun Farah ikut membantunya.


" Ada apa pak?" tanya Farah

__ADS_1


"Paket pak Kendrew!"


"COD tidak?" Farah menerima satu paket berwarna hitam dan tertulis nama suaminya.


"Tidak bu, sudah bayar."


" Saya minta foto ibu ya sebagai bukti bahwa paket diterima."


"Ya silahkan." Farah memegang paket itu dengan sang kurir memfotonya.


"Oke terimakasih bi." ucap sang kurir


"Kamu panggil aku apa?" Farah mencoba menajamkan indera pendengarannya. Sepertinya ia salah dengar.


"Bibi." jawab sang kurir. " Ini asisten rumah tangga pak Kendrew kan. ucapnya sembari melirik Farah dari ujung kepala hingga kaki. Penampilannya menggunakan daster dan rambut yang digulung keatas dan tanpa make up. Pemilik rumah tidak mungkin karena ia tahu siapa pemilik rumah mewah itu. Nona besar tidak mungkin karena pak Kendrew anak satu-satunya dan belum menikah, pikirnya. Dan sudah jelas dengan penampilan seperti itu Farah terlihat wanita rumahan. Tidak sexy dan menarik.


Gelak tawa terdengar dari jauh, suaranya begitu keras hingga Farah mampu mendengarnya dan siapa lagi kalau bukan Keken, suaminya.


"Sudah aku bilang, jangan pakai daster itu sayang." Keken masih tertawa hingga airmatanya keluar disudut mata.


"Sa... Sayang.. Maksudnya? Kurir langganan yang biasa mengantarkan paket kini terkesiap saat Keken memanggilnya dengan kata sayang pada wanita itu.


" Ayo minta maaf pada istriku. Ini istriku, kami baru menikah tadi malam. " Keken tersenyum sembari merangkul Farah dan mengeratkan pinggangnya.


"HAH..!! Maaf nona, saya tidak tahu kalau anda istri dari pak Keken. Sekali lagi maaf nona." kurir itu menundukan kepala, menyesal dengan ucapannya. Ia mengira Farah asisten rumah tangga yang bekerja di mansion itu.


"Tidak apa-apa, aku memang seperti bibi-bibi." Namun wajah Farah merengut. Ia memberikan paket pada Keken dan berjalan masuk ke dalam mansion.

__ADS_1


"Yah, pundung lagi dia." Keken mengekori Farah dari belakang, mengejar istrinya yang sedang kesal.


__ADS_2